
HAPPY READING GUYS
_____________________
Dilain pihak Kim tengah serius membaca dan memeriksa begitu banyak dokumen yang ada di hadapannya saat ini...
Tok..tok..tok..
Suara pintu diketuk dan terbuka setelah Kim memberikan izinnya...
Jeab masuk dengan wajah kusutnya...
"Bagaimana keputusanmu?" Tanya Kim to the poin
"Aku setuju Kim... Aku akan selalu setia pada semua perintahmu..." Sahut Jeab
"Tidak... Ini bukan untukku, ini untuk dirimu... Aku tidak bisa melihat sahabatku diselimuti oleh bayangan kesedihan... Kau harus punya keluarga yang bahagia... Hanya itu yang ku mau saat ini... Aku dan kalian semua bahagia tanpa terkecuali..." Ujar Kim
"Maafkan aku yang jadi lemah karena cintaku Kim... Aku tidak mengerti kenapa aku bisa selemah ini... Aku mengecewakanmu..." Ujar Jeab sedikit lesu
"Tidak usah minta maaf... Aku mengerti bagaimana perasaanmu... Kau seperti ini hanya agar orang yang kau cintai tidak terluka..." Ujar Kim
"Tapi apa kau tau? Terkadang apa yang kita anggap baik tidak selamanya baik untuk hidup kita dan orang-orang yang kita cintai... Kau memang salah karena memilih untuk diam agar tetap tercipta suasana yang damai, tapi apa kau rela harga dirimu menjadi sangat rendah dihadapan mertuamu karena kau tidak pernah melawan apa keinginannya yang egois itu? Hmmmm bukan melawan, lebih tepatnya menunjukkan bahwa dirimu memiliki kualitas yang sangat baik untuk menjadi menantunya... Itu yang harus kau lakukan bukannya tetap diam..." Tambah Kim lagi
"Kau benar Kim... Sara juga bilang akan selalu mendukungku untuk membuktikan bahwa diriku tidaklah seburuk penilaian ayahnya..." Sahut Jeab nampak lebih semangat dari sebelumnya
"Tentu saja... Kau harus jadi panutan di keluargamu..." Ujar Kim sambil melemparkan tumpukan berkas dihadapan Jeab
"Pelajari itu, besok akuisisi semua anak perusahaan Whatcaree... Aku sudah mengatur semuanya..." Ujar Kim yang masih fokus membuka setiap lembar laporan keuangan yang kini tengah ia periksa
Jeab terkejut melihat semua berkas yang sudah diberikan oleh Kim... Semua strateginya tersusun dengan rapi dan tak ada celah untuk menolak proposal ini dari perusahaan manapun...
__ADS_1
"Kau mengerjakannya secepat ini? Hanya sehari?" Tanya Jeab masih tak percaya sambil membuka-buka file itu
"Kau pikir siapa Kim Hans? Jika aku benar-benar berminat maka tak sulit untukku dari dulu mengakuisisi perusahaan Whatcaree yang katanya adalah pesaing terbesar Hans Group..." Sahut Kim datar tanpa menoleh kepada Jeab karena ia sangat fokus memeriksa laporan keuangan itu
"Gila... Whatcaree hanyalah remahan roti untukmu Kim..." Ucap Jeab takjub melihat proposal-proposal itu
"Sudah cepatlah kau pelajari itu, aku tidak mau tau semuanya harus berjalan sempurna sampai kau bisa mengakuisisi seluruh perusahaan Whatcaree dalam 3 hari..." Ujar Kim penuh penekanan pada setiap katanya dan Jeab paham Kim tidak akan terima jika ada kesalahan sedikitpun dalam pekerjaan ini...
Sesaat setelah Jeab keluar, ponsel Kim berdering dan terlihat bahwa ada panggilan telepon dari Aom...
