
HAPPY READING GUYS
________________________
"tidak... itu tidak bisa dilakukan Aom... Kim melarangnya, Kim tidak mau hanya demi membuatnya keluar dari tuduhan ini kita harus merugikan negara ini karena harus kehilangan data-data penting negara yang mungkin akan menyebabkan stabilitas negara terguncang karena masalah ini..." sahut Nan yang ingat dengan apa yang selalu Kim katakan dan ingatkan agar mereka tidak melakukan semua itu...
"tapi kenapa?! saat ini kebebasan ayah adalah yang utama paman!" ujar Tan mengeluarkan protesnya...
"kamu belum tahu seberapa keras kepalanya ayahmu itu Tan... dia akan sangat marah pada kita jika sampai kita melakukan semua itu..." ujar Jeab pada Tan yang notabene masih remaja dan belum sepenuhnya bisa bersikap bijak seperti halnya yang dilakukan oleh kakaknya Art...
"jika memang seperti itu, ada satu hal yang masih dapat dilakukan... hacker handal sudah dimiliki..." ujar Aom sambil menatap Nan dan Tao
"tidak Aom... data base mereka tidak dapat dihack karena tidak terhubung dengan jaringan apapun..." sahut Nan yang paham kemana arah pembicaraan yang sedang ingin Aom katakan padanya...
"tidak Nan... aku tahu semuanya karena aku adalah bagian dari mereka, aku tahu apa seluk beluk badan intelijen karena aku juga sempat menjadi salah satu yang terbaik disana... jadi masih ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk melawan mereka..." ujar Aom lagi dengan penuh keyakinan... namun ia mengerutkan keningnya lalu mengusap wajah dengan sedikit kasar...
"aku tidak pernah berpikir bahwa suatu saat nanti aku akan benar-benar melawan mereka seperti ini... tapi karena mereka sudah berani mengusuk dan mencoba menghancurkan Kim ku... maka tidak ada pilihan lain lagi..." ujar Aom sangat tegas dan bahkan auranya pun terasa semakin pekat...
"wah... istrinya ini tidak kalah menakutkan dan menakjubkan daripada Kim sendiri... hahaha..." ujar Jeab tertawa begitu juga yang lainnya...
"ibu adalah bagian dari mereka? apa maksudnya semua ini?" gumam Art bertanya di dalam hatinya sendiri, namun ia tidak langsung menanyakan hal ini karena ada yang lebih penting yaitu memikirkan cara terbaik untuk segera membebaskan ayahnya dari segala tuntutan yang telah menjebaknya ini...
"jangan bercanda! kita harus serius!" ujar Aom memarahi mereka karena bisa membuat lelucon kecil seperti ini disaat mereka sedang di dalam kondisi yang se-genting ini...
"ooo... maaf-maaf nyonya Kim Hans Suppanad... kami akan serius sekarang... hahaha" ujar Mario tertawa melihat Aom yang mulai kesal...
__ADS_1
"hahaha... slow down baby..." ujar Nan pada Aom
"hey hati-hati Nan... jika Kim tahu kau memanggil Aomnya begitu, kau bisa babak belur tahu hahaha..." ujar Jeab yang disetujui pula oleh Mario...
"ayolah paman, kita bicarakan semuanya dengan serius..." ujar Tan yang nampak sangat serius karena ia sangat menghawatirkan ayah Kimnya...
Akhirnya merekapun kembali membahas semua hal yang bisa mereka lakukan untuk bisa segera membebaskan Kim dari tuduhan yang sedang menjeratnya kali ini... membahas semua hal yang mungkin bisa mereka lakukan mulai dari persentase terendah sampai ke persentase tertinggi...
***
Sementara itu di dalam ruangan interogasi Kim ditemani oleh Zee sebagai pengacara pribadinya ini sedang duduk di sebuah ruangan kecil khusus yang berukuran kurang lebih 3 x 2 meter ini yang di dalamnya hanya terdapat sebuah meja beserta 4 buah kursi dan diterangi hanya oleh sebuah lampu kecil yang menggantung tepat diatas meja itu...
