
HAPPY READING GUYS
________________________
“ Akan tetapi tuan, ada beberapa kerusakan saraf yang dialami pasien... Perlu adanya perawatan khusus dan terapi khusus selama beberapa waktu untuk menyembuhkannya, meskipun saya belum yakin 100% akan tetapi kecurigaan saya mengarah pada hilangnya respon rasa sakit pada pasien, ini dapat bersifat menguntungkan dan juga merugikan di waktu yang bersamaan... Yah... Anda tahu kan, dalam profesi anda... ” ujar dokter itu sedikit canggung ingin menyelesaikan kata-katanya,
“ Saya paham, jadi dimana putra saya bisa melakukan semua perawatan itu? Di rumah sakit ini? ” tanya Kim lagi,
“ Sayangnya tidak bisa tuan, dikarenakan alatnya sangat canggih dan mahal hingga saat ini hanya tersedia di satu rumah sakit besar di Amerika Serikat, jika tuan ingin langsung memesan perawatan di sana saya bisa membantu reservasinya agar secepatnya bisa dilakukan karena saya memiliki seorang teman yang kebetulan memang bekerja di sana ” sahut dokter itu dengan senang hati menawarkan bantuannya
“ Lakukan secepatnya, tidak peduli tentang biaya apapun dan berapapun” sahut Kim setuju tanpa peduli apapun lagi,
“ Baik tuan, baiklah... Jadi itu saja, sekarang saya akan mulai mengerjakan segalanya jadi tuan bisa mengurus urusan lainnya yang sekiranya perlu tuan selesai... ” sahut dokter itu yang nampaknya sangat ingin mengeluarkan Kim secepatnya dari ruangannya ini,
Tanpa berkata apa-apa lagi, Kim langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruang dokter bedah ini, namun ketika sampai di depan pintu ruangan itu, Kim kembali menoleh dan mengatakan
“ Selama ia disini rawat putraku dengan sempurna, jika tidak maka anda akan tahu konsekuensinya ” ujar Kim sambil menatap tajam dokter itu, karena bagaimanapun juga ini berada di Hongkong bukan Thailand dimana semua dokter terbaik bisa Kim datangkan kapan saja semaunya,
“ Te-Tentu saja tuan... Keselamatan pasien adalah prioritas kami ” sahut dokter itu terbata-bata,
Setelah melihat Kim pergi, barulah dokter bedah itu dapat bernapas dengan lega... Menghirup napas dalam-dalam seakan-akan ia benar-benar kekurangan oksigen saat ini, karena bagaimanapun juga ini adalah pertama kalinya ia berhadapan langsung dengan para mafia berbahaya yang ada di negara ini, benar-benar secara langsung bertatap muka dan merasakan bagaimana aura kejam yang orang-orang dari dunia gelap itu pancarkan saat menindas orang lain yang ada di sekitar mereka,
__ADS_1
***
Di dalam rumah,
Aom menatap surat yang di tulis oleh Kim untuk dirinya, surat itu sengaja ia letakan di atas sebuah lampu duduk yang ada di sudut ruangan. Bukan karena iseng tapi dengan sebab yang jelas, ia ingin tahu apa itu benar-benar surat asli buatan tangan suaminya atau tidak dengan sebuah metode khusus tentunya yang ia kuasai selama menjadi agen rahasia.
“ Ini memang tulisan tanganku tapi kenapa? Kenapa perlu membuat surat seperti ini jika hanya kembali ke Bangkok untuk masalah bisnis? Kamu sedang bermain dalam hal apa Kim Hans? ” gumam Aom pada dirinya sendiri seolah-olah ia bisa berbicara langsung dengan Kim,
Sebenarnya Aom sudah menyadari betapa anehnya situasi saat ini dimana ia bisa merasa sangat damai dan rileks hingga benar-benar dapat melepaskan semua beban pikiran sebesar atau sekecil apapun... Sebuah insting alamiah tentunya akan muncul karena waspada akan sesuatu hal yang berjalan terlalu sempurna, seperti sebuah ungkapan,
' suasana begitu tenang sebelum datangnya badai '
“Aku tahu kalau dalam kondisi ku ini, pilihan yang kamu buat sekarang adalah yang terbaik... Kesehatan fisik dan psikis ku tidak boleh terganggu sedikitpun aku tahu itu, tapi apakah kamu tidak bisa sekedar datang 1 minggu sekali agar aku bisa melihatmu? 1 bulan bukan waktu yang singkat untuk berpura-pura bodoh dalam permainan ini sayang... ” ujar Aom lagi di depan sebuah poto besar yang terpampang di dinding kamarnya, itu adalah foto pernikahan mereka...
