
“jika kita bisa memanfaatkannya maka kemungkinan kita bisa mengadu mereka untuk saling mengalahkan satu sama lain” ujar Mike
“tapi aku rasa itu akan sulit..” sahut nap
“kita perlu pendekatan, agen kita disana sudah sedikit berhasil mendekatinya, tapi untuk perkembangannya belum ada dikabarkan lagi” ujar mike
“agen 03? Davika benar? Tanya aom
“yup benar sekali aom” sahut Mike
Setelah pembahasan panjang akhirnya mereka selesai, semuanya pulang ke rumah mereka masing-masing sedangkan aom memutuskan untuk mandi di kamarnya...
Sementara itu di rumah kim, kim sedang asik berlatih menembak bersama Tae, Mario dan Baifren sementara Nan masih menyiapkan senjatanya sendiri, kemudian zee datang bersama seorang pria yang sangat familiar dengan mereka....
“Bos ia sudah tiba..” ujar zee, tanpa basa-basi lagi orang itu langsung mendekati kim dan mereka saling berpelukan...
“sudah lama kita tidak bertemu… aku merindukanmu” ujar pria itu pada kim
“aku juga sangat merindukanmu kak... harusnya kamu lebih sering pulang kemari” ujar kim terlihat sangat senang
“aku kemari karena mencium bau-bau konspirasi untuk melumpuhkanmu kim.. kau harus selalu waspada” ujar kakaknya
“tenang saja kak.. aku masih tetap kuat dan tak terkalahkan” sahut kim dengan bangga
__ADS_1
“aku tau itu, tapi aku juga tau kau punya satu kelemahan yang benar-benar belum bisa kau perbaiki sampai sekarang” ujar kakak kim lagi, kim hanya menanggapinya dengan tawanya
“oo iya kakak kenapa tidak mengajak kakak ipar kemari? Dan aku juga mau memberitahu wasiat ayah kak” ujar kim
“aku tidak mau membahayakan kehamilannya dengan mengajaknya kemari kim, oh ya? Apa yang ayah perintahkan untukmu? Hahaha” sahut kakaknya
“ayah memintaku menikahi putri dari paman manaying kak” ujar kim sambil tersenyum simpul
“wow! Tapi bukankah dia…” ujar kakak kim langsung dipotong oleh kim
“iya aku tau itu kak hahaha” sahut kim “terserah kamu saja kim.. aku percaya sepenuhnya pada adik kesayanganku ini.. dan juga aku merestuimu bersamanya, tapi aku punya satu pertanyaan..” ujar kakaknya
“oh ya? Apa itu kak?” tanya kim
“tergantung situasi dan kondisi kak hahaha” sahut kim sambil memainkan alisnya
“dasar anak nakal hahaha” ujar kakaknya sambil mengacak-acak rambut kim...
Keesokan harinya pagi-pagi sekali kim sudah menuju ke dermaga baru yang telah rampung perancangannya itu, kakaknya juga ikut kesana namun dengan cara menyamar sebagai pengawalnya...
Saat sampai di dermaga mereka disambut oleh para pekerja konstruksi itu dengan senang… 30 menit setelah mengecek persiapan peresmian dermaga itu pihak pemerintah datang, begitu juga dengan aom. Saat aom menatap kim sambil terus melangkah mengikuti Menteri pembangunannya aom tersenyum manis pada kim begitu juga sebaliknya...
Melihat hal itu kakak kim dengan sengaja menyenggol lengan kim sambil berdehem menggodanya. Kim mengalihkan pandangannya karena salah tingkah dengan kakaknya itu. Setelah siang hari acara peresmian dermaga itupun selesai
__ADS_1
“luar biasa tuan kim, ini sesuai dermaga ini terbangun dengan baik dan sesuai dengan harapan kita semua” puji sang Menteri
“kami senang bisa membantu dan berperan aktif untuk pembangunan serta perkembangan negara kita tercinta ini tuan” sahut kim dan merekapun berjabat tangan sebelum sang Menteri meninggalkan dermaga itu...
Kim dengan sengaja tetap berada di tepi dermaga menunggu aom yang tengah mengantarkan sang Menteri ke dalam mobilnya. Setelah aom kembali lagi ia langsung bertanya pada kim
“ada apa kim? Hehe” tanya aom tersenyum malu-malu
“hmmm… aku hanya ingin memastikan bahwa dirimu benar-benar telah siap untuk pernikahan kita besok lusa aom” ujar kim sambil membelai lembut pucuk kepala aom.
“hehehe sebenarnya aku memang sedang gugup memikirkan itu kim… dan juga..” belum sempat aom menyelesaikan perkataannya kim sudah menariknya kedalam pelukannya...
Hening sejenak diantara mereka, aom membalas pelukan kim dan merasakan kenyamanan serta rasa aman yang belum pernah ia rasakan lagi setelah meninggalnya papa aom beberapa tahun silam. Desiran ombak dan hembusan angin dari arah laut semakin membuatnya nyaman...
“tenanglah, tidak ada yang perlu kamu kawatirkan… aku berjanji padamu, seumur hidupku aku akan selalu melindungimu di setiap keadaan… tak peduli apapun yang kamu lakukan nanti aku akan berusaha tetap bisa mendukung setiap langkahmu kedepannya..” ujar kim lembut, namun terasa ada sedikit maksud tersembunyi di kalimat terakhir yang ia ucapkan
“heeuuum” sahut aom masih berada dalam pelukannya, lalu seseorang datang mendekati mereka dari belakang punggung aom, kim tersenyum melihat siapa yang datang.
“aom.. aku ingin memperkenalkan seseorang padamu..” ujar Kim merenggangkan pelukannya...
____________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
__ADS_1
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...