Ruangan yang begitu khas untuk digunakan sebagai ruangan interogasi...
Tanpa terasa sudah hampir 1 jam berlalu dari awal mereka melakukan interogasi terhadap Kim yang sudah ditemani oleh pengacaranya Zee sesuai dengan hak yang dimiliki oleh tertuduh ataupun sudah dinyatakan sebagai tersangka sekalipun...
Karena siapapun yang ditangkap memiliki hak untuk diam ataupun hak untuk didampingi oleh seorang pengacara...
tapi selama 1 jam interogasi ini berlangsung tidak ada jawaban jelas yang bisa mereka gunakan ataupun mereka tidak berhasil sedikitpun untuk memaksa Kim mengakui semuanya... hanya selalu berputar-putar di pertanyaan dan jawaban ini saja...
"dimana anda berada saat malam hilangnya salah satu petinggi di badan intelijen yang bernama Ananda Everham?" tanya mereka berdua pada Kim
"di Pattaya" sahut Kim singkat sambil tersenyum meremehkan mereka berdua, padahal semua ini tidak pernah ia remehkan karena semuanya sudah ada di dalam perhitungannya selama ini...
"dari catatan terakhir, ditemukan bahwa anda sempat bertengkar dengan korban... jadi ada indikasi bahwa anda adalah tersangka dalam kasus yang diduga sebagai pembunuhan berencana ini!" ujar Charka mulai mencoba mengarahkan alur pembicaraan dan interogasi ini kearah yang ia inginkan...
__ADS_1
"ya... kami bertengkar karena dia berusaha merebut istriku... aku rasa itu pertengkaran yang wajar karena tidak ada satu suami pun yang masih waras akan rela jika istri mereka ada yang berusaha untuk merebutnya..." sahut Kim dengan santainya...
"jadi anda mengakui bahwa andalah yang menjadi penyebab dari hilangnya korban? apa anda yang telah membunuh korban?!" tanya Charka lagi semakin menyudutkan Kim...
"hey tuan... bapak yang terhormat... jangan mempermainkan kata-kata seperti ini, anda ingat apa yang anda katakan sebelumnya bukan? ini baru indikasi... memangnya anda dapat memastikan bahwa dia yang anda sebutkan bernama Anan itu sudah benar-benar mati? kenapa anda se-yakin itu? jangan-jangan anda sendiri yang telah membunuh bawahan anda itu hanya demi menuduhku telah terlibat dalam pembunuhan berencana ini?" ujar Kim yang dengan lihai membalikan kata-kata yang digunakan oleh Charka untuk menyudutkan dirinya...
"jangan memutar balikkan fakta Kim Hans! jawab yang sebenarnya!" ujar Charka setengah berteriak pada Kim...
"hey, hey... jangan emosi kawan... tenanglah, kau harus menjadi petugas yang sopan... benarkan pak?" ujar Kim sambil bertanya kepada letnan yang mendampingi Charka melakukan interogasi hari ini...
"tolong tetap jaga sopan santun anda tuan... klien saya masih dalam status tertuduh bukan tersangka!" ujar Zee mengingatkan batasan-batasan yang dapat mereka lakukan selama masa interogasi dilakukan terhadap Kim...
"ingatlah apa yang anda katakan sebelumnya... ini hanya indikasi... indikasi... hanya indikasi..." ujar Kim sampai mengulang 3x kata-kata indikasi itu untuk menekankan maksud dari ucapannya itu kepada Charka dan juga letnan itu yang sama sekali tidak mengeluarkan sepatah katapun... yang ia lakukan hanyalah menulis sambil mengelap keringatnya yang mulai mengucur karena tekanan dan kegelisahan yang ia rasakan saat ini...
bukan tanpa sebab, tapi ini semua karena selama ia menjadi seorang perwira polisi hingga memiliki jabatan seperti ini, ia belum pernah sekalipun melakukan interogasi yang begitu mencekam karena hawa dari orang yang sedang di interogasi ini sangat mengerikan dan juga dingin tak berperasaan seperti ini...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1