
Hay! Hay Author datang lagi nih....
oo iya kalau dari sudut pandang reader yang budiman, kalian lebih memihak Aom atau Kim nih hehehe...
HAPPY READING GUYS
_____________
Saat mereka sudah sampai di rumah utama, Kim disambut oleh seluruh anak buahnya dengan penuh hormat... Beberapa diantaranya bahkan sangat terharu melihat Kim bos besar mereka itu telah kembali dengan selamat...
Kim yang sedang menggendong anaknya itu memberikan senyuman simpulnya kepada semua anak buahnya itu... menatap satu persatu wajah mereka yang begitu setia kepadanya sembari berjalan masuk kedalam rumah yang sudah lama tak bisa ia datangi...
Saat berada di ambang pintu rumah besarnya itu, ia mendengar tangisan Aom di sofa ruang tengah... di ruang tamu itu terlihat Aom sedang menangis bersama dengan mamanya...
Mama Aom tersenyum saat melihat menantu kesayangannya Kim Hans sudah sampai di rumah, ternyata ia benar-benar kembali hari ini setelah berbincang dan mendengarkan nasihat dari mama Aom yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri....
Sementara Aom belum menyadari kedatangan Kim karena masih terus menangis dan sangat kesal kepada Jeab..
Anak buah Kim menata kue ulang tahun untuk Art di atas meja sesuai dengan arahan Kim tadi...
"Ma...mama..." Ucap Art membuat Aom menoleh kearahnya...
Dan Duar!!!! betapa terkejutnya Aom melihat sosok pria yang menggendong putra kesayangannya itu... ia begitu terkejut seakan-akan ada gunung meletus di sampingnya itu...
Aom memperhatikan setiap inchi tubuh lelakinya itu.... lelaki yang begitu ia cintai.... lelaki yang begitu ia rindukan di setiap hembusan nafasnya selama hampir 2 setengah tahun ini....
Rambutnya yang sudah memanjang menambah kesan badboy pada dirinya...
Tanpa pikir panjang lagi Aom berdiri, ia langsung berlari dan menubrukkan dirinya kepada pria yang selama ini telah menguasai hatinya... yang membuat setiap hembusan nafasnya terasa sesak saat mengingat namanya... Ayah dari anak kesayangannya, laki-laki yang sangat ia cintai...
"Kim..." ujarnya sambil menangis tersedu-sedu di pundak Kim Hansnya itu...
Melihat mamanya menangis dengan pilu Art ikut menangis...
"Hey... Kenapa kamu ikut menangis sayang? Apa karena mamamu menangis kamu juga ikut menangis begitu? CupCupCup... jangan menangis anakku yang tampan..." ujar Kim kepada Art sambil mengelus pipi putranya itu dengan penuh kasih sayang...
"Kim... Maafkan aku..." Ujar Aom tanpa melepaskan pelukannya, ia begitu merindukan semua hal tentang Kimnya ini... rasa hangat dari tubuhnya... bahkan aroma tubuhnya yang begitu maskulin ini sangat memabukan untuknya... Aom tak mau melepaskan pelukannya seakan-akan jika Aom melepaskannya sekarang maka ia tak akan bisa merasakannya lagi sampai kapanpun...
"Sudahlah... Bukankah harusnya kita merayakan ulang tahun Art yang kedua? Ya kan Art?" Tanya Kim kepada Art
"Ya...." Sahut Art penuh semangat dengan pipi yang masih sedikit basah itu membuat Kim semakin gemas kepadanya...
Aom melepaskan pelukannya dan mengambil Art dari gendongan Kim namun Art menolak... Ia bersikeras tetap bersama ayahnya...
__ADS_1
"No! Art mau papa.... papa..." Teriaknya membuat Kim tertawa
"Kamu tidak mau di gendong mama? Cuma mau sama papa?" Tanya Kim dan disahuti dengan anggukan dan bibir manyun Art...
Aom bingung kenapa Art bisa sangat nyaman seperti ini dengan Kim? bahkan Art sampai menolak untuk ia gendong... apa ini yang disebut ikatan batin atau apakah mereka sudah sering bertemu sebelumnya?
pikiran Aom masih melayang-layang memikirkan hal ini...
"Ayo semuanya nyanyikan lagu ulang tahun untuk Art!" Seru Kim disambut antusias oleh semuanya....
Aom terus memandangi wajah Kim dan putranya bergantian... Penuh rasa haru, dia bahagia Kim masih hidup dan sudah kembali di tengah-tengah mereka semua...
Ini sangat menakjubkan... Aom tak henti-hentinya tersenyum, ia bahagia melihat Art tertawa riang bersama dengan ayah dan paman-pamannya itu...
Walaupun saat ia ingin mengajak Kim berbicara Kim selalu menghindar, Aom mencoba untuk tetap sabar dan terus meminta maaf kepada suaminya...
***
Acara pesta itupun selesai setelah hari mulai menjelang malam...
Art sudah menguap menahan kantuknya tapi masih semangat untuk bermain dengan semuanya...
"Hahaha lihatlah... Apa bedanya dia dengan Kim? Selalu memaksakan diri saat dia benar-benar ingin melakukan sesuatu" ujar Nan dan Jeab disambut senyuman sinis Kim karena itu memang benar...
