His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Apa Yang Harus Dikatakan


__ADS_3

Happy Reading Guys


_____________________


Setelah melakukan pengecekan secara menyeluruh, akhirnya Kim diizinkan untuk keluar dari rumah sakit.


Senyum cerah Kim terus terlihat di wajahnya ketika ia menggendong bayi-bayinya secara bergantian, wajah mungil bayi-bayi itu terlihat sangat menggemaskan bagi siapapun yang melihatnya. Senyuman Kim berubah semakin lembut ketika ia menatap mata bayi laki-lakinya yang hampir menghembuskan napas terakhirnya di ruang operasi itu, sorot matanya terlihat cukup berbeda dengan 2 saudara kembarnya. Tatapan matanya yang sebening kristal seperti mampu menembus hati setiap orang yang menatapnya, sungguh menawan dan tak terhindarkan.


“Apa yang 'orang itu' ambil sebagai ganti kehidupan keduamu nak?” gumam Kim dalam hatinya sambil mengecup kening bayi mungilnya itu,


“Ayo kita pulang ke rumah sayang” ujar Aom sambil tersenyum bahagia melihat Kim penuh kasih sayang pada bayi-bayi mereka berdua, meskipun sedikit canggung rasanya untuk memiliki bayi lagi di usia ini, tapi semua itu terlampaui oleh kebahagiaan yang menyelimuti seluruh tubuhnya saat ini,


***


Di rumah, mereka semua disambut oleh semua orang dengan senyum lebar di wajah mereka semua menyambut anggota inti baru keluarga besar SDG. Mario, Nan, Zee dan yang lainnya berebut untuk menggendong bayi kembar yang sangat mungil dari Kim dan Aom, semuanya seolah kompak meninggalkan pekerjaannya untuk menyambut kedatangan bayi-bayi ini.


Perhatian Kim tiba-tiba teralihkan oleh Hito yang berdiri di ambang pintu seolah-olah ia tidak mau menginjakkan kakinya ke dalam mansion megah ini, Kim kembali teringat masalah yang belum terselesaika menyangkut masalah anak ini. Kebenaran bahwa ia adalah anaknya dengan Kao sudah dibuktikan dengan tes DNA, akan tetapi bagaimana ia bisa muncul dan apa tujuannya kembali ke sisi Kim masih belum jelas, dan apakah mungkin ada orang atau suatu organisasi yang dicuci otak untuk digunakan menjadi mata-mata dalam SDG. Hal ini membuat Kim tidak nyaman, karena dengan ia menjadi ayah biologisnya maka anak ini akan menjadi salah satu kelemahannya juga dalam beberapa hal.


“Sekarang aku benar-benar harus fokus mencari tahu bagaimana dia bisa ada dan apa tujuannya datang kembali... Dia bisa saja menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi Aom dan anak-anakku jika pemahamannya tentang masa lalu berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya” gumam Kim dalam hatinya.


“Apa kau sudah memutuskan nama untuk ketiga anak kembarmu ini Kim?” tanya Mario yang langsung membuyarkan lamunan Kim tadi,

__ADS_1


“Aku belum menentukan mana yang akan aku pilih, karena mereka harus memiliki nama yang spesial seperti kehadiran mereka ke dunia ini yang sangat spesial untukku dan juga istriku” sahut Kim


“Bagaimana kalau Hitshuna, Hitshuma, Hitshuno ayah? itu terdengar keren untuk ketiga adikku ini” ujar Tan dengan penuh antusiasme yang terpancar dari matanya,


“Jangan asal membuat nama untuk adik, kau ini ya” ujar Art sambil menjitak kepala Tan pelan


“Lalu menurut kakak nama seperti apa yang bagus?” tanya Tan sambil mengernyitkan keningnya


“Itu hak ayah dan ibu, jangan ikut campur” sahut Art sambil tersenyum, lalu tiba-tiba Pim berteriak riang


“Michael, Michaela dan Michaelo! itu pasti terdengar bagus untuk mereka bertiga” ujar Pim antusias yang membuat semuanya tertawa mendengarnya,


“Kenapa kalian tertawa?” tanya Pim sambil cemberut,


“Sudah jangan bahas lagi, kami akan ke kamar jadi kalian kembali lah” ujar Kim pada mereka semua, setelah semua orang kembali Hanya Art, Tan dan Pim yang ikut menemani adik mereka ke kamar orang tua mereka,


Aom tidak mau menggunakan kamar bayi terpisah dari kamar tidur mereka karena ia sangat bersikap protektif terhadap semua anaknya, ia juga tidak mau menggunakan jasa perawat bayi karena tidak mau dan tidak yakin orang lain akan merawat bayinya sebaik ia merawat mereka semua. Meskipun ia sekarang memiliki 3 bayi kembar, pola pikirnya masih sama.


