His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Memanipulasi Semua Aspek Penting


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Pintu ruang kerja Kim terbuka begitu saja tanpa ada ketukan pintu untuk meminta izin masuk...


Siapa lagi memangnya yang berani datang dengan seenaknya jika bukan adiknya sendiri, Tanawat Hans Suppanad...


"Kak, semuanya sudah selesai dilaksanakan... Analisis pengaruh dari semua yang telah kita lakukan untuk menciptakan hiperinflasi ini 95% pasti akan memberikan pengaruh yang signifikan dalam 1-2 hari kedepan... Dengan habisnya bahan pangan dasar di pasaran dalam sekejap mata akan membuat semua orang mengalami kepanikan dan mencoba untuk mencari cara agar tetap bisa bertahan hidup termasuk menyalahkan pemerintah yang dinilai tidak bisa menjaga kestabilan pangan hingga barang-barang yang seharusnya tidak akan pernah menjadi langka, tiba-tiba habis dan sulit untuk di dapatkan..." Ujar Tan yang langsung mengatakan semuanya to the poin saat baru saja masuk dan duduk di hadapan kakaknya Art yang sedang sibuk menandatangani beberapa surat pengambilan keputusan baik dari SDG maupun Hans Group...


"Bagus... Kita akan ukur seberapa jauh perbedaan kekayaan yang selama ini ayah miliki dengan negara ini bahkan dengan pihak kerajaan sekalipun...


"Ini sangat hebat dan sangat seru kak! Selanjutnya apa kita akan langsung lakukan langkah selanjutnya hari ini juga?" Tanya Tan yang tampak begitu antusias, matanya berbinar-binar seperti seorang anak kecil yang mendapatkan mainan baru yang sangat bagus untuk dimainkan...


***


Di sisi lain,


Kim sangat tidak menyangka akan kedatangan tamu yang sangat-sangat tidak pernah terbayangkan dalam benaknya di dalam ruang penahanan sementara ini...


Dia adalah panglima jendral yang saat ini memegang seluruh kekuatan besar militer negara ini...


"Sungguh diluar dugaan seorang panglima jendral besar yang terhormat mau datang secara pribadi untuk melihat keadaanku di ruangan sempit dan sumpek ini... Apa ada yang bisa saya yang rakyat biasa ini bantu jendral?" Tanya Kim padanya sambil tersenyum lebar penuh makna di dalamnya...

__ADS_1


"Bukan kau yang harusnya terkejut Kim Hans... aku yang harusnya terkejut bisa melihat dan menemui dirimu disini... Bagaimana? Apa idealisme'mu itu masih sama seperti dulu? Jika iya maka negara ini harusnya masih bisa bersyukur... Karena gelombang kehancuran tidak akan datang begitu cepat karena ada tameng sekuat dirimu ini... Si pangeran dari dunia bawah yang gelap..." Sahut Jenderal itu dengan cara bicara yang sama dengan Kim, mereka seakan berbicara sesuatu hal yang ringan, tapi sarat akan makna yang tersembunyi di dalamnya...


"Tidak... Tidak akan semudah itu jendral... Aku memang orang yang sangat idealis, tapi orang yang akan turun tangan saat ini bukan diriku... Sehingga kekacauan besar yang mungkin akan terjadi tidak akan bisa ditebak dengan mudah... Karena dia bisa saja melampaui batas-batas yang selalu aku buat untuk diriku sendiri atas dasar idealisme yang aku pegang teguh dalam hidupku ini... Tapi orang ini berbeda... Dia bagaikan berlian murni yang hanya perlu diasah saat ini, tapi apa dan bagaimana caraku mau mengasahnya agar menjadi berlian termahal juga tidak akan mudah dan perlu pengorbanan yang besar... Bahkan jikalau pun harus mengorbankan diriku sendiri, aku akan dengan senang hati memberikan seluruh tetesan darahku untuknya berkembang jendral..." Ujar Kim sambil tersenyum bangga...


