
“jangan tatap aku begitu… nanti aku malah makin jatuh cinta…” ujar kim terkekeh
“jatuh cinta itu apa pa?” tanya Art dengan keluguan dan kepolosannya itu
“jatuh cinta itu adalah ketika Art sangat suka dan menyayangi seorang gadis yang Art lihat atau Art kenal nantinya saat kamu sudah besar sayang…” sahut Kim sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Art
“jangan ajari anakmu hal-hal aneh diusianya ini Kim Hans…” ujar Aom sambil terus menyantap makanan yang ada dihadapannya
Akhirnya makan malam mereka itupun selesai dengan canda tawa Kim dan Art yang tak henti-hentinya bermain dan bercanda bersama… karena seberapapun lelahnya Kim setelah bekerja itu akan hilang ketika ia sudah bermain dengan putranya ini...
“ini sudah malam sayang… lebih baik Art tidur sekarang ayo nak…” ajak Aom tapi Art menolaknya karena Kim tidak ikut tidur juga dan masih membuka laptopnya di ruang tamu itu untuk menyelesaikan pekerjaannya…
“Art mau tidur sama papa juga…” rengeknya dengan sangat manja kepada Kim
“ya sudah ayo kita tidur sekarang jagoanku yang tampan…” ujar kim saat ia berdiri dan menggendong Art menuju kedalam kamar mereka…
Cukup lama Kim dan Aom memeluk tubuh dan mengelus rambut Art agar anaknya ini cepat tidur dengan nyenyak…
Disatu sisi Kim ingin segera menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda dan menumpuk itu, di sisi lain sepertinya Aom sangat banyak menyimpan pertanyaan untuk suaminya ini, terlihat dari wajahnya yang sedari tadi ia tekuk itu….
Setelah memastikan Art tidur dengan nyenyak, Kim sedikit menggeser tangan mungil Art yang memeluknya itu, lalu ia turun dari tempat tidur mereka dan hendak menuju laptopnya yang tengah menunggu untuk dioperasikan lagi yang sedari tadi sudah menyala itu….
“Kim….” Panggil Aom lembut, dan kim menoleh
“kenapa sayang?” sahutnya lembut karena tidak ingin Art terbangun mendengar suaranya itu...
“ada yang ingin aku bicarakan denganmu…” ucap aom serius
“tentu saja kenapa tidak sayang.., ayo diluar saja agar Art tidak terganggu” ucapnya sambil berjalan menuju ruang tamu diikuti oleh Aom di belakangnya...
__ADS_1
Saat Kim sudah duduk di depan laptopnya yang sudah menyala sedari tadi itu, Aom menuju dapur untuk membuat minuman yang akan menemani mereka malam ini...
“Mau aku buatkan kopi atau teh sayang?” tanya Aom dari dalam mini bar rumah itu
“Susu aja boleh tidak sayangku?” sahut Kim menggoda istrinya itu
“Iiihhh… aku serius sayang… teh atau kopi?” tanya Aom lagi
“Hmmm kopi sajalah… sepertinya aku akan sedikit lama mengerjakan semua ini…” sahut Kim yang sudah mulai mengerjakan semua berkas pekerjaannya itu…
Tidan perlu waktu yang lama Aom sudah membawakan segelas kopi untuk Kim dan teh hangat ditambah daun mint untuk dirinya sendiri…
Saat ia sudah disamping Kim ia mengamati suaminya yang sedang sangat serius itu, lalu menaruh kopi itu di meja dan berkata,
“Ini kopimu Maru…” ujar Aom sambil duduk disamping Kim
“Iya terima kasih sayang…” sahut Kim dan ia meninum kopi itu perlahan sementara matanya masih fokus mengoreksi berkas-berkas laporan itu
“Berkas kantor sayang…” sahut Kim
“apa kau juga punya nama panggilan Maru Kim? Dari siapa? dari tadi aku memanggil nama itu kamu tidak merasa aneh sedikitpun” tanya Aom menyelidik
Satu… dua… tiga…
Deg…
Kim menoleh dengan cepat, ia baru menyadarinya nama familiar yang sudah lama tak disebut untuk memanggilnya lagi…
“Hmmmm… benarkah? Memangnya dari siapa?” tanya Kim balik cengengesan
__ADS_1
“Kau bilang benar-benar mencintaiku, tapi masih begitu banyak hal yang tidak aku tau tentang dirimu yang sekarang Kim? Kenapa kau merahasiakan banyak hal dariku? Membuatku merasa seperti orang bodoh saat baru mengetahui setiap hal tentang kebenarannya...” ujar Aom setengah berteriak kepada Kim, lalu ia berdiri dari sofa panjang itu hendak pergi dari ruang tamu…
Namun dengan cepat Kim menariknya dengan cukup kuat sehingga tubuh Aom limbung dan jatuh diatas tubuh Kim saat ini… Kim memeluk pinggangnya sampai Aom tidak bisa lagi melawannya…
“Lepaskan aku Kim Hans…” ucap Aom penuh penekanan namun dengan nada yang rendah agar tak membuat kegaduhan di rumah mereka ini
“Kenapa istriku ini begitu marah dan kesal kepada suami tercintanya ini? Apa salah Kim Hansmu ini sayang?” tanya Kim dengan lembut sambil mencium pipi mulus Aom yang ada dihadapannya saat ini...
