
Happy Reading Guys
_____________________
Di dalam rumah, Aom sedang duduk di meja makan sambil menikmati buah potong segar yang terasa begitu manis di mulutnya, ia sangat fokus menikmati buah manis itu hingga tak menyadari ada seseorang yang datang mendekatinya, senyumannya beberapa kali tidak sengaja muncul saat menggigit potongan melon dan semangka yang manis dan menyegarkan itu. Saat ini Kim tiba-tiba duduk di sampingnya yang pada akhirnya tidak mengucapkan sepatah katapun untuk hanya sekedar basa-basi menyapa istrinya itu...
Melihat senyuman manis wanitanya ini membuatnya melupakan semua keresahannya tentang alasan apa yang harus ia berikan karena telah pergi tanpa mengatakan apapun pada istri dan juga putrinya waktu itu. Ketika Kim duduk di sebelahnya Aom langsung menoleh kearahnya saat Kim sudah duduk namun tak sedikitpun kata-kata keluar dari mulutnya, mulutnya yang sedari tadi masih sibuk mengunyah dan masih penuh saat ini tiba-tiba berhenti begitu saja... Rasa manis buah potong itu pun mulai terasa memudar di mulutnya yang terdiam membisu, hanya kedua mata mereka yang saling menatap saat ini hingga Kim membuka pembicaraan, mulutnya seakan tercekat saking tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini,
“ Aku tidak tahu harus mengatakan apa kepadamu saat ini selain aku ingin minta maaf karena telah pergi jauh tanpa memberitahu kamu dan juga Pim tentang rencanaku yang akan pergi meninggalkan negara ini untuk beberapa waktu karena keadaan mendesak yang terjadi di HongKong akhir-akhir ini... Aku melakukan ini karena aku tidak mau kamu meminta ikut kesana dan juga aku tidak mau kamu khawatir dan memiliki banyak beban pikiran karena hal ini... Lalu... Hmmmm, apa lagi yang harus aku katakan ya... ” ujar Kim sambil mengusap tengkuknya pelan, ia lebih memilih jujur saja apa adanya daripada pusing memikirkan kata-kata yang enak untuk di dengar oleh istrinya,
“ Kamu... sudah kembali... ” ujar Aom dengan mulut masih penuh dengan buah,
“ Telan dulu baru bicara... kamu ini menggemaskan sekali ” ujar Kim sambil membelai pipi mulus istrinya itu,
“ Kapan kamu kembali? kenapa pergi begitu lama? ” tanya Aom setelah menelan semua buahnya,
“ Baru saja, dari Bandara aku langsung kesini karena sangat merindukanmu ” sahut Kim lalu mencubit pipi Aom pelan,
“ Oh, ya... Art dan Tan sudah pergi ke Los Angeles kemarin malam, Art akan menyelesaikan studinya dan Tan juga sudah menetapkan hatinya untuk melanjutkan studinya fokus di bidang bisnis, katanya dia akan menjadi presiden direktur yang handal dalam bisnis hingga bisa membawa Hans Group puluhan kali lebih besar dari sekarang dan juga dia bilang mungkin nanti dia tidak hanya akan membawakan 1 orang menantu untuk kita hahaha ” ujar Kim lagi sambil tertawa mengingat perkataan putra keduanya yang memang cukup layak diberi gelar player itu,
__ADS_1
“ Tapi maafkan aku tidak bisa memberitahumu keadaan Art yang sebenarnya sekarang... Aku tidak mau kamu stress karena masalah ini, jadi aku akan menyelesaikan masalah ini diam-diam ” gumam Kim dalam hatinya
“ Baiklah... Lalu kamu pasti belum makan kan? mau aku buatkan sesuatu? ” tanya Aom
“ Aku belum makan, tapi sebelum itu aku ingin bertanya apa kamu tidak marah atau kecewa karena aku pergi tanpa memberitahumu tentang apapun? ” tanya Kim sedikit terkejut, ia mengira Aom akan marah padanya karena hal ini
