
HAPPY READING GUYS
________________________
"ayo cepat kita lakukan..." ujar Mario sambil mengeluarkan mesin pemotong kaca yang canggih dari dalam saku rompi anti peluru yang ia gunakan saat ini...
Mario dengan sangat cepat dapat memotong kaca tebal yang digunakan sebagai atap gedung Badan Intelijen Negara ini dengan sangat mudah, selanjutnya Ji menggunakan sebuah alat yang dapat menghisap dan memegang permukaan kaca itu sehingga dapat menariknya keluar dari rangka atap itu dan membuat lubang besar disana yang cukup mereka gunakan sebagai jalan masuk ke dalam gedung dari atap tempat dimana mereka berdiri saat ini...
Selanjutnya Art dan Tan juga sudah selesai memasang tali untuk mereka semua gunakan sebagai pegangan saat hendak turun dari atap menuju ke dalam lantai atas gedung ini, dimana ruang database itu berada...
Art turun terlebih dahulu, kemudian disusul oleh Aom dan yang lainnya...
merekapun langsung menempati setiap sudut untuk bersiap menerima perlawanan dan juga melindungi satu sama lainnya dari serangan apapun yang lawan mereka berikan nantinya saat mereka sudah terdeteksi menyelinap ke dalam gedung ini...
Sementara itu dari puncak gedung lain walaupun tidak setinggi gedung BIN, di setiap puncak gedung yang ada di sekitaran gedung BIN ini sudah bersiaga banyak sniper handal milik SDG yang juga sudah sangat siap melindungi tuan muda dan juga bos mereka itu dari serangan-serangan yang berdatangan jikalau pun itu terjadi nantinya...
Sementara sniper handal yang ada di helikopter yang berada sejauh 300 meter dari gedung itu adalah Naw dan juga 3 anak buah SDG lainnya yang juga merupakan sniper handal... dan tentunya dengan jarak sejauh itu, selain scoope yang melengkapi senjata mereka dapat memantau dari kejauhan, scoope dari senjata sniper mereka juga telah dilengkapi dengan alat sensor termal sehingga mereka dapat melacak keberadaan manusia dari suhu tubuh yang setiap manusia dan makhluk hidup lainnya keluarkan dari tubuh mereka...
Aom yang sudah menginjakkan kakinya lagi di gedung tempatnya dulu bekerja ini langsung memperhatikan sekitar...
setelah merasa cukup aman ia langsung pergi ke depan pintu ruangan data base diikuti oleh Art dan juga Tan yang bertugas melindungi ibu mereka ini...
Aom langsung menghubungkan alat khusus yang Nan berikan padanya ke sistem keamanan yang menempel pada pintu itu, tanpa melewati sistem keamanan kode dan sidik jari itu, maka pintu itu tidak akan pernah terbuka sampai kapanpun...
__ADS_1
"sudah terhubung Nan..." ujar Aom dari alat komunikasi yang terpasang di telinga mereka semua...
"oke, tunggu sebentar aku akan membobol keamanannya..." sahut Nan dari ruangan tempatnya berada saat ini bersama dengan Tao dan divisi IT bawahannya itu...
Tanpa menunggu lama, hanya dalam 10 detik saja... sistem keamanan itu sudah terbuka dengan sempurna...
Tiiiittt...
Pintu terbuka lebar setelah sistem keamanannya sudah berhasil diretas 100% oleh Nan dan Timnya... sementara Tao mempersiapkan ip baru untuk peretasan komputer database yang telah mereka siapkan di dalam laptopnya itu...
"Sial! Kak Art, Tan ibu kalian dalam bahaya! ada orang di dalam ruangan itu!" teriak Naw melalui alat komunikasi kasi mereka namun peringatan itu baru sampai karena gangguan sinyal yang entah disebabkan oleh apa...