“Kau adalah Maru-ku Kim… Maru… tapi kau tak pernah memberitahukan kebenarannya padaku… kau selalu merahasiakan tentang dirimu dariku!” ucao Aom disertai oleh air matanya yang tiba-tiba saja sudah mengalir perlahan
“Kapan aku merahasiakannya? Aku tipe orang yang tidak akan mau menceritakan tentang kehidupanku sendiri kepada orang lain Aom…” ucao Kim dan Aom langsung memotong ucapannya
“Orang lain? Oh aku orang lain? Ah ya… aku memang orang asing bagimu ya kan?” ucap Aom meluapkan kekesalannya
“Kenapa dia sangat sensitif begini?” batin Kim
“Tidak sayang… bukan begitu… dengarkan aku dulu…maksudku itu aku tidak suka curhat atau apalah istilahnya itu yang jelas aku tidak suka menceritakan tentang kehidupan diriku sendiri kepada orang-orang, tapi jika kamu mau mengetahui apapun tentang diriku, masa laluku dan apapun yang menyangkut tentangku aku pasti mengatakannya tanpa sedikitpun ada rahasia diantara kita berdua sayangku… aku berjanji untuk hal itu selamanya padamu…” ujar Kim panjang lebar memberikan pengertian kepada Aomnya ini…
“Lalu kenapa tidak mengatakan padaku kalau kau itu Maru? Kenapa tidak bilang kalau kita sudah dekat dari dulu bahkan saat kita masih kecil? Kenapa kim?!” tanya Aom masih menangis
“Astaga sayang… jangan menangis aku mohon... baiklah, baiklah aku mau bertanya... apa kamu menanyakannya itu padaku? Tidak kan? Sudahku bilang aku bukan tipe orang yang akan dengan sombong dan pedenya mengatakan semua kisah hidupku kepada orang la… eh maksudku kepada siapapun...” sahut Kim sambil mengelus pipi istrinya yang basah itu…
“Kau harus memberitahuku!” ujar Aom penuh penekanan
“Iya apapun yang ingin kamu tau akan aku jawab dengan sejujurnya sayang… sudahlah jangan menangis lagi… untuk apa menangis karena hal ini?” ujar Kim sambil menegakkan badan mereka berdua…
Sekarang Aom malah naik di pangkuan Kim dan memeluknya dengan erat… sekarang ia sudah seperti bayi orang hutan yang tak ingin lepas dari dada ibunya....
Kim hanya menggelengkan kepalanya karena sudah tidak paham lagi kenapa Aomnya jadi seperti ini sekarang… tidak masuk akal menurutnya namun ia tetap tak protes tentang apapun agar Aom senang itu saja sudah cukup baginya….
__ADS_1
“Lalu bagaimana sekarang aku akan bekerja?… hahaha” ucap Kim terkekeh geli karena Aom sudah tertidur pulas dalam posisi yang sama di pangkuan nyaman Kimnya ini…