
HAPPY READING GUYS
________________________
Saat keluar dari dalam rumah megah mereka itu...
Kim, Aom, Pim dan Ace disambut oleh beberapa orang anak buah Kim termasuk Petjah yang akan mengantarkan mereka ke Pattaya hari ini...
Tentunya dengan mobil idaman yang selama ini selalu Pim minta untuk naiki lagi...
sebuah mobil Limosin berwarna hitam yang begitu elegan dipandang mata...
Tidak hanya itu, interior di dalam mobilnya juga sangat mewah... bahkan di dalam mobil itu kita bisa mengadakan party untuk 5-7 orang di dalamnya...
Tentunya berbagai jenis minuman juga ada di dalam mobil panjang ini...
"ayah! ini serius?! asyiknya!!!!" seru Pim saat melihat mobil yang selama ini ingin ia naiki lagi namun tak pernah menemukan momentumnya yang pas...
Tentu saja karena tidaklah mungkin untuk menaiki mobil sejenis ini hanya untuk kegiatan sehari-harinya seperti pergi ke sekolah dan lain-lainnya karena itu akan sangat mencolok tentunya...
benar-benar terbalik dengan apa yang harus ia lakukan di luar rumah yaitu low profil...
"tentu saja sayang... apapun untukmu pasti bisa ayah lakukan..." sahut Kim sambil tersenyum manis pada putrinya itu...
"paman, ayah bilang akan segera ke Pattaya setelah penandatanganan kontrak hari ini benar-benar selesai dilakukan... ayah akan ke Pattaya bersama paman Nan atau paman Zee nanti... sedangkan paman Jeab masih mengurus legalitas rumah sakit yang baru saja selesai dibangun itu paman..." ujar Ace melaporkan semuanya pada paman Kimnya ini...
"iya nak... kita nikmati saja jalan-jalan ini... tidak usah perdulikan mereka, disana tempat wisatanya bagus-bagus... nikmatilah sepuasnya selayaknya para gadis remaja pada umumnya bersama dengan Pim ya..." ujar Kim sambil mengelus lembut kepala Ace juga sebelum masuk ke dalam mobil Limosin itu juga...
"terima kasih paman... aku yakin ini akan sangat menyenangkan..." sahut Ace penuh semangat juga...
__ADS_1
Merekapun berangkat menuju Pattaya dengan penuh kebahagiaan disetiap jalan yang mereka lalui...
Ditemani oleh berbagai fitur canggih dan elegan dari mobil Limosin ini, perjalanan yang panjang dan melelahkan pun tidak terasa berat dan melelahkan lagi... berada di dalam mobil ini benar-benar nyaman dan aman... goncangan-goncangan kecil dari mobil juga tidak akan terasa karena mobil ini memiliki fitur stabilitas yang begitu tinggi...
Setelah hampir 2 jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di sebuah rumah berukuran sedang yang nampak begitu elegan, nyaman dan tentram diantara begitu banyak kebun bunga yang tumbuh di sekelilingnya...
Kebun yang ditumbuhi oleh berbagai macam jenis bunga yang indah dan berwarna-warni itu benar-benar menarik hati... areal perumahan ini juga sedikit menonjolkan kesan private karena hanya ada sedikit rumah warga yang ada disekitarnya...
Saat Mereka semua turun dari mobil, beberapa pelayan menyambut mereka dan juga seorang wanita tua dengan senyuman lembut penuh kasih sayang keibuannya itu menunggu mereka semua di depan pintu rumah...
Rambutnya yang tampak semakin memutih karena termakan usia bahkan tidak dapat mengurangi auranya yang memancarkan kenyamanan dan ketenangan bagi anak dan cucunya... kecantikannya memang sudah mulai berkurang seiring dengan berjalannya waktu, namun wajah cantiknya itu tentunya sudah diwariskan secara nyata dan tak terbantahkan lagi pada putri satu-satunya dan juga cucunya yang tak kalah cantiknya ini...
