
HAPPY READING GUYS
________________________
Di dalam rumah,
Aom tampak sedang memainkan ponselnya sambil sesekali mengumpat kesal, ia sedang melihat-lihat semua hasil dari hobi barunya yaitu memoto Kim yang sedang tidur... Wajah damainya yang tampan itu memang sangat menyejukkan untuk dipandangi namun kini tampak begitu menyebalkan karena mereka sedang bertengkar...
"Dia memiliki wajah yang polos, imut dan tampan tapi tidak dengan tingkahnya! Dasar menyebalkan!" Umpat Aom sambil terus menggeser koleksi foto-fotonya itu...
"Tapi dia juga tidak seburuk itu... Hanya terkadang saja bersikap buruk..." Ujar Aom lagi,
"Tapi tetap saja! Bagaimanapun dia harusnya mau mengalah padaku kan?! Aku marah!" Ujar Aom lagi sambil cemberut, ia sedari tadi memang selalu mengumpat sendiri, terkadang sambil meremas ponselnya karena tiba-tiba kesal melihat wajah Kim yang begitu polos saat tertidur pulas...
"Tapi aku merindukannya walaupun hanya belum bertemu dengannya 1 hari saja... Ini pasti karena dirimu kan nak? Kamu yang mempengaruhi ibumu untuk merindukan ayahmu yang menyebalkan itu?" Gumam Aom menuduh calon bayi yang sedang berkembang dalam perutnya inilah yang mempengaruhinya untuk merindukan Kim,
"Ah, tiba-tiba aku ingin makan kukis jahe buatan ibu..." Gumam Aom lalu ia berdiri dan melangkah ke pintu utama rumah itu, ketika ia sudah cukup dekat...
Tiba-tiba pintu itu terbuka dan ibunya masuk ke dalam, senyuman Aom terlihat begitu cerah seperti seorang anak kecil yang tengah bersiap untuk meminta jajan favorit kepada ibunya,
Namun senyuman itu hilang begitu saja ketika melihat siapa yang ikut masuk bersama ibunya saat ini... Itu Kim Hans Suppanad, pria yang menjadi suami dan ayah dari anak-anaknya, pria yang juga menjadi penyebab dari Aom seharian ini marah dan kesal, namun disaat yang bersamaan juga ia rindukan keberadaannya...
"Ibuku sayang... Kenapa ibu membiarkan aku dan calon cucumu ini kelaparan? Lebih baik kita buat kukis jahe sekarang ya..." Ujar Aom sambil menarik tangan ibunya dan mengacuhkan Kim begitu saja seakan-akan ia tak ada disana...
"Sayang..." Ujar Ibu wana namun Aom langsung berbicara lagi,
__ADS_1
"Aku tidak mau dengar apapun bu, aku lapar mama ku sayang..." Ujar Aom dengan cepat karena tahu bahwa ibunya akan membahas tentang masalahnya dengan Kim,
Kim yang menyadari bahwa dirinya sengaja diacuhkan seperti ini hanya tersenyum kecil, ia ingin tertawa melihat kelakuan Aom yang begitu kekanak-kanakan saat ini... Akhirnya ia mengakui bahwa dalam cinta mereka berdua tidak ada satupun yang bersikap dewasa... Mereka masih terlalu naif dan bodoh seperti remaja yang dimabuk cinta...
"Aku memang bodoh karena sudah membiarkan otakku menjadi tidak waras dan membuat orang-orang yang aku sayangi menjadi kesulitan dan menderita... Tapi mulai dari hari ini aku akan mulai mengobati gangguan paranoid ini..." Ujar Kim yang berhasil membuat Aom menghentikan langkah kakinya sejenak,
"Masih banyak hal yang belum aku pahami tentangmu meskipun kita sudah bersama selama belasan tahun lamanya..." Gumam Aom dalam hatinya tanpa menoleh sedikitpun pada Kimnya...
***
Sekitar satu setengah jam kemudian,
Ibu wana dan juga Aom sudah menyelesaikan kukis jahenya, ibu Wana juga membuat salad buah dan sayur juga... Tidak lupa dengan sebotol besar orange juice segar hasil panen di kebun belakang rumah ini sebagai minumannya...
