His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Loyalitas


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


_______________


Aom tertawa bahagia sambil menyuapi kedua lelakinya secara bergantian...


mereka selalu berebut untuk mendapatkan suapan darinya...


"sudah habis..." ujar Aom saat semua makanan yang tadi ia bawa sudah berpindah tempat ke dalam perut kedua lelakinya ini...


"yaaahhhhh...." ucap mereka berdua


Art turun dari pangkuan Kim, ia berlari kearah meja kerja Kim...


"jangan terlalu memaksakan diri... nanti kamu bisa sakit sayang..." ucap Aom sambil mengelap bibir Kim yang sedikit kotor setelah makan siang tadi


"tidak... ini belum apa-apa... jangan khawatirkan aku... semuanya akan segera selesai..." sahut Kim sambil memegang dagu Aom dan dengan cepat mencuri ciumannya


"Kim... apa kau gila! ada anak-anak!" protes Aom dengan wajah yang memerah


"tidak apa-apa... aku akan mengajari Art cara memperlakukan wanita dengan benar..." sahut Kim terkekeh


"jangan turunkan kemesumanmu pada anak kita" ujar Aom namun Kim tampak tak memperdulikannya, ia berjalan menuju meja kerjanya dan melihat seorang laki-laki mungil itu tengah duduk layaknya boss besar di tempat duduknya itu...


"hey papa cepat selesaikan pekerjaanmu setelah itu baru boleh pulang!" perintah Art pada Kim yang berjalan kearahnya


"hahaha baiklah boss besar, aku tak berani membantahmu..." sahut Kim dan dengan cepat ia mengangkat tubuh Art dari tempat duduknya itu...


"jika kau sangat berminat maka mari kita bekerja bersama-sama, tapi ingat kau tidak akan bisa lari setelah ini..." ucap Kim penuh intonasi yang dalam disetiap katanya...


"siapa takut! Art kan anak yang pintar pa" sahutnya tak gentar sedikitpun


"hohoho itu baru anak laki-lakinya papa" ucap Kim bangga sambil memangku Art lalu ia melanjutkan pekerjaannya yang tersisa...


2 jam telah berlalu, awalnya Art sangat antusias dengan apapun yang Kim kerjakan namun setelah 1 setengah jam berlalu ia mulai mengantuk... dan tertidur bersandar di dada bidang papa Kimnya itu...


"sayang... sepertinya jagoan kecil kita sudah kelelahan... pulanglah... kasihan mereka..." ujar Kim pada Aom yang sedang membantunya membereskan berkas-berkas yang menumpuk begitu banyak di mejanya itu... sementara Tan sudah Aom tidurkan di ruang istirahat Kim yang ada di dibalik pintu di belakang meja kerjanya itu... memang tidak begitu luas seperti kamar mereka namun begitu nyaman untuk sekedar beristirahat sejenak...


"sebentar lagi sayang... setelah aku selesai merapikan ini aku akan membawa mereka pulang..." sahut Aom tetap fokus membereskan berkas-berkas itu


setelah semuanya selesai Aom menggendong Tan, sementara Kim mengangkat Art perlahan menggendongnya...

__ADS_1


"aku antar kalian pulang..." ucap Kim saat Aom mengambil tas yang tadi ia bawa kemari


"tidak usah sayang... pekerjaanmu masih sangat banyak..." sahut Aom penuh perhatian


"baiklah... tapi aku akan meminta Zee mengantar kalian pulang oke" ujar Kim


"tidak...." ucap Aom namun ucapannya langsung dipotong oleh Kim


"tidak ada penolakan" ujar Kim tegas


"baiklah..." sahut Aom menurut... senyuman manis mengembang di wajahnya melihat Kim menggendong Art dengan penuh kasih sayang...


namun tiba-tiba Kim mendekat dan membuyarkan lamunannya, ia berbisik pada Aom...


"aku merindukanmu... tunggu aku di rumah..." ucap Kim lembut dan menggoda, ia mencium telinga Aom... seketika membuat darah Aom berdesir menginginkan Kimnya...


"jangan menggodaku sayang... dasar..." sahut Aom sambil menjewer telinga Kim


"pulanglah nanti malam dan datanglah padaku jika kau memang mampu..." ujar Aom lagi sebelum dengan cepat ia berjalan keluar menjauhi Kim yang sudah menyeringai penuh arti padanya...


"nakal ya..." ucap Kim sambil berjalan menyusulnya keluar ruangannya


"huuuu... jagoan kecil kita tertidur pulas ya..." ucap Zee saat tubuh Art sudah berpindah ke gendongannya...


