
"Tolong minta Zee mempersiapkan keberangkatanku ke China Jeab, aku ingin berangkat besok pagi.." perintah Kim
"Kau ingin lari dari sakit hatimu? Atau hanya menenangkan diri?" Tanya Jeab to the point
"Hahaha tidak... Aku ingin melihat keponakan baruku.. kakak meneleponku baru saja, kakak ipar sudah melahirkan" ujar Kim
"Dan seperti biasanya... Semua urusan disini aku percayakan kepada kalian semua.." ucap Kim sambil berjalan menuruni tangga bersama dengan Jeab
"Baiklah aku akan katakan pada Zee untuk mengurus semuanya.." sahut Jeab masuk ke dalam markas mencari Zee sementara Kim masuk ke garasi mobil dan keluar markas membawa mobilnya bersama Mario dan Nan...
ia juga diikuti oleh 5 mobil anak buahnya menuju gedung High Crown untuk pertemuan dengan orang-orang dari China itu...
***
di dalam gedung luas milik Kim itu sudah terlihat beberapa orang telah menunggu kedatangannya, itu adalah Hei Cheng dan Ron...
"hallo selamat siang tuan Kim... senang bisa bertemu dengan anda..." ujar Cheng ramah
"anda tau saya tidak suka basa-basi langsung saja..." ujar Kim datar, lalu transaksi pun dilakukan dengan lancar
"baiklah kalau begitu semuanya sudah selesai silahkan kalian pulang" ujar Kim dingin
"tunggu tuan Kim Hans... saya memiliki satu teman yang akan memberikan penawaran menarik untuk anda... dijamin anda akan untung besar tuan..." ujar Cheng meyakinkan Kim
"baiklah coba anda sampaikan apa penawaran yang anda bawa kemari..." ujar Kim
"sikapnya tetap arogan" batin Cheng
"baiklah perkenalkan nama saya Ron Fei tuan Kim.... disini saya ingin menawarkan kerjasama yang sangat menguntungkan untuk anda, saya adalah orang yang dikenal dengan sebutan A.G di dunia mafia ini... tentu anda tau bisnis apa yang saya jalankan bukan?" ujar Ron penuh percaya diri
"saya ingin menawarkan bisnis ini dengan keuntungan 50 : 50 untuk anda tuan Kim... biasanya saya hanya membagi keuntungan 30% kepada rekan bisnis saya... tapi khusus untuk anda kita bisa setengah-setengah..." tambahnya
"Narkotika benarkan?" ujar Kim datar
"benar sekali tuan... keuntungan dalam bisnis ini bisa mencapai 1 miliar dolar perbulannya tuan... anda belum pernah berkecimpung di bisnis ini bukan?" sahutnya penuh kebanggaan
"benarkah?..." sahut Kim datar dan langsung berdiri
Doooor!!!
__ADS_1
sebuah peluru dari pistol Kim menembus kepala Ron Fei...
"dan saya tidak akan pernah masuk dalam lingkaran bisnis menjijikkan itu..." lanjut Kim
melihat rekannya mati terkapar Hei Cheng hanya bisa melotot dan terdiam... ia tidak menyangka bahwa Kim akan berbuat sekejam ini tanpa peringatan...
"saya kecewa dengan anda tuan Cheng... anda tau kan apa saja yang saya bisa terima dan apa yang saya benci? sekarang anda cepat pergi atau hanya nama anda yg akan pulang..." ujar Kim dingin dengan tatapan tajamnya
"ba...baik tuan muda... saya akan pergi sekarang..." sahutnya gugup
"2 orang mati di tangannya dalam sehari..." batin Mario dan Nan
"cepat bereskan mayat bedebah gila ini dari ruangan ini!" perintah Kim kepada anak buahnya
"apa hebatnya merusak generasi muda dengan obat-obatan terlarang seperti itu!" gerutu Kim saat meninggalkan gedung itu...
"Mario, Nan kalian pulanglah duluan bersama mereka aku akan membawa mobilnya..." ujar Kim dan langsung meninggalkan mereka semua
"huh... sudahlah... raja iblis sudah kembali, kita tidak akan bisa berbuat apapun juga" ujar Nan kepada Mario
"aku berharap dia tidak akan membunuh orang di dalam perjalanan..." sahut Mario sambil menggeleng-gelengkan kepalanya...
***
"Kenapa kau mengikutiku Jay?" Tanya Kim datar
"Saya melihat bos mengemudi sendiri jadi saya ikuti bos..." Sahut Jay, Kim hanya tersenyum dan masuk kedalam areal pemakaman itu, setelah sampai di sebuah pusara Kim berlutut dan tersenyum...
"Ayah... Tugasmu ternyata sangat berat untuk aku jalankan sekarang, aku bingung... Rasanya sangat sulit untuk percaya lagi padanya setelah ia benar-benar mempermainkan perasaanku ayah..." Ucap Kim tertunduk di depan pusara yang ternyata adalah pusara ayahnya...
Jay yang berdiri di belakang Kim tidak berani mengatakan atau bertanya apapun kepada bosnya ini...
