His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Menggila


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Sementara Aom masih menangis di kamar mandi, Kim dengan kecepatan yang membabi buta sudah sampai di pelabuhan dengan kondisi yang sangat jauh dari kata santai...


Emosi dalam dirinya benar-benar bercampur aduk, ia sendiri pun tidak tahu apa yang membuat kondisinya setidak stabil ini... Terlampau emosional, namun tetap tidak bisa ia kendalikan dengan baik...


Selain itu ia tahu bahwa apa yang ia lakukan pada Aom itu benar-benar salah, terlebih lagi saat ini Aom sedang hamil anak mereka yang keempat...


Tapi apalah daya, setiap manusia pasti tidak akan pernah luput dari kesalahan...


Apalagi dirinya, seorang Kim Hans yang selalu ternoda, baik dengan kejahatan maupun darah dari para musuhnya...


Kim se-emosional ini bukanlah tanpa sebab, bukan hanya karena hormon dalam tubuhnya juga meningkat karena efek kehamilan Aom yang juga membuatnya mual di pagi hari, tapi juga karena tekanan mental yang terlalu kuat ia rasakan dari 2 arah yaitu kecemasan karena Aom mengingat ingatannya yang dulu hilang hingga membuat Kim berpikir paranoid karena takut Aom mungkin akan pergi darinya karena ia tidak bisa menjadi pendamping hidup yang sempurna seperti apa yang Aom dambakan... Ya meskipun ini tidak masuk akal bagi orang awam, namun ini sangat-sangat masuk akal bagi seseorang yang sedang mengalami paranoid yang berlebihan karena suatu hal...


Selain itu, tidak dapat dipungkiri juga bahwa Kim merasakan tekanan mental yang sangat kuat juga dengan mengirim kedua putranya untuk pergi ke wilayah yang sedang mengalami konflik yang kuat, selain keuntungan untuk menjadikan kedua putranya semakin kuat agar siap menjadi penerusnya suatu hari nanti yang merupakan kewajiban mutlak bagi Kim untuk membuat mereka siap akan hal itu sebagai seorang pemimpin, namun jauh di dalam hatinya sebagai seorang ayah merasa kecemasan yang sangat tinggi akan keselamatan putranya dikarenakan resiko yang begitu tinggi dalam misi ini, namun hatinya harus benar-benar terkoyak karena jika ia tidak mengirim putranya pergi ia akan merasa sangat bersalah karena tidak mempercayai kemampuan dari mereka berdua dan membiarkan kesempatan yang bagus untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan dari kedua putranya sampai tingkat yang jauh lebih tinggi namun disertai dengan resiko yang tinggi pula...


Dalam dilema itulah yang membuat kondisi emosional Kim menjadi sangat tidak stabil kali ini, ditambah lagi saat Aom mengatakan bahwa ia membenci Kim membuat Kim menjadi semakin tidak stabil karena merasa akan kehilangan semuanya disaat yang bersamaan...

__ADS_1


Sifat paranoid yang juga merupakan efek samping dari semua pekerjaan dan apa yang telah ia lalui selama ini dalam hidupnya saat ini telah mencapai puncaknya...


Kim menggila di markas pelabuhan, menghancurkan begitu banyak alat latihan yang tidak mampu membendung luapan emosi dan kekuatannya yang begitu besar... Semua anak buahnya tidak ada yang berani mendekati Kim karena ia terlalu menakutkan saat ini...


Jikalau pun mereka nekat mendekati bos besarnya ini, maka kemungkinan besar yang akan menghampiri mereka hanyalah kematian... Iblis perang yang dirumorkan beberapa tahun silam benar-benar dapat dilihat oleh anak buah Kim saat ini...


Mendengar kekacauan yang terjadi di dermaga, Zee dan Jeab langsung pergi dari perusahaan dan juga rumah sakit menuju markas di pelabuhan karena khawatir akan apa yang terjadi di sana hingga Kim bisa menggila segila itu...


