His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Obat Bius Anonymous


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Mobil ambulan itupun segera melaju dan meninggalkan tempat ini sembari membunyikan sirine-nya seolah sedang membawa para pasien yang sedang dalam keadaan kritis ke rumah sakit...


Namun baru berpindah sejauh 20 meter mereka berpapasan dengan mobil patroli polisi dan juga beberapa mobil dinas dari badan intelijen negara yang baru saja sampai di depan gedung tinggi ini...


Untungnya tak ada satupun yang mencurigai mobil ambulan ini, hingga mobil ambulan dibiarkan pergi dari sana begitu saja tanpa adanya pemeriksaan ataupun penggeledahan...


"setelah sampai di gudang bawah tanah maka semuanya sudah selesai dan sukses..." ujar Aom sambil menggenggam ponsel yang tadi digunakan untuk menghubungkan dan menginjeksi sistem hacking ke dalam komputer database badan intelijen negara...


"tenanglah ibu... semuanya sudah selesai sepenuhnya, dan setelah ini semua masalah formalitas hukum dan yang lainnya bisa ibu percayakan pada kami semua... terutama kepada paman Zee karena dia ahlinya..." ujar Art sambil menggenggam tangan ibu cantiknya ini...


"ya ibuku sayang... ibu tidak perlu menghawatirkan apapun selama kami masih ada disini... percayakan semuanya pada anakmu yang tampan ini... hehehe" ujar Tan juga ikut meyakinkan ibunya bahwa semuanya akan baik-baik saja dan ayahnya akan segera dibebaskan dari semua tuduhan yang diberikan kepadanya...


"iya sayang... anak-anakku sudah tumbuh menjadi lebih dewasa ya... bahkan kalian sudah mulai bijak menyikapi segala hal..." ujar Aom dengan perasaan senang karena putra-putranya ini sudah benar-benar jauh berkembang...


Padahal rasanya baru kemarin dirinya masih harus mengurusi segala keperluan mereka...


tapi saat ini dihadapan Aom sudah ada dua pria tampan yang benar-benar mewarisi senyuman manis yang ayah mereka miliki dengan sangat sempurna...


"turunlah... semuanya sudah aman sekarang..." ujar Vat dan Benz sambil mengetuk body mobil ambulan ini guna memberikan kode pada 5 orang yang sedang berada di dalamnya...


"cepat hancurkan mobil ini... jangan biarkan ada sedikitpun sisanya..." perintah Art kepada Vat dan Benz ketika mereka semua sudah keluar...

__ADS_1


"siap kapten... kami akan membawanya ke tempat penghancuran dan juga peleburan besi-besi dan mobil tua... sampai jumpa..." sahut Benz sambil seolah-olah sedang memberikan hormat ala-ala prajurit kepada kak Art'nya ini...


"ayo-ayo cepat kita ganti baju ini kak gerah sekali!" protes Tan karena Art, Benz dan juga Vat masih saja berbincang-bincang disana...


"hey, dasar kamu ini adik manja... ganti saja sendiri sana hahaha..." ujar Benz mengejek Tan yang selalu bersikap manja dan tak pernah lepas dari kakaknya Art ketika mereka berada di tempat yang sama...


***


Sementara itu Charka dan bawahannya yang terlibat baku tembak dengan Mario, Ji, Art dan Tan sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan...


Namun setelah berjam-jam menunggu, mereka masih juga belum siuman dari pingsannya akibat dari obat bius yang terkandung dalam peluru bius itu...


Ceklek...


Dokter keluar dari ruang pemeriksaan dan menemui beberapa bawahan Charka yang menunggu di depan ruang pemeriksaan saat ini...


"itu berarti pelacakan untuk obat dan senjata ini sangat-sangat sulit untuk dilakukan karena tidak ada historisnya dok?" tanya bawahan Charka itu kepada sang dokter itu...


"ya tuan... dapat dikatakan seperti itu... karena obat dan peluru ini benar-benar belum terdata dimana pun maka akan sangat mustahil untuk dapat melakukan pelacakan jika benar-benar tidak memiliki sumber informasi yang jelas dan terpercaya..." sahut dokter itu dengan penuh keyakinan...


***


Di dalam kamar tahanan sementara, Kim hanya membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur yang berukuran sangat kecil itu, 180 x 50 cm..bahkan tubuh tegapnya ini tidak semuanya bisa disangga dengan baik oleh tempat tidur kecil ini...


"Ini salah satu tempat paling tenang dan sunyi yang pernah aku kunjungi selama ini... aku sangat penasaran dengan apa yang terjadi di luar sana sehingga mereka semua begitu sibuk dan meninggalkanku disini tanpa penjagaan sedikitpun..." gumam Kim pada dirinya sendiri sambil tersenyum simpul...

__ADS_1


"cepat atau lambat mereka pasti akan segera menggunakan otoritas perdana menteri untuk menyeret ku ke pengadilan karena mereka sama sekali tidak mendapatkan bukti lain yang bisa memberatkan diriku atas kasus ini... Anan, seandainya kau tidak bodoh dan ambisius terhadap Aom mungkin kaulah yang lebih cocok menjadi ketua badan intelijen negara ini... tapi sayangnya kau mencari masalah dengan orang gila seperti diriku ini, seorang yang bahkan bisa menggila kapanpun ckckck..." gumam Kim lagi, ia sering berbicara pada dirinya sendiri untuk menghilangkan kerisauan yang sedang ia rasakan...


Berada di dalam sini membuatnya buta akan situasi dan kondisi yang terjadi di dunia luar...


bagaimana keadaan Aom, Art, Tan dan Pim diluar sana? apa sahabatnya benar-benar bisa membantu putra-putranya itu mengurus SDG dan juga Hans Group selama 2 hari belakangan ini?


***


Keesokan harinya, tepatnya pukul 10.45 pagi waktu Bangkok...


Charka mulai sadar dari tidur panjangnya yang sudah lebih dari 10 jam ini...


kepalanya benar-benar terasa berat, badannya masih setengah mati rasa karena efek dari obat bius itu masih belum sepenuhnya hilang setelah dilakukan injeksi infus yang telah dicampur dengan berbagai obat oleh para dokter yang menanganinya seharian dari kemarin malam...


"kenapa aku bisa ada disini?" tanya Charka langsung kepada bawahannya yang mendapatkan giliran menjaga atasannya ini...


"anda pingsan dan tidak sadarkan diri setelah menerima tembakan dari peluru bius itu pak, anda juga terikat di ruangan database ketika kami dan para personel polisi tiba di lantai atas malam kemarin... kami sedikit terlambat karena jalan raya begitu macet akibat dari kerumunan orang yang masih saja melakukan protes atas penangkapan pria bernama Kim Hans Suppanad ini..." sahutnya menjelaskan sedetail mungkin tentang semuanya yang telah terjadi kemarin malam kepada atasannya ini...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2