His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Tiba-Tiba Penasaran


__ADS_3

"Kim ini berkas akuisisi yang ter.... ak..hir..." ucap Nan saat membuka pintu ruang Presdir tanpa mengetuknya terlebih dahulu...


"Mati aku.... sial... sial..." batin Nan merutuki kebodohannya sendiri...


"aaku tidak melihat apapun... aaa... permisi aku pergi dulu..." ujar Nan cepat-cepat menutup pintunya untuk segera kabur


Zee yang baru saja datang dari mengambil berkas dari meja kerjanya Mario melihat Nan yang terlihat panik di depan ruangan Presdir itu...


"Hey kenapa kau panik begitu Nan?" tanya Zee penasaran


"Haduh... tadi aku masuk... tapi aku lupa mengetuk pintunya lagi... Kim pasti akan marah lagi..." gerutu Nan


"kan aku sudah peringatkan berkali-kali bodoh... dimanapun dan kapanpun kau mau masuk ke ruangan tempat Kim bekerja harus ketuk pintu dulu, karena ia paling benci diganggu saat sedang serius bekerja... kenapa kau selalu mengulangi kesalahan kecil yang bodoh ini sih?" ujar Zee menahan tawanya


"masalahnya bukan hanya itu... tapi Kim sedang..." ucap Nan ragu-ragu


"memangnya aku sedang apa huh?!" tiba-tiba suara Kim terdengar dari arah pintunya sontak membuat mereka menoleh bersamaan...


"aaa... itu... hehehe... maafkan aku tadi tidak ketuk pintu dulu bos... ini berkasnya yang terakhir... maaf mengganggu waktunya..." ujar Nan gelagapan mendapatkan tatapan setajam itu dari Kim yang tak sengaja ia usik tadi... tanpa basa-basi ia langsung menyerahkan berkas itu dan langsung kabur dari sana...


"heiiih... ada-ada saja dia... memangnya kau sedang apa tadi Kim?" tanya Zee masih terus berusaha untuk menahan tawanya melihat kelakuan Nan tadi...


"tidak ada apa-apa... jangan biarkan ada yang mengganguku sekarang..." perintah Kim


"ah iya... kau pulanglah duluan, nanti aku pulang sendiri..." sambung Kim lagi


"oke siap bos" sahut Zee


Kim kembali masuk ke ruangannya, sementara Zee merapikan semua berkas-berkas yang tertumpuk di mejanya yang besok harus ia bawa untuk mendapat persetujuan dari Kim...

__ADS_1


Di dalam ruangan Presdir itu terlihat Aom tengah asik membuka kotak makanan yang ia bawa untuk suami tercintanya...


Bruuuukkk...


Kim menghempaskan dirinya di sofa empuk tempat Aom juga duduk sekarang ini...


"Huuuuuuhhh...." desahnya pelan


"kenapa? capek ya sayang?" tanya Aom sambil mengelus pipi Kim lembut


"Nan itu merusak suasana saja... padahal kan itu tadi momentumnya sudah bagus banget sayang..." gerutu Kim yang sekarang sudah tiduran di paha Aom dengan kakinya terlentang diatas lengan sofa panjang itu...


"hahahaha... kan aku sudah bilang tadi sayangku Kim Hans... jangan nakal di kantor... kamu saja yang tidak mau dengar..." ujar Aom terkekeh


"sepertinya aku harus buat sistem kendali otomatis... jadi setiap istriku masuk kesini maka pintu akan otomatis terkunci agar tidak ada yang menggangguku lagi..." ujar Kim terdengar serius


"hey... jangan berlebihan begitu sayang... ini kantor... bukan rumah... kamu ini ya..." sahut Aom sambil mencubit hidung Kim dengan gemas...


dalam beberapa menit makanan yang tadi ia bawa sudah habis tak bersisa... semuanya telah berpindah ke dalam perut suaminya...


Aom tersenyum... ia sangat senang, Kim selalu menyukai makanan apapun yang ia masak untuknya...


setelah selesai makan dan membersihkan semuanya, Kim meminta Aom duduk di sampingnya lagi seperti tadi...


"sayang sini..." pinta Kim sambil menepuk sofa tempat ia duduk itu


"kenapa? masih lapar ya sayang?" tanya Aom sambil duduk disebelah kanan Kim, namun saat hendak mengambil salad buah yang ia bawa untuk Kim sebagai pencuci mulut setelah makan...


