His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Penghianatannya...


__ADS_3

Setelah Kim selesai menerima teleponnya itu, Jeab kembali angkat bicara..


"Jika kau tak mau menceritakan apa yang terjadi bagaimana kami bisa tau apa yang terjadi dan apa sebenarnya yang membuatmu semarah ini huh?!!! Kau menjadi sangat kasar, bahkan terhadap kami sahabatmu!!!" Teriak Jeab mencoba mengendalikan emosinya yang meluap-luap


"Kim... Kita bersaudara kan? Bersahabat kan?" Tanya Mario sambil merangkul pundak Kim, Kim tetap tak bergeming... Wajahnya penuh dengan amarah...


"Jelaskan masalahnya Kim... Itupun jika kamu menganggap kami sebagai sahabat atau seperti yang kau bilang kita sudah seperti saudara kandung kan?" Ujar Zee mendekati Kim dan memegang pundak Kim sebelahnya, Jeab juga ikut merangkul mereka setelah benar-benar meredam emosinya...


"Katakanlah... Jangan kau pendam sendiri Kim.. kami akan selalu ada untukmu, apapun yang terjadi... Selain kami sudah bersumpah setia padamu, kami juga akan selalu menjaga saudara kami dari hal buruk maupun saat dia akan mengambil jalan yang salah.." ujar Jeab, amarah Kim mulai mereda perlahan, namun ekspresinya tergantikan dengan rasa terluka yang amat dalam...


Para sahabatnya terpaku melihat Kim yang seperti ini... Bahkan hanya dengan memandanginya saja mereka seakan ikut merasakan luka yang begitu memilukan yang sedang dirasakan oleh Kim...


"Ada apa kawan? Ceritakan pada kami..." Ujar Jeab Mario dan Zee, Kim masih tidak menjawabnya dan ia duduk di sofa itu sambil mengusap dengan kasar wajahnya...


Mereka bertiga ikut duduk di sofa lainnya...


"Aom tidak sedang hamil.." ujar Kim datar


"Huh? Apa maksudmu Kim?" Sahut Jeab kaget


"Iya... Dia hanya pura-pura hamil, seperti yang kita tau.. dia adalah agen paskus 24 yang paling handal... Jadi.." ujar Kim terpotong dan ia kembali mengusap kasar wajahnya


"Apa kau bilang?! Dia pura-pura hamil? Bagaimana bisa?!" Seru Mario


"Apa mungkin dokter yang memeriksa di rumah sakit umum itu bersekongkol dengan pasukan khusus itu?" Tanya Zee, Kim hanya mengangguk pelan menanggapinya...


"Tidak... Ini salahku, seandainya aku memeriksanya dengan teliti Kim.. kau tidak akan terluka seperti ini.." ujar Jeab penuh penyesalan

__ADS_1


"Lalu bagaimana kau bisa tau rencana licik mereka ini?" Tanya Mario, Kim menarik nafas panjang lalu menjelaskan kejadiannya dengan rinci...


"Sebenarnya aku sedang ke toilet saat perjanjian itu hampir selesai di bahas, namun saat aku selesai menggunakan toilet itu tiba-tiba ada suara orang masuk.. awalnya aku tidak peduli, namun setelah aku mendengar suara Aom yang kesal karena mulutnya di bekap oleh Mike si komandan paskus itu, lalu aku mendengar semuanya... Mendengar semua rencana yang telah mereka jalankan.. termasuk... Membodohiku dengan kehamilan palsunya, mereka benar-benar memanfaatkan kebodohanku ini! Dengan bodohnya aku percaya!" Seru Kim sambil menahan emosinya, sementara para sahabatnya terlihat sangat terpukul melihat Kim tertekan seperti ini...


Mereka tak lagi bisa berkata apa-apa karena penghianatan ini memang begitu menyakitkan... Amarah memang bisa diredakan namun kekecewaan dan sakit hati akan sangat sulit untuk dilupakan...


"Maafkan aku yang dengan lancang menuduhmu bersalah Kim... Aku tidak tau apa yang terjadi namun aku sudah menghakimimu bersalah.." ujar Jeab sambil berlutut di depan Kim


"Tidak kawan... Aku tau kau memiliki hati yang lembut, jadi kau tidak akan pernah bisa melihat orang yang dekat denganmu serta kau rawat atas perintahku dalam keadaan sakit... Aku akan pulang nanti, walaupun ini menyakitkan tapi ini permintaan dan perintah ayah dan guruku untuk selalu menjaganya..." Ujar Kim tersenyum namun senyuman itu begitu memilukan di mata sahabatnya...


