
HAPPY READING GUYS
_________________
Setelah hari itu, Kim semakin meluangkan banyak waktunya bersama anak-anaknya...
menanamkan pemahaman yang baik sebagai kepribadian dasar mereka... melatih mental anak-anaknya secara tidak langsung menjadi seorang anak yang penuh rasa ingin tahu dan tak mengenal rasa takut untuk mempelajari apapun hal baru yang Kim kenalkan pada mereka...
Kini Art tumbuh menjadi anak laki-laki yang sangat menyayangi dan melindungi adik-adiknya... rasa iri yang sebelumnya selalu ia tunjukkan seakan sudah meluap dan hilang terurai di udara sejuk di dekat perbukitan ini...
"terima kasih karena telah menanamkan pemahaman yang baik kepada anak-anak kita sayang... akhirnya Art benar-benar bersikap baik sekarang kepada kedua adiknya, ia tidak lagi merasa iri saat melihat aku mengurus dan bermain dengan adik-adiknya... aku bersyukur karena mereka memiliki ayah yang baik sepertimu...." ujar Aom sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Kim yang baru saja naik ke atas tempat tidur setelah selesai bekerja di ruang kerjanya tadi...
Akhir-akhir ini Kim sengaja memindahkan semua pekerjaannya agar bisa ia kerjakan di rumah, sehingga waktu yang seharusnya ia habiskan di luar rumah bisa ia ubah lebih efektif untuk meningkatkan ketersediaan dirinya sebagai figur seorang ayah yang selalu ada untuk anaknya di masa-masa penting tumbuh kembang putra dan putrinya ini...
Untungnya Kim sangat paham tentang apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh anak-anaknya di setiap masa pertumbuhannya...
Terkadang anak-anak akan melakukan kesalahan-kesalahan dalam kesehariannya, namun bukan kritikan yang mereka perlukan... melainkan pengertian dan meluruskan kesalahan mereka... peran orang tua sangat penting untuk menunjukkan apa sebenarnya yang baik dan tidak baik dilakukan...
__ADS_1
Kim sangat paham akan hal ini sehingga ia benar-benar teliti dalam memberikan respon terhadap setiap tindakan anak-anaknya... ia tidak mau anaknya tumbuh menjadi seseorang yang tak mengenali dirinya sendiri... apa kelebihan dan kekurangan dirinya, apa yang harus mereka lakukan untuk melatih bakat alami yang mereka miliki dan sebagainya...
Kim juga tidak pernah memarahi Art yang mendapatkan nilai kurang bagus di bidang bahasa, dan ia juga sangat mendukung anaknya yang pintar dalam matematika dan sains... ia tak pernah menuntut anaknya untuk memenuhi obsesi maupun harapannya...
"tidak perlu berterima kasih seperti ini Aomku sayang... aku ini suamimu dan juga ayah dari mereka bertiga... ini semua adalah tanggung jawabku sebagai seorang ayah, aku sadar betul kalau banyak orang tua yang kadang melakukan kesalahan di masa-masa penting pertumbuhan anaknya... entah itu karena terlalu memaksakan kehendak mereka pada anak-anaknya... ataupun terlalu sering berkata buruk kepada anak mereka sendiri sehingga tanpa sadar telah merusak karakter dan kehidupan anak-anaknya... maka dari itu aku tidak mau melakukan kesalahan yang sama... mereka adalah anakku, mereka akan mendapatkan semua hal terbaik yang mereka inginkan untuk hidup mereka...." sahut Kim panjang lebar sambil mengelus lembut pucuk kepala Aom penuh kasih sayang...
"kamu sangat hebat dalam segala bidang sayang... hot daddy ku ini sangat hebat..." puji Aom sambil memeluk tubuh Kim dengan erat
"tentu saja... aku bahkan menemui banyak psikiater dan orang-orang profesional lainnya agar bisa tahu dengan rinci tentang hal ini... karena kita harus benar-benar siap menjadi orang tua karena..." ujar Kim sambil tersenyum manis saat Aom mendongak dan mendengarkan dirinya dengan begitu seriusnya...
"karena menjadi orang tua bukan hanya bercinta beberapa kali selama beberapa jam, dan mengandung anak selama 9 bulan 10 hari.... tapi menjadi orang tua itu akan kita jalani selamanya... selama kita masih bernafas... maka kita harus menjadi orang tua yang hebat dan sukses, tidak boleh menjadi orang tua yang gagal... karena jika kita gagal maka entah berapa generasi yang akan menerima akibat dari kegagalan yang kita lakukan..." ujar Kim lembut lalu mencium kening Aom cukup lama...
Lalu saat Kim melepaskan kecupannya, ia sedikit terkejut melihat Aom yang menangis...
"ada apa? apa aku melakukan hal yang salah? atau aku mengatakan sesuatu yang membuatmu bersedih?" tanya Kim cemas sambil menghapus air mata istri kesayangannya ini
"aku hanya berpikir, entah hal baik apa yang telah aku lakukan di kehidupanku sebelumnya sehingga di kehidupanku ini aku bisa mendapatkan anugerah hidup yang seindah ini... semuanya hampir benar-benar sempurna... Tuhan benar-benar baik padaku..." ujar Aom sambil terisak pelan
__ADS_1
"astaga... kamu membuatku cemas sayang... huuuh..." ucap Kim lalu ia memeluk tubuh istrinya dengan gemas
"sudahlah... cepat tidur sekarang... jangan begadang..." ucap Kim lalu kembali mencium kening Aom dan dengan cepat juga ia mencuri ciuman selamat malam dari bibir mungil Aom itu...
"ih... malah papanya yang nakal saat ini..." ucap Aom malu-malu...
"aku kan memang nakal dari dulu sayang..." sahut Kim lalu menarik selimut mereka sampai menutupi seluruh tubuh mereka berdua sampai tak terlihat seujung rambut pun... kemudian terdengar suara Aom yang terkekeh geli bersama dengan Kim dari bawah selimut itu...
~Flashback End~
________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1