His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Flashback Off


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


1 minggu setelah itu, Kim sudah boleh pulang...


"adikmu mengalami Alexithymia tahap awal... dia tidak akan begitu bisa menunjukkan beberapa emosi setelah ini... berikan dia keadaan lingkungannya yang nyaman agar dia tidak semakin parah dalam kehilangan kemampuan untuk menunjukkan dan memahami emosi yang ia rasakan di dalam dirinya..." ucapan dokter seminggu yang lalu setelah melakukan pemeriksaan itu masih terus terngiang-ngiang di dalam pikiran Yang Mao...


"aku mau menemui ayah kak" ujar Kim saat mereka sudah pulang...


"temuilah..." sahut kakaknya pasrah sambil menepuk bahu Kim, karena ia juga gagal meyakinkan ayahnya untuk membatalkan rencana pernikahan bisnis itu...


Kim datang ke ruang kerja ayahnya...


"kau sudah pulih?" tanya ayahnya saat melihat Kim masuk ke dalam ruangannya


"ya..." sahut Kim singkat


"ada apa? apa kau mau protes karena aku tidak menjengukmu?" tanya ayahnya yang masih fokus pada dokumennya itu...


"tidak, itu tidak penting... aku kemari karena mau mengatakan aku mau menerima pernikahan itu... dengan satu syarat" ujar Kim, ayahnya tersenyum penuh kemenangan...


"apa syaratmu?" tanya ayahnya dengan senang hati dan senyuman menyeringai terlukis dengan baik di wajahnya itu...


"berikan SDG padaku, dan jangan mencampuri apapun yang aku lakukan setelah ini karena setelah pernikahan ini selesai, kau sudah mendapatkan apapun yang kau mau dan anggap saja aku sudah kau jual demi kejayaan... Hans Group akan semakin hebat di tanganmu, begitu juga SDG yang akan semakin besar dan berkembang di tanganku" ujar Kim dengan tatapan tajam dan wajah datarnya... tidak ada lagi wajah bersahaja dari seorang anak penurut di wajah tampannya ini...


"hahaha kau mulai belajar serakah dari mana huh? tidak sekalian kau mau mengambil alih Golden Imperal Dragon milikku di China sana?" tanya ayahnya... ia nampak bangga melihat anaknya yang seperti ini, terkesan haus akan kekuasaan sepertinya...

__ADS_1


"setujui atau tidak sama sekali" ujar Kim tanpa menggubris perkataan ayahnya itu


"baiklah aku setuju, besok semuanya akan berpindah ke tanganmu... pernikahan ini akan dilangsungkan secepatnya..." ujar ayahnya dan dengan cepat ia mengambil ponselnya dan menelepon tuan Suppasara...


~Flashback Off


***


"jadi kita pernah memiliki kenangan indah, dan aku melupakan semua itu lalu meninggalkanmu?" tanya Aom yang terlihat sedih,


"ya... tapi aku tidak pernah meninggalkanmu... kamu adalah jiwaku... tanpamu aku hanya bagaikan sebuah raga yang kosong dan akan hancur perlahan seperti ayahku yang kehilangan ibu... tapi beruntungnya dia menyesali semuanya saat dirinya sudah sakit keras... dia mencoba menebus kesalahannya setelah Kao benar-benar pergi... dia, ayahku... datang membujuk papamu itu agar mau merancang perjodohan kita ini... entah bagaimana caranya akhirnya mereka sepakat..." sahut Kim sambil membelai lembut pipi Aom...


"tapi kenapa kamu meminta SDG sebagai syarat sebelum menikah dengan Kao?" tanya Aom lagi


"untuk mendukung dan melindungimu... aku memilih jalan yang berlawanan, aku memilih diam dan melindungimu dari balik bayangan... karena tahu bahwa dalang di balik kejadian ini memiliki kekuatan yang hampir sama dengan SDG, jadi tidak ada pilihan lain lagi... aku harus menghancurkan mereka sebelum mereka menyentuhmu lagi..." sahut Kim lalu ia mengecup kening Aom penuh dengan kasih sayangnya...


