
HAPPY READING GUYS
______________
"Kim berikan dia kepadaku sekarang, ini sudah sangat sore.. dia harus segera aku ajak pulang ke rumah sekarang juga agar Aom tidak curiga dengan semua ini... dan tentu tidak baik juga jika ia terkena angin malam nanti saat perjalanan pulang..." Ujar Jeab karena hari sudah semakin sore...
"Dia bisa menginap disini Jeab... kenapa harus repot iyakan Art?" Ujar Kim enteng sambil terus bermain bersama anaknya
"Oke tentu saja dia bisa menginap disini... kenapa tidak?... Tapi apa yang harus aku katakan pada Aom nanti sampai di rumah? Apa aku harus katakan Art tidak akan pulang karena ia akan menginap bersama dengan ayah kandungnya begitu? karena Art akan tidur di pelabuhan bersama Kim Hans suamimu Aom... begitu kan? " Tanya Jeab menyindir Kim yang tetep kekeh tak mau pulang ke rumahnya sendiri...
Kim menghela nafasnya dan memberikan Art kepada Jeab namun Art malah menangis dengan keras, karena tidak mau melepas gendongan Kim... ia hanya mau bersama Kim sekarang...
"Papa... Tidak mau..." Ucapnya sambil menangis tersedu-sedu di pundak Kim sampai-sampai kemeja Kim basah karenanya...
"Astaga... Ini akan menjadi masalah besar bagiku untuk menjelaskan pada Aom tanpa memberitahu keberadaanmu... apa alasanku nanti saat ditanya kenapa Art menangis sekeras ini?" gerutu Jeab mulai kesal
"Aku tidak peduli, Itu tugasmu Jeab hahaha..." Sahut Kim enteng dan tertawa
"Sudahlah... Jangan menyulitkanku, ayo ikut pulang.." ujar Jeab sambil memutar bola matanya malas
"Sekali aku bilang tidak ya tidak Jeab... kau ingin membantahku?" sahut Kim dingin
"Huh.. baiklah, aku tau aku tidak akan bisa memaksamu Kim... aku tau.." Ujar Jeab kesal lalu dengan terpaksa ia harus membawa Art bersama dengan anak buahnya kembali ke rumah dalam keadaan menangis karena ingin kembali bersama ayahnya itu...
Sesampainya di rumah Aom tampak sudah sangat gelisah menunggu anaknya pulang bersama dengan Jeab...
__ADS_1
"Huaaaa.... Papa...." Tangis Art terdengar begitu nyaring dan langsung membuat Aom berlari kearah sumber suara itu...
Ia melihat Jeab menggendong anaknya yang masih menangis sambil memukul-mukul dada Jeab itu...
"Ada apa ini Jeab? Kenapa Art menangis sekencang ini?" Tanya Aom sedikit kesal
"Huaaaa..." Tangis Art tidak kunjung berhenti walaupun Aom sudah menggendongnya...
“Hmmm...itu... tadi dia bermain denganku di markas pelabuhan, tapi tidak mau pulang sampai sore... Jadi aku paksa dia untuk pulang agar tidak terkena angin malam, tapi dia malah menangis sekeras ini sampai disini..." Ujar Jeab berbohong
"Lain kali jangan diulangi lagi Jeab... Hey!" Teriak Aom saat Jeab sudah berlari menuju lantai bawah dimana tempat ia dan sahabat Kim yang lainnya tinggal...
Art sedikit demi sedikit mulai tenang saat Aom memberikannya susu dan menyanyikan lagu untuknya....
"Mama... Mau Papa ma..." Ujar Art dengan polosnya, ia baru bisa mengucapkan beberapa kata saja, dan itu memang wajar di usianya ini...
"Kenapa sayang? Kamu rindu sama papa? Nanti papa pasti akan pulang sayang... Kita semua juga mau papa cepat pulang sayang .." Ujar Aom sambil mencium kening putra kesayangannya itu, lalu tanpa sadar air matanya menetes...
