His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Kemungkinan-kemungkinan


__ADS_3

Happy Reading Guys


_____________________


Setelah Kim mengecup bibirnya, Kim memeluk tubuh Aom dengan lembut,


“Aku membahas masa lalu bukan untuk menggali luka lama ataupun mengenang kenangan yang baik dan buruk di masa lalu itu... Aku mengungkit hal ini karena aku harus mengatakannya padamu sebelum kamu tahu dari orang lain” ujar Kim lagi karena Aom tentu saja tidak tahu kalau di masa lalu Kao pernah hamil, ia tidak pernah tahu kalau Kao pernah mengandung darah daging Kim saat ia menjadi istri sahnya


“Kenapa kamu membahasnya sekarang?” tanya Aom dalam dekapan Kim


“Untuk saat ini aku hanya bisa menjawab pertanyaanmu dengan sebuah pertanyaan lagi” ujar Kim lalu ia menjauhkan Aom dari dekapannya, Kim menatap mata Aom lagi seakan ia tidak yakin apakah ia harus mengatakan hal ini atau tidak,


“Apa?” tanya Aom dengan perasaan was-was dalam hatinya karena Kim tidak langsung bicara,


“Apa yang akan kamu lakukan jika anakku itu ternyata ada di dunia ini?” tanya Kim yang langsung membuat pupil mata Aom melebar saat mendengarnya,


“Apa Kao melahirkan seorang anak? tapi kenapa ia tidak ada bersamamu? apa yang terjadi?” tanya Aom beruntun yang terpaksa membuat Kim kembali mengingat detail kejadian menyedihkan kala itu,


“Tidak... Anak itu telah meninggal bersama dengan dirinya... Aku pernah mengatakan padamu bahwa Kao mati tertembak oleh musuhku kan? Saat kejadian naas itu terjadi, aku dalam kondisi lengah karena hari itu aku dan seluruh anggota SDG saat itu terlalu senang mendengar kabar yang Kao berikan bahwa dirinya hamil anakku dan kehamilannya sudah beberapa minggu menurut dokter” sahut Kim dengan sorot mata yang terlihat suram,


“Jeab yang memeriksa kandungannya?” tanya Aom

__ADS_1


“Tidak... Bagaimana mungkin Jeab bisa melakukannya pada wanita yang ia cintai seumur hidupnya? dan aku tidak akan setuju bahkan jika ia menawarkan dirinya, bagaimana pun juga dia adalah salah satu sahabatku” sahut Kim yang membuat Aom menyadari bahwa alur cinta ini tidak hanya terhubung kepada mereka bertiga tapi juga terikat kepada Jeab,


“Jadi Jeab, Kao dan dirimu terlibat cinta segitiga?” ujar Aom secara spontan,


“Itu bukan hal penting untuk dibahas dan itu juga bukan inti dari apa yang mau aku bicarakan saat ini denganmu” sahut Kim kemudian ia mengajak Aom untuk duduk di sofa kamar mereka itu,


“Jawab aku Aom, apa yang akan kamu lakukan jika tiba-tiba anak itu hadir di keluarga kita?” tanya Kim lagi pada Aom saat mereka sudah duduk berdampingan


“.................” Aom terdiam, ia tidak tahu apa yang harus ia katakan saat ini,


“Apa kamu akan menerimanya?” tanya Kim lagi hingga membuat Aom kembali sadar dari lamunannya,


Ada w kemungkinan yang terjadi,


pertama, Kim berselingkuh dan memiliki anak dari wanita lain dan menggunakan nama Kao untuk melindungi dirinya... Akan tetapi kemungkinan ini sangat sulit untuk dipercaya mengingat kepribadian Kim yang sangat bertolak belakang untuk bisa melakukan hal semacam itu, apalagi Kim sangat benci dengan penghianatan.


Sedangkan kemungkinan kedua yang terlintas dalam benak Aom bahkan lebih mengerikan lagi yaitu bahwa Kim menyembunyikan Kao di suatu tempat agar Kim bisa menikah dengannya dan setelah anak Kim dan Kao tumbuh dewasa maka Kim tidak punya pilihan lain selain menerima anak itu... Jika kemungkinan kedua ini adalah kebenaran maka Aom pasti tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri untuk penderitaan yang Kao alami karenanya...