"Nenek!!!" teriak Pim sambil berlari dan langsung menghamburkan tubuh mungilnya itu ke dalam pelukan neneknya... nenek kesayangannya...
"ma..." "ibu..." ujar Kim dan Aom bersamaan, lalu ibu Wana memegang wajah kedua anaknya ini... penuh rasa haru dan kasih sayang...
"aku merindukan kalian..." ujarnya sambil berlinang air mata...
"tidak nak... ibu nyaman disini, lagi pula Manaying juga ada disini... setidaknya di sisa hidupku ini, aku bisa menikmati indahnya kebun bunga di sampingnya..." sahut ibu Wana sambil melihat ke sebuah pohon besar yang terdapat sebuah batu nisan disana...
"Waah... lihat siapa yang ikut mengunjungi nenek... kalau tidak salah kamu Ace kan?" ujar ibu Wana saat melihat seorang gadis lain berjalan mendekat dari belakang Kim dan Aom itu...
"salam nenek... iya nek, aku Ace..." sahut Ace dengan sopan, walaupun ia sangat ingin memeluk nenek Wana yang sudah seperti neneknya sendiri ini, tapi ia menahannya...
"ada apa ini? cucuku harus formal dan sangat amat sopan seperti ini padaku? apa yang kamu ajarkan Kim Hans?!" protes ibu Wana sambil menatap Kim penuh curiga...
"kenapa jadi salahku bu? aku bahkan menyuruhnya untuk menganggap diriku dan Aom sebagai orang tuanya juga... mana mungkin aku menekankan nilai yang tidak-tidak kepada semua keponakan kesayanganku..." sahut Kim tidak terima disalahkan...
"nenek... tidak, bukan begitu nek... aku merindukan nenek..." ujar Ace yang tak lagi menahan dirinya
__ADS_1
"kamu ini selalu saja ya... mama juga kamu ajak berargumen..." ujar Aom gemas melihat suaminya ini
"aku hanya meluruskan sayang... untuk apa adu argumen... aku menyayanginya, aku bisa mengalah untuk apapun... bahkan aku membiarkannya menikmati apa yang ingin ibu lakukan saat ini... berkebun, memasak, berbincang sendirian di samping makam ayahmu... dan juga mengizinkannya jauh dari kita semua... aku sangat pengertian tahu..." sahut Kim sambil menyentil hidung istrinya itu saat sang nenek sudah dengan bahagianya membawa kedua cucu cantiknya ke dalam rumahnya dan meninggalkan mereka berdua begitu saja....
"lihat lah... ibu bahkan meninggalkan kita begitu saja... bayangkan jika semua anak-anak ikut kemari, betapa bahagianya dirinya... dan kita benar-benar akan terlupakan hahaha..." ujar Kim lagi sambil merangkul pinggang Aom mengajaknya masuk ke dalam rumah juga...
***
Di dalam rumah...
"Nenek... kalau disini tempat yang bagus dan terlihat sangat indah dimana saja?" tanya Pim penasaran dan penuh semangat...
"kalian mau melihat indahnya laut atau kebun yang indah? tergantung dari minat kalian cucuku sayang... nenek akan dengan senang hati membawa kalian berkeliling menikmati apa namanya? traveling begitu?" sahut neneknya yang tak kalah antusias juga...
Walaupun sudah cukup tua, namun nenek mereka ini masih begitu lincah dan senang beraktivitas di luar ruangan... baik itu jalan-jalan, berkebun dan piknik...
"aaahhhh... tapi bukankah ini masih terlalu cepat untuk berkeliling Pim? setidaknya kita beristirahat sebentar... duduk-duduk dan mengobrol bersama nenek" sahut Ace
"ide bagus... tapi ada yang kurang nek..." rengek Pim pada neneknya
"apa sayang? kue keju dan teh jahe kan?" tebak neneknya sambil tersenyum manis pada cucu cantiknya itu...
"nenek memang sangat pintar hehehe..." sahut Pim cekikikan sambil memeluk tubuh neneknya penuh kerinduan dan kasih sayang...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