
Hay Author balik lagi... :)
dari yang author perhatian akhir-akhir ini memang peminat dari novel yang author tulis masih sangat minim... mungkin karena pemilihan judul yang kurang menarik ya hehehe 😅
tapi author masih tetap semangat untuk terus belajar dalam penulisan novel yang baik di sela-sela kesibukan author disini 😁
semoga apa yang author tulus selalu dapat menghibur para reader sekalian...
HAPPY READING GUYS !
___________________
"Bagaimana kondisi semua pekerjaan kita? Apa semuanya stabil atau masih ada hambatan lain setelah pasukan khusus itu lenyap?" Tanya Kim datar
"Semuanya sangat stabil Kim... Tapi kami sedikit kewalahan menghadapi banyak isu yang beredar tentang menghilangnya dirimu... pihak kerajaan Thailand juga menaruh perhatian khusus untuk kabar menghilangnya dirimu... Tapi berkat perintah terakhir yang kau berikan pada semua anggota SDG, semua berjalan dengan lancar... Siapapun yang berani mengusik SDG benar-benar langsung dihabisi oleh anak buah kita tanpa pandang bulu..." papar Zee
"Bagus... Dan sekarang aku ingin kalian rancang sebuah proposal pembangunan desa tertinggal tujukan langsung kepada pemerintah, jika mereka tidak setuju kita akan menjadikan pulau itu menjadi pulau pribadi milik kita" perintah Kim tegas
"Baik bos!" Sahut mereka kompak
"dan satu lagi... kita harus memperkuat pengaruh kita ke segala aspek lagi... perbanyak anggota kita, bila perlu kita harus punya anggota di setiap kompleks perumahan di negara ini..." ujar Kim penuh ambisi
"baiklah akan segera dilaksanakan dengan terstruktur bos... sampai detik ini kita dapat memegang kuasa hampir setengah wilayah negara ini... mereka yang telah berada di bawah kita tidak sedikitpun berniat untuk melepaskan diri karena hidup mereka sudah terjamin dibawah kuasamu..." tutur Mario
"aku ingin semua orang yang ada dibawah naungan kita tidak akan kesulitan dalam bidang apapun, aku ingin kalian pastikan itu... dan jika ada yang melanggar aturan mutlak kita langsung lenyapkan dia" ujar Kim tak terbantahkan
"Oo iya Kim... Apa Jeab juga boleh tau bahwa kau sudah kembali? Karena dia yang bertanggung jawab menangani Aom..." Tanya Mario lagi
"Tentu saja... Tapi pastikan Jeab juga tidak akan mengatakan apapun tentang diriku juga" sahut Kim datar
Mereka semua kembali ke tempat kerja masing-masing...
Sementara Mario meminta Jeab datang ke pelabuhan...
"Jeab... tolong, aku perlu bantuanmu... Aku sedikit terluka tapi tidak sempat ke rumah sakit dulu karena pekerjaan sangat banyak, bisa kau datang kemari dan obati lukaku ini?" Tanya Mario berpura-pura sedang menahan kesakitannya
"Baiklah, secepatnya aku kesana tunggu saja sebentar.." sahutnya dan langsung mematikan teleponnya dengan tergesa-gesa,
Jeab memerintahkan Baifern dan Tae untuk tetap bersama dengan Aom, lalu ia dengan cepat pergi menuju pelabuhan untuk menemui Mario... pikirannya sangat khawatir mendengar ucapan Mario di telpon tadi...
"Kenapa kau membohonginya kawan?" Tanya Kim sambil tertawa geli
__ADS_1
"Biar dia mendapatkan kejutan juga Kim... kan tidak adil jika hanya kami yang terkejut melihat kehadiranmu yang tiba-tiba ini Hahaha" sahut Mario sambil tertawa lepas setelah berhasil membuat Jeab khawatir, mereka kembali fokus mengerjakan pekerjaan yang tersisa...
