
HAPPY READING GUYS
________________________
Kim tidaklah benar-benar marah kepada Jeab hanya karena Jeab tidak berjaga-jaga di dekatnya untuk menunggu hingga Aom tersadar dari pingsannya karena Kim tahu dengan jelas alasan dibalik kenapa Jeab harus meninggalkan rumah Kim tadi... Alasannya tidak lain karena harus menjalankan sebuah operasi darurat beberapa jam sebelumnya di rumah sakit pribadi yang dimiliki Kim untuk semua anggota SDG serta masyarakat secara umum pada situasi kritis dan darurat tentunya, di rumah sakit itulah Jeab bekerja dan menjalankan tugasnya atas kepercayaan penuh yang telah diberikan oleh Kim padanya untuk mengelola segala macam hal tentang rumah sakit itu...
Jeab pun di sana tidak benar-benar selalu menjadi dokter yang akan merawat pasien yang ada di sana setiap waktu karena ia hanya akan turun tangan pada situasi-situasi tertentu saja yang memang benar-benar memerlukan keahlian khususnya dalam menangani pasien kritis dan perlu berbagai macam tindakan khusus yang tidak semua dokter mampu untuk menanganinya secara langsung baik karena alasan kurangnya pengalaman ataupun pengetahuan untuk menjalankan setiap prosedur medis yang diperlukan disaat-saat kritis seorang pasien...
Sembari menunggu Jeab datang untuk memeriksa kondisi Aom saat ini, Kim tampak asik dengan kegiatannya menciumi tangan Aom dan memberikan beberapa candaan ringan yang membuat Aom tidak henti-hentinya tersenyum dan tertawa pelan karenanya...
Kemudian Aom secara tiba-tiba merentangkan tangannya seolah ingin memeluk Kim, tentunya dengan senang hati dan senyuman yang begitu cerah yang terlukis di wajahnya, Kim menyambut hal itu dengan antusiasme yang tinggi... Memeluk Aom memang sudah masuk menjadi salah satu kegiatan favoritnya sejak dulu...
"Aku sudah ingat seberapa nakal dan manisnya dirimu dulu sayang... Mengingat seberapa aku menyukai dan jatuh cinta pada seorang senior keren yang katanya sulit untuk didekati tetapi nyatanya aku berhasil mendapatkan hatinya dengan cukup mudah..." Ujar Aom pelan sambil menahan tawanya mengingat beberapa adegan yang kembali terlintas di benaknya...
Ingatan itu tidak memberikan rasa sakit seperti sebelumnya di kepalanya, namun setiap ada sekelebat bayangan dari ingatan masa lalu yang samar maka hal itu juga akan kembali memberikan rasa sakit di dalam kepalanya...
Kim merenggangkan pelukan mereka berdua dan bertanya dengan ekspresi yang sedikit terkejut... Hanya sedikit...
__ADS_1
"Jadi benar bahwa dirimu mengingat beberapa memori yang hilang karena kecelakaan itu? Tapi bagaimana bisa? Kenapa baru sekarang?" Tanya Kim yang tampak sedikit terkejut dan penasaran akan apa yang menyebabkan Aom mengingat ingatan masa lalunya?
Apa sekiranya yang menyebabkan hal ini bisa terjadi? Karena sungguh tidak masuk akal bagi Kim jika tiba-tiba semua ini terjadi begitu saja tanpa ada pemicunya, bagaimanapun juga mereka telah bersama selama 20 tahun lebih tapi kenapa baru sekarang ini terjadi?
Itulah yang memenuhi otak Kim saat ini... Memang benar Kim sangat senang mengetahui bahwa Aom mengingat masa lalu yang hilang dalam ingatannya akibat dari kecelakaan itu, namun Kim juga tidak dapat mengabaikan fakta bahwa ada sesuatu hal yang tidak ia ketahui yang menyebabkan semua ini terjadi karena Kim sangat percaya bahwa apapun yang terjadi di dunia ini pasti ada unsur sebab dan akibat tentunya...
