His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Senang


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Tentu saja aku tahu dan sangat paham bahwa bos besar kita seorang Kim Hans Suppanad tidak akan pernah gagal untuk mendapatkan ataupun untuk melakukan sesuatu hal yang ada di dunia ini... Tapi ini adalah hal yang harus aku katakan sebagai dokter pribadi keluarga Hans Suppanad... Hanya sebagai sebagian kewajiban yang harus aku jalankan, jangan tersinggung bosku..." Sahut Jeab sambil tersenyum, tempramen Kim memang sedikit akan lebih meninggi ketika ia sedang merasa khawatir dan itu sudah sangat biasa ia hadapi dalam beberapa puluh tahun selama ia mengabdikan dirinya kepada pria ini...


"Dokter semua pemeriksaannya sudah diselesaikan..." Ujar perawat itu lalu menatap Kim dan menundukkan kepalanya memberi hormat,


"Bagaimana hasilnya secara keseluruhan?" Tanya Jeab dengan sangat ramah,


"Secara keseluruhan menunjukkan bahwa nyonya Aom telah positif hamil, sel telurnya telah berhasil dengan sempurna dibuahi dan kini mulai proses pembentukan kantung embrio dan plasenta... Sel darah dari sang calon bayi pun perlahan terbentuk yang nantinya akan diikuti oleh sel-sel lainnya tuan..." Sahut perawat itu sambil melihat dan menyimpulkan hasil dari pemeriksaan yang sedari tadi telah mereka lakukan...


Mendengar ucapan dari perawat itu, tiba-tiba tubuh Kim terasa begitu ringan... Ia menyenderkan punggungnya di kursi yang saat ini tengah ia duduki itu... Ketegangan yang secara tidak sengaja ia ciptakan sedari pertama kali masuk ke dalam ruangan ini tiba-tiba menghilang bagaimana uap di gurun pasir yang luas...


Hatinya mulai berdegup perlahan, ada rasa yang begitu hangat mengalir di dalam sana, benar-benar hangat dan nyaman hingga mampu memunculkan senyuman di wajahnya...


"Sebentar lagi akan ada bocah kecil yang akan selalu tersenyum manis ketika aku ajak bermain..." Gumam Kim sambil menatap Aom yang keluar dari bilik pemeriksaan itu dan tersenyum pada Kim dengan begitu manisnya...


"Aku benar-benar hamil lagi sayang..." Ujar Aom dengan suara yang sedikit bergetar sambil menggenggam tangan Kim,


"Ya... Aku tahu, terima kasih sayang..." Ujar Kim yang langsung mencium bibir Aom hingga membuat para perawat yang ada disana memalingkan wajahnya kearah lain karena merasa malu dan canggung melihat adegan mesra dari bos besar mereka itu, sementara Jeab hanya tersenyum melihat semua itu tanpa memalingkan wajahnya, ia tersenyum melihat kebahagiaan yang kini terpampang nyata di hadapannya...


"Apa yang kamu lakukan Kim! Hentikan! Ada banyak orang disini!" Ujar Aom setengah menggerutu karena bisa-bisanya Kim menciumnya di hadapan semua orang, ini membuat suasana menjadi canggung dan sedikit malu-malu...


"Memangnya ada yang salah saat aku mencium istriku? Kita sudah sah di mata hukum, adat dan agama sayang..." Sahut Kim dengan entengnya,


"Sudah-sudah... Mari keluar... Jangan biarkan mereka menunggu untuk tahu hasil pemeriksaannya lebih lama lagi... Semuanya pasti sedang tidak sabar mendengar berita baik ini..." Ujar Jeab menengahi sepasang suami-istri keras kepala ini...


"Ayo sayang..." Ujar Kim sambil mengulurkan tangannya pada Aom, Aom tersenyum lalu menerima uluran tangan Kim,


Pintu terbuka,

__ADS_1


Seketika itu juga Art berbalik menghadap ke arah pintu ruang pemeriksaan itu dan,


Bruuuk!!


Tan menabrak tubuh tinggi dan tegap kakaknya, ia yang sedari tadi ikut cemas dan ikut mondar mandir bersama dengan kakaknya di depan ruang pemeriksaan itu sempat kehilangan fokus lalu tidak menyadari kalau kakaknya berbalik hingga dirinya menabrak kakaknya ketika berjalan...


