His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Zero?


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Saat mereka sampai di dalam, apa yang mereka lihat benar-benar sesuai dengan apa yang mereka bayangkan...


Kim masuk dalam mode menbunuhnya, pikiran gelap menjadikannya pria tak memiliki belas kasihan sedikitpun...


walaupun belum menyerang dengan membabi-buta hingga membunuh lawannya, tapi Kim yang dalam keadaan seperti ini tidak akan mudah untuk dihentikan...


Mereka berdua berkelahi dengan tangan kosong, hanya dengan setengah kekuatan Kim saja, Anan sudah benar-benar kewalahan dan hampir babak belur di hajar oleh Kim...


Bahkan ketika Aom hendak menghentikannya, Kim masih tidak dapat dihentikan... Aom sampai jatuh terduduk di lantai karena tidak sengaja dihempaskan oleh tangan Kim yang berusaha ia hentikan...


Dua kata yang dapat menggambarkan situasi saat ini adalah...


Kacau Balau!


Kim Hans Suppanad marah besar!


"jangan sampai ia terluka dan melihat darahnya sendiri!" ujar Mario setengah berteriak kepada sahabat-sahabatnya itu yang seakan sudah mengerti apa yang Mario maksud dengan kata-kata itu...


"memangnya kenapa?" tanya Aom yang semakin cemas dan kalut karena situasi saat ini setelah mendengar juga apa yang Mario ucapkan tadi dengan wajah yang tampak begitu gusar saat ini...


"dia akan semakin kuat dan tak berperasaan, serta jangan berharap lawannya bisa hidup setelah melihat amukan Kim dalam mode pembunuhnya itu..." ujar Mario sambil berusaha menahan pergerakan dan emosi Kim yang sudah tak terkendali lagi bersama dengan Zee... dan meskipun mereka menahan Kim berdua, mereka masih benar-benar kewalahan...


Sementara Nan menghentikan pergerakan Anan dengan melakukan kuncian pada setiap titik kelemahannya... dan tentu tindakan ini tidak akan berefek apapun pada seorang Kim Hans, karena kekuatan bercampur dengan emosinya ini membuatnya memiliki kekuatan yang nyaris seperti monster...


"Kim... dengarkan aku sayang... jangan marah..." ujar Aom sambil memeluk tubuh Kim dengan sangat erat... namun seketika itu juga Aom mengingat sebuah bayangan tentang seseorang yang benar-benar tidak dapat dihentikan seperti Kim saat ini... orang yang selalu melindunginya dan akan benar-benar mengamuk tak kenal ampun ketika Aom terluka walaupun sedikit...


"kau berani menghajarku huh?! kau tidak tahu siapa aku?! aku salah seorang agen terbaik! aku juga adalah Zero yang selalu melindungi Aom! memangnya kau siapa?!" teriak Anan pada Kim yang menatapnya dengan sangat tajam seakan jika ia lepas dari pelukan Aom dan kekangan sahabatnya itu, maka detik itu juga Anan akan mati di tangannya...

__ADS_1


"Apa? Zero?" ujar Mario terkejut mendengar penuturan Anan yang dengan begitu lantangnya mengakui dirinya sebagai Zero...


Zero si penghancur yang selalu ada di balik layar dan dibalik topeng dan bandana hitamnya...


"kenapa? kau terkejut?! kau takut?!" tanya Anan dengan sombongnya


"hahaha... jika Zero hanya selevel dirimu, aku yakin dia akan mati saat melindungi agen Aom dari Sekwan Lee si pimpinan kapak merah yang paling kejam itu..." ujar Mario tertawa dan akhirnya melepaskan cengkraman tangannya dari Kim yang terlihat sedang tersenyum menyeringai mendengar ucapan pria itu...


"kau tenanglah Kim... memangnya apa yang dia lakukan hingga kau kehilangan akal sehatmu seperti ini?" tanya Zee yang juga melepaskan cengkramannya pada Kim setelah melihat senyuman itu muncul di wajah sahabatnya ini...


"dia berani memeluk istriku..." ujar Kim dengan tatapan nanarnya yang kembali menyala-nyala... kebencian dan rasa cemburu memenuhi otaknya lagi...


