
HAPPY READING GUYS
___________________
"tentu saja sayang... ini ruang kerja pribadiku disini... aku mendesainnya sama seperti yang ada di rumah, sehingga saat aku bekerja disini selama berhari-hari aku tetap merasa seperti berada di rumah..." sahut Kim lalu ia menggandeng tangan Aom lagi dan mengajaknya untuk berkeliling melihat-lihat...
"ayo kita berkeliling disini, aku akan menepati janjiku untuk mengenalkanmu kepada dermaga ini sampai sedetail-detailnya..." ujar Kim
"tentu itu harus sayang..." sahut Aom penuh semangat...
"pertama-tama lihatlah, disini ada banyak sekali tanker-tanker besar... di dalamnya tentu bukanlah tempatku menyimpan barang... tapi disini adalah tempat untuk anggota SDG berlatih selain dari tempat kita berlatih biasanya... tentu ini dilakukan karena jumlah anggota SDG itu sangat banyak... Mario dan Jay yang sekarang ini bertanggung jawab untuk pelatihan mereka... ini jatuhnya lebih seperti private army ku sayang..." jelas Kim dengan entengnya...
"what?! private army... boleh aku melihatnya?" tanya Aom dengan mata yang berbinar-binar
"tentu saja... kalau begitu lihat yang ini dulu..." ujar Kim sambil mengajak Aom menuju sebuah ruangan yang ada di dalam tanker besar itu... dan itu ternyata adalah ruangan tempat berlatih pistol...
"disini adalah tempat pertama kali aku melatih Art untuk belajar menggunakan senjata api saat ia berumur 4 tahun, Glock meyer 22 itu adalah senjata yang pertama kali ia gunakan... cukup standar..." ujar Kim dengan santainya... dan seperti biasa anak buahnya yang melihat Kim datang langsung menghentikan latihan mereka dan menyapa bos besar mereka itu dengan hormat...
__ADS_1
"sudah kembalilah latihan aku hanya melihat-lihat..." ujar Kim lalu seluruh anak buahnya mematuhi perintahnya itu dan kembali melanjutkan latihan mereka...
"dan saat itu bahkan dirimu tidak bilang padaku kalau mau melatih Art sejak usia sekecil itu..." protes Aom
"anak pertama kita itu sangat antusias dalam belajar apapun bersamaku, jadi aku juga menjadi tidak sabaran untuk melatihnya untuk berbagai macam hal hahaha..." sahut Kim sambil tertawa...
"bahkan kamu memberikannya pistol glock dan bilang itu standar? oh ayolah... itu bukan standar latihan tapi sudah standar internasional... bahkan para polisi di berbagai negara menggunakan senjata itu sayang.." ujar Aom lagi
"ya untuk senjata seperti itu masihlah standar sayang... itu bukan senjata yang sangat mematikan... yang beberapa bulan lalu aku ajarkan cara menggunakannya baru bisa dibilang senjata yang bagus... Desert Eagle... sekali tembak bisa menembus tubuh dan meledak skala kecil..." sahut Kim lagi dengan sangat enteng, tidak seperti membicarakan sesuatu yang mematikan...
"ah... terserah kamu sayang" ujar Aom malas membahas hal-hal seperti ini bersama Kim karena semuanya yang Aom anggap luar biasa hanya dianggap biasa oleh si bos besar Kim Hans ini...
kemudian Kim kembali memperlihatkan satu persatu tempat latihan yang ada disana dan berbagai tempat lainnya... dan dua tempat terakhir yang ia tunjukkan kepada Aom adalah penjara dan dok atas kapalnya...
"di penjara ini banyak sekali historicalnya... musuh-musuhku yang telah tertangkap akan di kurung disini... entah itu dipaksa mengaku, untuk mendapatkan suatu informasi yang mereka tutupi dan banyak lagi hal lainnya... tentu dulu saat dirimu menjadi agen rahasia juga pasti sudah sangat familiar dengan hal-hal seperti ini kan?" tanya Kim dan Aom hanya mengangguk setuju...
"namun ini berbeda... ini lebih kejam... sangat kejam" batin Aom sambil menelan ludahnya pelan
ia dapat melihat beberapa orang yang masih terikat di dinding tembok penjara itu, tangan dan kakinya di rantai, tubuhnya penuh bekas cambukan yang terlihat masih baru dan darah mengalir dari beberapa bekas cambukan itu...
"hentikan, aku tidak mau istriku melihat hal seperti ini lebih jauh lagi... setelah aku dan istriku pergi baru lanjutkan lagi..." perintah Kim kepada anak buahnya yang sedang memaksa para musuh-musuhnya itu mengakui kejahatan atau pun informasi yang mereka sembunyikan...
__ADS_1
Lalu tiba-tiba pria yang sedari tadi dicambuk itu angkat bicara saat melihat Kim datang bersama seorang wanita di sebelahnya yang tak lain adalah istri dari Kim yaitu Aom...
"tuan Kim... Maafkan saya... tolong tuan...uhuuuk....!" ujar pria itu terbatuk menahan sakit yang menjalar di tubuhnya...
"kenapa dia sampai seperti ini Kim?" tanya Aom dan Kim dapat melihat tatapan iba di mata istri cantiknya ini
Kim menarik tangan Aom dan mengajaknya untuk pergi dari sana...
"tuan Kim... saya mohon..." ujar pria itu terus memohon saat melihat Kim melangkah pergi dari sana begitu saja...
"kamu pasti berpikir bahwa aku sangat kejam kan? ya aku memang kejam dan bengis... aku tidak segan-segan untuk membunuh siapapun itu..." ujar Kim saat mereka sudah di luar dan berjalan di lorong diantara tanker-tanker besar itu...
"aku bahkan bisa membunuh banyak orang dalam sehari, aku kebal hukum? ya aku kebal akan hukum di negara ini... karena para penegak hukum lebih sayang akan nyawa mereka dari pada menegakkan keadilan untuk para penjahat yang telah aku bunuh... karena mereka tahu pasti bahwa saat aku membunuh seseorang itu pasti karena mereka telah berulah padaku, aku menjalankan semua bisnis secara legal, hanya beberapa hal yang masih dilakukan secara ilegal beberapa tahun lalu, misalnya penjualan senjata api yang dilakukan melalui jalur laut untuk menghindari pajak... tapi saat ini semua itu sudah berubah, aku tidak lagi mau melakukan hal ilegal itu karena sangat banyak merugikan negara ini sementara keuntungan yang diperoleh dari bisnis itu sama saja... hanya saja konsumen yang lebih kesusahan untuk mengurus administrasi dan perizinan mereka... dan aku tidak peduli... itu urusan mereka..." ujar Kim lagi sambil menatap lekat wajah Aom yang mendengar semua yang ia ucapkan saat ini...
____________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1