
Udah episode 51 aja nih guys, gimana menurut kalian?
ceritanya menarik gak? seru? atau biasa aja? hehehe maaf author masih kurang pro jadi penulis yang baik....
semoga tetep bisa menghibur 🙏
_________________________
Hari-hari yang dilalui oleh Aom terasa nyaman dan menyenangkan setiap pagi, siang dan sore.... tapi setiap hari, setiap malam hari datang, rasa rindu kepada suaminya, kepada pria tampan yang telah menguasai hatinya selama ini... rasa rindu itu selalu memenuhi hatinya... rasa rindu yang begitu menyesakkan, rasa rindu yang selalu menyiksanya... rasa rindu yang selalu menguras air matanya.... namun demi putra mereka Aom tetap bertahan, tetap menjaga senyumannya di depan anaknya...
*****
Hari ini pagi yang cerah sekali di tanggal 24 Agustus, sebuah mobil tiba-tiba menerobos masuk ke markas pelabuhan SDG...
untuk pertama kalinya ada orang yang begitu beraninya menantang SDG dengan terbuka seperti ini...
"siapa yang berani-beraninya menantang SDG secara terbuka begini?! jangan harap bisa keluar dari sini dengan selamat..." geram Mario
Semua anak buah SDG menjadi sangat siaga dan mengambil semua senjatanya untuk bersiap melawan penyusup itu...
"Semuanya kepung mobil itu! Jangan biarkan dia lolos!" Teriak Mario yang tengah berada diatas dok kapal itu...
Pergerakan mobil itu luar biasa lincah menghindari setiap tembakan yang mengarah padanya...
Lalu dengan cepat mobil itu bermanuver keras di depan pintu masuk markar itu...
Semua penjaga berlari dan mengepung mobil itu dan menodongkan senjata kearah mobil itu...
~
Sementara itu di rumah utama, Zee Nan Jeab dan Jay sedang bermain bersama dengan jagoan kecil yang sangat ceria itu...
Ini menjadi rutinitas pagi mereka sebelum mulai bekerja...
Lalu tiba-tiba saja hp Jay berdering lalu ia melihatnya...
Telepon dari Mario
"Kenapa Mario menelepon pagi-pagi begini.." ucapnya lalu dengan cepat mengangkat teleponnya...
"Apa kau bilang? Ada penyusup menerobos ke pelabuhan?!" Ujar Jay terkejut... Begitu pula dengan yang lainnya yang mendengarnya
"Siapa yang berani menerobos penjagaan di markas pelabuhan?! Berani sekali dia mengantarkan nyawa!" Ujar Zee geram
"Ayo kita segera kesana, ini tidak bisa dibiarkan!" ujar Jeab dan Nan
"Tidak, kamu harus tetap menjaga Aom dan Art disini Jeab... Biar kami yang menangani ini" ujar Jay langsung pergi bersama Zee dan Nan...
Aom terlihat sangat cemas, dan memangku anak kesayangannya itu...
"Ma...." Ucap Art sambil tertawa riang...
"Hoiih tampannya... Kenapa kamu tertawa sayang?" Ujar Aom kepada anaknya itu sambil mengangkatnya tinggi-tinggi membuatnya semakin tertawa gembira...
Jeab mengeluarkan pistolnya untuk bersiaga...
"Jeab, bisa tolong masukkan itu? Nanti Art mengira itu mainannya..." Ujar Aom kepada Jeab yang terlihat cemas
__ADS_1
"Baiklah Aom... Aku akan berjaga di depan saja..." Ujarnya
"Ada apa ini?... Kenapa perasaanku tidak tenang... Nak.. apa kamu merasakan sesuatu yang aneh juga?" Tanya Aom kepada anaknya untuk mengalihkan perhatiannya...
"Mama.... Aku sayang.." sahut Art dengan penuh semangat
"Hahaha... Kamu lucu sekali sayang..." Ujar Aom lalu memeluk anaknya
Kembali ke pelabuhan....
Mobil itu bermanuver kearah mereka yang mengepungnya... Mario berlari turun sambil memegang erat senapan mesinnya...
"Turun kau! Siapa yang berani-beraninya menerobos masuk kesini?! Mau cari mati huh?" Bentaknya kepada si pengemudi mobil itu dan penumpangnya...
Karena kaca mobil itu sangat hitam,
Mario hanya bisa melihat siluet dua orang pria yang ada di dalam sana...
Dan pria yang mengemudikan mobil itu tersenyum lebar kepadanya...
Ia semakin merasa geram melihat senyuman yang ia anggap begitu meremehkan itu...
karena merasa orang itu sedang meremehkannya setelah berhasil menerobos masuk dan tersenyum begitu bangga seperti itu...
"Cepat keluar! Jika tidak akan ku bunuh kau sekarang juga!" Ancam Mario
Pengemudi mobil itu membuka pintunya dan memperlihatkan dirinya...
Ia menggunakan topi dan kacamata hitam, rambutnya bisa terbilang panjang untuk ukuran rambut seorang laki-laki, dan samar-samar rambut tipis juga terlihat menghiasi dagunya, bekas kumis yang sudah dikuris bersih...
suara khasnya...
Meskipun Mario dan anak buah sudah tak mendengar suara ini lagi selama bertahun-tahun lamanya, tapi mereka masih sangat mengenalinya...
Mereka menurunkan senjata mereka dan berlutut dihadapan pria itu dan meminta maaf atas kelancangan mereka...
Pria itu melepaskan kacamata dan topinya, ada bekas luka di dahinya yang samar-samar masih terlihat...
