His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Kembali


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Di halaman depan istana, si perdana menteri langsung mencengkram kuat kerah kemeja yang digunakan oleh Charka...


Wajahnya terlihat merah padam menahan amarahnya... Bagaimana tidak marah, saat terjadi kekacauan besar dan sebentar lagi dirinya akan hancur, sekutunya ini bukannya menolongnya tapi malah mendorongnya jatuh ke jurang yang lebih dalam lagi...


"Sialan kau! Berani-beraninya kau cuci tangan dari semua ini!" Geram perdana menteri itu sambil terus menguatkan cengkraman tangan di kerah kemeja Charka hingga baju kemejanya itu benar-benar menjadi sangat kusut tak rapi lagi...


"Saat kau jatuh maka jatuhlah sendiri! Tidak usah menarik orang lain untuk ikut jatuh bersamamu..." Ujar Charka tanpa rasa bersalah sedikitpun...


"Sialan! Kau tidak akan lepas dari semua ini dengan mudah!" Seru perdana menteri itu sambil hendak memukul wajah Charka, namun dengan kemampuan Charka yang tentunya sudah sangat baik dalam hal bela diri semua ini bukanlah ancaman...


Hanya beberapa detik setelah perdana menteri itu baru saja mengepalkan tangannya kuat-kuat bersiap untuk menghajar Charka, malah dirinya yang sudah terlentang di jalanan berbatu marmer itu karena dengan gerakan yang sangat cepat Charka berhasil membanting tubuhnya...


"Jangan mencoba-coba mencari masalah denganku... Kau bukan tandingan'ku..." Ujar Charka yang langsung pergi meninggalkannya kesakitan karena bantingan itu...


***


Keesokan paginya,


Para media sibuk menyiapkan liputan khusus secara live untuk pengunduran diri dari sang perdana menteri yang sedang menjabat saat ini sesuai dengan tuntutan dari para demonstran dan seluruh rakyat negeri ini...


Suka cita merebak dimana-mana, semuanya bersuka cita karena apa yang mereka tuntut selama ini sudah terwujud dan sosok Kim Hans Suppanad yang mereka kagumi juga sudah dibebaskan pagi ini...


Tapi setelah siaran ini selesai, semuanya tidak semudah ini untuk berakhir...

__ADS_1


Tidak hanya orang-orang ini yang harus hancur dalam permainan mereka sendiri...


Di atas dok kapal dermaga, Art sedang memberikan hiu-hiu kesayangan ayahnya itu makanan sambil menunggu ayahnya pulang setelah sekian lama ditahan dalam ruangan sempit yang disebut penjara itu...


"Hanya perdana menteri yang hancur tentunya ini tidaklah bagus paman... Ini tidak cukup, karena siapapun yang berani mencari masalah dengan keluargaku tidak akan bisa lolos dan mencuci bersih tangannya dari semua masalah yang ada... Aku ingin beberapa barang 'itu' untuk perangkap tikus yang terakhir... Tapi tentunya aku ingin membuatnya melayang dulu sebelum menghabisinya..." Ujar Art sambil melemparkan daging-daging segar kepada kawanan hiu putih itu di lautan yang ada di bawah kapal-kapal besar ini...


"Lalu apa yang ingin kau lakukan Art?" Tanya Nan dan juga Mario yang ada di atas dok kapal saat ini bersama dengan Art...


"Aku sudah menyusun sebuah rencana yang bagus... Ini jebakan yang sangat bagus... Tentunya umpan besar yang akan aku lemparkan saat ini tidak akan pernah mau dilewatkan oleh ikan besar yang menjadi buruanku... Paman semuanya tenanglah, karena semua ini telah berakhir... Besok aku minta tolong untuk menyimpan kembali uang-uang yang ada ke masing-masing banknya... Setelah itu kita akan memasak makanan dalam jumlah yang sangat besar di berbagai tempat sebagai bentuk rasa syukur atas kebebasan ayahku, maka pandangan rakyat yang sudah mulai kelaparan akan semakin menghormati dan mengagumi kita sebagai pahlawan mereka... Karena kita yang menjadi penyebab semua ini tanpa mereka ketahui, dan hanya kita jugalah yang bisa menyelamatkan mereka dari semua kekacauan ini... Sampai kapanpun ayahku akan selalu dikenang karena hal ini... Ayahku akan dikenal sebagai pria yang dapat mengguncang negara ini sekaligus bisa menyelamatkan negara ini dari keterpurukan..." Ujar Art dengan penuh percaya diri dan juga semangat yang membara dalam dirinya...