Setelah ketiga bayinya tertidur lelap dan ketiga anaknya juga sudah kembali ke kamar mereka masing-masing, Kim memeluk pinggang Aom dari belakang setelah Aom menyelimuti bayinya.


“Kenapa? ayahnya sekarang juga mau ditidurkan dan dinyanyikan lagu pengantar tidur juga?” ledek Aom pada Kim yang memeluknya dari belakang, namun tidak ada jawaban dari pria tampan itu,

__ADS_1


“Kenapa?” tanya Aom lagi,


“Kamu... Apa kamu jadi ingin mengunjungi Kao di pusaranya?” tanya Kim sambil masih memeluk Aom dari belakang,


“Ah, ya... Aku baru ingat, Ayo besok kita kesana” sahut Aom dengan cepat


Keheningan terjadi beberapa saat, lalu Aom memegang tangan Kim yang memeluknya. Aom memutar tubuhnya hingga sekarang mereka saling berhadapan, Aom menarik tangan Kim dan menaruhnya di pipinya sebelum ia bertanya padanya.


“Kamu merindukannya?” tanya Aom sambil menatap mata Kim,


“Sepertinya ya... Apa kamu cemburu?” tanya Kim sambil mengelus pipi Aom pelan,


“Aku tidak bisa mendefinisikan bagaimana rasa cemburu jika wanitanya adalah Kao... Dia... Dia sangat berharga bagiku” sahut Aom sedikit terdengar ambigu,


“Dia sudah menjadi salah 1 dari wanitaku, aku mencintai dan menyayanginya seperti adikku sendiri, tapi setelah terpaksa berpisah denganmu dan juga terpaksa untuk menikah dengannya untuk urusan bisnis keluarga, aku mulai mencoba mencintainya karena aku tahu dia sangat mencintaiku dan aku tidak bisa melihatnya terluka karena cinta yang tak berbalas... Jadi suatu malam kami bersama dan berbagi malam yang panjang, aku mencoba yang terbaik untuk membuatnya merasakan cinta yang ia inginkan... Dan setelahnya... Dia memiliki janin yang berusia beberapa Minggu saat di cek...” ujar Kim, tangannya bergerak dari pipi Aom turun hingga ke bahunya dan memegang kedua bahu Aom dengan cukup erat seolah ia takut Aom akan lari darinya,


Aom hanya termenung mendengar apa yang Kim katakan, ia tidak bisa mendefinisikan perasaannya sekarang... Semuanya terasa samar, jika dibilang ia akan cemburu pada Kao, itu juga tidak terasa seperti cemburu... Karena Aom tahu dari semasa sekolah dulu Kao memang sangat menyukai dan jatuh cinta hanya pada seorang senior bernama Kim yang kini juga menjadi suami dan ayah dari anak-anaknya ini...


Aom merasakan kebingungan lagi ketika masalah ini di ungkit karena siapa yang bisa menyalahkan atau membenarkan yang mana... Ia yang merebut Kim dari Kao, atau Kao yang merebut Kim darinya karena masa lalu yang terlalu rumit diantara mereka bertiga... Belum lagi kepingan memori yang hilang dari ingatannya di masa-masa awal ia menjadi agen rahasia dulu tidak dapat ia ingat sepenuhnya lagi...


Melihat Aom terpaku, Kim mengecup bibirnya pelan. Lalu ia menatap mata Aom dengan intens sebelum melanjutkan perkataannya lagi... Ia sebenarnya sangat tidak ingin membahas masa lalu yang sudah berlalu karena lebih baik meninggalkan yang telah berlalu dan melanjutkan masa depan... Akan tetapi keadaan memaksanya untuk kembali menggali masa lalu sedalam yang ia bisa meski sesakit apapun itu rasanya...

__ADS_1


_____________________


See You Tomorrow


__ADS_2