
HAPPY READING GUYS
________________________
"jelaskan pada kami semua rinciannya Aom, secara garis besar kami sudah dapat mengerti arah dari pemikiranmu ini..." sahut Mario sambil menatap sahabatnya satu persatu yang juga mengangguk setuju...
"pengalaman paman-pamanku ini pasti sudah sangat banyak dan luas, bahkan hanya dengan melihat skema alur rencana simpel yang dibuat oleh ibu sudah dapat memahami apa yang akan dilakukan pada misi kali ini... luar biasa..." ujar Tan sambil tersenyum dan merasa kagum pada semua pamannya ini, mereka benar-benar cerdas dan selalu dapat diandalkan oleh ayahnya, tidak pernah memandang untung rugi dari apa yang akan mereka lakukan untuk ayah Kimnya itu...
"baiklah dengarkan semua rencana yang telah aku susun ini dengan baik... tapi ada beberapa lubang kosong yang belum aku temukan solusinya, karena Kim pasti akan marah jika kita sampai membunuh orang-orang dari badan intelijen negara ini... karena bagaimanapun juga, nasionalisme Kim juga merupakan karakteristik yang tidak bisa dipisahkan dalam hidupnya... aku juga tidak mau melanggar apapun yang telah Kim perintahkan sebelumnya..." ujar Aom dengan penuh keseriusan dan kepercayaan diri yang tinggi...
"ayo mulai..." sahut Nan mempersilahkan Aom untuk memaparkan tentang semua yang telah ia rencanakan untuk menghancurkan bukti yang tersimpan di dalam database badan intelijen negara itu...
Aom memaparkan dengan sangat detail semua rencananya, ia juga mengatakan beberapa kekurangan yang belum bisa ia temukan solusinya saat ini...
"bagus... ide yang sangat brilian Aom... sangat brilian..." ujar Zee dengan senang hati setelah mendengar semua penjelasan dari Aom tentang misi kali ini...
"tapi dua hal yang masih benar-benar belum bisa terpikirkan solusinya... bagaimana caranya melakukan perlawanan tanpa mempertaruhkan nyawanya mereka, dan juga bagaimana caranya untuk melarikan diri dari sana setelah semuanya berhasil?" sahut Aom yang tampak masih berpikir keras mengenai kekurangan ini...
"pertama masih sangat mudah, jawabannya adalah peluru bius yang baru saja selesai dibuat dalam skala kecil... produk terbaru yang sudah diproduksi atas perintah dan izin dari Kim sebelumnya... entah bagaimana, tapi lama kelamaan aku merasa seperti dia bisa memprediksi masa depan... Kim memang gila! hahaha..." sahut Jeab karena dialah yang diberikan tanggung jawab untuk mengurus produksi dari produk peluru terbaru yang akan mulai diproduksi secara massal oleh perusahaan senjata api yang Kim miliki jika hasilnya memuaskan...
Hanya Jeab yang mengetahui perkembangan dari pembuatan peluru bius ini karena dia jugalah yang melakukan eksperimen pada obat bius yang akan digunakan di dalam peluru ini...
Sebuah produk peluru yang kuat, tanpa jarum namun tetap dapat menginjeksikan obat bius dengan cepat dan menghentikan pendarahan yang terjadi akibat peluru itu bersarang di tubuh korbannya...
__ADS_1
"lalu bagaimana dengan rute pelariannya? karena bagaimanapun juga rute pelarian diri inilah kunci dari semuanya... walaupun kita berhasil menghilangkan bukti itu, tapi jika kita semua tertangkap maka semuanya akan berakhir begitu saja..." ujar Tan yang masih terus memainkan jarinya diatas meja... itu adalah kebiasaan dari dirinya ketika sedang memikirkan sesuatu dengan sangat serius...
"tidak bisakah kita turun dari gedung tinggi itu dengan cara yang sama seperti yang dilakukan oleh para rock climbing itu?" tanya Tan lagi setelah dapat memikirkan sesuatu yang cukup masuk akal lagi untuk dilakukan...
