
HAPPY READING GUYS
________________________
“ Ya, semenjak kemunculan kelompok rubah kecil licik yang disebut Silver Dragon itu, kawasan ini tidak lagi aman di atas kendali 3 kelompok Triad penguasa, mereka juga tidak bisa kita ajak kerja sama karena mereka tidak menjalankan bisnis narkotika... Sekelompok orang naif yang sok tangan mereka suci hingga tidak mau terlibat dalam jaringan narkotika dunia... Hahaha ” sahut pria yang di panggil bos sambil tertawa mencibir,
“ Bagaimana tangan mereka bisa suci bos? Mereka adalah mafia juga hahaha ” ujar pria yang sedari tadi hanya diam menyimak,
“ Mereka berbisnis senjata ilegal, pencucian uang, judi, prostitusi dan realestat... Kenapa bekerja setengah-setengah kan ya? Hahaha ” ujar pria bertato itu,
“ Cepat singkirkan saja mereka, masalah idealisme busuk mereka biar mereka sendiri yang mengurusnya ” ujar bos itu sambil tersenyum simpul dan anak buahnya langsung berlari mengambil beberapa berkas yang cukup banyak lalu memasukannya ke dalam koper hitam dan abu-abu,
S yang sedari tadi bersembunyi dan mengamati semuanya kini dengan cepat menunjukan dirinya dan langsung menyerang si bos itu dengan stunt gun lalu dengan cepat menghajar 2 pria lainnya hingga baku hantam tidak lagi dapat dielakkan... Meskipun 2 lawan 1, S tidak sedikitpun mengalami kerugian dan pada akhirnya kedua pria itu juga berhasil ia bereskan dengan cepat...
Tapi tanpa di duga, bos dari musuhnya ini ternyata tidak sepenuhnya pingsan ketika di sengat dengan listrik puluhan ribu volt yang dihasilkan oleh stunt gun yang tadi ia gunakan itu, sehingga dengan sangat cepat orang itu dapat menancapkan lalu menyuntikkan sebuah cairan bening ke leher S tanpa memberikan kesempatan mengelak, ia tadi hanya berpura-pura pingsan sambil menetralisir rasa nyeri di sekujur tubuhnya akibat sengatan itu...
“ Sial! ” geram S sambil langsung menyerang balik pria yang dipanggil bos itu,
“ Siapa kau berani-beraninya menyerang di markas SYO?! Kau mau menggali kuburan untuk dirimu sendiri huh?! ” geramnya penuh amarah,
“ Kau tidak perlu tahu ” sahut S tanpa menghentikan serangannya,
“ Brengsek! Bajingan ini punya kemampuan yang sangat bagus, jika sampai aku kalah mau ditaruh dimana muka seorang Zhaoyang?! ” gumam pria yang ternyata bernama Zhao yang itu dalam hatinya,
“ Tidak heran dia bisa menjadi salah satu tangan kanan terbaik SYO, Zhaoyang memang layak atas namanya ” gumam S dalam hatinya juga,
__ADS_1
“ Hehehe, sepertinya obatnya sudah mulai bereaksi ya ” ujar Zhaoyang sambil menyeka darah yang mengalir di sudut bibirnya ketika melihat pria misterius di depannya ini mulai berkeringat secara tidak wajar,
“ Kalau kau menyerah maka aku bisa memberikan penawarnya sekarang ” ujar Zhaoyang lagi sambil menyeringai sementara S mulai merasakan nyeri yang luar biasa di sekujur tubuhnya seolah setiap tetes darahnya mengandung ribuan semut agresif yang terus menggerogoti tubuhnya,
“ Jangan melawan atau kau akan akhhhh... ” ujar Zhaoyang terputus ketika S dengan cepat menyerang dan merobek perutnya dengan sebilah pisau kecil seperti bulan sabit,
Beberapa detik kemudian keduanya sama-sama terkapar karena rasa sakit mereka masing-masing, namun keduanya benar-benar tidak mengerang sama sekali meskipun wajah mereka gelap seperti sedang berada di ujung kematian...
Situasi buruk tidak hanya dijumpai oleh S tapi juga J yang saat ini tengah lari mengalihkan dan memecah kekuatan musuh menjadi 2 bagian agar lebih mudah ia hadapi, namun tetap saja ia tidak mungkin bisa menyelesaikan semua musuhnya sendirian... Karena bagaimana pun juga ini bukan film action yang over power hingga ia memiliki kekuatan ajaib untuk melumpuhkan puluhan orang yang mengejarnya saat ini...