"wah... kau gila kawan... kau pantas mati..." ujar Nan yang melepaskan Anan juga


"siapa dia?" tanya Kim sambil menatap Aom dengan tatapan tajam serta ekspresi wajahnya yang begitu datar...


Aom paham betul jika Kim sudah bertanya dan menatapnya sedemikian rupa maka tidak ada pilihan lain selain menjawab semuanya dengan kejujuran jika ia tidak ingin masalah ini bertambah runyam nantinya...


"hahaha!!!" Kim tertawa sambil menutup matanya dan menengadahkan kepalanya keatas...


"ada apa dengan pria ini sebenarnya? apa dia gila!" gumam Anan kebingungan dalam hatinya...


Sementara kekacauan itu terjadi di lantai satu...


ibu Wana membawa kedua cucunya ke dalam kamar dan memerintahkan mereka untuk tetap diam di dalam apapun yang terjadi nantinya... sebuah perintah yang tak terbantahkan dari nenek mereka itu membuat kedua gadis itu hanya pasrah diam di kamar mereka ini...


Setelah memastikan kedua cucunya mematuhi perintahnya itu, ibu Wana kembali turun ke lantai 1 untuk mencoba membantu menenangkan suasana yang memanas itu...


Di dalam kamar Pim dan Ace,


"padahal aku penasaran! apa benar mantan pacar ibuku datang? untuk apa? mereka kan sudah tidak muda lagi... ada-ada saja!" gerutu Pim yang sudah sangat penasaran ingin melihat keadaan di bawah sana...

__ADS_1


"mungkin paman itu tidak bisa move on sampai sekarang Pim... cukup wajar sih... mengingat ibumu itu sangat cantik dan imut sampai sekarang kan... apalagi ayahmu... paman Kim itu paling cocok diberikan gelar hot daddy karena kharisma dan pesonanya serta ketampanannya tidak pernah memudar sedikitpun walau ia sudah mulai menua... umur 40an masih terasa seperti pria umur 20an hihihi..." ujar Ace sambil terkekeh geli pada Pim


"jangan jatuh cinta pada ayahku! aku tidak mau mempunyai ibu muda yang hanya selisih beberapa tahun denganku! hahaha" protes Pim memukul bahu Ace pelan sambil tertawa...


"tapi benar deh... kalau seandainya aku lahir jauh sebelumnya dan seumuran dengan paman Kim atau dengan paman Zee, aku pasti dengan keikhlasan penuh mau menjadi istri salah satu dari mereka... pria tampan... tapi sayangnya mereka malah menjadi ayah-ayah kita ya... hahaha" ujar Ace tertawa


"iya... paman Mario juga sangat tampan... ah... berhentilah mengajakku membayangkan hal-hal yang mustahil begini kak..." sahut Pim sambil memangku dagunya sendiri


"tapi Lee tetap tampan kan... ayooo..." goda Ace pada Pim yang langsung membuat mereka berdua terlibat dalam perang bantal yang begitu tiba-tiba saja terjadi setelah ucapan itu mengudara dari mulut manis Ace...


"sudah mengaku saja! kamu suka pada Lee kan!" ujar Ace sambil membalas setiap serangan dari bantal Pim itu dan buuughhh!


Kepalanya di hantam oleh bantal Pim itu... pendaratan yang sangat mulus dari bantal itu di kepala Ace...


"awww... awas kau ya Pim!" seru Ace pada Pim yang tertawa terbahak-bahak setelah berhasil memenangkan perang bantal melalui versi kemenangan dari sudut pandangnya sendiri...


"aku tidak akan merestui hubungan kalian berdua, jika kalian benar-benar memiliki hubungan nantinya! jangan harap aku akan membiarkan adikku itu menghabiskan sisa hidupnya bersamamu!" ujar Ace pura-pura kesal dan marah pada Pim


"Kak... jangan marah, aku tidak bermaksud begitu..." ujar Pim yang mulai khawatir jika ucapan Ace itu benar-benar dari hatinya...


"hahaha secara tidak langsung kamu sudah mengakui bahwa kamu benar-benar menyukai Lee kan!!! hahaha" sahut Ace tertawa puas karena berhasil memancing Pim mengakui perasaannya pada Lee walaupun secara tidak langsung seperti sekarang ini...


"kakak menyebalkan!" teriak Pim yang kesal karena dikerjai oleh Ace


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2