Sekitar hampir setengah jam setelah Mario meminta Jeab datang ke pelabuhan ini,
Jeab telah sampai di pelabuhan dengan mobil putihnya itu dan ia dengan terburu-buru masuk ke ruangan kerja Mario...
Namun Mario tidak ada disana, lalu ia masuk ke ruangan Nan dan bertanya dimana Mario berada...
Nan memberitahu bahwa Mario sedang berada di ruang kerja Kim...
"Kenapa ia berada di ruangan Kim Nan?" Tanya Jeab kebingungan
"Dia sedang bekerja disana..." Sahut Nan santai karena ia masih fokus mengerjakan tugas yang diberikan oleh Kim, Jeab merasa bingung kenapa Nan tidak terlihat khawatir jika Mario sedang terluka?
Namun Jeab tidak terlalu mengambil pusing hal itu, dengan buru-buru ia masuk ke dalam ruang kerja Kim. Lalu ia melihat Mario terlentang di sofa depan meja kerja Kim itu...
Jeab panik karena mengira Mario telah pingsan pingsan...
"Mario bangun... Apa yang terjadi? Hei! Bangun!" Ujar Jeab panik sambil mengguncangkan tubuh Mario...
"Dia tidak apa-apa Jeab... Dia sedang mengerjaimu saja..." Ujar Kim dari balik kursi kerjanya itu...
"Huh?" Jeab kebingungan mendengar suara seseorang yang sudah sangat lama tidak ia dengar...
Mario yang tengah berpura-pura tertidur itu tertawa melihat Jeab kebingungan seperti ini...
Sementara Jeab masih terus memandangi kursi Kim itu
"Apa aku salah dengar? Bagaimana mungkin?" Gumamnya pada dirinya sendiri
"Tidak Jeab, itu memang benar-benar Kim" ujar Mario berdiri dari tidurnya, kemudian Kim memutar kursinya kearah Jeab...
Jeab tidak bisa berkata-kata...
Dia terpaku melihat Kim, antara percaya dan tidak percaya pada apa yang ia lihat sekarang ini...
"Aku bukan ilusi Jeab... Jadi jangan menatapku seperti itu.." ujar Kim sambil tersenyum geli
"Kim.... Kau...kau kembali Kim... Aku yakin kau tidak akan mati semudah itu" ucap Jeab bangun dari duduknya dan mendekati Kim
"Apa ini? Kau terluka... Kau harus segera di bawa ke rumah sakit untuk di analisa! Jangan sampai ada luka dalam yang bisa membahayakan dirimu!" Seru Jeab panik saat melihat bekas luka yang cukup besar di dahi Kim itu...
"Sudahlah jangan panik begitu, ini luka bekas kecelakaan 2 tahun lalu, jangan berlebihan begitu... Besok saja ke rumah sakitnya... untuk sekarang aku ingin memperkenalkan seseorang kepada kalian" ujar Kim saat melihat pria yang ingin ia kenalkan sudah berada di ambang pintunya tapi tidak berani masuk untuk masuk ke dalam...
"Cepat panggil Zee Nan dan Ji kemari Mario..." perintah Kim lalu Mario langsung memanggil mereka...
__ADS_1
Setelah semuanya berkumpul Kim memperkenalkan orang yang ada disampingnya saat ini...
"Saudaraku... Perkenalkan dia adalah orang yang menemukan dan merawatku saat kecelakaan pesawat itu... Aku terdampar di pulau kecil yang sangat terpencil, tempat mereka dan beberapa warga lainnya tinggal, disana sama sekali tidak ada sarana prasarana untuk menunjang kehidupan seperti listrik, telepon dan yang lainnya... Bahkan kapal bersandar di pulau itu hanya 2 bulan sekali... Makanya setelah 2 tahun aku baru bisa kembali setelah kondisiku sudah benar-benar pulih, selain transportasi yang tidak mendukung kepulanganku dengan selamat, pengobatan disana juga dilakukan secara tradisional, maka dari itu perlu waktu lama untuk mengobati lukaku yang tergolong parah itu... disana mereka sangat merawatku dengan baik, jadi mulai dari sekarang dia juga akan menjadi bagian dari kita... Namanya Petjah dari pulau kecil bernama Ko Mak... Dan proyek yang aku suruh kalian kerjakan tadi adalah untuk pulau itu..." Ujar Kim panjang lebar, setelah itu mereka semua memeluk Petjah dengan penuh rasa terimakasih karena telah menyelamatkan nyawa Kim mereka...