"Anakmu, hmmm... Lebih tepatnya lagi adalah putra pertamamu itu sangatlah menarik... Apa kau juga akan memberikannya spesial ID sepertimu? Karena jika tidak maka dia terlalu mudah untuk dilacak dan dilenyapkan oleh siapapun yang mengincarnya..." Tanya jenderal itu lagi pada Kim dengan sebuah senyuman yang sangat sulit untuk di definisikan apa arti dari senyuman itu...


"Dilenyapkan? Memangnya ada yang mampu dan mau melakukan semua itu? Jangan lupa bahwa orang-orang yang ada disekeliling anak-anakku itu bukanlah orang yang sembarang jendral... Dan juga, jangan pernah remehkan mesin pembunuh dalam wujud manusia ini... Karena dia kemungkinan besar bisa berkembang jauh lebih mengerikan daripada pria berumur 40an yang berada di depanmu saat ini jendral..." Sahut Kim dengan senyuman yang tak pernah lepas dari wajahnya saat ini...


Senyuman yang manis tapi bukannya membuat hati terasa menghangat ketika melihatnya, senyuman ini malah sebaliknya... Senyuman yang tampak begitu mengerikan untuk dilihat karena terlalu banyak menyimpan ke-misteriusan yang sangat sulit untuk dijabarkan dan sangat sulit untuk di definisikan... Senyuman yang hanya bisa memunculkan spekulasi yang tidak jelas kebenarannya...


"Hahaha... Bagus... Mari kita lihat anak muda itu akan bisa melakukan segala hal sesempurna dirimu atau tidak... Tapi dilihat dari kepercayaan dirimu pada putramu itu, maka dapat aku simpulkan dia adalah seorang pria yang sangat dapat diandalkan... Aku hanya berharap satu hal Kim Hans..." Ujar Jendral itu sambil melangkah ke depan satu langkah dan kembali berkata,


"Aku harap dia tidak akan mati muda karena semua ini..." Ujar Jendral itu di depan wajah Kim


Panglima jenderal besar yang menguasai seluruh kekuatan militer negara ini hanya tersenyum mendengar apa yang Kim katakan, tapi entah senyuman memiliki arti apa dari hubungan keduanya...


Persaingan, Musuh, Teman, atau apa?


Hanya mereka berdua yang tahu akan semua hal itu...


***


Keesokan harinya pagi-pagi sekali,

__ADS_1


belasan kontainer besar telah berjejer rapi di masing-masing bank tujuan mereka...


pegawai bank yang memindahkan begitu banyak uang ke dalam kontainer itu semuanya berwajah pias... mereka semua berkeringat dingin...


Bukan hanya karena nominal uangnya yang sangat besar, tapi juga karena penjagaan yang sangat ketat dari pihak keamanan bank dan juga dari anggota SDG sendiri yang telah dilengkapi dengan senjata komplitnya...


Membayangkan bagaimana jika senjata-senjata itu melontarkan pelurunya saja sudah membuat mereka merinding ketakutan... apalagi kalau mereka sampai benar-benar melihat senjata itu digunakan, mungkin mereka akan memilih pingsan seketika...


"untuk apa orang sekaya ini membutuhkan uang cash sebanyak ini dalam waktu singkat? kenapa tidak menggunakan uang digital saja? sangat merepotkan..." gumam salah seorang pegawai bank itu di dalam hatinya...


"kau percepat kerjamu! kenapa bank sebesar ini mempekerjakan orang yang sangat lelet sepertimu!" teriak salah satu anak buah SDG yang melihat pegawai itu mengangkut uangnya lebih lambat dari pegawai yang lainnya...


"maaf pak, apa kami bisa meminta tanda tangan untuk beberapa berkas ini kepada tuan Kim Hans Suppanad setelah semua proses penarikan uang ini diselesaikan?" tanya manager bank itu yang sudah berkeringat dingin karena dengan keluarnya seluruh tabungan dari orang terkaya yang menyimpan hampir 80% uangnya yang berputar di bank ini akan membuat bank ini bisa berada di ujung jalan yang sangat rentan mengalami kebangkrutan...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


__ADS_2