"Dia anakku... Jelas dia akan mirip denganku bodoh! masa dia mau mirip dengan Jeab" sahut Kim kepada sahabatnya itu, membuat gelak tawa semakin menjadi-jadi...
"Hey! Jangan meniru hal jelek dari Kim ya Art sayang... mulutmu memang harus dijaga saat bersama Art Kim, jika tidak Art akan meniru semua yang kau katakan... baik itu kata-kata kasar maupun kata-katamu yang baik.." Ujar Jeab sambil mencubit pipi Art gemas kemudian menatap mata Kim mengingatkan
"Tentu saja.... Oke Sudah-sudah kembalilah ke kamar kalian, Art sudah sangat mengantuk dia harus tidur sekarang" perintah Kim kepada semuanya yang masih berada di rumahnya ini...
tanpa bantahan sedikitpun mereka semua langsung menuruti perintah bosnya ini...
Lalu sebelum keluar Jeab menatap Aom dan mengangguk memberikan isyarat kepada Aom...
"Ini saat yang tepat Aom... Perbaiki semuanya, mungkin Kim akan kembali padamu seutuhnya... Lakukan lah yang terbaik" ucap Jeab sebelum keluar kepada Aom yang berdiri di dekat pintu itu saat Kim masih fokus dengan Art
"Terima kasih Jeab... Maafkan aku telah marah-marah tadi pagi kepadamu..." Sahut Aom menyesal
"Tidak apa.." sahut Jeab dengan santai lalu keluar dari sana...
Aom tampak berpikir keras untuk memulai pembicaraan dengan Kim disana... Melihat putrinya begitu gelisah mama Aom langsung mengerti apa yang sedang putrinya khawatirkan...
"Kim... Kenapa kamu tidak mengatakan pada ibu kalo kamu akan kembali ke rumah hari ini sayang? harusnya ibu bisa memasak makanan kesukaan kalian berdua sekarang..." Ucap mama Aom sambil mengelus kepala Kim lembut...
__ADS_1
"Maaf Bu, Kim sangat sibuk makanya tidak bisa mengabari ibu tadi hehehe" sahutnya bohong
"Ooh ya? Jangan berbohong... Sebenarnya kamu masih belum mau bertemu dengan ibu Art kan bukan ibu?" Ujar mama Aom to the point, dan membuat Aom kaget...
Air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya... bersiap untuk terjun bebas ke lantai... ternyata Kimnya sudah kembali cukup lama, namun Kim hanya tidak mau melihat dirinya... bahkan Aom sadar kemungkinan besar saat di mall itu ia memang benar-benar melihat Kim disana...
"Kim tidak mau menemuiku?" Batinnya sedih
Melihat diamnya Kim itu sudah menjadi jawaban bagi mama Aom...
Dia sudah menganggap Kim seperti anaknya sendiri dari saat Kim masih begitu muda...
Jadi ia sangat hafal bagaimana sifat Kim saat sedang memendam sesuatu...
Aom memberanikan dirinya duduk di samping Kim, walaupun Kim tidak sedikitpun memperhatikan apapun yang ia lakukan sekarang, Aom mengumpulkan keberaniannya...
Melihat hal itu mama Aom ikut membantu agar kedua anak kesayangannya ini dapat segera berbaikan sekarang...
"OOO.... Art ini sudah hampir malam, kamu belum mandi cucuku sayang... Sini sama nenek sekarang, kita mandi..." Ujarnya sambil mengulurkan tangannya ke arah Art namun Art nampak kebingungan...
Ia ingin bersama ayahnya tapi ia memang harus mandi dulu...
"Dia bisa mandi bersama denganku Bu..." Ujar Kim sambil menciumi pipi putranya itu yang membuat putranya terus tertawa geli
"Tidak Kim.... Art akan mandi bersama neneknya sekarang... Ya kan Art? Besok saja dia mandi denganmu" pinta mama Aom
"Baiklah..." Sahut Kim sambil sedikit memanyunkan bibirnya, ia memang jarang bisa menolak permintaan mama Aom yang sudah ia anggap ibunya ini...
"Ayo Art kita mandi sayang..." Ujar mama Aom riang
"ya..." Ucap Art semangat, setelah Art dan neneknya masuk ke dalam kamar, Aom memberanikan dirinya memegang tangan Kim yang bersandar di sofa ruang tamu itu...
Kim menoleh padanya dengan ekspresi datarnya...
"Kenapa?" Tanya Kim dingin
"Maafkan aku Kim... Aku memang salah, tapi ku mohon maafkan kesalahanku ini..." Ujarnya lalu menyandarkan kepalanya di bahu Kim, air matanya mengalir lagi tanpa bisa ia tahan...
"Aku sudah memaafkanmu Aom..." Sahut Kim datar
"Benarkah Kim? Tapi ekspresi wajahmu tidak bisa berbohong... Kau belum memaafkanku, aku yakin itu..." Ucap Aom sambil menyeka air matanya sendiri...
Kim menoleh padanya dan menghapus dengan lembut air mata Aom yang telah membasahi pipi mulusnya itu...
__ADS_1
_____________
Jangan lupa like dan komennya guys... karena like dan komentar kalian semua sangat berarti bagi kemajuan dan semangat author untuk terus menulis novel ini...