His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Upaya Penyelamatan #2


__ADS_3

 


HAPPY READING GUYS


 


__________________


Kim sangat kesal dan diselimuti oleh amarahnya sekarang…


Namun saat Aom memeluk tubuhnya ia teringat bahwa sekarang ia harus tetap berpikir dengan jernih agar bisa memikirkan penyelamatan anaknya tanpa harus membahayakan keselamatan putra kesayangannyanya tentunya…


Aom menangis di dada bidang Kim… ia merasa setengah bagian dari dirinya telah direnggut secara paksa dari dirinya hari ini… putra kesayangannya tengah dalam bahaya sekarang tanpa ada dirinya disisi putranya yang masih sangat kecil untuk menghadapi kondisi sesulit ini…


“Tenanglah… aku akan melakukan apapun untuk menyelamatkannya… bahkan jikalaupun aku harus menukarnya dengan nyawaku sendiri...” ujar Kim sambil terus mengusap pucuk kepala Aom dengan lembut...


Plakkk!!!


Aom menampar pipinya dengan sangat keras… lalu mencengkeram kuat kerah jas hitam yang ia pakai...


“Jaga bicaramu Kim Hans!!! Kau mau meninggalkan aku lagi?! Omong kosong macam apa ini!” bentak Aom dengan matanya yang sudah sangat basah oleh air mata itu, lalu ia memeluk Kim dengan sangat erat, membenamkan wajahnya semakin dalam di dada bidang suaminya ini...


“Maafkan aku…bukan itu maksudku Aom…” sahut Kim lalu membalas pelukan erat Aom


“Sudah dapat semua informasinya?” tanya Kim kepada Nan dan Mario yang tengah membuka peta dan memunculkannya di layar lcd yang telah mereka buka itu..


“Sudah Kim… aku dan Mario sedang mengamati lokasinya seperti apa... Rumah itu terletak diantara pegunungan dan hutan lokasinya sangat menguntungkan untuk melakukan bisnis busuk mereka disana, dan ada sebuah gudang beberapa ratus meter dari rumah ini dan aku rasa disana mereka memproduksi banyak narkoba…” sahut Nan sambil terus mengarahkan lasernya pada titik-titik lokasi dalam peta itu...


“Ini bisa kita manfaatkan Kim… sniper kita akan berpencar di seluruh gunung dan hutan untuk dapat celah masing-masing sudut setiap lokasi itu” ujar Mario

__ADS_1


“Baiklah kerahkan semua sniper andalan kita dan secara perlahan menyusup kesana... Dan aku inginkau menghubungi perdana menteri dan pihak kerajaan untuk membuat keributan kali ini Zee…” ujar Kim


“Maksudmu Kim?” tanya Zee yang belum paham dengan apa yang Kim minta ia lakukan


“Minta perizinan untuk menyerang penjahat dan gembing narkoba negeri ini dengan kekerasan dan tanpa melibatkan pihak kepolisian selain di akhir penyerbuan nanti…” ujar Kim


“Baiklah… aku akan segera mengurusnya..” ujar Zee lalu ia bergegas mengambil dokumen-dokumen yang sekiranya ia perlukan dan tentu saja tak lupa ia membawa sertifikasi pengacara internasional yang ia miliki untuk berjaga-jaga jika saja ia harus mengalami kesulitan nantinya...


"Mario aku ingin kau menggunakan strategi man to man... mereka pasti sudah menyiapkan pasukan yang cukup untuk menghadapiku..." perintah Kim pada Mario


"Oke bos, aku akan melakukan yang terbaik..." sahutnya lalu meninggalkan ruangan


“Aom… ku mohon kamu tetap tinggal dan menemani ibu di rumah sakit ya… ibu mengalami luka yang cukup parah karena sengaja ditabrak oleh mereka…” tutur Kim mencoba membuat istrinya menurut kali ini...


