
HAPPY READING GUYS
______________
"Tapi Kim..." Ucap Jeab yang langsung dibantah oleh Kim
"Tidak ada tapi Jeab... Jangan katakan apapun tentangku kepadanya..." Ujar Kim tegas lalu kembali berjalan diatas dok kapal itu
"walaupun disana ada seorang anak laki-laki tampan yang merindukan ayahnya juga?... kau tetap tidak akan mau pulang?" Tanya Jeab penuh harap, dan dengan cepat Kim berbalik membulatkan matanya dan menatap Jeab penuh tanya...
Belum sempat Kim melontarkan pertanyaan yang terngiang-ngiang di kepalanya Jeab sudah menjelaskannya terlebih dahulu, ia tau Kim pasti akan menanyakan banyak hal tentang kebenarannya...
"Dia adalah anak laki-laki pertamamu Kim... Dia butuh figur seorang ayah juga dalam hidupnya... Jangan biarkan dia kehilangan haknya untuk bersama dengan ayahnya... Jangan sampai dia kehilangan kesempatan untuk mendapatkan bimbingan darimu di setiap masa tumbuh kembangnya Kim... Pikirkan baik-baik tentang putramu... Setidaknya untuk dirinya saja kau harus mau melunak sedikit..." Ujar Jeab dengan penuh harap
"Bagaimana mungkin aku punya seorang anak? Dia hanya menipuku dengan kehamilannya! Bagaimana mungkin dia bisa punya anak sekarang?! Apa kau ingin menipuku juga Jeab!" Tukas Kim dengan nada tinggi penuh emosi
"Tidak Kim... Selama kau tak ada disini, banyak hal yang telah terjadi dan belum kau ketahui sampai saat ini.. Dia hamil anakmu... Aku mengetahui dan menganalisanya... Itu memang anakmu, murni anakmu Kim... Pembuahan sel telur itu terjadi kemungkinan di saat kau bercinta terakhir kalinya dengan Aom waktu itu..." Tutur Jeab dan Kim masih diam dan bergulat dengan pemikirannya sendiri...
Ia tak mau tertipu akan apapun untuk kedua kalinya...
"Kau bercinta dengannya terakhir kali di hari yang sama saat kalian bertengkar hebat kan?" Tanya Jeab to the point, namun Kim tetap diam dengan pemikirannya sendiri
"Benarkan?" Ucap Jeab sedikit menuntut
"Iya kami memang bercinta saat itu..." Ujar Kim pelan karena masih bergulat dengan pikirannya sendiri
"Tapi itu tidak mungkin Jeab..." Ujar Kim lagi
"Apa kau meragukan analisaku Kim? Jika ia maka aku akan sangat kecewa padamu sekarang..." Ujar Jeab
"Tidak... Aku tidak pernah meragukanmu, tapi.. aku hanya belum siap... Aku tidak mau takdir mempermainkanku lagi" ujar Kim dengan tatapan datarnya memandang jauh lautan yang begitu luas dihadapannya itu..
"Temui lah dia... Aku tau kau pasti sangat merindukan dirinya juga, sama seperti dia merindukanmu..." Saran Jeab
"Tidak Jeab... Dia hanya pura-pura mencintaiku" ujar Kim tegas
__ADS_1
"Aom sudah keluar dari kesatuan Kim... Dan dia hanya menunggumu... Dia sangat mencintaimu, awalnya aku memang meragukannya karena apa yang ia lakukan padamu sangat tidak bisa dimaafkan... Tapi setelah 2 tahun berlalu, dia masih terus terbangun setiap malam dan menangisimu, memeluk erat Poto kalian berdua dan menangis dalam diam... Aku yakin dia bisa gila jika tidak ada Art yang hadir dalam hidupnya... Menjadi penyemangat hidupnya lagi setelah ia kehilangan dirimu..." Ujar Jeab panjang lebar...
Kim terdiam dan mendengarkan setiap hal yang diceritakan oleh Jeab... Ia memang sangat merindukan Aom...
Cinta pertamanya...
Cinta yang tak pernah bisa hilang walaupun ia sudah menghianati Kim sekalipun, suaminya sendiri dan menyakiti hatinya dengan begitu dalam...
"Tolong bawa anakku kemari besok Jeab... Dengan alasan apapun itu... Tapi jangan biarkan Aom tau tentang diriku..." Pinta Kim
"Kenapa Kim? Kau belum bisa memaafkannya?" Tanya Jeab dengan hati-hati
"Aku bahkan tidak bisa marah begitu lama kepadanya Jeab.. tapi kekecewaanku padanya masih terus menyakiti diriku sendiri... Aku akan menemuinya setelah aku benar-benar bisa melupakan apa yang ia lakukan... Ada waktunya Jeab.. tapi tidak sekarang... Tunggu waktu yang tepat..." Ujar Kim lalu ia langsung pergi menuju kamar tidurnya yang ada di markas itu...
