His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Bertarung!


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Hahaha! Zero! Zero! Zero! kau begitu bangga mengakui dirimu sebagai Zero yang selalu ada di balik bayangan Aom bukan? maka dari itu kalahkan aku... setelah itu baru kau bisa menyentuh Aom ku, bahkan aku akan membiarkanmu memilikinya... tapi jika kau berhasil membunuhku!" ujar Kim dengan suara yang terdengar begitu mengerikan... dingin dan bengis...


"kau membuat kesalahan karena menantangku!" ujar Anan dengan angkuhnya


"mungkin... tapi aku tidak pernah menyesali setiap keputusan yang aku buat selama hidupku!" sahut Kim dengan senyuman menyeringainya itu...


Kim dan Anan akhirnya memutuskan untuk keluar dari dalam rumah ibu Wana ini...


di luar rumah,


"kau mau menggunakan tangan kosong atau senjata?" tanya Kim dengan tatapan tajam dan wajah datarnya itu...


"kau saja yang memilih, sebelum kau menyesal" sahut Anan meremehkan Kim


"hahaha... bagus sekali... kepercayaan diri yang tinggi... aku semakin bersemangat!" ujar Kim


"Kim... hentikan, ku mohon... ini hanya salah paham, semuanya bisa kita bicarakan oke?" ujar Aom berusaha mendekati Kim namun baru beberapa langkah ia langsung dihentikan oleh Kim...


"jangan mendekat! aku sedang tidak bisa membedakan apapun... diam disana!" perintah Kim tak terbantahkan...


Aom menghentikan langkahnya, ia hanya bisa meremas tangannya sambil memandangi Mario, Zee dan Nan yang tampak begitu santainya menonton pertengkaran itu...


Aom segera berjalan mendekati mereka dan berkata,


"kenapa kalian malah bisa santai-santai melihat Kim akan mempertaruhkan nyawanya sendiri? kenapa kalian setenang ini?!" ujar Aom yang sudah mulai kesal melihat tingkah mereka ini...


"kamu pikir dia akan kalah oleh cecunguk seperti dia? ayolah Aom... kamu belum mengenal beberapa sisi suamimu itu... kamu hanya tahu sisi kejam dan juga sisi romantisnya saja... ada banyak sisi yang belum kamu pahami dan belum kamu lihat darinya..." ujar Mario dengan entengnya dan entah darimana ia mendapatkan kacang kulit yang sedang ia makan bertiga bersama dengan Zee dan Nan...


Mereka benar-benar seperti sedang bersiap menonton film action yang sebentar lagi akan segera dimulai itu...

__ADS_1


"Kalian!" geram Aom lalu dengan cepat menoleh saat mendengar Kim dan Anan sudah saling bertarung...


Kim hanya menghindari segala serangan Anan dengan sangat sempurna, pukulan dan tendangan yang Anan berikan hanya mengenai angin malam yang berhembus di halaman rumah mereka itu...


"kau pengecut atau apa?! hanya bisa menghindar?!" geram Anan yang tidak mampu mengenai Kim satu kali pun...


"kenapa? kau kesal karena tidak bisa memukulku? kenapa aku yang jadi pengecut? seranganmu saja yang sangat tidak bermutu!" ejek Kim pada Anan yang membuat Anan semakin beringas menyerangnya...


Saat ini Kim tidak terlihat sedang bertarung dengan Anan, melainkan sedang mempermainkan musuhnya...


"Hoooiiiihh... aku sudah lama tidak melihat ini... seru sekali..." ujar Nan dengan mulutnya yang sudah dipenuhi oleh kacang itu...


"aku penasaran ini akan berakhir seperti apa... Kim selalu menghadirkan permainan menarik, kapan lagi melihat bos berduel dengan seseorang kan..." sahut Zee sambil menopangkan dagunya di tangan kirinya...


Sementara Aom masih cemas melihat pertarungan itu... di dalam benaknya ia sangat ingin Kim menang, tapi ia juga tidak mau Anan terbunuh hanya karena dirinya...


selain itu, jika Anan benar-benar terbunuh maka kasusnya tidak akan semudah itu untuk dihilangkan... karena Anan merupakan bagian penting dalam Badan Intelijen Negaranya ini...


