His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Deklarasi


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


______________________


Jeab hanya menunduk mendengarkan apa yang dikatakan oleh Kim...


Pernikahan yang mereka jalani memang tidaklah mulus dan hanya dilandasi oleh cinta dan tekad yang besar... Dari awal Jeab sudah menyadari semuanya namun ia dan Sara tetap nekat untuk menikah...


"Sara...Aku minta maaf padamu sekarang... Mungkin setelah ini aku akan memukul mundur bahkan akan menghancurkan bisnis keluargamu... Agar ayahmu sadar kalau Jeab bukan lah lelaki yang bisa ia remehkan sebagai pendamping hidupmu... Aku ingin ia sadar jika ia sedang melawan orang yang salah dengan egonya yang tinggi itu..." Ujar Kim panjang lebar, lalu ia berdiri dari sofa itu...


"Maaf sudah membuat suasana menjadi tidak nyaman dengan bahasan tadi... Sekarang kalian para wanita nikmatilah waktu kebersamaan kalian senyaman mungkin... Kalian semua ikut aku ke ruang kerjaku" perintah Kim pada semua sahabatnya itu


Saat sudah berada di ruang kerjanya...


"Kim kau tidak perlu melakukan ini semua untukku..." Ujar Jeab dengan pelan setelah Kim duduk di kursinya


"Tidak ada bantahan... Apa kau masih seorang pria? Kenapa tidak berani melawan?" Tanya Kim dengan tatapan tajamnya


"Aku... Aku hanya tidak mau Sara ikut tersakiti karenanya... Aku..." Ucap Jeab tanpa berani menatap mata Kim lagi


"Cinta memang bisa membuat orang jadi bodoh... Tapi jika kau lemah, kau tidak pantas memiliki cintamu itu" ucap Kim dingin


"Kau hanya punya 2 pilihan... Lakukan atau tinggalkan" ucap Kim lagi


"Nan kau tau apa yang aku bicarakan di bawah tadi, 5 menit lagi aku tunggu berkas-berkas yang perlu dipelajari untuk hal itu..." Ucap Kim dan Nan mengangguk mengerti... Ia segera menelepon bawahannya untuk menyiapkan semua data yang diperlukan...


"Zee siapkan berkas akuisisi anak-anak perusahannya terlebih dahulu... Untuk kejutannya akan aku siapkan sendiri" perintah Kim


"Baiklah segera kulakukan..." Sahutnya


"Bagaimana?" Tanya Kim lagi pada Jeab yang masih terdiam di depannya itu


"Aku...." Ucapnya menggantung


"Keluarlah, pikirkan sejenak... Tapi apapun keputusanmu nanti tidak akan mengubah keputusan yang aku ambil" ucap Kim sambil membuka laptopnya


Jeab keluar dengan penuh keraguan di wajahnya itu... Wajahnya terlihat begitu kusut saat ini...


***

__ADS_1


Keesokan harinya Kim menghadiri sebuah konferensi pers yang telah dipersiapkan untuk mengumumkan bahwa Hans Group akan memperluas sektor bisnisnya dan akan menambah anak perusahaannya sebanyak 10 cabang yang tersebar di beberapa provinsi nantinya...


Saat Kim, Zee, Nan dan Mario memasuki ruangan yang sudah dipersiapkan untuk konferensi pers itu dengan begitu cepat para wartawan mengabadikan setiap momennya karena sangat jarang sang CEO dari Hans Group dapat diliput oleh media...


"Selamat siang teman-teman media semuanya... Sesuai dengan undangan yang kalian terima tempo hari, hari ini adalah konferensi pers mengenai mega proyek yang akan dijalankan oleh Hans Group kedepannya... Untuk waktu dan tempat dipersilahkan untuk Tuan Kim Hans Suppanad..." Ujar Zee sebagai pembuka, dan dengan cepat kilatan lampu flash kamera memenuhi ruangan itu lagi


"Terima kasih saya ucapkan kepada teman-teman media semuanya yang sudah hadir di ruangan ini sekarang... Seperti yang sudah kalian ketahui Hans Group adalah salah satu perusahaan terbesar yang ada di negara ini... Bahkan kami juga merupakan eksportir terbesar saat ini... Namun saya rasa itu belum cukup mampu untuk memberikan sumbangsih yang besar untuk negara ini baik dari pajak maupun pendapatan negara... Jadi saat ini saya sudah mengambil keputusan bahwa setelah ini Hans Group akan memperluas jaringan dan sektornya di berbagai bidang... Kami juga akan membuat semakin banyak anak perusahaan agar bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi kedepannya..." Ujar Kim panjang lebar


"Jika ada pertanyaan dipersilahkan..." Ujar Zee setelah Kim selesai berbicara


"Tuan Kim Hans... Dengan berbagai sektor yang telah Hans Group jalankan sekiranya sektor apa yang akan menjadi incaran pertama Hans Group selanjutnya?" Tanya salah seorang wartawan


"Sektor incaran pertama kami adalah industri tekstil, setelah itu media dan majalah, dan yang ketiga perbankan... Karena finansial itu sektor yang sangat penting..." Sahut Kim dengan begitu berwibawa