"Art tau... Wajah papa hampir sangat mirip sekali denganmu... Sangaaat.. sangat tampan..." ujar Aom dan Art begitu fokus memperhatikan mamanya ini...
"Hanya kamu yang bisa membuat semangat mama kembali hidup nak... berjanjilah kamu juga tidak akan meninggalkan mama sampai kapanpun ya..." Ucap Aom lalu mencium kening Art lembut ... cukup lama ia masih betah seperti ini... entah kenapa ia bisa merasakan harum tubuh Kim yang begitu ia rindukan sekarang...
Beberapa saat setelahnya Art sudah nyaman menempelkan kepalanya di dada Aom dengan matanya yang sudah terpejam...
Setelah saat itu Jeab selalu membawa Art ke pelabuhan pagi hari dan siangnya kembali pulang, agar Aom tidak curiga...
Aom tidak bisa mencegahnya karena semua orang ikut bersekongkol untuk memaksa dirinya membiarkan Jeab mengajak Art ke pelabuhan, walaupun dirinya tidak setuju sekali pun...
Semua ini akan terus dilakukan oleh Jeab selama Kim memiliki waktu luang yang senggang, namun jika ada pekerjaan Art akan tetap bersama Aom di rumah seharian…
Pagi ini Kim memiliki janji dengan kolega bisnisnya di salah satu mall megah di kota ini, mereka akan membahas perjanjian bisnis untuk projeknya selanjutnya…
__ADS_1
Seperti biasa saat Kim menyusuri setiap ruas mall itu ia selalu menjadi sorotan para wanita yang berlalu lalang di mall itu...
Ketampanannya semakin mempesona dengan balutan setelan jas hitamnya beserta kacamata hitam yang menghiasi wajahnya membuatnya nampak begitu tampan dan rambutnya yang sudah memanjang itu menambah kesan bad boy nya membuat para wanita itu semakin menggila…
Tak henti-hentinya mereka memujinya, tanpa tau sebenarnya pria ini siapa…
karena yakinlah 100% jika mereka tau siapa pria yang ada di hadapan mereka ini... mereka tak akan punya sedikitpun nyali untuk menatapnya karena dia adalah Kim Hans yang merupakan bos mafia terbesar di negara mereka, tak satupun dari mereka akan berani menatap lurus ke wajah tampannya itu…
Dari kejauhan nampak seorang wanita cantik tengah berbelanja bersama 2 orang wanita lainnya, ia membeli beberapa baju anak-anak dan beberapa baju untuk dirinya setelah selesai berbelanja, ia berencana untuk langsung pulang…
Namun langkahnya terhenti melihat dari kejauhan sosok pria yang selama ini sangat ia rindukan, awalnya ia merasa ini hanya halusinasinya saja… tapi setelah beberapa detik mengamatinya ia yakin apa yang ia lihat adalah kenyataan…
“Kim…” ucapnya dan tanpa berpikir panjang ia berlari turun ke arah ia melihat sosok prianya itu, membuat 2 teman wanitanya kebingungan…
Iya, siapa lagi dia jika bukan Aom… ia melihat Kimnya disana…
Mario yang tak sengaja melihat Aom yang tengah berlari kearah mereka itu langsung mendekati Kim dan menyampaikan langsung bahwa Aom tengah berlari menuju tempat mereka sekarang…
sedangkan Zee mencoba menelepon Tae dan menyuruhnya menahan Aom sebentar…
“Aom… tunggu… hati-hati turunnya, kamu mau kemana ini… hey Aom!” teriak Tae dan Baifren yang mencoba mencegahnya
“Aku melihat Kimku… dia ada disini…” sahut Aom sambil berlari sekuat tenaganya untuk memastikan apa yang ia lihat nyata atau tidak... ia tak menghiraukan orang-orang yang melihatnya dengan tatapan aneh karena ia lari sudah seperti orang yang kehabisan akalnya... ia dengan cepat menerobos siapapun yang ada di depannya, karena tujuannya hanya satu... melihat Kimnya...
Kim Hans yang sudah lama ia rindukan itu...
____________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran maupun tanggapan kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...
__ADS_1
Terimakasih...