"tidak... makanan enak tadi sudah cukup untukku..." sahut Kim lalu ia membaringkan kepalanya lagi di paha Aom yang menurut Kim begitu nyaman untuknya berbaring...

__ADS_1


Aom tersenyum dan memainkan rambut Kim yang sudah mulai sedikit memanjang itu dengan jemarinya... memilin pelan rambut hitam itu dan sesekali menyisirnya pelan...


"Kim... apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Aom tiba-tiba


"hmmm? mau tanya apa? tanya saja sayang..." sahut Kim tanpa mengalihkan sedikitpun perhatiannya dari wajah cantik istrinya ini...


"aku tiba-tiba memikirkan sesuatu... hmmm... dulu saat dirimu sudah menikah dengan Kao... apa kamu bersikap manis seperti ini juga padanya?" tanya Aom yang sontak membuat Kim mengernyitkan keningnya


"hayooo.... kamu penasaran atau tiba-tiba cemburu mengingat aku pernah bersama wanita lain? hahaha" sahut Kim terkekeh mendengar pertanyaan tak terduga dari Aom itu...


"iiiisssshhh... aku cuma penasaran... lagi pula dia itu Kao ku..." sahut Aom sambil menjitak kepala Kim pelan


"heeeh... kalau tidak cemburu kenapa isi ngejitak... ayo ngaku... hahaha" goda Kim sambil tertawa puas melihat wajah cemberut Aom dari pangkuannya


"ya sudah kalau tidak mau menjawabnya juga tidak masalah... jadi aku sudah tau jawabannya pasti iya..." ujar Aom cemberut


Hening sejenak...


"sebenarnya aku merasa bersalah diawal-awal aku menikah dengannya... aku tidak bisa memberikan cintaku padanya... aku hanya sangat menyayanginya sebagai sahabatku seperti Mario, Jeab, Nan dan Zee... beberapa bulan pertama aku sama sekali tidak memperlakukannya seperti seorang istri... aku masih bersikap seperti biasa... kami hanya tidur di kasur yang sama... mengobrol hal-hal yang menurut kami menarik saja... sampai akhirnya aku sempat larut dalam pekerjaanku... hampir seminggu aku tidak pulang karena sibuk bekerja... Kao selalu membuatkan makanan untukku, membawakannya ke dermaga, menunggu sampai aku makan... tapi karena aku tidak peka sama sekali... aku lebih memilih menyelesaikan pekerjaanku daripada menghabiskan waktu bersamanya..." ujar Kim menghembuskan nafasnya pelan


"suata hari ia datang membawa makan siang ke dermaga untukku seperti biasanya... lalu aku membiarkannya menungguku selesai bekerja... mungkin ia lelah terhadap sikapku yang tak pernah memberikan perhatian layaknya seorang suami pada istrinya... hari itu ia menangis dalam diam, tanpa sengaja aku melihatnya saat menyelesaikan beberapa berkas... yang menyayat hatiku adalah ketika ia berkata 'apa aku tidak pantas mendapatkan cintamu kak Kim?' suara lirih itu membuat hatiku sesak... aku sadar aku telah keliru... lalu aku memperbaiki semuanya... aku lebih perhatian dan sayang padanya... dia mulai bahagia dan berkata akan terus mencoba membuat aku mencintainya seutuhnya... setelah enam bulan berlalu akhirnya aku baru menyentuhnya, menetapkan hatiku untuk menjadi suami yang baik agar tidak mengecewakan siapapun nanti... walaupun aku tidak bisa benar-benar mencintainya seperti aku mencintai cinta pertamaku..." ujar Kim tersenyum menatap manik-manik mata Aom tulus...


"setelah beberapa minggu, dia dinyatakan hamil tapi di hari yang sama aku kehilangan mereka berdua... saat itu pula aku sadar kalau dunia yang aku jalani ini penuh dengan bahaya, jika aku tidak kejam maka dunia yang akan kejam padaku... maka dari itu aku bisa sampai seperti sekarang ini... gelar orang paling kejam melekat pada diriku hahaha..." Kim tertawa dan bangun dari pangkuan Aom


"tapi tak kusangka sifat kejamku yang semakin menjadi-jadi setelah kehilangan Kao menjadi benang merah penghubung takdirku dengan dirimu... cinta pertamaku yang telah mencuri hatiku dan tak pernah mengembalikannya sampai sekarang..." ujar Kim lagi lalu ia mencium bibir Aom lembut... penuh dengan perasaan yang tulus...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya 🙏


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2