Menit demi menit berlalu, jumlah dari musuh J pun semakin berkurang hingga tinggal beberapa orang saja... Dengan pedang pendeknya J sudah mengirim musuh-musuhnya ke gerbang kematian, dan sekarang ia lebih memilih untuk menyatu dengan bayangan... Bersembunyi di kegelapan dan diam-diam membunuh musuhnya dengan pistol berperedam hingga mampu menciptakan atmosfer mimpi buruk yang nyata bagi semua musuhnya karena mereka tidak akan mampu mengetahui dari mana mereka akan di serang dan dibunuh secara langsung...
Sampai ketika sebuah peluru menyerempet lengan kanannya hingga berlumuran darah,
“ Kapan bala bantuannya sampai paman?! ” tanya J pada seseorang melalui alat komunikasi yang menempel di telinganya saat berhasil menghindar dan bersembunyi lagi sambil mengamati orang yang mampu menyerangnya dalam kegelapan...
“ Syukurilah, karena aku memiliki firasat yang buruk tentang orang yang berhasil menyerang ku kali ini ” ujar J lagi,
“ S cepatlah keluar! Bantuan kita sudah tiba! ” ujar J sambil menempelkan tangannya ke telinga dimana alat komunikasinya menempel,
Namun hingga beberapa saat tidak ada jawaban dari S membuatnya semakin khawatir, ia terus mencoba untuk memanggil S sambil berpindah-pindah tempat persembunyian dengan cepat karena pria yang berhasil menyerangnya tadi terus berhasil menemukannya dan menyerangnya dari waktu ke waktu...
“ Aku akan menyusulmu ke lantai bawah! ” ujar J sambil berlari menghindari serangan yang terus mengarah padanya saat ini,
“ Keluar sekarang! Aku juga sudah hampir keluar! ” ujar S dengan suara yang cukup berat,
__ADS_1
“ Roger! ” ujar J menerima perintah itu dan sedikit merasa lega mendengar jawaban itu, selanjutnya ia langsung berlari semakin cepat untuk keluar dari gedung itu,
Di dalam ruang bawah tanah,
“ Hahaha... Kau berbohong pada rekanmu untuk apa? Apa kau adalah orang sebaik itu? ” tanya Zhaoyang dengan suara yang lemah,
“ Lebih baik 1 yang mati daripada 2 ” sahut S memaksakan senyuman mengejek pada Zhaoyang,
“ Aaaahhh... Apakah ini rasanya kematian? Tubuhku semakin dingin dan lemah hahaha... ” ujar Zhaoyang lagi sambil menatap langit-langit ruang itu,
“ Sebelum aku dan kau mati, lebih baik kita tahu siapa orang yang berhasil mengalahkan kita kan? Aku Zhaoyang Li dari SYO ” ujar Zhaoyang dengan sekuat tenaga,
“ Saya sudah tahu ” sahut S singkat
“ Hahaha... Ya... ” sahut Zhaoyang lemah dan mulai menutup matanya karena menyadari kalau pria misterius ini tidak berniat mengatakan namanya, yang bisa Zhaoyang lakukan saat ini hanyalah menunggu kematian sembari habisnya darah dari dalam tubuhnya yang terus mengalir keluar dari perutnya yang terluka sangat parah oleh pria ini...
“ Arthit... Itu adalah namaku ” ujar S ditengah rasa sakitnya
“ Kau hebat ” ujar Zhaoyang karena ini adalah pertama kalinya ia dikalahkan, selama bertarung tadi ia juga menyadari tingkat kekuatan mereka masing-masing... Jika bukan karena obat eksperimen yang ia suntikan pada Arthit maka ia tidak akan tahu siapa yang akan menang dalam baku hantam antara dirinya dan juga Arthit ini,
“ Saya lebih muda dari anda... Jadi itu sudah... Wajar ” ujar Art sambil mengeratkan giginya menahan rasa sakit yang masih terus menggerogoti setiap selnya
“ Alasan yang bagus... Untuk... Menjaga nama baikku haha.. Ha ” ujar Zhaoyang sebelum akhirnya ia benar-benar memejamkan matanya tidur dan terlelap dalam kematiannya karena kehabisan darah,
______________________
__ADS_1
Kasi komentar atau kesan kalian sama isi novelnya
😉😁🥂