“ Aku sudah cukup terlalu tua untuk menjadi istrimu yang moodyan seperti dulu sayang, sekarang tentu saja aku harus menjadi seorang ibu yang bijaksana kan... ” ujar Aom sambil mengelus perutnya yang belum terlalu besar itu,
“ Selain itu... Aku tidak bisa marah padamu karena ini... ” ujar Aom menyerahkan foto kecil berwarna hitam putih yang tidak lain adalah foto hasil USG yang diberikan oleh Jeab waktu itu,
“ Ini... ” ujar Kim sedikit ragu lalu menatap mata Aom lagi, namun seperti ada setitik keraguan di dalam hatinya Kim,
“ Sudah, dia memberitahuku banyak hal tentang project itu, bahkan tentang legalitas dan juga persentase keberhasilannya, tapi aku rasa masih ada yang tidak ia ceritakan padaku tapi aku tahu bahwa tentu saja ia tidak bisa memberikan informasi yang sangat detail padaku tanpa persetujuan darimu meskipun aku adalah istrimu ” sahut Aom santai
“ Jadi kamu tidak marah karena aku mengambil keputusan sepihak atas hal ini? ” tanya Kim lagi
“ Kenapa aku harus marah? aku tahu kamu melakukan ini karena aku dan untuk aku kan? apa karena waktu itu aku bilang bahwa aku akan sangat bahagia jika bisa memiliki anak kembar? ” tanya Aom yang membuat Kim sedikit merasa malu karena ketahuan akan motifnya melakukan ini, entah kenapa ia sedikit merasa malu karena ketahuan
“ Ya... aku membuat project ini karena melihat matamu yang berbinar-binar saat mengatakan itu beberapa tahun lalu, tapi perlu waktu yang sangat lama untuk bisa melakukan hal ini dan merampungkan projectnya agar berhasil dan meminimalisir kegagalan dan juga efek sampingnya... ” sahut Kim sambil memalingkan wajahnya ke arah lain,
__ADS_1
“ Kim Hans... Lihat aku... ” ujar Aom karena Kim memalingkan wajahnya, sementara tangannya mengambil garpu dan menusuk potongan buah melon yang manis itu,
“ Ayo coba makan ini sangat manis ” ujar Aom sambil tersenyum manis dan menyuapi Kim
“ Hmmm, ya kamu benar, melonnya terasa sangat manis dan segar ” sahut Kim sambil terus mengunyah buah yang disuapi oleh Aom
“ Tentu saja buahnya manis, itu buah hasil dari sampel bibit baru yang Pie bawakan 2 bulan lalu untuk ibu... ” ujar ibu Wana yang baru saja masuk ke dalam rumah, ia juga terlihat membawa beberapa buah lainnya yang baru saja ia petik dari kebun buah belakang rumah,
“ Hooo... Ternyata dia berhasil menyelesaikan projectnya lebih cepat dari yang seharusnya, benar-benar seorang saintis yang menjanjikan ” ujar Kim sambil tersenyum tipis,
“ Apa kamu menyuruh Pie secara khusus menyelesaikan suatu project sayang? ” tanya Aom setelah mendengar perkataan Kim itu,
“ Tidak, aku tidak menyuruhnya secara spesifik untuk melakukan sesuatu... Aku hanya bilang untuk terus melatih bakatnya, karena kemampuan untuk menjadi seorang peneliti yang hebat tidak bisa dimiliki oleh sembarang orang sayang... Mungkin saja ia diwariskan kemampuan kedua orang tuanya sebelum mereka mati ” sahut Kim dengan santai,
“ Apa kamu percaya dengan hal-hal yang mistis seperti itu? ” tanya Aom lagi karena biasanya Kim tidak pernah percaya akan hal-hal yang diluar nalar manusia seperti itu,
“ Tentu saja tidak hahaha ” sahut Kim sambil tertawa
_____________________
__ADS_1
See You Tomorrow