"ya, bisa... tapi kita perlu backup yang bagus dan aman dari segala arah... selain itu kita juga perlu mempersiapkan berbagai pengalihan perhatian untuk mengurangi atensi dari pemerintah terhadap gedung pusat badan intelijen negara di malam hari ketika kita melancarkan misi ini... dan ada beberapa cara yang menurutku bisa untuk dilakukan..." sahut Art penuh keyakinan dan mulai membuat sebuah skema yang juga dapat dilihat oleh semua orang yang ada di dalam ruangan ini melalui layar besar yang ada dihadapan mereka itu...
"kita perlu menempatkannya pada titik ini, ini, dan disini... lalu tambah dua orang yang paling ahli di titik ini dan ini..." ujar Art sambil menunjukan beberapa titik yang telah ia tandai dan jelaskan sedari tadi kepada semua orang...
"kita memiliki orang yang cukup untuk ini kan paman?" tanya Art lagi sambil menatap Mario untuk memastikan apa yang tadi ia minta memang bisa dipenuhi oleh para private army yang dimiliki oleh SDG...
"tentu saja nak... bahkan jika kau mau menambahkan 100 titik lagi pun kita tidak akan pernah kekurangan kekuatan untuk mendukung semua rencana ini..." sahut Mario dengan bangga...
"baguslah paman, dan untuk rute pelariannya aku serahkan rencana ini pada kalian..." ujar Art setelah nampak sangat yakin dengan semua ini...
"hahaha... benar... Kim tidak boleh berlama-lama disana... ia harus segera keluar dari sana bagaimana pun caranya!" sahut Zee setuju...
"sistem hacking sudah selesai aku siapkan karena aku juga tidak sabar untuk segera membebaskan Kim dari sana... setelah ini aku akan membantumu mengurus beberapa berkas di kantor agar Hans Group juga tidak terlantar karena hal ini..." sahut Nan dengan bangga...
"mantap paman... tapi tentu saja Hans Group tidak akan pernah ditelantarkan karena alasan apapun... karena ayah sudah mempercayakan semua itu pada kami berdua..." sahut Tan sambil tersenyum manis
"bagus... ayo kita selesaikan!" seru Mario semangat
***
__ADS_1
Disisi lain,
Di dalam ruangan tempat penahanan Kim sementara waktu selama masa interogasi ini berlangsung, Kim terlihat santai dan menatap tangan kanannya sendiri...
"aku tahu tangan ini memang sudah berlumuran darah dalam waktu yang sangat lama... tapi darah itu bukan dari orang-orang lemah dan tak berdosa, semua darah itu berasal dari orang kuat yang kotor dan juga dari para penghianat yang berani menghianati dan mengusik ketenanganku... " gumam Kim di dalam hatinya...
Namun lamunan Kim terganggu karena kedatangan dari seseorang yang tidak lain adalah Charka...
"selamat padi bos Kim Hans? bagaimana kabarmu pagi ini? sangat bahagia dan menyenangkan bukan berada semalaman di ruangan yang sempit dan sunyi ini?" tanya Charka yang mulai mencoba untuk memprovokasi Kim lagi secara perlahan...
"ya sangat menyenangkan... aku bahkan bisa beristirahat dengan sangat tenang dan nyaman... apa anda juga mau merasakannya bapak kepala badan intelijen negara yang terhormat? saya jamin ini akan membuat diri anda menjadi semakin penyabar dan tidak emosional..." sahut Kim dengan entengnya...
"hahaha... mungkin... tapi istrimu pasti tidak setenang dirimu ini kan? aku penasaran apa yang telah terjadi padanya hari ini dan juga malam kemarin..." ujar Charka lagi yang sudah mulai menyerang titik kelemahan Kim yang paling besar...
"Apa yang coba kau lakukan?!" geram Kim yang langsung mencengkram kuat kerah kemeja putih yang digunakan oleh Charka itu...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