"Ayo makan kukis dan juga saladnya Kim... Ibu membuatnya dari semua bahan segar dan pastinya hasil dari perkebunan organik di sekitar rumah ini... Anak buahmu sangat membantu memeliharanya jadi ibu tidak kewalahan ataupun kelelahan..." Ujar ibu Wana yang langsung menjelaskan bahwa ia tidak akan kelelahan walaupun ada banyak pekerjaan yang ia ambil karena kesenangannya akan tumbuhan-tumbuhan itu karena jika ia tidak langsung mengatakan sesuatu tentang itu Kim pasti akan marah karena ia tidak menuruti permintaan Kim untuk lebih banyak beristirahat di masa tuanya ini...
Selain itu ia juga memanfaatkan banyaknya anak buah yang Kim tempatkan disini untuk menjaganya sebagai penjaga sekaligus tukang kebun yang baik sesuai dengan arahannya, hingga sekian banyak perkerjaan berat akan diselesaikan oleh para pria itu sedangkan ibu Wana hanya perlu menyirami, memupuk setta menanam beberapa benih tanaman saja sesuka hatinya...
"Ibu tidak mengambil pekerjaan yang berat kan? Apa orang-orang ku masih kurang? Perlu aku kirim orang tambahan lagi bu?" Tanya Kim sambil menoleh keluar jendela dimana begitu banyak jenis tumbuhan tampak tumbuh dengan baik di tanah sekitar rumah ini...
"Tidak akan... Lagi pula ibu juga tidak mau mendengar omelanmu Kim Hans..." Sahut ibu sambil tersenyum,
"Ehhhmmm... Ini enak bu, aku mau makan sepuasnya!" Seru Aom sambil memakan beberapa kukis itu dengan lahapnya,
"Ya, ya, ya... Makanlah yang banyak kukis ini juga baik untuk kesehatan tidak ada bahan kimianya, tentu saja cucuku ini boleh menikmatinya..." Ujar ibu Wana sambil mengelus perut Aom dengan sangat lembut, sementara Kim mendekat dan menuangkan segelas jus dan memberikannya di depan Aom tanpa mengatakan sepatah katapun, hanya sebuah senyuman yang sangat manis ia berikan padanya...
__ADS_1
"Ibu aku mau air putih, tidak selera minum jus saat ini... " Ujar Aom sambil membuang pandangannya dari Kim,
Lalu dengan cepat Kim langsung menuangkan air putih ke dalam sebuah gelas kosong dan kembali menaruhnya di dekat piring kukis Aom bersebelahan dengan gelas jus tadi,
"Apa dia kehabisan akal dan juga suaranya? Kenapa tidak mengatakan apapun? Apa dia tidak berniat untuk meminta maaf padaku sedikit pun? Dasar menyebalkan!" Gerutu Aom sambil terus memakan kukis nya sembari menahan rasa kesalnya itu,
"Kukis dan kue yang ibu buat memang yang terbaik bu..." Ujar Kim setelah mencicipi kukis itu lalu ia duduk di samping Aom,
"Nanti malam kita buat kue keju ya, tapi ada beberapa bahan yang habis tolong nanti kamu belikan ya nak... Ah, sayangnya Pim tidak ikut kemari ya... Dia sangat suka kue keju buatan neneknya ini... " Sahut ibu Wana mengingat akan cucunya yang paling cantik itu,
"Ya bu, nanti tulis saja apa yang perlu aku belikan" Sahut Kim sambil hendak mengambil kukis yang tersisa, akan tetapi Aom juga hendak mengambil kukus itu juga...
Mereka saling menatap lalu Kim menarik tangannya dan berkata,
"Ambillah sayang, itu untukmu" Ujar Kim sambil tersenyum, lalu Aom mengambilnya dengan cepat dan tatapan tajamnya tetap mengarah pada Kim,
"Ia benar-benar tidak mau meminta maaf?!" Gumam Aom dalam hatinya, ia merasa kesal sendiri dengan situasi saat ini...
"Aku merasa dia akan menerkam ku saat ini hahaha" Gumam Kim dalam hatinya sambil menahan tawanya,
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...