
Hallo para reader yang terhormat...
semoga up eps ini bisa masuk hari ini juga ya... karena biasanya kalo update hari sabtu minggu nggak bisa karena revisinya tertunda....
HAPPY READING GUYS
_________________
Sampai sore hari Kim tidak kembali lagi ke kamar mereka itu, entah ia sedang pergi kemana sekarang ini... Kim selalu membuat Aom bingung dan bertanya-tanya sebenarnya ia kemana lagi sekarang?
Setelah membersihkan dirinya dan merasa segar kembali Aom keluar kamarnya serta memastikan apakah Kim ada di rumah atau sedang keluar… rencananya ia akan mengajak Art jalan-jalan sekarang sambil membeli beberapa baju yang bagus untuk putranya itu
“Art kamu dimana sayang… ayo kita pergi jalan-jalan sayang…” ujar Aom dengan semangat
“Tadi ia pergi bersama Kim sayang…” sahut mamanya dari dapur sambil membawa 2 gelas teh hangat untuknya dan putrinya itu...
“Ini minumlah dulu sayang, ini pasti akan membuatmu lebih segar…” ucap mamanya sambil menyodorkan secangkir teh hangat dengan sedikit tambahan daun mint itu
“Apa malam tadi begitu menyenangkan sehingga seharian kamu masih betah di kamar sayang? atau Kim masih terus menahanmu di kamar?” goda mamanya yang membuat Aom semakin merona malu di depannya, apalagi setelah penuturan Kim yang secara gamblang bilang bahwa mamanya sudah ia mintai persetujuan untuk memiliki cucu lagi...
hoooiiiihhh!!!
wajah Aom berubah menjadi semerah tomat, menahan malu di depan mamanya ini... sungguh Aom belum pernah semalu ini kepada mamanya....
“Mama…. Jangan menggodaku… ini semua kan ulahnya Kim ma…” sahutnya dengan wajah yang sudah semerah tomat itu
“Tentu saja karena ulahnya, kan hanya dia suamimu sayang… hahaha” sahut mamanya tertawa pelan melihat ekspresi wajah putri kesayangannya ini
“Ma…. lebih baik bahas topik yang lain deh... misalnya Kenapa aku bisa di jodohkan dengan Kim dulu oleh ayah dan paman Hans?” tanya Aom tiba-tiba mengalihkan arah pembicaraan mereka itu
__ADS_1
“Hmmm? Kamu juga tidak ingat sama sekali bahwa kalian waktu masih anak-anak kalian pernah bertemu?” tanya mamanya namun Aom hanya menggelengkan kepalanya pertanda ia benar-benar tak mengingat apapun bahwa mereka pernah bertemu sebelumnya selain saat mereka satu sekolah SMA...
“hmmmm… kira-kira itu saat kalian masih kelas 2 dan 3 SD sayang… sebenarnya mama juga baru menyadarinya...” ujar mama Aom sembari mengingat kejadian berpuluh-puluh tahun silam
“Aom, apa kamu ingat dengan seorang anak laki-laki yang terluka parah yang tidak sengaja kamu temukan di sungai?” Tanya mama Aom
“Hmmm aku ingat sekilas namun tak begitu jelas ma… tapi yang aku ingat dia sangat tampan walaupun dibalut luka-luka itu dan kenakalannya yang begitu hakiki itu hehehe…” sahut Aom mengingat masa lalu dengan seorang anak nakal tanpa nama yang sempat mereka rawat beberapa minggu di rumah mereka itu
“Sepertinya dia punya tempat khusus di hatimu ya nak?” goda mama Aom, namun langsung di tepis oleh Aom
“Tidak ma, sekarang dan selamanya hanya akan ada Kim selain papa mama dan anak-anakku….” Sahut Aom penuh keyakinan
“Oh ya? Tapi tadi mama menangkap sinyal-sinyal bahwa kamu sempat tertarik padanya… jangan bohong ayo…” goda mamanya lagi, Aom sedikit cemberut menanggapi mamanya karena itu benar…
dulu ia sangat menyukai anak laki-laki nakal itu… entah kenapa sosok anak kecil yang nakal itu bisa membuat dirinya merindukan keberadaannya...