Tapi ini hanya asumsi belaka dan Aom berharap tidak satupun dari kedua hal yang terlintas dalam benaknya itu adalah kenyataan,


Kim menarik napas dan menghembuskannya pelan...

__ADS_1


“Aku juga tidak yakin bagaimana caranya anak itu bisa kembali dari gerbang kematian... Jika saja dia dilahirkan oleh Kao dan Kao entah bagaimana ternyata masih hidup di suatu tempat yang jauh disana maka aku akan sangat senang... tapi kenyataannya bukan seperti itu... Kao benar-benar sudah dikremasi hari itu tepat di depan mataku setelah autopsi dilakukan oleh kepolisian yang menyelidiki kasus itu” ujar Kim sambil mengusap wajahnya dengan kasar,


“Tapi aku melakukan tes DNA pada anak itu dan hasilnya positif, dia memiliki DNA 99% cocok denganku dan juga Kao, Jeab sendiri yang menangani tesnya jadi tidak mungkin ada kesalahan yang terjadi... Hingga akhirnya aku mengambil sebuah kesimpulan yang cukup berani, aku yakin ada seseorang atau suatu kelompok di luar sana yang telah mengembangkan laboratorium untuk melakukan kloning pada manusia hingga anak itu bisa hidup dan tumbuh menjadi seorang pemuda saat ini” ujar Kim dengan sangat serius dan ia tidak sedikitpun memalingkan pandangannya dari Aom


”Tapi itu sangat terlarang dan bagaimana mereka mendapatkan sel dari anak itu...” ujar Aom ingin membantah kesimpulan yang telah Kim ambil itu,


“Tidak mungkin... Mungkinkah saat...” ujar Aom tiba-tiba langsung menutup mulutnya membayangkan yang mungkin terjadi saat itu dari sudut pandangnya sebagai agen rahasia,


“Ya... Aku tahu kemampuanmu sebagai agen rahasia tidak akan pernah pudar meskipun telah mengundurkan diri, jadi kemungkinan sel itu di dapatkan adalah saat autopsi dilakukan, tapi yang membuatku tidak paham adalah siapa yang melakukan hal ini? dan kenapa SDG harus diincar sebegitunya? apakah karena pengaruhku sudah terlalu kuat hingga mengusik keberadaan suatu organisasi underground terkuat yang ada di bumi ini? aku tidak paham mereka siapa, tapi aku paham keinginan mereka untuk menghancurkan diriku dan SDG dari dalam menggunakan anakku dan Kao secara biologis itu...” ujar Kim sambil mengepalkan tangannya,


“Dimana anak itu?” tanya Aom dengan sangat cepat, dengan kecerdasannya ia tahu ini adalah masalah yang serius dan akan mengancam seluruh keluarga, apalagi jika musuh menggunakan siasat adu domba yang kemungkinan berhasilnya hampir 90% untuk perlahan menghancurkan apapun itu, baik keluarga, organisasi, bahkan negara sekalipun.


“Dia sudah bergabung dengan SDG, mungkin dalam beberapa hari kalian akan bertemu” sahut Kim


“Aom... aku tidak tahu apa yang anak itu coba lakukan, tapi apapun yang coba ia lakukan aku akan menggagalkannya dan jika saja memungkinkan... Jika mungkin...” ujar Kim dengan sedikit keraguan dalam ucapannya di akhir,


“Aku tahu... Kamu tidak perlu menggunakan kata mungkin karena aku akan menerima anak itu, dan akan memperlakukannya seperti anakku sendiri... bagaimana pun juga ia adalah bagian dari dirimu dan juga Kao secara biologis... Jadi aku berharap jika ia memiliki kesalahpahaman maka kita harus meluruskannya dan membawanya kembali ke keluarga ini... Kao sangat berharga untukku, jadi itu juga akan berlaku juga untuk anaknya...” sahut Aom dengan tegas pada Kim yang membuat Kim bisa tersenyum kecil lalu Kim langsung mencium bibir Aom dengan penuh semangat dan menggendongnya ke tempat tidur,


_____________________


See You Tomorrow

__ADS_1


__ADS_2