
Ada beberapa adegan kekerasan yang sengaja disamarkan agar tetap memberikan kenyamanan bagi reader untuk membacanya...
vote karya author ya kalo menurut kalian ini bagus 💕
HAPPY READING GUYS
__________________
Baku tembak antara para penyerang itu dengan Kim dan anak buahnya berlangsung sengit...
jika dibandingkan dengan jumlah orang tentu Kim dan anak buahnya kalah jumlah untuk melawan... tapi skill yang mereka punya jauh di atas rata-rata dari para penyerang yang kemungkinan kebanyakan adalah pengawal pribadi itu...
Zee mengeluarkan ponselnya dan mengirim titik koordinat lokasi mereka pada Jirayu setelah terkirim ia langsung meneleponnya...
"hallo ada apa Zee?" tanya Jirayu dari seberang telepon
"Ji cepat datang kemari dan bawa anak buah terbaik kita... aku sudah mengirimkan lokasinya kepadamu, cepatlah!" ujar Zee sambil beberapa kali membalas tembakan musuh mereka itu
"Roger!" sahut Jirayu dan langsung memutuskan sambungan teleponnya, lalu ia menekan bel dan semua anak buahnya yang ada di dermaga berkumpul dengan sangat cepat diatas dek kapal tanker markas mereka itu
"Regu A cepat siapkan senjata kalian dan ikuti aku menuju lokasi yang telah aku kirimkan lewat chat group itu, situasi genting cepat laksanakan!" ujar Jirayu tegas dan regu A langsung dengan sigap bubar mempersiapkan diri mereka secepat mungkin...
"lalu sisanya masuk dalam mode siaga! kabari setiap anggota yang ada di wilayah Nonthaburi dan Khlong San untuk secepatnya menyerbu ke titik lokasi yang telah dibagikan, tuan Kim Hans kita telah diserang! tidak ada ampun bagi mereka!" ujar Jirayu tegas dan berapi-api
"tiada ampun bagi mereka! lenyapkan!" seru para anggota SDG itu
"bubar, lakukan sesuai perintah" ujar Jirayu sebelum ia bergegas menuju mobil dan berangkat menuju lokasi Kim dan yang lainnya diserang
***
"Kim sepertinya mereka adalah bawahan dari salah satu menteri, apa kita harus berhati-hati melenyapkan mereka?" tanya Mario setelah berada di dekat Kim yang tengah berlindung di balik mobil sambil sesekali membalas tembakan mereka...
"lenyapkan siapapun yang berani bermain-main dengan kita! tidak peduli dia siapa, tiada ampun!" ujar Kim tegas dan langsung membuat Mario penuh semangat
"kalian dengar?! habisi mereka tanpa ampun!" seru Mario pada semua anak buah mereka itu
"Roger!" sahut mereka semangat
setelah cukup lama akhirnya 20an orang yang menyerang mereka dapat dilumpuhkan, Kim, Mario dan Zee berusaha mengintrogasi mereka agar dapat mengetahui siapa dalang dari penyerangan ini...
namun belum sempat orang-orang itu buka mulut, mobil sedan hitam muncul dari kejauhan dan berhenti di dekat mereka...
seseorang turun dari sana setelah anak buahnya membukakan pintunya...
"menteri pertahanan..." gumam Kim
"wah-wah-wah.... tuan Kim Hans ini hebat sekali ya... dapat mengalahkan para pengawalku dengan jumlah orang yang seharusnya kalah jauh" ujar sang menteri itu
"apa yang kau mau dengan mencoba mencelakaiku?" tanya Kim datar dengan tatapan dinginnya
"hohoho... dimana letak sopan santunmu yang tadi kau tunjukkan di depan yang mulia raja? apa itu semua hanya pura-pura mafia?" sahutnya dengan nada setengah mengejek
"memangnya kau raja? untuk apa aku menghormati orang kelas rendahan seperti dirimu?" ujar Kim meremehkannya
"kau bedebah! kau pikir dirimu itu layak untuk berada di sekitar yang mulia? tidak akan aku biarkan!" ujarnya sedikit emosi
"hahaha!!! kau pikir dirimu itu siapa Achara? kau hanya menteri bukan sang raja atau perdana menteri negeri ini! aku tak akan segan-segan melenyapkanmu jika kau bertingkah lagi..." ujar Kim dengan tawanya yang terdengar begitu mengintimidasi orang-orang di sekitarnya
__ADS_1
"tidak mungkin dia akan berani membunuhku kan? aku adalah menteri pertahanan negeri ini... aku membawahi para tentara dan polisi..." batin Achara mulai resah
"kau jauhi yang mulia maka aku akan mengampuni nyawamu!" bentak Achara
Dooor!!!Dooor!!!Dooor!!!
suara tembakan tak terduga itu melumpuhkan 3 orang pengawal menteri Achara itu... sorot mata tak terima terlihat jelas di mata anak buah Kim itu, mereka tidak terima jika bos besarnya yaitu seorang Kim Hans direndahkan oleh sang menteri itu...
