His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Percikan Api Yang Dibuat


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"kenapa kau berbicara seakan ini adalah akhir Kim Hans?! apa kau sudah gila?!" tanya Zee yang sangat tidak senang mendengar apa yang Kim katakan barusan... perkataan yang seakan-akan menandakan sebuah perpisahan itu sangat benci untuk ia dengar...


"hahaha... bukan seperti yang kau pikirkan Zee... ini lebih kepada sebuah nasehat hidup yang harus aku berikan kepada anakku ini, karena mulai sekarang dialah pemimpin kalian yang baru... dia harus belajar setiap detiknya untuk bisa menjadi seorang pemimpin yang baik kan? semua yang aku katakan tadi bukan untuk perpisahan... karena aku tidak akan mati semudah itu..." sahut Kim sambil tertawa kepada dua pria yang menatapnya dengan wajah yang sangat serius tepat di hadapannya saat ini...


***


Pukul 7 malam di atas dok kapal tanker besar markas SDG yang ada di dermaga,


Art tampak sedang menatap kerumunan ikan-ikan hiu putih salah satu peliharaan kesayangan ayahnya itu sedang memakan daging-daging yang ia lemparkan ke dalam air lautan itu...


Meskipun malam sudah semakin gelap, namun dengan pencahayaan lampu sorot yang begitu terang dari berbagai sudut, membuat semua pergerakan ikan-ikan besar yang buas itu terlihat dengan begitu jelas...


Lee yang baru saja naik ke atas dok kapal setelah menyelesaikan tugas yang Art berikan padanya langsung menghampiri kakaknya ini...


"Semuanya sudah selesai kak, kapan semua ini akan mulai dilaksanakan?" Tanya Lee pada Art untuk memastikan tugas apa yang selanjutnya sekiranya perlu ia selesaikan nantinya...


"Kita akan memulai semuanya jika mereka sudah mengambil tindakan preventif... Sekali saja mereka benar-benar menargetkan ayah maka jangan beri ampun... Hancurkan semuanya sampai mereka kebingungan untuk memperbaiki yang mana terlebih dahulu..." Sahut Art dengan nada datar dan dingin, sama seperti ayahnya ketika ia sedang serius...


"Baiklah kak, kakak hanya perlu memberikan perintah kepada kami semua maka semuanya akan langsung dilaksanakan detik itu juga..." Ujar Lee yang juga ikut menyaksikan ikan-ikan hiu putih itu menyantap makanan yang Art berikan pada mereka semua di bawah sana...


"Apa Pim sempat menanyakan tentang ayah?" Tanya Art pada Lee


"Ya kak, beberapa kali... Dia bertanya-tanya kenapa semua ini bisa terjadi dan aku tidak bisa memberikan jawaban pastinya juga padanya karena semua ini terlalu sulit untuk ia pahami sekarang ini..." Sahut Lee sambil tersenyum tanpa ia sadari...

__ADS_1


Melihat senyuman itu Art pun ikut tersenyum dan berkata,


"Jaga adikku dengan sebaik-baiknya, dia sangat manja... dan seandainya jika nanti terjadi kekacauan besar, maka aku akan mempercayakan adikku itu padamu, jaga dia dengan segenap hati dan jiwamu..." Ujar Art sambil menepuk pundak Lee yang sedang berdiri di sampingnya saat ini...


"Ba-baik kak... Aku pasti akan menjaga Pim dengan seluruh hidupku..." Sahut Lee sedikit gelagapan karena pembahasannya tiba-tiba sedikit menjurus kearah sana...


"Jika kau ingin mendapatkan restuku dan ayah maka jaga adikku itu dengan sebaik-baiknya... Jangan biarkan dia terluka seujung kuku pun..." Ujar Art lagi sambil berjalan pergi dari sana... Mendengar hal itu Lee menjadi semakin kelabakan sendiri....


"Kak Art sudah tahu? Berarti kemungkinan besar paman Kim juga sudah tahu... Astaga... Apa yang harus aku lakukan saat paman sudah kembali nanti?" Gumam Lee dalam hatinya...