"antar mereka dengan selamat jangan ngebut" ujar Kim pada Zee


"oke bos siap..." sahut Zee sambil terus berjalan mengikuti Aom untuk segera pulang


"bos... manager Jeab sebentar lagi akan segera tiba... apa bos ingin langsung menemuinya nanti?" tanya salah satu staff sekertarisnya


"suruh ia langsung ke ruanganku saat ia sampai..." perintah Kim


"baik bos..." sahut staff itu sambil menganggukkan kepalanya


*****


setengah jam kemudian...


tok!tok!tok!


suara Jeab terdengar meminta izin untuk masuk ke ruangan Kim dari luar...

__ADS_1


setelah Kim memberikan izinnya akhirnya Jeab pun masuk ke dalam...


"bagaimana? sudah selesai?" tanya Kim langsung ketika Jeab sudah berjalan kearahnya


"sudah... semua persiapannya sudah beres, pengakuisisiannya sudah berhasil... kita memegang sahamnya sebesar 75% namun dipecah menjadi beberapa pemegang saham agar tak ada yang curiga... untuk pembagiannya seperti ini bos..." ujar Jeab sambil menyerahkan berkas yang ia bawa kepada Kim


"pembagiannya seperti yang tertera pada berkas itu... A 16% Q 14% S 8% T 12% F 13% dan Y 12%...." tambah Jeab lagi


"oke... besok adalah waktunya... jalankan rencana kita, besok aku ingin Hans Group minimal membeli 10% sahamnya atas nama kita... jika sudah selesai baru setelah itu alihkan semua sisa saham-saham itu menjadi satu dibawah kendali Hans Group... lakukan dengan cepat karena aku tidak mau menunda lebih lama lagi proyek-proyek baru yang datang dari kolega bisnis kita yang sangat loyal..." ujar Kim memberikan perintahnya


"oke segera aku selesaikan bos..." sahut Jeab dan ia hendak undur diri agar bisa cepat menyelesaikan pekerjaannya ini


"dan bersiaplah untuk posisi barumu.." ujar Kim lagi saat Jeab sudah berbalik hendak melangkah keluar


"posisi baru?" tanya Jeab bingung menghadap Kim


"aku akan mempercayaimu sebagai plt presdir disana saat semuanya sudah beres... dan aku tidak mau ada bantahan..." sahut Kim dengan tangannya yang fokus menandatangani beberapa dokumen penting diatas mejanya


Jeab menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya perlahan... ia tahu bagaimanapun caranya menolak tidak akan dapat mempengaruhi keputusan seorang Kim Hans yang sangat keras kepala ini...


"baiklah... baiklah..." sahut Jeab lalu melanjutkan langkahnya berjalan keluar ruangan Kim


hari sudah menjelang malam, seluruh pegawai yang memutuskan untuk tetap setia bekerja di perusahaan Hans Group walaupun terancam PHK dan tidak mendapatkan gaji sepeserpun seperti yang Kim katakan sebelumnya terlihat masih sangat sibuk bekerja... semuanya bekerja keras untuk mengembalikan stabilitas perusahaan agar tidak mengalami kebangkrutan... tanpa uang lembur dan bahkan tanpa gaji mereka masih sangat loyal kepada perusahaan...


ah tidak... lebih tepatnya kepada sosok Kim Hans yang selalu mereka hormati dan kagumi itu...


Mereka sadar karena kebaikan Kim lah keluarga mereka memiliki kehidupan yang baik... salah satu contohnya sekolah anak mereka terjamin selama anak-anak itu mematuhi peraturan sekolah yang Kim miliki, mereka hanya membayar kurang dari 50% uang sekolah yang harusnya mereka keluarkan jika bersekolah di sekolah yang lain... pendidikan yang didapatkan jauh lebih baik daripada sekolah negeri sekalipun, dan juga setelah mereka lulus akan langsung bisa melamar pekerjaan di perusahaan cabang Hans Group sesuai dengan bidang mereka masing-masing...


maka dari itu mereka yang tahu diri memilih untuk tetap setia pada Kim dalam kondisi apapun untuk membalas budi baiknya selama ini...


Kim mengamati mereka semua dari layar monitornya... ia sangat bahagia karena mengetahui masih memiliki begitu banyak orang yang setia kepadanya di dunia bisnis ini... bahkan mereka tetap bekerja sangat keras walaupun sudah tidak menerima gaji selama 2 bulan ini...


"kalian tidak akan pernah menyesal karena sudah sangat setia kepadaku..." gumam Kim


__________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2