"Aku akan pergi menemui kakak besok yah.. sekarang ayah sudah punya seorang cucu... Aku rasa dia jagoan yang tampan seperti ayah dan pamannya ini hahaha..." Ujarnya sedikit terdengar menghibur dirinya...
"tapi maaf aku belum bisa memberikanmu seorang cucu sampai sekarang ayah.. apa aku begitu menyedihkan yah? Hahaha" ucap Kim kembali tertawa...
Setelah itu ia benar-benar khusyuk berdoa untuk sang ayah... Jay terpaku melihat Kim yang begitu lembut, tidak sekeras biasanya... Sekarang ia tau sisi lembut Kim dan semakin mengaguminya...
"Jay... akan ada pembangunan sekolah dan rumah sakit di provinsi Nong Bhua Lamphu... Aku akan mempercayakannya padamu, urus dengan sebaik mungkin... Agar anak-anak disana tidak kesulitan belajar dan kesehatan mereka terjaga dengan baik..." Ujar Kim sambil menepuk pundak Jay, Jay begitu terharu dipercayakan sebuah proyek yang terbilang besar oleh Kim
__ADS_1
"baik bos... Sebuah kehormatan bagiku..." Sahutnya lalu membungkukkan badannya kepada Kim, Kim keluar dari areal pemakaman itu dan duduk diatas kap mobilnya..
"Jay... apa dulu saat kau di kesatuan pernah melakukan hal gila? Agar misi bisa terselesaikan dengan sempurna?" Tanya Kim tiba-tiba
"Pernah bos, saya harus bergabung dalam kelompok pengedar narkoba untuk bisa menangkap mereka.. bahkan saya sempat kecanduan narkoba tapi untungnya bisa cepat saya atasi jika tidak... Entah apa yang akan terjadi pada hidup saya jika sudah terlanjur kecanduan.." sahut Jay jujur
"Bergabung dalam kelompok...Hmmm..." Ujar Kim tersenyum simpul
"Tapi bos, jangan pernah mengira saya mau bergabung dengan SDG karena hal itu... Saya tidak akan pernah menghianati anda bos, karena saya sangat mengagumi kemampuan anda.. sebelumnya pandangan saya terhadap mafia sangat jelek, tapi entah mengapa melihat anda yang merupakan pimpinan mafia terbesar se-Thailand ini pandangan saya kepada mafia menjadi berubah... Mafia tidak selalu dan selamanya akan berlaku jahat, bahkan anda malah lebih mensejahterakan orang-orang disekitar anda.. makanya mereka sangat setia pada anda.." ujar Jirayu penuh kekaguman
"Sudahlah jangan terlalu formal begitu Jay... Aku tidak sebaik yang kau pikirkan itu" ucap Kim
"aku percaya padamu semoga kau tidak akan mengkhianatinya sampai kapanpun.." tambah Kim
"Tentu saja tuan Kim!" Serunya
"tapi.... Maaf jika saya lancang mengatakan ini tuan..... Aom..... Aom itu bahkan lebih gila dalam mengambil keputusan untuk mensukseskan misinya, saya harap tuan selalu berhati-hati dengannya..." Ujar Jay cemas
"Dia sudah menghianatiku Jay, dia memang luar biasa.. dia bisa mengorbankan apapun demi mencapai tujuannya hahaha" ujar Kim tertawa dan langsung masuk kedalam mobilnya, Jay benar-benar terkejut dan kebingungan...
Apa yang sudah dilakukan Aom pada seorang Kim Hans? Jay tersadar dari pemikirannya saat Kim membunyikan klaksonnya, Setelah itu mereka langsung kembali ke rumah utama
Kim masuk kedalam kamar pribadinya, pintu hitam yang tak satupun orang bisa memasukinya selama ini selain kakaknya... Ia mengambil beberapa pakaian hitamnya... Saat ia keluar ruangan itu ia melihat Aom baru saja keluar dari kamarnya, Aom juga melihat Kim keluar dari kamar itu... Aom menggenggam erat tiang infusnya dan ujung bajunya ia ingin meminta maaf lagi kepada suaminya itu, lalu ia melihat tangan Kim memegang sebuah koper hitam kecil...
"Kimm..." Ucapnya lemah karena kondisinya yang belum membaik, Kim berjalan mendekatinya
"istirahatlah" ucapnya dengan datar dan begitu dingin... Tak ada sedikitpun kelembutan lagi dalam ucapan Kim seperti sebelumnya, lalu Kim berjalan melewati Aom begitu saja...
Dada Aom terasa sesak... Sakit sekali rasanya....
orang yang sebelumnya sangat menyayanginya dan memanjakannya kini berubah menjadi seperti orang asing... Bersikap begitu dingin padanya, air mata Aom tiba-tiba kembali mengalir...
"Aku tau ini memang kesalahanku.. bahkan ini benar-benar fatal... Namun saat aku akan memperbaikinya, semua ini terjadi... Hukum aku seburuk mungkin Kim... Aku akan menerima semua hukumanmu..." Ujar Aom sambil terduduk dan menangisi dirinya sendiri... Sementara Kim yang tadinya sempat berhenti saat Aom berbicara kembali berjalan dan keluar rumah tanpa memperdulikannya...
____________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...
__ADS_1