***
Keesokan harinya Jeab langsung melakukan perintah dari Kim untuk membawa anaknya ke pelabuhan, namun Aom bersikeras ingin ikut menemani anaknya kemanapun ia akan diajak...
"Percayalah Aom... Dia akan baik-baik saja bersamaku... Aku mengajaknya kesana hanya untuk memperkenalkan lingkungan disana kepada calon penerus Kim yaitu Art..." Ujar Jeab meyakinkan agar Aom tak ikut bersamanya
"Bukannya aku tidak percaya padamu Jeab... Tapi aku juga ingin kesana... Aku sama sekali belum pernah datang ke markas Kim di pelabuhan itu..." Sahut Aom masih kekeh ingin ikut pergi bersama Jeab
"Baiklah... Tapi jangan lama-lama Jeab..." Sahut Aom sambil nenghela nafasnya panjang dan akhirnya ia mau mengalah..
Setelah mendapat izin dari Aom dengan cepat Jeab membawa Art ke pelabuhan untuk bertemu dengan ayahnya, sosok ayah yang belum pernah Art temui dari saat ia baru lahir...
Saat pintu ruang kerja Kim Jeab buka tanpa meminta izin kepada Kim, Kim menoleh agak kesal karena ia tidak suka ada orang yang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu...
Namun raut wajahnya langsung berubah ketika melihat Jeab tersenyum dan menggendong seorang anak laki-laki yang baru berumur kurang lebih 2 tahun...
Kim berdiri dari kursi kerjanya dan mendekati anak yang di gendong oleh Jeab itu... Tatapan mata mereka bertemu, saling menatap lalu Art tertawa riang seakan sangat merasa senang melihat seorang pria yang baru ia lihat hari ini di hadapannya...
manik-manik mata Kim sangat mirip dengannya... berwarna coklat dengan gradasi hitam di pinggirannya... sangat indah...
Kim tersenyum bahagia melihat putranya untuk pertama kalinya...
__ADS_1
Pasti ikatan batin antara ayah dan anak ini sangat kuat sehingga Art tidak merasa risih dengan keberadaan Kim yang baru pertama kalinya ia temui hari ini, malahan balita ini langsung minta di gendong oleh Kim...
Tangannya mencoba meraih bahu Kim yang sedang menunduk di depannya itu...
"Paaaa....." Ucapnya tanpa sengaja, Kim tersenyum begitu bahagia mendengar ucapannya itu dan begitupun dengan Jeab...
"Dia mirip denganmu Kim... Wajah tampannya, dan juga kepintarannya... Entah dia tak sengaja mengucapkannya atau memang insting seorang anak yang sangat besar untuk mengenali ayah kandungnya.." ujar Jeab terharu melihat mereka berdua...
Kim langsung menggendongnya….
"Art... Arthit Hans Suppanad..." Ujar Kim sambil mengangkat anaknya dengan tinggi...
Art tertawa bahagia...
Dia memang sangat senang jika diangkat setinggi-tingginya...
“Pffftttt….” Terdengar Jeab sedang berusaha menahan tawanya
“Kenapa kau tertawa? Ada yang lucu?” tanya Kim datar dengan tatapan matanya yang tajam
“Tidak... tidak… hanya saja caramu membuatnya tertawa sama persis dengan yang dilakukan Aom... Padahal kalian belum saling bertemu lagi, tapi kecocokan kalian sangat terlihat dengan jelas… tidak perlu diragukan lagi kalian memang berjodoh dari lahir mungkin..." goda Jeab tapi Kim tak memperdulikannya...
Ia asik bermain dengan anaknya itu…
"Arthit Hans Suppanad anakku... Putra pertamaku… Terima kasih... Kamu sudah hadir dan menjadi pelengkap kebahagiaan ayah saat ini nak..." Ujar Kim sambil mencium kedua pipi anak laki-lakinya itu...
Art terus tersenyum dan tertawa bahagia bersama dengan Kim...
Namun hari sudah menjelang sore dan Jeab harus segera membawa Art pulang ke rumah...
______
Nah gimana menurut kalian? apakah Kim akan tetap keras kepala?
hehehe stay tune terus kelanjutannya guys...
__ADS_1
Jangan lupa Like dan Komen ya...
karena like, kritikan dan saran kalian sangat berharga bagi author... :)