His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Pengujian


__ADS_3

 


HAPPY READING GUYS


 


________________


Satu minggu telah berlalu...


akan tetapi keadaan perusahaan tidak ada perubahan, perusahaan benar-benar ada di titik terendah hari ini...


awal bulan para pekerja harus mendapatkan gajinya kali ini...


Kim memberikan perintah kepada semua karyawannya yang bekerja di pusat untuk berkumpul di auditorium perusahaan siang ini...


seluruh karyawan sudah memadati ruangan yang berkapasitas 3000an orang itu, sementara di perusahaan-perusahaan cabang lainnya di handle oleh orang-orang kepercayaannya...


tanpa basa-basi lagi Kim langsung maju keatas panggung...


"terima kasih atas perhatiannya... saya langsung sampaikan poin-poinnya saja kepada seluruh pegawai yang telah giat bekerja di Hans Group selama ini... seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa perusahaan ini sudah berada diambang kebangkrutan... jadi kemungkinan kecil bagi perusahaan untuk membayar gaji kalian untuk bulan berikutnya jika kalian memutuskan untuk tetap bekerja... atau kalian boleh tetap bekerja disini bertarung sebisa mungkin sampai perusahaan kembali stabil walaupun kemungkinannya kecil... bagaimanapun disini saya sebagai pimpinan perusahaan memberikan kalian opsi untuk tetap tinggal ataupun ingin mengundurkan diri dari perusahaan ini... dan saya jamin tidak akan ada tekanan dari pihak manapun dalam pengambilan keputusan kalian... jika memilih tetap tinggal berarti kalian rela bekerja tidak dibayar sampai perusahaan bisa membayarnya atau jika memang terjadi kebangkrutan maka gaji kalian tidak akan pernah dibayarkan... dan jika kalian memutuskan untuk mengundurkan diri mulai dari hari ini surat pengunduran diri kalian akan diterima langsung oleh sekertaris pribadi saya dan gaji kalian akan dibayarkan beserta sedikit uang bonus untuk jerih payah kalian selama ini... mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan terima kasih atas perhatiannya..." ujar Kim panjang lebar


ruangan menjadi sangat riuh ketika Kim sudah meninggalkan ruangan...


banyak yang berdebat tentang keputusan untuk tetap tinggal atau mengundurkan diri dari perusahaan ini...


"yang benar saja bekerja tidak dibayar..."


"tapi hidup kita selama ini sudah sangat terjamin dan nyaman... aku tidak akan mengkhianati tuan Kim... walaupun nantinya perusahaan akan bangkrut aku akan membantu sampai titik darah penghabisan..."


"aku tidak bisa! walaupun tuan Kim sudah baik selama ini, bukan berarti kita bisa menjadi budak disini... bekerja tanpa bayaran sama saja diperbudak..."


"iya!iya!"


"kalian tidak masuk akal! aku tetap tinggal... aku akan balas budi baik tuan Kim"


pada akhirnya orang-orang itu terbagi menjadi dua kubu, pegawai yang akan mengundurkan diri dan pegawai yang memutuskan untuk tetap tinggal membantu mengembalikan kondisi perusahaan dengan tulus tanpa peduli akan gaji mereka...


silih berganti sore harinya Zee dan staff sekertarisnya menerima surat pengunduran diri dari para karyawannya, karena batas akhir pengajuannya adalah esok hari...


"jika kalian juga ingin mengundurkan diri tidak apa-apa..." ujar Zee pada staff sekertarisnya


"tidak tuan... saya dan suami saya memutuskan untuk tetap membantu tuan Kim melawan krisis ini... dari gaji-gaji yang sebelumnya masih ada ditabungan kami jadi kami akan manfaat itu untuk kebutuhan sehari-hari pak..." sahut salah satu staffnya


"iya pak... kami tidak akan mengkhianati Hans Group hanya karena uang... sampai tuan Kim sendiri yang mengusir kami baru kami akan pergi dari sini..." sahut staff lainnya


Zee tersenyum lalu membungkukkan badannya memberi hormat... sontak saja semua staffnya berdiri melihatnya


"terima kasih atas dedikasi dan loyalitas kalian semuanya... terima kasih..." ujar Zee

__ADS_1


"jangan seperti ini tuan... kami bukanlah apa-apa... tuan Kim sudah sangat baik pada keluarga para pegawai... tentu kami ingin balas budi sampai tidak ada yang bisa kami lakukan lagi..."


***


sementara itu di ruang kerjanya Kim terlihat fokus melihat-lihat berkas pegawai yang sudah mengundurkan diri...


"sesuai perkiraanku... tidak banyak yang mau setia dalam keadaan apapun..." gumamnya dan tersenyum sambil memijat keningnya...


ia memutuskan untuk tidak pulang ke rumah hari ini...


awalnya Aom bersikeras mau menemaninya di kantor tapi tidak ia izinkan dengan alasan harus menjaga Art dan Tan di rumah...


Keesokan harinya


tok!tok!tok!


