His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Caution!


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Kim!!! berhenti bermain-main! bagaimana kalau kita jatuh!" teriak Aom sambil memukul-mukul bahu Kim menyuruhnya berhenti...


"aku bahkan tidak akan jatuh jika aku berjalan mundur seperti ini sayang... hahaha" ujar Kim dengan bangganya berjalan turun disana, ia tertawa puas karena Aom terus memukulinya karena merasa khawatir...


"Dasar menyebalkan! kau pikir itu semua lucu!" teriak Aom kesal karena kelakuan suaminya itu...


Aom berjalan dengan cepat meninggalkan Kim begitu saja disana... lalu tidak lama setelahnya Kim sudah mengejar sambil membujuk istrinya yang sedang kesal itu...


Pada dasarnya, momen inilah yang paling Kim sukai karena ia bisa terus berusaha untuk membujuk istrinya yang sedang kesal karena ulahnya... membuatnya tersenyum lagi adalah poin pentingnya, sehingga hubungan mereka tidak akan pernah membosankan sampai kapanpun...


Dengan Terbiasa Menghadapi Pertengkaran Kecil Yang Sangat Sepele, Bisa Menghindarkan Terjadinya Pertengkaran Besar Yang Mungkin Bisa Terjadi Nantinya...


Sebuah moto yang tidak masuk akal dan entah darimana asalnya itu Kim percayai...


sebuah kekonyolan yang hakiki...


"sayang... kenapa cemberut begitu? lihat apa yang aku bawa untukmu sekarang..." ujar Kim dari samping Aom, tetap mensejajarkan langkah kaki mereka berdua sambil memberikan setangkai bunga yang baru saja Kim petik entah dari mana...


Aom meliriknya sekilas, melihat bunga itu dan senyuman suaminya yang terlihat begitu manis mencoba untuk membujuknya saat ini...


"dasar perusak lingkungan!" sahut Aom sambil memalingkan wajahnya lagi...


"hey, aku hanya memetik sebuah bunga sayang... bukan membuat gundul berhektar-hektar lahan hutan!" protes Kim karena di ia sangat tidak suka dengan kata perusak lingkungan dalam hal apapun itu...


"hanya... kau menggunakan kata hanya, yang sering berarti menyepelekan sesuatu! tidakkah dirimu sadar bahwa setiap pohon dan tanaman yang tumbuh itu berasal dari bunga ini? bunga inilah yang mengalami penyerbukan dan menghasilkan bibit-bibit pohon dan tanaman muda yang baru... dan kamu bilang itu hanya?! huh!" ujar Aom menyudutkan suaminya itu...


"huh! ternyata ungkapan bahwa perempuan itu selalu benar dan selalu menang benar-benar nyata ya... ya, ya, ya..." ujar Kim seolah-olah ia sudah pasrah...


Aom diam-diam tersenyum, tingkah laku Kim yang selalu berpura-pura bodoh untuk menghiburnya ini selalu ampuh untuknya...


Jika menurut Kim, Aom adalah endorfinnya...


maka Kim adalah hormon serotonin bagi Aom, karena bagaimanapun juga Kim selalu berhasil membuat Aom merasa bahagia dengan semua hal yang ia lakukan, kecuali saat Kim pergi darinya, entah untuk waktu yang singkat ataupun dalam jangka waktu yang cukup lama...


"baiklah... jika masih tidak bisa membujukmu maka aku akan memaksamu sayang... kemarilah..." ujar Kim yang dengan cepat dan sangat mudahnya menggendong Aom ala bridal style menuju kuil itu...


"hahaha! turunkan aku sayang! jangan nembuatku malu dengan menggendongku seperti ini!" seru Aom sambil tertawa

__ADS_1


"tidak mau..." ujar Kim tersenyum simpul seperti seorang anak laki-laki yang sedang keras kepala pada sesuatu yang ia mau...


"sayang... turunkan aku..." pinta Aom dengan lembut... tapi tetap tidak berhasil membuat Kim mau menurunkannya...


Cuppp!


Cuppp!


Cuppp!


3 kali ciuman kecil itu mendarat di pipi kiri Kim, membuat Kim tersenyum simpul...


"lagi..." ujar Kim dengan senyuman tanpa dosanya pada Aom...


"hahaha! ya, tapi turunkan aku dulu sayang..." sahut Aom bernegosiasi dengan suaminya ini...


"iya atau tidak sama sekali..." ujar Kim sambil menahan tawanya


Cuppp!


Cuppp!