"ya... tapi ia memang masih sangat muda, baru sekitar satu minggu di perutmu... tidak kusangka kita bisa senakal itu di waktu muda... melewati batasan dan menghasilkan buah cinta yang berkembang di perutmu tanpa sebuah ikatan resmi pernikahan... itu salah... dan aku berharap hal ini tidak akan pernah terulang lagi kepada anak-anak kita, ataupun keponakan kita semuanya..." ujar Kim lalu memeluk tubuh Aom, semakin merengkuhnya ke dalam pelukan hangatnya...


"apa kamu kenal Zero?" tanya Kim tiba-tiba


"ya... dia adalah seorang pria misterius yang selalu memakai topeng, di setiap misiku, dia selalu muncul sayang... entah mau melindungiku atau apa, tapi dia berbicara seolah selalu ingin membantuku mencapai puncak dan menunjukkan kemampuannya juga pada dunia... orang yang aneh, tapi begitu menyenangkan... hehehe" sahut Aom cekikikan mengingat tingkah orang misterius itu, dia pintar, cerdik, dan sangat kuat tapi selalu bertingkah konyol di hadapannya...


"kamu tahu siapa dia sebenarnya?" tanya Kim lagi


"awalnya tidak... tapi ternyata dia adalah seniorku di intelijen... kak Anan..." sahut Aom


"maksudnya?" tanya Kim lagi sambil sedikit mengerutkan keningnya

__ADS_1


"tapi janji tidak akan marah ya sayang? hmmm... dia, dia itu mantan pacarku... tapi itu dulu... semuanya sudah berakhir... dia saat menjadi Zero dan menjadi dirinya sendiri sangat berbeda... aku jatuh cinta pada karakternya sebagai Zero tapi aku tidak bisa memiliki perasaan yang sama saat dia sebagai Anan... dia seperti tidak pernah sebagai Zero saja... padahal dia sendiri yang mengaku sebagai Zero sambil membawa tas berisi peralatan penyamaran dan senjata yang selalu Zero gunakan... aku percaya karena buktinya ada, tapi entah kenapa hatiku seperti menolak..." ujar Aom yang begitu saja nyeroscos menceritakan itu pada Kim nya...


"siapa dia yang berani mengaku menjadi Zeromu? aku ingin lihat orangnya secara langsung..." sahut Kim


"tapi tunggu... aku tidak pernah menceritakan Zero padamu... bagaimana kamu bisa tahu?" tanya Aom lagi yang baru menyadarinya, ia tidak pernah membahas ini karena takut Kim akan cemburu jika dia membahas tentang mantan pacarnya itu...


"kamu akan tahu saat aku melihat orangnya sayang... aku tahu semua mantan pacarmu, tapi aku tidak begitu ingat lagi wajahnya..." sahut Kim


"dan jangan sampai aku bertemu mereka, jika mereka masih menyimpan perasaan padamu..." ujar Kim lagi, dan tiba-tiba aura yang pekat seakan berpendar pada dirinya, aura yang menyesakkan ini... Aom tidak nyaman, namun dia sangat bahagia juga karena ini selalu terjadi saat mood Kim berubah karena rasa cemburunya... suami posesifnya ini memang sesuatu sekali...


pikir Aom...


"jangan cemburu... mantan hanyalah mantan sayang..." sahut Aom sambil mengelus dada bidang Kim... bersikap manis agar mood Kim tidak memburuk...


"jangan bahas lagi, atau aku tidak bisa jamin kalau nanti aku bisa menyuruh anak buahku untuk melenyapkan mereka selamanya" ujar Kim dingin...


"jangan bercanda sayang... tidak lucu melenyapkan orang lain hanya karena kamu cemburu..." ujar Aom lembut sambil menciumi kedua pipi Kim


"itu hanya masalah kecil bagiku... sekarang sudah jam 3 subuh... tidurlah, karena bercerita panjang lebar tentang masa lalu hingga jam segini aku tidak mau mendengar satu katapun lagi saat ini, diam dan tidurlah" perintah Kim dingin dan tak terbantahkan...


Sifat tukang atur seenaknya kembali muncul malam ini.... selalu seperti itu jika ia sedang cemburu...


______________________


jangan lupa vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐


__ADS_2