His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Penyebabnya Apa?


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


"Aom bilang ia mengingat masa lalu yang sempat hilang dari dalam ingatannya... Tapi Jeab, apa yang merangsangnya hingga ingatan itu bisa tiba-tiba kembali saat ini?" Tanya Kim dengan wajah yang cukup serius pada Jeab yang tampak tengah menyuntikkan cairan vitamin yang tadi ia katakan perlu untuk diberikan kepada Aom...


"Entahlah... Untuk saat ini aku tidak dapat menjawab pertanyaanmu dengan pasti Kim, karena dalam kasus kehilangan ingatan pasca kecelakaan itu begitu banyak faktor yang mempengaruhinya dan juga tergantung pada individu dari pasien itu sendiri... Ada beberapa contoh penyebab kembalinya ingatan itu misalnya, sistem impuls saraf di otaknya sudah kembali pulih sepenuhnya kemungkinan besar ia bisa mengingat memori yang hilang hanya dengan melihat wajah dari orang-orang yang ia kenal, melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasanya juga memungkinkan untuk ingatan itu kembali dengan ketidak sengajaan... Selain itu jika ia melakukan sesuatu hal yang sama persis dengan ingatan yang hilang itu maka kemungkinan besar untuk ingatan itu kembali juga semakin besar... Tapi tentu ini jarang sekali terjadi dan dapat dilakukan karena ingatan itu tentunya hanya milik pribadi dari si pasien itu sendiri bukan dimiliki oleh orang-orang yang ada disekitarnya dan bahkan walaupun ada yang memiliki kenangan yang sama akan apa yang mereka lakukan bersama, itu belum tentu benar-benar sama karena setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda akan suatu hal yang sama..." Jelas Jeab secara rinci sambil menyelesaikan apa yang sedang ia lakukan saat ini...


Mendengar jawaban itu, tiba-tiba Kim teringat apa yang Aom katakan tadi padanya... Khususnya di kalimat,


"Aku mengatakan sesuatu secara diam-diam..."


Dengan kecerdasan otaknya yang memang di atas rata-rata orang pada umumnya, maka tidak heran jika Kim dapat menganalisa sesuatu jauh lebih cepat dari orang lain apalagi tentang sesuatu yang tidak akan pernah ia lupakan dalam hidupnya yaitu momen ketika ia mendapatkan Aom seutuhnya ketika mereka masih muda dulu...


Kim ingat betul momen-momen indah penuh cinta dan kenakalan di masa mudanya itu, karena apapun tentang Aom tidak pernah hilang sedikitpun dari dalam ingatannya...


Kim tersenyum ketika kembali mengingat masa ketika ia dimabuk cinta lalu diam-diam terus memandang Aom dari pantulan sebuah kaca kecil yang ada di apartemen milik Aom kala itu alih-alih tidak ingin melewatkan sedetikpun waktu untuk tetap bisa memandangi wajah cantik gadis itu... Gadis idamannya selama ini, dan ternyata hal bodoh yang ia lakukan itu membuahkan hasil yang manis ketika ia menangkap basah Aom yang diam-diam mengatakan sesuatu tanpa suara, hanya sebuah gerakan bibir yang indah...

__ADS_1


Tapi tentu orang bodoh manapun di negeri ini pasti tahu apa arti dari gerakan bibir itu, ungkapan tanpa suara itu adalah ungkapan cinta...


"Aku mencintaimu!"


Kata-kata ini bahkan tidak perlu ungkapan dengan suara yang lantang hanya untuk memahami maksudnya... Cukup dengan bisikan pelan ataupun hanya dengan gerakan bibir semata sudah bisa menunjukkan kekuatan dan keajaiban dari kata-kata singkat penuh perasaan itu dimana bisa membuat seseorang terbang melayang tinggi ke angkasa ketika cintanya berbalas dan juga sebaliknya dapat membanting seseorang dengan keras ke tanah hingga hancur berkeping-keping ketika kata-kata singkat penuh perasaan ini ditolak oleh orang yang dituju...


"Hei bosku, berhentilah melamun dan terima catatan ini... Ini berisikan tentang makanan yang harus dimakan oleh Aom dan beberapa diet khusus selama beberapa hari karena ada beberapa makanan yang belum boleh dikonsumsi olehnya sementara waktu..." Ujar Jeab yang langsung membuyarkan lamunan Kim yang 'indah' itu...


"Baiklah-baiklah... Aku pasti akan pastikan dia menuruti semuanya sesuai dengan baik Pak Dokter Jeab... " Sahut Kim saat menerima catatan itu dan tersenyum sambil menatap Aom dengan sedikit tajam yang menandakan bahwa tidak boleh ada bantahan ataupun penolakan darinya tentang masalah ini karena ini semua adalah demi kesehatan Aom dan juga bayinya...


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, anak muda yang tadi aku operasi itu masih membutuhkan beberapa perawatan khusus... Jaga dirimu baik-baik Aom..." Ujar Jeab tersenyum lalu merapikan peralatannya sambil mencoba menelepon seseorang,


"Kim bisa ikut denganku ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sebentar, tapi tidak enak dibicarakan disini karena mungkin akan menggangu istirahat dan juga tidur putrimu yang lelap... Aku tidak tega mengganggu tidurnya..." Ujar Jeab sambil tersenyum menatap Pim yang tampak begitu nyaman terlelap dalam tidurnya itu,


"Baiklah ayo..." Sahut Kim yang langsung berdiri sebelum pergi Kim menyempatkan dirinya mengusap lembut kepala Aom dan mengecupnya pelan, setelah itu baru ia pergi bersama dengan Jeab keluar dari kamarnya itu...


***

__ADS_1


Setelah menutup pintu kamarnya, Kim dan Jeab menyusuri anak tangga rumah megah ini bersama sambil membicarakan beberapa hal tentang rumah sakit lalu tiba-tiba Jeab teringat akan pria muda yang baru saja selesai ia operasi barusan sebelum datang kemari memeriksa kondisi Aom...


Menurutnya ada sesuatu yang spesial dari orang itu hingga pria muda yang tidak dikenal itu dapat menarik perhatiannya, ada sesuatu yang membuatnya tertarik padanya dan entah apa itu hingga ia berpikir untuk meminta pendapat dari Kim...


"Jangan-jangan sekarang kau mulai memiliki ketertarikan dengan anak muda yang tampan-tampan ya?" Canda Kim pada Jeab ketika ia menceritakan tentang pemuda itu pada Kim,


"Sialan! Bukan seperti itu! Aku serius, ada sesuatu yang membuatku tertarik pada anak muda itu... Seperti sesuatu yang terasa familiar tapi aku tidak tahu apa... Makanya aku ingin membawamu melihatnya, biasanya kau kan bisa langsung menebak apa yang membuatku berpikiran blunder seperti ini... Sama seperti ketika aku uring-uringan ketika hendak menyelesaikan formula terakhir obat dengan fungsi gila yang ingin kau buat itu... Beberapa hal yang luput dari perhatian dan pengamatanku kan selalu bisa kau temukan solusinya hanya dalam waktu singkat hahaha..." Sahut Jeab panjang lebar sambil menyisipkan sedikit pujian untuk bos besarnya ini,


"Hahaha... Kau berusaha menjilat atau apa?" Ejek Kim karena pujian kecil yang Jeab ucapkan padanya barusan,


"Untuk apa aku menjilat padamu, tidak ada untungnya juga bagiku hahaha" Sahut Jeab karena kepercayaan yang Kim berikan kepada semua sahabatnya adalah hal terpenting bagi mereka semua...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...


vote like dan komentarnya guys...

__ADS_1


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2