"Aku tidak menyangka Aom bisa melakukan hal seperti ini... Kami menyayanginya karena ia berhasil membuatmu bahagia.. tapi dia malah melakukan kebalikannya, ia menghancurkan segala!" Ujar Zee sedikit emosi


"Aku minta kepada kalian untuk menjaganya... Perhatikan dia, jaga dia, dan rawat dia untukku..." Ujar Kim sambil membereskan berkasnya


"Ini akan sulit, tapi kami pasti akan melakukannya Kim" ujar Mario, Kim hanya tersenyum simpul


Di rumah utama, Nan sedang asik membaca komik dan tiba-tiba Aom kembali sadar... Nan mendekatinya karena Aom berusaha bangun dan ingin melepaskan infusnya


"Mau kemana? Kondisimu sedang drop.. jangan kemana-mana.." ujar Nan


"Aku ingin bertemu dengan Kim Nan.. tolong antar aku menemuinya.." pinta Aom lirih dengan matanya yang masih sembab...


"Iya nanti aku ajak dia kemari.. sekarang kamu istirahat dulu... Jika tidak aku tidak akan mau mengajakmu menemui Kim ataupun menghubunginya untuk pulang kemari.." ujar Nan sedikit mengancam


"Tolong bantu aku menemuinya Nan... Aku mohon.." pinta Aom lirih..


"Sebenarnya apa yang terjadi pada kalian? Kenapa Kim bisa begitu marah?" Tanya Nan penasaran

__ADS_1


"Ini karena kebodohanku Nan... Aku menghianati Kim, aku melukainya sangat amat sangat melukainya... Dia bahkan tak mau melihatku sekarang..." Ucap Aom menangis tersedu-sedu yang terdengar begitu pilu ditelinga Nan...


"Apa ini ada hubungannya dengan paskus 24?" Tanya Nan tiba-tiba, Aom sangat kaget lalu mengangguk pelan...


"Tapi bagaimana bisa kamu tau ini ada hubungannya dengan paskus24 Nan?" Tanya Aom masih terus menangis


"Apa kamu kira Kim tidak pernah tau bahwa dirimu itu seorang agen Aom? Dia tau semua yang telah kamu lakukan... Kamu memberikan semua informasi tentang SDG kepada paskus 24 pun ia tak pernah keberatan sekalipun... kalian menangkap anak buah SDG yang melakukan pengiriman barang pun Kim tidak mempermasalahkannya... Karena dia bisa mengatasi apapun yang akan kalian lakukan... Jujur saja... kalian itu hanya bagaikan kerikil kecil yang dengan mudahnya bisa Kim singkirkan dalam sekejap... tapi ia tidak pernah melakukannya, maka dari itu aku tak bisa mengerti kenapa Kim bisa begitu lepas kendali dan sangat marah kepadamu? Apa yang kau lakukan sampai membuatnya murka Aom?" Tanya Nan


Mendengar penuturan dari Nan, Aom benar-benar terdiam.. kenapa Kim bisa begitu menyayanginya walaupun Kim tau ia menghianati Kim di setiap detiknya... Ini membuat Aom semakin tenggelam dalam rasa bersalahnya yang amat dalam.. ia merutuki dirinya yang sangat bodoh... Benar-benar bodoh... Lalu ia memberanikan dirinya untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Nan..


"Sebenarnya Nan.. aku tidak sedang hamil.. ini hanya sebuah misi dari Mike untuk membuat Kim selalu menuruti apapun yang aku minta... Aku benar-benar bodoh! Bodoh! Bodoh!" Ujar Aom sambil memukul dirinya sendiri, Nan terkejut dan langsung berdiri


"Jadi kau menipunya dengan kehamilanmu?! Apa kau bodoh Aom? Tidak... Kau lebih dari itu, kau gila!" Ujar Nan penuh emosi


"Aku memang bodoh dan gila! Aku menyakiti orang yang aku cintai dengan sangat dalam hanya untuk obsesiku menjadi agen terbaik" Aom semakin menangis tersedu-sedu, semakin lama semakin keras...


Nan benar-benar tak habis pikir dengan semua ini...


"Ini akan menjadi kekacauan besar Aom! Ini kesalahan besar!" Seru Nan yang terlihat bingung... Ia cemas dengan apa yang akan dilakukan oleh Kim


Tak berselang lama pintu kamar itupun terbuka tanpa ada ketukan pintu sekalipun, dan memperlihatkan sosok Kim dengan tatapan dinginnya masuk kedalam kamar ini...


____________


jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...


karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...

__ADS_1


__ADS_2