"aku bisa membunuhmu menteri sialan! kau pikir tuan Kim akan mengotori tangannya dengan membunuh sampah masyarakat yang menyalah gunakan kekuasaannya sepertimu?" seru salah seorang anak buah Kim itu sambil mengacungkan pistolnya
"what the f*ck! kesetian macam apa ini!" gerutu Achara
"kau punya dua pilihan sekarang... mati disini dan menghilang tanpa jejak, atau menyerahkan diri pada yang mulia besok dan mengakui semua perbuatan kotormu... aku tau kau sangat takut kehilangan kekuasaanmu ini, kau juga takut tidak dapat melakukan korupsi uang negara lagi bukan?" ujar Kim dengan tatapan tajamnya
"dia tau apa yang telah aku lakukan?" batin Achara
"mati saja kau kep*rat!!!" serunya lagi dan dengan cepat mengeluarkan pistolnya dan menembakkan pelurunya secara membabi-buta
"Kim! awas!" teriak Mario dan langsung mendorong Kim saat sebuah peluru mengarah kepadanya...
namun sialnya saat ia berhasil menyelamatkan Kim dari peluru itu, kakinya yang berpijak tepat diatas aspal yang dipenuhi oli mobil yang bocor itu membuatnya limbung dan terjatuh...
kepalanya membentur ujung besi bagian belakang mobil cukup keras... kepalanya terluka dan mengalirkan darah segar di dahinya itu...
"sepertinya berbaik hati itu tidak cocok untukku terapkan pada orang sepertimu bajing*n!" bentak Kim dan langsung mengarahkan senjatanya di dahi Achara yang sudah terduduk menahan luka peluru panas yang bersarang di lengan dan kakinya itu akibat tembakan dari Zee dan anak buah Kim lainnya...
tak berselang lama muncul begitu banyak mobil dari kejauhan, mereka adalah anggota SDG yang telah datang...
"kau lihat? apa militermu punya kesetiaan seperti mereka padaku? tidakkan? itu semua karena kau terlalu memandang dirimu dengan begitu tinggi... kau tidak pernah menganggap mereka seperti keluargamu yang harus kau tuntun dan lindungi" ujar Kim sambil menempelkan pucuk senjatanya di kening sang menteri itu
"aku mohon jangan bunuh aku Kim Hans... ingat... jika kau membunuhku kau tidak akan lepas dari jeratan hukum!" ucap menteri Achara berusaha menyelamatkan dirinya
Menteri Achara menelan ludahnya... sudah dapat dipastikan dari awal ia merencanakan untuk melenyapkan Kim Hans disitulah takdirnya berhenti berputar... di depannya hanya ada kematian sekarang... tidak ada yang lain...
"hukum? kau pikir aku orang bodoh yang kebetulan beruntung menjadi pimpinan mafia terbesar di negeri ini tuan menteri? ku pikir kau cukup pintar ternyata tidak sama sekali... sebuah kasus hukum akan bergulir jika ada orang yang melaporkannya... lalu siapa yang akan melaporkan hal ini? mereka?" ujar Kim sambil menunjuk satu persatu tubuh pengawal menteri Achara yang sudah tak bernyawa itu...
"mari kita buat sebuah permainan... koin ini akan menentukan nasibmu (mengeluarkan sebuah koin dari sakunya)... jika kepala yang muncul maka kau akan mati ditanganku... jika ekor kau tidak akan mati ditanganku..." ujar Kim lagi dan langsung melemparkan koin itu keatas setelahnya
"wah ekor..." ujar Kim dan Menteri Achara bernafas lega
"apa semua baik-baik saja?" tanya Jirayu yang baru saja sampai dengan pasukannya
"bawa Mario ke rumah sakit sekarang juga, dan suruh anggota kita membersihkan areal ini sampai tak ada sedikitpun jejak yang tertinggal... kalian semua tau kan apa artinya saat permainan koin ini menunjukan ekor?" tanya Kim datar dengan senyuman iblisnya
"tentu saja bos..." sahut anak buah Kim dengan senyuman iblisnya pula
"seharusnya kau berharap mendapatkan kepala karena kematianmu akan mudah ckckck..." ujar Zee yang membantu memapah tubuh Mario yang sudah tak sadarkan diri itu...
selanjutnya menteri itu langsung dibawa pergi oleh beberapa anggota Kim agar darahnya tak akan berserakan di jalanan ini tapi di tempat yang lebih mudah dibersihkan nantinya...
apakah penyiksaan yang akan diterima menteri itu perlu dijabarkan secara rinci? sepertinya tidak usah karena itu bisa membuat selera makan kalian menghilang...