"ayo serang bro... kenapa kau hanya memukul angin dari tadi? tidak berminat melukaiku ya? tapi aku sangat berminat untuk melihat kematianmu bagaimana ini?" ujar Kim dengan suara dingin dan mengintimidasinya itu...


Buuughhh!!!


Sebuah pukulan keras mendarat di wajah Anan dengan sangat cepat dan tanpa permisi, hingga hidungnya langsung mengucurkan darah segar...


Ddduuuukkkhhh!!!


Tendangan Kim yang sangat kuat dapat mengalahkan tangkisan dari tangannya Anan hingga tendangan tinggi itu langsung mendarat di kepalanya...


"kenapa? sakitkah?" tanya Kim dengan wajahnya yang benar-benar datar tanpa ekspresi...


"sebelum kau mengakui dirimu itu Zero, pastikan dulu kau memiliki setidaknya 3/4 dari kemampuan Zero yang asli... agar saat kau harus berhadapan dengan Zero yang asli, kau tidak harus kalah telak berduel dengannya!" geram Kim namun dengan suara setengah berbisik saat mencengkram kuat leher Anan


"kau! akhirnya aku ingat... uhuuukkk... ma,ta ini... tatapan mata yang... sama dengan pria itu!' ujar Anan

__ADS_1


"tidak pernah kusangka jika kau akan menggunakan properti penyamaranku untuk menjadikan Aom kekasihmu... kau pria yang sangat payah bro!" ujar Kim sambil terus menangkis serangan dari Anan dan menghajar Anan sesuai dengan kesenangannya...


Membuat musuhnya merasakan sakit di sekujur tubuhnya... di setiap jengkal saraf yang musuhnya miliki harus menjalar rasa takut dan juga rasa sakit yang tak tertahankan...


Sikap Kim inilah yang membuat musuh-musuhnya berpikir ribuan kali sebelum datang membuat masalah dengannya, pria kejam dan tak berperasaan ini selalu seperti ini saat mode pembunuhnya aktif...


Seakan ada begitu banyak saraf spesial yang aktif saat ia menjadi seperti sekarang ini...


kekuatan yang begitu besar mengalir dalam dirinya, begitu juga dengan kelincahan yang semakin meningkat pesat seiring dengan serangan yang ia berikan kepada musuhnya...


Kim benar-benar pantas dijuluki sebagai mesin pembunuh yang tak pernah gagal...


Saat Anan sudah tak sanggup lagi untuk berdiri, dengan begitu banyak luka-luka di sekujur tubuhnya itu... ia benar-benar tampak menyedihkan dan tidak tampak sedikitpun bahwa dia adalah salah satu orang terbaik dalam Badan Intelijen Negaranya...


Ya, Walaupun pada dasarnya popularitas yang ia miliki sekarang ini tidak didapatkan dengan cara yang benar-benar bersih tentunya... ia juga merupakan aparatur negara yang sering terlibat dalam kolusi dan nepotisme dalam menjalankan tugasnya...


Maka dari itu wajar saja ia tidak dapat mengalahkan Kim, bahkan untuk melukainya sedikit saja Anan tidaklah mampu...


Zero yang sebenarnya benar-benar hebat dan kuat...


"kau memang luar biasa... tak kusangka orang yang selalu melindungi Aom... uuuhhuuukk... ak.. akhirnya menjadi suaminya... perjuanganmu tidak sia-sia... tapi aku juga tidak akan menyerah beg...begitu saja... dia adalah obsesi terbesar... da... dalam hidup.. ku!" ujar Anan dengan sisa kekuatannya membuat Kim semakin menggila karena rasa cemburu butanya semakin berkobar mendengar ucapan Anan itu...


Pikiran Kim benar-benar digelapkan oleh rasa cemburunya ini... ia semakin menikmati menghajar Anan yang semakin kesakitan itu...


Hanya ada satu hal yang ada dalam pikiran Kim saat ini...


Pria yang berani mendekati Aomnya, bahkan dengan terang-terangan ingin merebut istrinya ini harus segera dilenyapkan dari muka bumi ini!


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2