"Hallo..." Jawab Kim sambil terus membaca laporan-laporan yang ada didepannya itu
"Kapan kamu pulang?" Tanya Aom langsung dengan nada lesunya
"Kenapa lesu begitu sayang? Apa kamu bosan?" Tanya Kim yang mendengar pertanyaan Aom
"Aku merindukanmu..." Ujar Aom tanpa menyahuti pertanyaan yang Kim lontarkan, Kim tersenyum senang mendengar pengakuan istrinya
"Sebentar lagi aku pulang setelah selesai memeriksa laporan-laporan ini dan menandatangani beberapa kontrak pekerjaan sayang..." Sahut Kim
"Iya sayang... Nanti aku pulang... Jaga anak kita dengan baik... Setelah urusan pekerjaan ini selesai aku akan membawa kalian liburan..." Ucap Kim agar istrinya sedikit lebih semangat dan tidak mengeluh karena ia selalu sibuk dengan pekerjaannya akhir-akhir ini....
"Ah percuma saja menelponmu" ucap Aom dan Tut... Tut... Tut... Sambungan teleponnya terputus, Kim hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tingkah istrinya yang semakin manja kepadanya... Ingin rasanya ia mengajaknya ke kantor bersama putra kedua mereka itu, tapi Kim tidak akan bisa fokus bekerja jika seperti itu....
****
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam akhirnya Kim selesai menandatangani kontrak pekerjaan yang terakhir dan bersiap untuk pulang...
Saat sudah berada di depan lobby kantornya Kim disambut oleh Petjah yang menjadi supirnya saat ini...
"Silahkan tuan Kim..." Ujarnya sopan
"Antar aku pulang secepat yang kau bisa pet" ujar Kim saat Petjah membukakan pintu mobil untuknya
"Baik tuan..." Sahutnya lalu menutup pintu mobil itu dan langsung berlari kearah pintu kemudi
__ADS_1
Mereka membelah jalanan kota Bangkok dengan sangat cepat hingga akhirnya sampai di rumah Kim....
"Aku pulang..." Ujar Kim sambil berjalan masuk kedalam
"Akhirnya papamu pulang Art... Pria super sibuk ini akhirnya ingat rumah..." Sindir Aom sambil menggendong Tan
"Papa tidak punya waktu bermain denganku lagi..." Ujar Art dengan bibir manyunnya
"Astaga bu... Tolong aku diserang...hahaha" ujar Kim terkekeh mendengar sindiran dari Aom dan protes dari Art
"Ibu tidak mau ikut campur Kim..." Sahut ibu Wana terkekeh melihat Kim yang sudah kelelahan bekerja namun tetap tak bisa tenang di rumahnya karena dua orang posesif dihadapannya ini
"Oke-oke papa salah karena tidak punya waktu bermain dengan Art lagi... Tapi papa janji kita akan liburan setelah ini oke? Mau kemana? London? Bali? Maldives? Tinggal katakan saja pada papa oke?" Ujar Kim sambil berjongkok di hadapan putranya itu
"Dan ya... Art akan tahu bagaimana banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan jika Art sudah dewasa nanti... Ayah akan mengajarimu sedikit demi sedikit..." Ujar Kim dan Art nampak begitu semangat mendengar ucapan papanya ini...
"Ooo... Jadi kamu mau membuat putraku sibuk juga begitu?" Ucap Aom sinis
"Astaga... Apa ibu memasak makanan yang salah untuk istriku akhir-akhir ini bu? Kenapa dia menjadi begitu sensi dengan apapun yang aku lakukan..." Keluh Kim pada ibu Wana
"Sabarlah sayang... Hormon dalam tubuh istrimu masih tinggi pasca melahirkan jadinya dia lebih sensitif... Beberapa wanita mengalami hal ini... Kamu hanya bisa bersabar..." Sahut ibu Wana sambil menahan tawanya
"Hmmmmmm....." Kim membuang nafasnya panjang lalu ia mendekati Aom dan memeluk tubuhnya
"Bukan kamu saja yang merasakan rindu... Tapi aku juga... Jangan marah ya" Ucapnya lalu mengecup kening Aom penuh rasa sayang, Aom tersenyum lebar hatinya sangat senang melihat Kim di dekatnya...
"Sepertinya sifat posesifmu saat aku hamil itu telah berpindah padaku sekarang..." Ucap Aom terkekeh sambil menggendong Tan ke dalam kamar....
_____________________
Jangan lupa vote like dan komentarnya guys..
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1