Dan benar saja, ketika mereka sampai di sana... Yang mereka lihat adalah kekacauan yang parah! Kim menghancurkan semua alat-alat latihan itu hingga hancur berkeping-keping tidak berbentuk lagi, yang kini dapat mereka berdua lakukan hanyalah pengambil pedang mereka dan berusaha sekuat mungkin untuk membuat Kim kehabisan tenaga...


Saat kondisi emosional Kim seperti ini, hanya cara inilah yang mampu mereka lakukan untuk membuatnya melemah perlahan karena mereka tentu tidak mungkin menggunakan jarum bius untuk melemahkan bos mereka sendiri...


"Kim! Sudah lama aku tidak menggunakan kekuatan fisikku maka sekarang aku akan menggunakannya untuk menghabiskan tenagamu! " Ujar Jeab menghunus pedangnya pada Kim


Tang! Ting! Tang! Ting! Tang! Tang!


Suara pertemuan pedang-pedang itu menggema di seluruh ruangan...


Detik demi detik berlalu, menit demi menit terlewati hingga hampir satu setengah jam pertarungan itu terjadi...

__ADS_1


Meskipun mereka melawan Kim bersama-sama, mereka benar-benar tidak bisa menyaingi kekuatan dari iblis yang meminjam wajah seorang malaikat ini... Ia benar-benar seperti monster dalam tubuh manusia ketika ia sedang dalam kondisi yang emosional seperti ini... Hanya ada sedikit pikiran jernih yang tersisa di ruang otaknya karena Kim masih tetap bisa membedakan yang mana musuh dan mana keluarganya...


"Apa yang terjadi? Kenapa ia seganas puluhan tahun lalu ketika Aom dibuat kecelakaan oleh para cecunguk malang itu?" Tanya Zee pada Jeab tanpa menurunkan sedikitpun kesiagaannya untuk melawan Kim,


"Aku tidak tahu pasti Zee... Apa yang bisa membuatnya se frustasi ini... Tapi yang jelas salah satunya pasti tentang mengirim Art dan Tan ke Hongkong! " Sahut Jeab sambil menangkis tebasan pedang Kim yang benar-benar kuat hingga membuatnya mundur beberapa langkah...


"Sial! meskipun sudah semakin tua, kekuatannya sama sekali tidak menurun sedikitpun! bagaimana kau masih bisa disebut manusia Kim Hans! " teriak Zee ketika mencoba mendorong pedang Kim yang menghantam pedangnya hingga memunculkan percikan api tipis karena pergesekan besi tajam itu..


"sel-sel tubuhmu benar-benar bisa menjadi media penelitian yang bagus dan menarik Kim! bisa dikategorikan sebagai sel super mungkin! Haah, Haah, Haah... " ujar Jeab berusaha tertawa namun ia masih terlalu terengah-engah...


Kim masih tetap diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun dan terus melancarkan serangannya hingga tenaganya habis nantinya... Tatapan matanya tajam seolah-olah tidak memiliki emosi apapun dalam dirinya, oleh karena itu jika pertempuran ini adalah tentang hidup dan mati maka Jeab dan Zee tidak akan mungkin bisa selamat karena mereka tidak akan dapat memprediksi setiap serangan yang akan Kim berikan di setiap gerakannya...


Sementara itu para anak buah SDG hanya dapat berdecak kagum melihat bos besar dan juga para tangan kanannya mengadu kekuatannya di depan sana... pertarungan itu bukan ada pada level yang dapat mereka jangkau meskipun berlatih sendiri selama beberapa tahun lagi...


Semua pertarungan itu akhirnya terhenti ketika pedang yang Jeab dan Zee gunakan patah dan hampir saja menusuk salah satu bawahan yang menonton pertarungan gila itu, untungnya ia mampu menghindar dengan cepat... Jika tidak maka ia mungkin harus berada di ruang operasi saat ini...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2