Cuppp!


"lagi..." perintah Kim


"hei! ini tidak sesuai kesepakatan!" protes Aom


Kim langsung mencium bibir Aom setelah sebuah protes itu mengudara...


"siapa bilang ini kesepakatan sayang? ini adalah pemerasan! pemerasan cintaku untukmu hahaha" sahut Kim tertawa bahagia lalu menurunkan Aom di depan gerbang sebuah kuil yang paling terkenal di Thailand ini...


"dulu aku selalu datang dan berdoa di kuil ini setiap aku mengunjungi ibu di Pattaya... kuil yang megah dan juga sangat dihormati ini menjadi saksi dari sumpahku untuk selalu melindungimu selama aku masih hidup..." ujar Kim pada Aom sambil menatap bagian dalam kuil itu...


"hey! kalian lama sekali!" teriak Nan yang sudah melihat kedatangan mereka berdua...


"maka saat ini aku juga ingin bersumpah untuk melakukan hal yang sama padamu seumur hidupku sayang..." sahut Aom sambil tersenyum manis pada Kim


"tidak... tidak boleh dan tidak akan pernah aku izinkan diri melakukan itu!" tegas Kim pada Aom


"aku mau dan kamu tidak akan pernah bisa melarangku!" sahut Aom tidak mau kalah...

__ADS_1


"aku menjadi Zero untuk memastikan dirimu aman, jadi sampai kapanpun aku tidak akan pernah membiarkan kamu mempertaruh keselamatanmu demi melindungiku!" ujar Kim tetap bersikeras melarang Aom melakukan sumpah yang bisa membahayakan dirinya sendiri nantinya...


"aku tidak mau bicara denganmu sekarang... percuma saja jika 2 orang yang keras kepala terus berbicara tanpa titik temu seperti ini..." ujar Aom berjalan menuju para sahabat wanitanya itu... semua istri berkumpul dan mengobrol dengan begitu asiknya...


Entah apa saja yang mereka obrolkan hingga seseru itu sambil menunggu upacara di kuil dilangsungkan...


Ketika semua sudah siap, mereka semua ikut berdoa di kuil itu hingga pada saat ponsel Zee berdering karena dihubungi oleh Ji...


"Hallo, ada apa Ji?" bisik Zee setelah sambungan telepon mereka berdua terhubung...


"ada masalah disini Zee! tiba-tiba badan intelijen negara ingin melakukan pemeriksaan di seluruh kawasan properti bos Kim..." ujar Ji dengan terburu-buru...


"apa?! atas alasan apa?" tanya Zee setengah berbisik karena terkejut, sehingga memancing perhatian dari Mario dan Nan yang duduk disampingnya...


"mereka membawa surat perintah atas tuduhan kekerasan terhadap seorang pejabat dari badan intelijen..." sahut Ji


"jadi mereka mencoba mencari bukti atas tuduhan yang mereka arahkan pada Kim itu?" tanya Zee sambil berdiri dan keluar dari dalam kuil itu ketika pemujaan sudah selesai dilakukan...


Zee berbicara dengan sangat hati-hati untuk mengantisipasi adanya penyadapan dari ponsel mereka berdua...


"Ji 34..." ujar Zee membicarakan kode yang berarti jangan berbicara to the point...


"ya... semuanya akan dilakukan..." sahut Ji yang sudah paham dengan apa yang ingin Zee sampaikan...


"Saat menghitam, kemungkinan genangan merah... UV mungkin melihatnya, jika ia maka harus ada kembang api yang dinyalakan..." ujar Zee menggunakan perumpamaan disetiap katanya... sehingga hanya mereka saja yang bisa memahami maksud dari pembicaraan mereka itu...


"oke, setelah ini aku hubungi lagi" sahut Ji lalu mematikan sambungan telepon mereka...


"ada apa?" tanya Mario dan Nan yang sudah mengikuti Zee keluar kuil...


"Nan coba periksa sambungan telepon Ji dan diriku tadi... apakah ada indikasi penyadapan atau tidak... Mario minta Jeab mengajak semua wanita pulang ke rumah ibu... setelah itu baru kita bicarakan hal ini dengan Kim..." ujar Zee dengan penuh keseriusan di wajahnya...


Mario dan Nan mengangguk setuju dan segera mengikuti apa yang Zee katakan tadi...


mereka sudah saling paham bahwa ini adalah sebuah ancaman khusus yang memang sudah disetting sedemikian rupa untuk mengancam bos besarnya ini...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2