
HAPPY READING GUYS
_________________
Art yang melihat setitik kesedihan pada wajah ibu yang paling ia sayangi ini berjalan perlahan mendekati ibunya, Aom tampak masih tenggelam dalam lamunannya sambil memegang bingkai poto itu akhirnya tersadar kembali setelah mendengar sebuah panggilan yang sudah sangat lama ia rindukan...
"Mama... mama kenapa? jangan bersedih ma..." ucap Art lembut sambil berjalan mendekati Aom yang berdiri mematung di dekat tumpukan bingkai poto yang baru saja selesai ia pasang itu...
Entah bagaimana, saat ini Aom seperti melihat dua sosok anak pertamanya itu...
Seorang laki-laki bertubuh tinggi yang tampan dan seorang bocah laki-laki tampan yang sangat imut... dua sosok itu adalah Art yang saat ini sudah tumbuh menjadi remaja yang tampan dan sosoknya sebagai seorang anak kecil beberapa tahun silam Aom lihat disaat yang bersamaan saat ini...
ia terpaku melihat semua ini... tanpa terasa air matanya mengalir tanpa permisi...
Tan pun ikut mendekati ibu mereka saat Art mengisyaratkan dirinya untuk mendekat...
"mamaku yang cantik ini kenapa bersedih..." tanya Art sambil menghapus air mata mamanya dari pipi mamanya yang mulus itu...
__ADS_1
"kenapa kalian tumbuh besar begitu cepat..." ucap Aom sambil memeluk kedua putranya itu dengan erat...
"mama... kami tidak akan pernah berubah, kami akan selalu menjadi putra kecilmu yang manis dan nakal..." sahut Tan, lalu mereka berdua membalas pelukan Aom dengan erat juga...
"kalian ini memang selalu tau cara meluluhkan hatiku ya... kalian berdua bahkan mau memanggil mama lagi padahal sebelumnya kalian bersikeras untuk tidak menggunakan panggilan itu lagi... pasti kalian hanya ingin merayu ibu agar merestui kalian melanjutkan pendidikan kalian ke USA kan..." ucap Aom tertawa pelan sambil menyeka air matanya
"berapa tahun pendidikan disana? apa ada waktu kalian untuk pulang?" tanya Aom lagi sambil mengelus pipi kedua putranya itu
"kalau program magisterku mungkin cuma memakan waktu 2 tahun paling cepat bu... tapi aku pastikan akan selesaikan pendidikanku selama jangka waktu tercepat yang diizinkan di kampus itu bu..." sahut Art sambil tersenyum manis kepada ibunya
"kalau Tan, kemungkinan bisa menghabiskan waktu 4-5 tahun... karena ada program yang bisa diajukan agar penyusunan skripsi S1 dan penyusunan tesis program magister dilakukan disaat yang sama bu..." ujar Art lagi sambil menepuk bahu adiknya itu
"jangan khawatirkan kami bu... kami pasti akan kembali membawa kapasitas diri yang lebih baik dan siap menggantikan posisi ayah kelak... selain itu saudara-saudara yang lainnya juga akan menyusul kesana pada waktunya..." ujar Tan meyakinkan Aom lagi
***
Sementara itu di lantai bawah terlihat Pravat masih termenung matanya menerawang jauh menembus jendela kamarnya itu...
pikirannya melayang-layang jauh memikirkan semua hal yang paman Kimnya katakan tadi... dan setelah cukup lama ia tersadar dari lamunannya dan berkata...
"jika tidak sekarang kapan lagi kan... aku yakin ini yang terbaik..." gumamnya pada dirinya sendiri...
__ADS_1
"bagus... akhirnya kau mengambil keputusan juga nak..." ujar Jeab tiba-tiba setelah mendengar gumaman dari anaknya itu... Sebenarnya sedari tadi ia sudah memperhatikan putranya yang tampak kebingungan, ragu-ragu dan melamun disana... namun Jeab hanya berdiri dan menunggu, ia membiarkan putranya menenangkan pikirannya dan mengambil keputusannya sendiri....
"ayah... sejak kapan ayah disini?" tanya Vat yang sedikit kaget mendengar ucapan ayahnya
"sejak dirimu melamun disana..." sahut Jeab sambil tersenyum lalu berjalan mendekati putranya itu... ia merangkul bahunya selayaknya seorang sahabat...
"apa kau tau nak... sesuatu yang paling sulit kita temukan dan tentukan dalam hidup ini adalah tentang apa yang sebenarnya paling ingin kita lakukan dalam hidup kita... sebuah kebahagiaan yang kita dapatkan dari melakukan suatu hal... tanpa keterpaksaan dan ego-ego lainnya yang membuat hidup ini semakin rumit..." ujar Jeab kepada putranya Vat yang tampak serius mendengarkan...
"jangan pernah lakukan apapun karena terpaksa... lakukan lah karena kau benar-benar mau... jika menjadi seorang dokter yang hebat memang menjadi keinginanmu maka lakukanlah... tapi jika itu kau lakukan hanya untuk bisa menjadi lebih hebat dari ayahmu ini maka jangan teruskan... karena disini kau tidak akan bahagia..." ujar Jeab lagi sambil menunjuk dada bidang putranya itu
"ya ayah... aku memang menginginkan ini semua... terima kasih karena ayah dan ibu selalu mendukungku selama ini... bahkan paman Kim selalu memperlakukanku sama seperti Art dan Tan... ia selalu mendukungku untuk menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya..." ujar Vat lalu ia memeluk ayahnya Jeab singkat...
"tapi kau harus ingat... kau hebat dalam satu hal yang menjadi keahlianmu memang sangat-sangat bagus... tapi kau harus tetap bisa melakukan beberapa hal lainnya... sebagai senjata keduamu untuk bertahan hidup..." ujar Jeab pada putranya itu...
"ingat untuk saling membantu satu sama lain disana... karena negara kapitalis itu sangat berbeda dengan negara kita nak..." ujar Jeab sambil memeluk tubuh putranya erat...
karena bagaimanapun jika orang tua harus berpisah dari anak mereka dengan waktu yang cukup lama, pasti akan ada rasa rindu yang harus mereka tahan dalam kurun waktu itu terhadap bagian dari diri mereka itu, anak-anak yang mereka sayangi...
_____________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