“Tidak! Aku tidak bisa hanya diam dan menunggu sementara anakku dalam bahaya… aku akan ikut denganmu sayang… aku mohon jangan halangi aku untuk hal ini… aku berjanji tidak akan membuatmu kesulitan dan aku akan menbantumu dengan seluruh kemampuan yang aku miliki… kamu tidak lupa kan kalau aku seorang mantan pasukan khusus di kemiliteran?” ujar Aom panjang lebar untuk mendapatkan persetujuan Kimnya ini...


Sementara Kim hanya menghela nafasnya panjang… menimbang-nimbang apa yang akan ia putuskan sekarang...


Strategi sudah di susun dengan matang… semua sniper sudah bergerak dengan tersembunyi ke dalam hutan dan pegunungan membawa senapan laras panjang yang bahkan bisa mengenai targetnya dalam jarak 300an meter jauhnya dengan sangat akurat..


Mario juga sudah menyiapkan pasukan gerilyanya walaupun Kim tidak ada memberikan perintahnya untuk melakukan itu…


ini ia lakukan hanya untuk berjaga-jaga terhadap kemungkinan terburuk nantinya…


Mario memegang kendali untuk para sniper yang ada di seluruh ruang lingkup wilayah itu sedangkan Ji bertanggungjawab atas pasukan gerilya yang telah dipersiapkan itu...


Setelah orang yang memperkenalkan diri dengan nama OG itu mengirimkan lokasinya kepada Kim lokasi itu benar-benar tepat dengan yang mereka deteksi…


Kim mengenakan pakaian anti peluru yang sangat tipis namun kuat… Aom juga diminta menggunakan pakaian yang sama untuk berjaga-jaga…

__ADS_1


Dari rumahnya menuju lokasi dimana Art disekap memerlukan waktu yang cukup lama dalam perjalanan…


3 jam mereka lalui hingga akhirnya sampai di lokasi tersebut…


Saat mereka sampai langsung disambut dengan senjata oleh para penjaga rumah itu yang tentunya sudah dipersenjatai lengkap oleh OG tentunya untuk menghadapi seorang setangguh Kim Hans…


Dia sangat percaya diri bisa mengalahkan Kim dengan cara liciknya ini untuk membalaskan dendam kematian kakaknya…


“Akhirnya Bos besar ini datang juga… selamat datang Kim Hans… oo dan lihat… kau bahkan membawa istrimu yang cantik ini kemari… ckckck…” ujarnya sambil berjalan dari arah pintu rumah itu


“Dimana anakku?!” tanya Kim penuh penekanan dalam ucapannya


“Oh… bersemangat sekali ya…” sahut OG lalu ia menjentikkan jarinya dan tak berselang lama dua anak buahnya membawa Art yang kaki dan tangannya terikat oleh tali dengan sangat kuat serta mulutnya yang dilakban agar tetap diam tentunya...


Dengan jarak pandangnya sekarang Kim bisa melihat ada beberapa luka lebam yang terlihat membiru di kulit anaknya ini… ia sangat marah melihat kondisi anaknya, namun ia hanya bisa mengepalkan tangannya karena OG sudah menodongkan pistol ke kepala putranya itu…


“Jangan sakiti anakku… dia tidak salah padamu… aku yang memiliki permasalahan denganmu bukan dia..” ujar Kim tegas


“Huh! Jangan sok bijak kau Kim Hans… kau sekarang hanya bisa menuruti apapun kataku jika ingin anakmu ini selamat! sadarlah akan posisimu sekarang bodoh!” ujarnya sambil terus menodongkan pistolnya dengan senyuman bangga dan penuh kemenangan


tapi ia tak tau kalau ini adalah sebuah awal dari kesalahan besar yang telah ia lakukan!


________________


Ingat vote, Like dan komentarnya ya guys...


jangan lupa kasi bintang karya Author ini ya...


⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


Terima kasih banyak para reader setianya Author atas support dan dukungannya 🙏😁


__ADS_2