
Tiba-tiba saja pasokan udara di dada Aom terasa menipis, dadanya terasa sesak melihat Kim ada disana menatapnya layaknya orang asing...
Sorot matanya sangat tajam, dingin dan bengis menatap mereka berdua... keringat dingin langsung membasahi kemeja yang digunakan oleh Mike, sementara Aom tak bisa mengatakan satu patah katapun melihat pria yang selama ini penuh cinta dan kelembutan di setiap detik saat bersamanya berubah menjadi sangat menakutkan seperti ini...
Aom memang sudah sadar akan kesalahan fatal yang ia lakukan ini, tapi semuanya terlambat untuk diperbaiki....
apa yang harus ia lakukan sekarang? Kenapa saat ia sudah yakin untuk mencintai Kim dengan sepenuh hati dan jiwanya serta ingin mengundurkan diri dari kesatuan malah terjadi hal seperti ini?!
Kim berjalan mendekati mereka berdua dengan tatapan tajam dan bengisnya itu... Mike semakin ketakutan dan dengan cepat ia mengambil pistolnya lalu menodongkannya kearah Kim...
Namun itu sia-sia, karena dengan secepat kilat kaki kanan Kim menendangnya dengan sangat keras sampai tangannya patah, Mike terduduk dan mengerang kesakitan, darah segar mengalir dari tangannya yang hampir remuk itu...
Kim terus berjalan mendekati Aom, menatap matanya lekat dengan tatapan tajamnya, air mata Aom sudah menggenang di pelupuk matanya...
Entah kenapa begitu sesak rasanya melihat Kim menatapnya dengan dingin dan tanpa perasaan seperti ini... Ia hanya bisa merasakan ketakutan saat menatap wajah Kim saat ini, tidak ada sedikitpun senyuman manis dan kelembutan yang bisa ia nikmati dari wajah tampan seorang Kim Hans lagi...
"Kiiimmm..." Ujar Aom dengan suara bergetar menahan tangisnya, ia berusaha menyentuh Kim namun ditepis dengan kasar oleh Kim, Aom melihat dengan samar-samar air mata yang ada di ujung mata Kim...
"Jangan pernah menyentuhku lagi" ucap Kim datar yang terdengar sangat dingin, lalu berjalan menuju pintu keluar toilet itu tanpa mengucapkan satu patah katapun lagi...
namun sebelum ia membuka knop pintu itu Kim berkata
"dan satu lagi, mulai sekarang tidak usah berpura-pura mencintaiku lagi" ujarnya sangat ketus dan dingin lalu menutup pintu itu dengan sangat kasar dan keras
Nan yang baru saja sampai di ujung lorong itu melihat Kim keluar dari toilet dengan tatapan yang membuatnya menelan ludahnya sendiri, Kim kehilangan kendali...
Itu yang pertama kali terlintas dalam benaknya... Ia menghampiri Kim yang berjalan cepat kembali menuju ballroom untuk menyelesaikan urusannya.. Nan memberanikan dirinya untuk mengatakan Aom tidak ada di dalam ballroom
"Kim... maaf tadi aku mengambilkan Aom minuman, tapi sekarang entah kemana ia pergi.. maafkan kecerobohanku Kim" ujar Nan ikut berjalan cepat menyesuaikan dengan langkah kaki Kim yang begitu cepat
__ADS_1
"Ia ada di dalam toilet pria, ajak dia pulang sekarang juga dengan cara apapun" Perintah Kim tak terbantahkan
Nan hanya mematuhinya tanpa mempertanyakan apapun lagi... Nan langsung masuk ke dalam toilet dan melihat Aom meringkuk disana sambil menangis tersedu-sedu...
Sementara disampingnya terlihat Mike yang mencoba berdiri dan memegang tangannya yang patah dan mengeluarkan darah segar itu...
"Kau! Kenapa kau disini bajingan!" bentak Nan sambil mengacungkan pistolnya kepada Mike dan langsung menelepon anak buah yang berjaga diluar, saat anak buahnya sampai Nan memerintahkan mereka menangkap Mike dan mengurungnya di dok pelabuhan mereka... setelah Mike diseret keluar Nan mendekati Aom mengusap lembut kepalanya...
"Apa yang terjadi? Kenapa Kim bisa lepas kendali seperti itu Aom? Dan kenapa bajingan itu bisa ada disini?" Tanya Nan beruntun dan merasa cemas dengan apa yang terjadi saat ini...
Aom sama sekali tidak menjawabnya, tangisannya semakin keras memenuhi seisi ruangan toilet itu... Nan mengajaknya untuk pulang bersama beberapa anak buah yang mengikutinya..., Aom meminta untuk bertemu dengan Kim namun Nan melarangnya...