"Kakak! Kenapa berhenti mendadak!" Protes Tan yang lalu ikut menatap kearah pintu,


Hanya dengan melihat ekspresi wajah dan senyum lebar yang muncul di wajah ayah mereka, hasil dari pemeriksaan di dalam sana sudah dapat disimpulkan bahwa mereka pasti akan mempunyai adik lagi!


"Bagaimana? Bagaimana? Apa adik kami laki-laki atau perempuan paman?!" Tanya Art dan Tan dengan penuh antusias, begitu juga dengan Pim yang ikut berdiri dari tempat duduknya,


Nenek mereka hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, terkadang anak muda memang terlalu suka bersemangat hingga mengabaikan hal-hal kecil...


Bagaimana bisa mengetahui jenis kelamin calon adik mereka ketika perut ibu mereka saja masih sangat kecil... Itu artinya janinnya baru akan berkembang, belum menjadi individu yang sempurna di dalam sana...


"Kalian ini... Apa kalian pikir proses kehamilan itu seperti merebus mie instan yang beberapa menit langsung jadi... Astaga, kenapa para jenius bisa-bisa menjadi bodoh dalam sekejap mata..." Ujar Jeab sambil memijat dahinya sendiri...


***


Keesokan harinya,


Rumah besar nan megah itu terlihat begitu sibuk dan ramai...


Kim mengadakan sebuah acara kecil untuk putra sulungnya yang tepat hari ini genap berusia 20 tahun... Umur yang keluarga Hans Suppanad anggap sebagai golden age, dimana seorang pria dari keluarga ini akan berjuang menghasilkan kekayaan bagi dirinya sendiri di hari-hari yang akan terus ia lalui berikutnya...


Art tampak tersenyum cerah, ia berbincang santai dengan adiknya Tan mengenai pekerjaan dan juga candaan ringan tentang usianya yang kini sudah semakin dewasa...


Tak berselang lama, Pim datang bersama dengan Pie menghampiri mereka berdua...


Seperti biasanya Pim dengan penuh keceriaannya langsung memeluk tubuh tinggi kakak tampannya, setelah itu ia berjinjit dan mencium pipi Art penuh kasih sayang kepada kakak sulungnya ini...

__ADS_1


Cuuuppphhh!


"Pagi kakak! Selamat ulang tahun kakak tampanku!" Ujar Pim setelah mencium pipi kakaknya,


"Hmmm... Adikku yang cantik ini semakin hari semakin cantik dan manis ya... Seandainya dirimu bukan adik kandung kesayanganku, aku pasti sudah mengejarmu setiap harinya..." Sahut Art sambil menggoda adiknya ini, ia menahan pinggang Pim agar ia tidak bisa kabur dari pelukannya...


"Hmmmm? Benarkah kak? Tapi sayangnya kakak hanya bisa memenuhi kriteria menjadi kandidat kedua sebagai kekasihku... Karena ayah akan selalu menempati posisi pertama..." Sahut Pim sambil menyentuh dagu kakaknya dengan sedikit centil dan mengedipkan matanya...


"Hahaha... Lalu dia menempati posisi berapa?" Tanya Art sambil menatap kearah seseorang pria berkemeja biru muda yang sedang berbincang-bincang di sebelah sana,


"Kakak! Jangan bicara macam-macam! Jangan bercanda denganku lepaskan..." Ujar Pim sambil meronta-ronta di pelukan kakaknya


"Hahaha... Baiklah, kalau dia belum mau kamu kategorikan dengan benar, lalu dia dapat urutan ke-berapa?" Tanya Art lagi sambil menoleh kearah Tan sambil merenggangkan pelukannya pada Pim,


"Huh dia? Aku pikir-pikir dulu kak... Hahaha" sahut Pim sambil tertawa,


"Heh! Dasar sok cantik..." Sahut Tan sambil mendengus malas,


"Selamat ulang tahun kak Art..." Ujar Pie sambil mengulurkan tangannya pada Art, di wajahnya terlihat sedikit tersipu dan tersenyum malu-malu...


Tan yang ada di samping kakaknya hanya menatapnya dengan tatapan datarnya, sementara Art menerima uluran tangan Pie sambil tersenyum...


"Terima kasih Pie..." Ujar Art lalu memeluk Pie dengan lembut dan singkat, Art memang selalu memperlakukan Pie sama seperti adiknya Pim,


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2