Aom segera masuk ke dalam sana dan menghubungkan ponselnya dengan komputer database itu agar Nan dan yang lainnya dapat meretas komputer itu secepatnya...
Sebuah moncong pistol desert eagle menempel di pelipisnya saat ini... Aom pun menoleh dengan perlahan, dan ternyata itu adalah Charka...
"selamat datang kembali agen 004 ku yang cantik... apa kau merindukan kantor lamamu ini sayang?" tanya Charka yang sudah dengan cepat mengunci pergerakan Aom dan detik itu juga Art menembakkan senjatanya hingga sebuah peluru bersarang di lengan Charka karena pria itu dengan sangat cepat dapat menghindari tembakan itu dan Tan juga melepaskan tembakannya namun tidak dapat melukai Charka karena ia menggunakan rompi anti peluru juga...
"hahaha... lumayan... lumayan sakit juga... tapi apa kalian pikir aku bisa kalian lumpuhkan dengan semudah ini? silahkan... tempak aku, dan aku juga akan dengan senang hati melubangi kepala ibu kalian yang sangat cantik ini..." ujar Charka menantang Art dan Tan yang sedang menatapnya dengan tajam...
"ada apa?!" tanya Mario dan Ji yang mendengar suara tembakan itu...
"Charka disini..." sahut Art tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari gerak-gerik yang dilakukan oleh Charka saat ini...
__ADS_1
"Hahaha... menyerahlah... kalian tidak akan bisa mengalahkan aku bahkan dengan peluru bius ini karena aku memiliki penawarnya... aku hanya lerlu mengulur banyak waktu agar kalian benar-benar terkepung disini karena aku sudah memanggil bawahanku, dan juga pihak kepolisian agar kalian semua juga segera dapat diadili karena telah melakukan pemberontakan terhadap negara kalian sendiri dengan cara mencuri data-data penting yang dimiliki oleh badan intelijen negara ini..." ujar Charka dengan penuh semangat dan ambisinya yang semakin meluap-luap karena sedikit lagi misi besarnya ini akan berhasil...
Hanya tinggal satu langkah lagi menuju kejayaannya... mendapatkan gelar pahlawan nasional karena telah menyelamatkan negara dari para pemberontak dan mafia besar di jaman yang sudah modern ini...
"kalian sudah tamat kawan... menyerahlah... hahaha" ujar Charka lagi sambil tertawa senang melihat wajah serius Art dan juga wajah cemas dari Tan...
"jadi kau sudah memiliki penawarnya? dan sudah meminumnya sehingga peluru bius ini tidak lagi bekerja pada dirimu? hebat cukup hebat... ternyata apa yang ayah katakan malam itu sangat benar... kau sangat cerdik dan penuh dengan kejutan yang menarik Charka..." ujar Art pada Charka...
Ia sama sekali tidak memberikan embel-embel penghormatan kepada Charka dengan panggilan paman, pak, atau om karena Charka yang notabene jauh lebih tua darinya, bahkan Charka hampir seumuran dengan ayahnya Kim...
"huh! dasar anak yang benar-benar tidak tahu sopan santun... aku jauh lebih tua darimu tahu!" ujar Charka yang mulai tidak senang mendengar Art memanggilnya dengan nama langsung...
"saya hanya akan menunjukkan rasa hormat pada orang yang pantas untuk mendapatkannya... bukan kepada orang yang bahkan dengan sengaja menjebak bawahannya hingga tewas hanya demi mendapatkan bukti yang bisa memberatkan lawan yang tengah ditargetkan olehnya... sungguh menjijikkan! bahkan ayahku yang memiliki gelar mafia ter-kejam sekalipun tidak pernah melakukan hal sekeji ini demi mendapatkan tujuannya..." sahut Art panjang lebar...
"hahaha... kau tahu apa artinya kemenangan di dunia ini Arthit Hans Suppanad?" tanya Charka dengan penuh penekanan pada saat menyebutkan nama Art...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