*****
Kim, Zee dan Jirayu membawa Mario ke rumah sakit SDG untuk mendapatkan perawatan secepatnya agar ia dapat disembuhkan...
mobil mereka melaju dengan cepat diikuti beberapa mobil yang dibawa oleh anggota SDG lainnya...
__ADS_1
"kenapa dia bisa seceroboh ini sampai membenturkan kepalanya di bamper belakang mobil..." gerutu Kim melihat Mario yang tak sadarkan diri dan darah yang masih terus keluar dari luka di kepalanya itu
"mungkin dia sedang sial bos... setidaknya dia sempat menyelamatkanmu dari peluru bedeb*h itu..." sahut Zee
"tapi apakah ini tidak akan menimbulkan kekacauan bos? seorang menteri menghilang tanpa jejak?" tanya Jirayu yang masih fokus menyetir sambil sesekali melirik mereka di kursi belakang
"tidak akan ada masalah Ji... saat tidak ada bukti dan saksi tidak akan ada yang terancam... terlebih lagi ini bukan salah kita karena mereka yang memulai duluan... ini hanya membela diri dan menjaga diri tetap bersih..." sahut Kim enteng
Jirayu tersenyum mendengar jawaban enteng dari Kim itu... tak ada satupun kerisauan yang tersirat dari ucapannya itu...
"mungkin inilah sebabnya dia bisa jadi pemimpin mafia yang paling ditakuti di negeri ini" batin Jirayu
saat mereka sampai di rumah sakit, Kim dan Zee mengangkat tubuh Mario dibantu oleh anak buah mereka agar tetap pada posisi yang baik dan tidak menyebabkan pendarahan yang lebih banyak lagi...
melihat bos besarnya datang semua suster dan dokter langsung bersiaga dan akhirnya mereka melihat Mario yang terluka dan dengan sigap membawanya menuju ruang ICU...
"dimana Jeab?" tanya Kim pada salah seorang suster itu
"dokter Jeab sedang menangani operasi kelahiran bayi nona Baifren tuan..." sahutnya dengan hormat
"apa?! Baifren melahirkan?" ujar Kim sedikit terkejut mendengar berita ini
"iya tuan Kim... nona Aom dan yang lainnya juga ada disana menunggu di depan ruang operasi..." sahut suster itu lagi sambil membungkukkan badannya lalu mohon undur diri untuk membantu perawatan Mario di ruang ICU
"bos lenganmu terluka juga..." ujar Jirayu melihat darah di lengan Kim itu
"mungkin karena terserempet peluru tadi Ji..." ujar Kim santai dan hanya melirik sekilas lengannya yang berdarah itu
"kau harus segera diobati bos... sebelum nona Aom mu memarahimu karena terluka lagi hahaha..." ujar Zee menggoda Kim karena akhir-akhir ini Aom jadi sangat cerewet pada Kim dan selalu mengingatkannya agar tak terluka
"hahaha sepertinya memang begitu..." sahut Kim dengan tawanya
mendengar ada keriuhan dengan suara yang familiar samar-samar ia dengar dari lantai bawah Nan memutuskan untuk turun melihatnya...
"Aom aku tinggal sebentar ya... aku mau memastikan apa itu mereka yang ada dibawah..." ujar Nan pada Aom
"huh? mereka?" tanya Aom kebingungan
"Kim, Zee, Ji dan Mario" ujar Nan lagi
"aku ikut Nan..." sahut Aom
"baiklah ayo..." ujar Nan
"ma.. aku kebawah sebentar bersama Nan ya ma.." ucap Aom kepada ibu Wana yang tengah memangku Art yang sedang tidur nyenyak di pangkuan neneknya
"iya hati-hati ya nak..." sahut mamanya
setelah turun ke bawah dekat ruang ICU Aom melihat Kim tengah dibersihkan lukanya oleh seorang dokter...
saat mata mereka bertemu Kim langsung berdiri dan berjalan mendekat kearah Aom yang sudah berdiri dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya...
______________________
Jangan lupa vote, like dan komentarnya guys...
kasi rating/bintang juga karyanya Author ini ya....
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