"Aku tidak tahu sayang... Yang jelas aku sedang mengatakan sesuatu secara diam-diam padamu ketika dirimu hendak pergi ke kamar mandi, lalu tiba-tiba saja kepalaku terasa berat dan mulai dipenuhi oleh bayangan-bayangan yang awalnya samar kemudian semakin jelas dan semakin jelas setelahnya... Tapi semua itu benar-benar menyakitkan hingga pandanganku mulai memudar perlahan karena semua itu seakan-akan mengoyak kepalaku, semua ingatan buram itu seakan-akan berlomba untuk masuk ke dalam kepalaku secara bersamaan... Rasanya sakit sekali..." Ujar Aom panjang lebar menjelaskan semuanya dengan suaranya yang masih sedikit lemah itu, ia masih merasakan letih pada sekujur tubuhnya...
"Kenapa Pim tidur disini sayang?" Tanya Aom ketika menyadari bahwa putrinya tidur disampingnya, di tempat dimana biasanya hanya akan ditempati oleh Kim seorang...
Ia terus mencium tangan Aom itu seolah-olah ingin menghilangkan rasa sakit akibat jarum infus yang menembus kulitnya hingga ke nadinya itu... Tentu saja Kim tahu dengan jelas bahwa jarum itu pasti memberikan rasa nyeri di tangan Aom meskipun hanya sedikit...
***
Beberapa menit kemudian Jeab pun datang dengan keringat yang menetes di keningnya, terlihat jelas ia datang kemari dengan terburu-buru... Tanpa mengeluarkan sepatah katapun Jeab langsung mengeluarkan stetoskopnya lalu meminta sedikit ruang diantara Kim dan Aom untuk segera memeriksanya...
"Lap dulu keringatmu, tidak usah sepanik itu" Ujar Kim dengan santainya seolah-olah tadi ia tidak pernah memberikan ancaman apapun pada Jeab saat menyuruhnya segera datang memeriksa kondisi Aom saat ini...
__ADS_1
"Heh! Memangnya siapa tadi yang begitu khawatir hingga mengancam nyawaku agar aku bisa kemari secepatnya? Dasar..." Sahut Jeab yang langsung mengambil beberapa tissue di atas meja yang ada di samping tempat tidur bos besar sekaligus sahabat yang suka seenaknya ini...
"Hahaha siapa? Kurang ajar sekali memang orang itu... " Sahut Kim menanggapi Jeab sambil tertawa puas,
"Huh! Diamlah bos... Biarkan aku memeriksa istrimu ini dengan tenang oke?" Ujar Jeab sambil mendorong bahu Kim pelan agar Kim bisa sedikit lebih bergeser lagi supaya dirinya memiliki ruang yang cukup dan nyaman untuk memeriksa kondisi Aom secara keseluruhan lagi,
Hanya dalam beberapa menit Jeab telah menyelesaikan tugasnya dan tersenyum lega setelah semuanya menunjukkan kondisi yang baik-baik saja dan tidak ada yang salah kecuali denyut nadi Aom yang sedikit menurun karena tubuhnya saat ini pasti benar-benar merasa kelelahan karena ini adalah hal yang cukup lumrah terjadi pada beberapa orang yang mendapatkan ingatannya kembali setelah mengalami hilang ingatan karena kecelakaan yang mengakibatkan cidera pada bagian kepalanya...
"Syukurlah semuanya baik-baik saja... Aku hanya perlu memberikan suntikan boster vitamin dalam cairan infus nya agar Aom tidak lagi merasakan letih pada tubuhnya..." Ujar Jeab yang langsung menuju etalase obat-obatan yang secara tiba-tiba ada bersamaan dengan semua peralatan canggih itu saat belasan orang mengubah kamar ini menjadi seperti ruang ICU rumah sakit hanya dalam sekejap mata saja...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1