"Kawan... Kau telah menyelamatkan saudara kami yang paling berharga... Terimakasih banyak.." ujar Mario
"Kau begitu berjasa kawan..." Ujar Zee
"Aku tidak tau caranya berterima kasih padamu... Berkat dirimu dan keluargamu Kim bisa kembali dengan selamat.." ujar Nan
"Kalian hebat bisa menyembuhkan luka-lukanya dengan obat tradisional... Aku tau itu karena aku dokter.. terimakasih banyak atas pertolongan kalian" ujar Jeab
"Terimakasih banyak kawan..." Ujar Ji penuh rasa syukur
"Ah iya sama-sama kawan...." Sahutnya dengan tertawa pelan karena tingkah sahabat Kim itu
"Aku bisa tau kalau itu tuan Kim karena dulu pernah bekerja di bawah proyek yang ia pimpin... Tapi aku harus kembali ke pulau karena istriku akan segera melahirkan waktu itu... Dan aku tidak menyangka ini akan terjadi... Sungguh takdir yang sangat baik menghampiriku sehingga aku bisa menolongnya... aku tidak berani memberikan kabar kepada siapapun karena aku tau pasti akan banyak orang yang mengincar tuan Kim yang sedang sakit" sahut Petjah sambil tersenyum sungkan kepada semuanya
Merekapun berbincang-bincang tentang berbagai hal, mulai dari saat bagaimana petjah menemukan Kim yang terdampar di pulau itu sampai cerita tentang keluarga mereka...
"Oo iya... Sepertinya aku banyak melewatkan perayaan penting ya?" Goda Kim kepada sahabat-sahabat itu, mereka langsung bersemu merah ketika Kim membahasnya, mereka mengerti apa yang dimaksud oleh Kim
"Jadi tinggal dirimu ya Ji? Kapan rencananya kau akan bertunangan dengan Tae?" Tanya Kim to the point dan membuat Jirayu terkejut...
Bagaimana bisa Kim mengetahui hubungan mereka berdua...
"Sudahlah... Tidak usah ragu dan terkejut begitu, aku menyetujuinya... Segera nikahi saja dia jika kau benar-benar serius mencintai dia dan berikan aku keponakan secepatnya... Hahaha" ujar Kim lalu tertawa sedangkan Jirayu bernafas lega mendengar ucapan Kim yang ia pikir akan menentang hal ini...
"Secepatnya Kim... Secepatnya.." sahutnya sambil tersipu malu...
"Hahaha itu baru namanya laki-laki... Bila perlu langsung nikahi besok saja" ujar Kim lagi membuat mereka semua tertawa sedangkan Jirayu hanya bisa tersenyum malu...
Setelah sekian lama berbincang dan bersenda gurau Jeab meminta Kim untuk berbicara dengannya diatas dok kapal itu...
"Ada apa Jeab? Apa ini masalah pengecekan kesehatan? Baiklah... Besok kita ke rumah sakit..." Ujar Kim sambil memutar bola matanya dengan malas
"Tidak Kim... Kau sudah kembali sekarang... Tapi seseorang masih terus menangisi kepergianmu setiap malamnya... Tidakkah kau ingin menemuinya sebentar saja?" Tanya Jeab sedikit ragu-ragu melihat tatapan datar tanpa perasaan Kim itu...
Kim berhenti melangkah dan memandang jauh ke lautan di depannya...
"Tidak ada yang perlu aku lakukan Jeab... Aku akan tinggal disini selama sisa hidupku... Dan biarkan dia menganggap ku sudah tiada..." Sahut Kim datar dan dingin
__________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
__ADS_1
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...