"Lalu tuan Kim Hans, mengapa anda sangat tertarik untuk merambah ke dalam bisnis industri tekstil terlebih dahulu tuan?" Tanya wartawan yang lainnya


"Itu karena aku melihat sebuah pola memonopoli perdagangan yang dilakukan oleh perusahaan Whatcaree pada industri tekstil... Jika ada peluang pasar yang begitu besar mengapa kami tidak ikut andil didalamnya? Tentu setiap prospek pasar yang ada akan kami manfaatkan untuk kemajuan perusahaan ini..." Sahut Kim


"Secara tidak langsung berarti anda sedang mengumumkan perang pada perusahaan besar lainnya yaitu perusahaan Whatcaree tuan Kim?" Tanya seorang wartawan lagi dari ujung belakang dengan penuh antusias


"Ya... Dan aku akan mengumumkan mulai hari ini Hans Group akan bersaing di semua sektor dengan perusahaan Whatcaree..." Sahut Kim tegas


"Saya rasa itu tidak perlu anda tau tuan... Dan lebih baik anda tidak tau..." Sahut Kim dingin


"Baik sekian konferensi pers hari ini... Terima kasih atas kerjasamanya..." Ujar Zee menutup acara itu dan mengikuti Kim pergi dari sana tanpa peduli teriakan para wartawan yang masih belum puas mewawancarai mereka...


***


Keesokan harinya konferensi pers yang Kim lakukan itu menjadi headline di setiap media baik itu media elektronik maupun media cetak....


"HANS GROUP MENGEMBANGKAN SAYAPNYA KEBERBAGAI SEKTOR, PERANG DAGANG SUDAH DI DEPAN MATA"


"ADAKAH PERUSAHAAN YANG MAMPU MENANDINGI HANS GROUP SAAT INI?"


"CEO MUDA PEMIMPIN HANS GROUP MENYATAKAN PERANG DAGANG DENGAN PERUSAHAAN BESAR KOMPETITORNYA WHATCAREE GROUP"


Begitu banyak judul dari berita yang beredar hari ini... Membuat kegaduhan diberbagai pihak...


"Sial... Ini sama saja ultimatum siapapun yang berani melawan Hans Group akan hancur" ucap seorang pemimpin perusahaan pakaian

__ADS_1


"Tentu kita harus berada dibalik tuan Kim Hans jika tidak ingin jatuh terpuruk bos..." Sahut salah satu managernya


"Tentu saja... Mana ada perusahaan bodoh yang mau melawan Hans Group... Apalagi tuan Kim Hans sangat ditakuti..." Sahutnya


Sementara itu di perusahaan Whatcaree... Araya pemimpin perusahaan ini sekaligus ayah dari Sara tengah terbakar emosinya melihat berita yang tengah beredar itu...


"Bocah tengik itu berani-beraninya melakukan ini... Lihat saja nanti... Akan kubuat kau menyesal telah menyinggungku" ujarnya lalu ia memilih untuk pulang ke rumahnya siang ini....


Namun saat berada di lobby perusahaannya ia langsung diserbu para wartawan yang sudah menunggunya sedari tadi...


"Tuan Araya apa pendapat tuan dengan tantangan terbuka dari Hans Group yang sedang ramai dibicarakan?"


"Tuan tolong berikan tanggapan anda mengenai hal ini..." Cecar wartawan yang tengah mengerumuninya itu silih berganti


"Minggir kalian mengganggu bos kami..." Ucap pengawalnya berusaha menghadang para wartawan yang membludak dan haus akan informasi itu


"Baiklah saya akan memberikan tanggapan, tapi mohon kalian tenang dulu" ucap Araya menjaga wibawanya walaupun ada beberapa pertanyaan wartawan yang sedikit menjatuhkan harga dirinya


Setelah keadaan cukup tenang Araya angkat bicara...


"Mengenai tanggapan saya terhadap perang dagang yang secara langsung ditujukan perusahan Hans Group kepada perusahaan Whatcaree yang saya pimpin ini adalah itu sebuah arogansi yang terlalu besar... Terlihat jelas bahwa tuan Kim Hans masih terlalu muda untuk memimpin perusahaan besar peninggalan ayahnya itu... Aku hanya bisa memberikan nasihat agar ia tidak terlalu sombong kedepannya..." Sahutnya dengan bangga


"Tapi apa yang diucapkan tuan muda Kim Hans tidak pernah omong kosong selama ini tuan... Bagaimana tanggapan anda soal itu?" Tanya para wartawan itu lagi


"Jadi anda pikir saya akan kalah melawan anak kecil itu dalam persaingan pasar?" Tanya Araya dengan nada sedikit meninggi


"Jika dilihat dari laju peningkatan perusahaan Hans Group dibawah pimpinan tuan muda itu tidak ada catatan buruk tuan" sahut beberapa wartawan yang mengerumuni Araya


"Saya tidak akan kalah oleh anak sekecil itu..." Sahutnya dan buru-buru pergi agar tak terpancing emosi di depan media


"Jadi apa anda pikir anak muda tidak bisa mengalahkan para orang tua dibidang bisnis tuan?" Tanya seorang wartawan yang semakin memanaskan suasana namun Araya tidak menanggapinya dan segera masuk ke dalam mobilnya


_____________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya 🙏


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2