Mario meneteskan air matanya dan langsung memeluk tubuh pria yang berdiri di depannya itu...
"Sejak kapan kau berubah menjadi cengeng seperti ini kawan?" Godanya kepada Mario yang memeluknya sangat erat dengan air mata yang tak bisa ia tahan lagi...
"Kau selamat... Kau kembali! Astaga ini keajaiban Tuhan..." Seru Mario sambil menyeka air matanya, pria itu tersenyum dan membalas pelukan sahabatnya ini... Ia juga sangat merindukan sahabat-sahabatnya dan semua orang terdekatnya...
"Ayo kita masuk, dan jangan satupun dari kalian yang membocorkan rahasia kepulanganku ini... Aku ingin melihat apakah ada yang berani mendekati SDG setelah aku menghilangkan selama ini..." Ujar Kim dan dipatuhi oleh semuanya
Ya! dia adalah Kim Hans.... pria tangguh yang selama ini telah menghilang, yang membuat semua orang frustasi mencarinya selama bertahun-tahun... akhirnya ia kembali dengan selamat...
betapa ajaibnya takdir dari pria ini...
sudah dua kali ia menghadapi kejadian yang hampir merenggut nyawanya, tapi tuhan masih memberikannya kesempatan untuk hidup, yang rata-rata orang biasa pasti sudah mati dengan sangat mudah...
"Dan kamu petjah ikuti mereka dan ganti pakaianmu sekarang... Beberapa orang anak buahku juga akan menjemput istri dan anakmu di pulau itu... Kau tenang saja... kalian akan tinggal disini bersama kami semua..." ujar Kim kepada pria yang bernama petjah yang datang bersama dengannya kesini...
"Apa kabar kalian selama aku tidak ada disini? Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Kim basa-basi dengan Mario
"Yang benar saja! Bagaimana bisa kami baik-baik saja tanpa tau kepastian dari kondisimu? Kami selalu cemas... Setiap hari berharap bisa menemukanmu kawan..." sahut Mario
__ADS_1
"Hahaha santai saja kawan" ujar Kim yang duduk di balik kursi kerjanya membelakangi meja kerjanya itu...
Tak lama pintu ruangan itu terbuka...
Nan, Zee, dan Jay datang dengan nafas yang memburu karena berlari saking paniknya mendapatkan kabar bahwa markas ini diserang...
mereka juga melihat beberapa selongsong peluru bertebaran di areal parkiran...
"Mana orang yang berani menerobos masuk kesini?! Biar aku habisi!" Ujar Nan, sementara Zee dan Jay fokus menatap sekitar
"Dia sudah menguasai markas ini... Sudahlah, kita menyerah saja... Aku tidak mampu melawannya lagi..." Ujar Mario dengan wajah yang terlihat sangat menyesal
"Yang benar saja Mario! Tidak akan! Selamanya aku tidak akan pernah tunduk kepada siapapun selain Kim Hans!" Bentak mereka bertiga begitu kompak
"Dia duduk di balik kursi itu setelah berhasil menguasai markas ini" ujar Mario menunjuk kursi kerja Kim itu
"Kalian bersemangat sekali ingin menembak ku ya? Yakin?" Tanya Kim sambil memutar kursinya menghadap ke para sahabatnya itu
"Kim Hans!" Teriak Zee dan Nan
"Bos!" Teriak Jirayu mereka terkejut dan menjatuhkan pistol mereka...
"Apa aku berhalusinasi?! Awww sakit" gumam Nan sambil mencubit dirinya sendiri
"Kau benar-benar Kim kami?" Ujarnya lalu lari memeluk Kim...
Zee dan Nan memeluk Kim dengan sangat erat...
Sementara Jirayu hanya memandangi mereka dengan wajah penuh rasa syukur karena bosnya telah kembali...
"Kemarilah Jay... Peluk aku juga jika kau mau" ujar Kim membuat Jirayu semakin tak bisa menahan air mata harunya dan ia pun memberanikan diri untuk ikut memeluk bos besarnya itu...
"Aku tinggal sebentar saja kalian sudah secengeng ini.." ledek Kim sambil terkekeh pelan
"Jay... Mulai sekarang tidak perlu sungkan padaku... Panggil saja aku Kim, disaat teman-temanku ini juga memanggilku dengan namaku saja, bukan sebagai bos mereka... Kau juga sahabatku, aku bisa mempercayaimu... tapi tetap di situasi-situasi tertentu kau harus tetap memanggilku bos..." Ujar Kim dan tersenyum kepada mereka semua
"Pembangunan sekolah dan rumah sakit itu sudah sesuai dengan harapanku.. kerja bagus Ji..." Ujar Kim
"Oo iya sekarang kau sudah menjadi salah satu orang kepercayaanku jadi nama panggilanmu juga akan berubah... Ji... itulah code name barumu sekarang" ujar Kim
"Terima kasih tuan Kim.." ujarnya sambil membungkukkan badannya memberi hormat kepada Kim
"Oo iya... Kau harus cepat pulang Kim... Aom pasti akan sangat senang... dia sangat amat merindukanmu.." ujar Nan
"Tidak Nan... Aku tidak akan pulang... Dan jangan ada satupun dari kalian yang memberitahukan kepadanya bahwa aku telah kembali" ujar Kim dingin
"Tapi Kim..." Ujar nan terpotong karena Kim
"Tidak ada tapi-tapian... aku bilang tidak ya tidak" perintah Kim tegas
"Baiklah..." Sahut Nan kecewa, mereka semua saling pandang lalu menggeleng bersamaan...
____________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...
__ADS_1