Di ruangan kerja ayahnya,


Tan tampak masih sibuk mengurusi berkas-berkas yang tak kunjung selesai untuk ia kerjakan... Selesai satu tumpukan berkas itu maka akan datang satu tumpukan lainnya yang akan memenuhi mejanya...


Ia sangat ingin lari dari sini, tapi kewajibannya ini sudah terlalu mengikatnya dengan kuat maka tidak ada jalan lain selain menyelesaikan semuanya secepat mungkin yang ia bisa lakukan...


"Kau sudah merasa muak dengan semua pekerjaan ini?" Tanya Art yang baru saja masuk kepada Tan yang nampak sudah sangat berantakan saat ini dengan nada yang sedikit mengejeknya... Karena Art sudah sangat paham bagaimana rasanya ditumpuk pekerjaan sebanyak ini untuk pertama kalinya dan sangat sulit untuk beradaptasi serta membulatkan tekad sekuat-kuatnya agar tidak memilih kabur dari semua itu...


"Mungkin setidaknya 1-2 tumpukan berkas lagi maka semuanya akan selesai... Karena ini adalah awal bulan maka pekerjaan akan sangat banyak, sama seperti di akhir bulan saatnya pembukuan dan pembuatan laporan progres bulan untuk bulan itu pasti sangat banyak... Memang tidak sebanyak akhir tahun tapi tetap saja akan memusingkan karena terlalu banyak sektor yang dinaungi... Bertahanlah dan lewati batasan-batasan yang kau miliki saat ini, setelah semuanya selesai kau pasti akan ter-upgrade dan bisa menyelesaikan pekerjaan sebanyak ini dengan waktu singkat di periode berikutnya..." Sahut Art sambil duduk di sofa yang ada di dalam ruangan itu...


Art pun kembali teringat masa kecilnya yang ia habiskan disini...


Teringat bagaimana ayahnya selalu mengajari hal-hal baru padanya, membiarnya mempelajari apapun yang ia inginkan sekalipun itu tentang senjata api di umurnya yang masih 6-7 tahun kala itu...


Namun lamunan Art terpecahkan oleh kedatangan Naw dan juga Ace...


Mereka datang dengan raut wajah yang tidak begitu baik, yang menandakan bahwa telah terjadi sesuatu...

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Art to the point


"Lihatlah konferensi pers dari perdana menteri saat ini kak... Disiarkan secara langsung..." Ujar mereka berdua dengan napas yang tidak beraturan saking terburu-burunya...


Art pun menghidupkan TV besar yang ada di ruangan itu dengan sangat cepat dan langsung mencari channel berita resmi dari pemerintah...


Saat itu TV itu hidup dan berada di channel berita resmi dari pemerintah, konferensi pers yang dilakukan sudah berjalan setengahnya, disaat yang bersamaan Lee juga sudah datang ke ruangan ini bersama dengan ayahnya Mario, Jeab, Zee dan Nan...


"Mereka adalah para pemberontak yang tertangkap ketika terjadi penyerangan di gedung Badan Intelijen Negara... Untuk saat ini otak dari pemberontakan terhadap negara ini sudah ditangkap dan siap untuk diadili dengan satu-satunya hukuman bagi para pemberontak negara yaitu hukuman mati..." Ujar perdana menteri yang saat ini menjabat di pemerintahan yang langsung membuat para wartawan yang hadir menjadi riuh seketika itu juga...


"Siapa yang menjadi otak dalam pemberontakan ini pak? Dapatkah anda memberikan informasinya?" Tanya salah seorang wartawan itu


"Tentu saja, karena musuh negara adalah musuh bersama..." Sahut perdana menteri itu dengan penuh percaya diri


"Siapa yang merencanakan pemberontakan saat ini?"


"Apa dizaman ini masih ada yang mau melakukan pemberontakan internal pada negara ini?"


"Kira-kira siapa orangnya?"


Begitulah riuh dari para wartawan yang sudah terbakar oleh rasa ingin tahu mereka itu...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2