Setelah kembali menyesuaikan kondisi hatinya, Aom keluar dari kamarnya... Berjalan-jalan di taman bersama mama tercinta dan tentunya dengan belasan para pengawal yang berjaga di setiap sudut dan celah yang ada untuk melindunginya dari jarak yang tidak mengganggu kenyamanannya,
Saat sampai di ujung petak kebun mawar itu, Aom tiba-tiba memperhatikan seorang pemuda yang sedang memetik bunga mawar yang telah mekar cukup lama dan akan segera gugur pada waktunya... Seorang pemuda yang cukup tampan namun baru pertama kali ia lihat ada di kebun ini, apakah dia tukang kebun baru?
“ Selamat pagi nyonya... ” sapa pria itu dengan senyum cerah yang terlihat sangat ramah bagi siapapun yang melihatnya,
“ Pagi... Kamu tukang kebun baru? ” tanya Aom karena penasaran,
__ADS_1
“ Bukan, dia bukan tukang kebun disini Aom... Dia baru saja datang bersamaku pagi ini, dia seorang anak yatim piatu ” ujar Jeab yang sudah ada di belakang Aom,
“ Waktunya pemeriksaan rutin! ” ujar Jeab lagi sambil tersenyum cerah dan mengangkat tinggi tas peralatan medisnya ketika Aom menoleh,
“ Yatim piatu? Apa kamu pergi ke panti asuhan Jeab? ” tanya Aom lagi,
“ Tidak... Ceritanya cukup panjang, ia mengalami kecelakaan lalu dirawat di rumah sakit kita lalu karena tidak ada wali jadi aku yang menjadi walinya sementara waktu, singkatnya seperti itu dan sekarang dia sudah sembuh tapi masih bersikeras untuk membalas budi untuk pertolongan itu... Akhir cerita ia disini sekarang ” sahut Jeab menceritakan dengan sangat singkat tentang pria itu,
“ Ooo begitu... ” sahut Aom mengerti gambaran kasar yg Jeab jelaskan,
“ Ayo masuk kedalam, sudah cukup jalan-jalannya sekarang aku akan memeriksa tensi dan lain-lain... ” ujar Jeab lalu merekapun masuk kedalam rumah untuk pemeriksaan rutin seperti biasanya,
Namun dari kejauhan, pria yang tadi itu menatap tajam ke arah Aom seperti orang yang baru saja menemukan target buruannya selama ini... Tatapan yang sangat dingin dan berbeda jauh dengan kesan pria ramah dan ceria yang baru saja ia tampilkan di depan orang-orang itu...
“ Jadi kamu yang bernama Aom Shusar Manaying? Ah, atau haruskah aku mengatakan bahwa namamu sekarang adalah Aom Shusar Suppanad? Setelah merebut tempat yang seharusnya dimiliki oleh ibuku, apa kamu pantas tersenyum cerah dan penuh kebahagiaan seperti itu sampai sekarang? bahkan wajahmu masih tetap secantik beberapa tahun silam ketika orang itu memperlihatkan fotomu padaku, terlihat jelas seberapa bahagianya hari-harimu setelah merebut ayahku dari ibu” gumam pria itu dalam hatinya,
“ Tidak, Tidak, kamu tidak pantas bahagia! ” gumam pria itu lagi dalam hatinya sambil mengepalkan tangannya penuh dengan kebencian,
______________________
Kasi komentar atau kesan kalian sama isi novelnya
__ADS_1
😉😁🥂