"Dia benar-benar putranya Kim, dia benar-benar sama seperti Kim Hans muda... Pria yang sangat kuat bahkan bisa dibilang mengerikan..." Ujar Nan kepada Mario ketika Art sudah pergi turun dari atas dok kapal itu...


"Hahaha... Seperti pinang dibelah dua? Tentu saja, mereka adalah ayah dan anak, guru dan murid, mereka pastinya akan benar-benar sama persis... Hanya saja masih ada satu pembeda..." Ujar Mario sambil tertawa kepada Nan


"Hanya satu pembeda... Sang dewi penakluk iblis belum hadir dalam hidupnya, ya kan? Hahaha" sahut Nan sambil tertawa juga,


"Kapan, dimana dan siapa dia masih belum pasti... Siapa tahu dia adalah gadis cantik dari laboratorium itu, atau bahkan putriku sendiri? Karena selama ini hanya mereka berdua yang bisa dekat dengan Art, karena tentu saja Pim tidak boleh masuk dalam list itu karena dia adalah adik kandungnya hahaha..." Ujar Mario tertawa lepas bersama dengan Nan yang saat ini juga ikut turun dari atas dok kapal itu untuk segera pulang dan menunggu kepulangan Kim seperti yang lainnya...


***


Siang harinya,


Setelah menyelesaikan seluruh dokumen pembebasan dan juga membersihkan namanya dari berbagai macam tuduhan yang selama ini diarahkan pada dirinya, akhirnya Kim dan Zee pulang ke rumah...


Dan saat ini, disinilah mereka berada...


Di depan rumah besar nan megah ini, Kim turun menginjakkan kakinya lagi di halaman rumahnya yang begitu luas ini...

__ADS_1


Tidak seperti biasanya karena ia tidak akan turun dari mobil setelah menyimpan mobilnya di garasi, tapi ia turun di depan halaman depan rumahnya yang kini sudah dipadati ratusan orang anak buahnya itu...


Kim hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat semua ini, bagaimana pun ia melarang semua anak buahnya agar tidak menyambutnya pulang, tiba-tiba entah karena loyalitas dan rasa bahagia yang terlalu besar...


Mereka semua membangkang dan tidak mematuhi perintah Kim kali ini...


Mereka semua tetap menyambut bos besar mereka ini di halaman depan rumah kediamannya, dan seketika Kim turun semuanya langsung membungkukkan badannya dan berseru kompak bagaikan paduan suara kelas atas yang benar-benar sangat kompak...


"SELAMAT DATANG BOS!!!" seru mereka semua bersamaan,


Kim tersenyum karena hanya ini dan inilah pertama kalinya ia bisa memaafkan pembangkangan yang dilakukan oleh ratusan anak buahnya ini...


Dan tentu saja ini hanya sebagian kecil dari jumlah anak buahnya yang tersebar dimana-mana, karena tidak akan memungkinkan jika puluhan ribu orang itu bisa datang kemari untuk menyambut kedatangan bos besar mereka ini walaupun mereka semua sangat ingin...


Di depan rumahnya, pemandangan yang selama beberapa hari belakangan ini sangat Kim rindukan akhirnya dapat ia lihat lagi dengan sangat jelas menggunakan mata kepalanya sendiri...


Istri, anak keponakan dan juga sahabat-sahabatnya yang juga telah menunggu kepulangannya ini sungguh luar biasa membuat hatinya menghangat seketika...


Senyuman yang sangat ia rindukan walaupun hanya beberapa hari tidak dapat melihatnya kini dapat kembali ia nikmati setiap harinya...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2