"Jika memang terjadi masalah, lebih baik jangan berbicara dengannya sekarang Aom... dia sedang lepas kendali, marah besar dan tak ada satupun yang bisa menghentikan dirinya, apapun yang kita lakukan akan percuma... kamu bicara dengannya sekarang akan sangat sia-sia... Biarkan dia tenang dulu, percaya padaku..." bujuk Nan, dan akhirnya Aom setuju untuk pulang bersama dengan Nan...
Sementara itu di dalam ballroom, tinggal satu agenda lagi yang tersisa... Mario, Zee, Jeab, Baifren, dan Tae serta anak buah Kim terkejut dan bingung melihat perubahan Kim... Ia kembali dari luar dengan wajah penuh amarah dan tatapan tajamnya membuat seisi ballroom itu tak berani menatapnya langsung, mereka semua tau ada sesuatu yang salah telah terjadi di luar sana...
"semua akan dilakukan sesuai dengan arahan langsung dariku, ada yang tidak setuju?" tanya Kim datar namun itu terasa mencekam bagi orang-orang yang mendengarnya
Kesepakatan terakhir pun dibuat dipertemuan itu... Tak ada satupun yang berani membantah Kim saat menetapkan beberapa syarat sebelumnya...
Kim Hans yang dirumorkan menjadi sosok yang sangat penyayang setelah menikah akhir-akhir ini oleh banyak media, kali ini rumor itu langsung terpatahkan hanya dengan sekali melihat raut wajah Kim yang begitu menakutkan ini... Tak ada yang tau apa pemicunya...
Setelah semuanya selesai mereka semua pun pulang kerumahya masing-masing...
Mario mengemudikan mobilnya ditemani Zee di sebelahnya... Sementara Kim dan Jeab duduk di kursi penumpang... Keheningan melanda di perjalanan pulang mereka itu, dan tiba-tiba Kim bersuara
"Mar langsung menuju ke pelabuhan" perintahnya mutlak
"baik bos!" Sahut Mario dan langsung membanting setir mobilnya menuju pelabuhan diikuti oleh seluruh anak buah Kim itu...
__ADS_1
Sesampainya disana Kim langsung melempar jasnya dan melepaskan gespernya di dalam ruang kerjanya, lalu mengambil samurai kesayangannya yang terpajang rapi di desk ruang kerjanya, dan langsung membawanya menuju ruang latihan...
semua sahabatnya mengikutinya karena tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya karena Kim sedang diselimuti amarah yang begitu pekat sekarang ini...
"Jeab kau pulanglah kerumah, ajak Tae dan Baifren juga... Jaga Aom untukku, Nan juga ada disana" ujar Kim dingin
"Baiklah jika itu yang kau inginkan Kim... tapi izinkan aku mengatakan sesuatu dulu... Kami disini sebagai sahabatmu akan selalu mengingatkanmu, jangan biarkan dirimu diselimuti amarah seperti ini... Dinginkan lah kepalamu dulu..." ujar Jeab lalu meninggalkan ruangan latihan itu.. Mario dan Zee masih tetap tinggal disana memperhatikan Kim meluapkan emosinya...
Hanya dalam beberapa menit samsak khusus berlatih samurai itu hancur berkeping-keping ditebas dengan sangat kuat oleh Kim berkali-kali... Mereka berdua tau Kim benar-benar marah besar sekarang, sebelumnya mereka tidak pernah melihatnya semarah ini...
Setelah puas meluapkan emosinya Kim kembali memasukkan samurainya kedalam pelindungnya, Mario dan Zee bisa sedikit bernafas lega melihatnya...
"Perintahkan beberapa anak buah yang ikut denganku saat memeriksa keadaan Aom di rumah sakit umum itu untuk membawa dokter itu kehadapanku secepatnya" perintah Kim
Setelah selesai membersihkan dirinya dan berganti baju, mereka berdua masuk kedalam kamar Kim itu.. dengan rasa penasaran yang amat sangat mereka menanyakan apa sebenarnya yang terjadi...
"Kim aku masuk.." ujar Zee sambil membuka pintu kamar Kim itu
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau bisa semarah tadi?" Tanya Mario saat ia duduk di sofa sebelah Kim
"Maaf kawan, aku belum siap menceritakan apapun, aku tidak mau emosiku kembali meledak... Perkejaan kita sangat banyak sekarang..." Sahut Kim sambil memeriksa tumpukan berkas yang ada di depannya itu...
"Baiklah... Tenangkan dirimu dulu, setelah itu ceritakan pada kami semuanya.. oke?" Ujar Zee agar suasananya sedikit lebih santai
____________
jangan lupa tinggalkan like dan komennya guys...
karena like, kritik dan saran kalian sangat berarti untuk pembelajaran bagi author kedepannya...
__ADS_1