"Kim ini rekapan pegawai yang mengundurkan dirinya... sisanya memutuskan untuk tetap tinggal..." ujar Zee menyerahkan berkas rekapannya


"521 orang... dan kita akan bertahan dengan sisanya..." gumam Kim


"apa kau yakin Kim? ini juga beresiko..." ucap Zee


"kita lihat apa yang akan terjadi setelah ini..." ucapnya dengan segurat senyuman terlukis di wajahnya


lalu tiba-tiba telepon kantornya berdering...


"kau masih bisa bicara dengan tenang bocah? kau suka hadiahku? hahaha" ucap Araya dari seberang telepon


"hanya sebuah hadiah kecil... tidak akan membuatku gemetar ketakutan..." sahut Kim santai


"Ciiiihhh... kita lihat seberapa lama kau akan bertahan!" ucapnya lalu sambungan telepon terputus


"dasar pria tua pemarah... jika bukan mertua Jeab sudah ku tembak kepalanya dari dulu..." ucap Kim sedangkan Zee hanya tertawa melihat Kim menahan emosinya


"jadi berapa perusahaan yang tidak bersedia membantu krisis kita kali ini?" tanya Kim pada Zee


"dari 30 rekan bisnis kita 7 diantaranya menolak 20 bersedia membantu semaksimal mungkin dan 3 sisanya yang kau tangani sendiri Kim..." sahut Zee sambil membuka berkasnya lalu menyerahkannya langsung pada Kim


"oke... 3 itu tidak usah dipikirkan, 7 perusaha perusahaan yang menolak langsung masukkan kedalam daftar blacklist kita, jangan sampai memiliki hubungan kerjasama apapun dengan mereka lagi" perintah Kim tegas


"oke siap bos... kalau begitu aku permisi dulu..." ujar Zee undur diri


"oke" sahut Kim singkat


setelah Zee keluar dari ruangannya Kim berjalan ke sofa dan merebahkan tubuhnya... sekedar meregangkan otot-otot tubuhnya yang telah terjadi hampir seharian untuk bekerja dari kemarin...


"Papa!!!!!!!!!!" teriak Art dan...


Bruuukkkk!!!!

__ADS_1


Art melompat keatas tubuh Kim yang rebahan di sofa itu... sontak membuat Kim terkejut akan tindakan putranya ini...


"Awwww.... kapan jagoan papa masuk... pasti janjian jahilnya sama paman Zee ya..." ujar Kim sambil menggelitiki perut Art yang membuat Art menggeliat kegelian karenanya...


"Ampun pa... hahaha... ampun..." teriak Art berusaha berlari dan sembunyi dibalik tubuh mamanya yang sedang menggendong Tan


"maaa... tolong aku..." pinta Art disela-sela tawanya


"sayang... jangan lindungi setan kecil ini... awas ya kalau ketangkep papa tidak akan izinkan kamu tidur sama mamamu!" seru Kim sambil terus mengejar Art kesana kemari...


"sudah sudah... jangan lari-lari lagi... ini waktunya makan siang..." seru Aom kepada kedua laki-lakinya yang sedang kejar kejaran itu


"ampun pa... Art kalah... menyerah!!!" ucapnya saat berhasil tertangkap oleh Kim


"tidak semudah itu... hohoho..." sahut Kim sambil menggendong Art layaknya memikul karung beras di pundaknya menuju sofa


"mama tolong... papa terlalu kuat..." pinta Art sambil merentangkan kedua tangannya berusaha meraih mamanya


"Sayang... sudah bermainnya... sekarang makan..." ujar Aom sambil menyerahkan kotak bekalnya kepada Kim


"tidak mau... maunya mama suapin papa..." sahut Kim menirukan suara manja Art pada Aom


"aku punya tiga bayi ya sekarang..." sahut Aom terkekeh geli


"iiiihhhh papa manja! tidak cocok tau!" protes Art sambil terus meronta di gendongan Kim


"memangnya Art saja yang boleh manja sama mamanya... papa juga boleh dong..." sahut Kim tak mau kalah, lalu ia menurunkan Art diatas sofa itu dan beralih ingin menggendong Tan


"sini Tan sama papa..." ujar Kim sambil merentangkan tangannya meraih Tan yang sudah tertawa melihatnya


"uwaaaa.... uwaa...bababa..." racaunya tak karuan menanggapi papanya yang ada di hadapannya


Tan sudah bisa duduk sekarang ini... karena tubuhnya sudah semakin kuat tidak selembut dan selunak awal-awal saat baru lahir...


melihat papanya menggendong Tan dan duduk di sofa itu Art tidak mau kalah merebut perhatian papanya lagi... ia dengan cepat melompat dan duduk di paha kanan Kim sementara Tan di kirinya...


"hey... hati-hati Art bagaimana kalau adikmu jatuh nanti!" omel Aom melihat tingkah putra pertamanya yang begitu nakal itu


"nah... sekarang bagaimana caranya papa makan kalau begini?" ucap Kim tertawa melihat dirinya sekarang ini


"mama yang suapi kita dong..." ucap Art sambil menarik dasi papanya


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys


kasi rating juga ya karyanya Author...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2