Walaupun setiap harinya selama anak nakal itu di rawat di rumah orang tua Aom itu mereka selalu berdebat dan bertengkar setiap detiknya saat bertemu… selalu saja ada yang mereka perdebatkan berdua… jika diingat-ingat lagi, anak laki-laki itu lah yang membuat Aom begitu merindukan pertengkaran dengannya saat kecil....
setelah ia dijemput oleh keluarganya
Namun setelah semakin dewasa Aom melupakan semua itu dan fokus menjalani semua ambisinya sampai saat ini jika mamanya tidak membahasnya lagi, maka Aom tidak akan ingat akan hal ini….
#Flashback On
Suatu hari 22 tahun yang lalu di sebuah sungai besar di Pattaya terlihat seorang anak laki-laki yang tengah terluka parah, terdampar di pinggiran sungai itu…
ia tak sadarkan diri, keadaannya sangat lemah…
Sore harinya seorang gadis kecil yang sedikit tomboy terlihat sedang berlari sambil membawa serok ikan kesayangannya… gadis itu sangat hobi menangkap ikan hias di sungai walaupun setiap pulang ke rumah ia akan dimarahi habis-habisan oleh kedua orang tuanya, namun ia tak pernah sekalipun merasa jera untuk mengulangi hobinya itu walaupun dirinya pasti akan dimarahi dan dihukum sekalipun…
“Lalalala…lalalalala…” ucapnya riang gembira yang tampak tak sedikitpun ada beban di hati gadis kecil ini
Tak berapa lama ia sampai di tepian sungai favoritnya itu, awalnya ia hanya memperhatikan setiap sudut bibir sungai itu melihat apakah ada ikan yang terlihat disana, namun dengan seketika matanya mengarah ke sesosok tubuh anak kecil yang sekiranya seumuran dengannya tengah tergeletak lemah tak berdaya disana…
__ADS_1
ia terkejut melihat semua itu lalu dengan perlahan mendekati anak itu, mencoba membangunkannya, tapi apa yang ia dapati adalah hampir seluruh tubuh anak itu terdapat luka gores dan ada beberapa luka yang tampak seperti luka sayatan pisau…
Setelah mencoba membangunkan anak laki-laki itu namun tak ada hasilnya… ia lalu berlari sekencang-kencangnya menuju rumahnya… ia langsung mencari siapapun orang dewasa yang pertama kali ia lihat selama perjalanan pulangnya itu, dan beruntungnya ada seorang pria yang lewat dan pria itu adalah teman ayah gadis kecil ini…
“Paman Beam!!! Tolong aku!” teriak gadis kecil itu sambil terus berlari ke arah pria itu
“Kenapa Aom? Ada apa?!” tanya Beam ikut tegang
“Ii…itu paman, a.. ada seorang anak laki-laki yang tergeletak di sungai, dia terluka parah” ujar Aom
Ya gadis kecil yang bandel ini adalah dirinya… Aom Shusar Manaying
“Benarkah?! Dimana nak?” tanya Beam lalu dengan cepat Aom menarik tangan besar pamannya ini menuju sungai besar yang tadi itu.
“Astaga! Ayo kita bawa ke rumahmu nak… dia terluka sangat parah…” ujar Beam setelah melihat anak laki-laki itu penuh dengan luka di tubuh kecilnya
“Aom tolong ambil handphone paman di saku kemeja paman ini dan telpon ayahmu suruh memanggil dokter ke rumah…” perintah Beam kepada Aom saat ia hendak mengangkat tubuh anak laki-laki malang itu...
Dan dengan sangat cepat Aom mematuhinya.. cepat-cepat ia langsung menelpon kontak papanya dari handphone paman Beamnya itu
“Hallo Beam ada apa?” tanya papa Aom di seberang telepon
“Pa ini Aom, kata paman Beam papa disuruh menelepon dokter segera pa… karena kami menemukan seorang anak laki-laki yang sedang terluka… sekarang akan langsung kami bawa pulang ke rumah..” ucap Aom dan langsung memutuskan sambungan teleponnya dan ikut berlari bersama dengan paman Beamnya itu yang sedang menggendong anak laki-laki yang sedang tak sadarkan diri itu...
_______________
Jangan lupa vote, like dan komennya ya guys...
setelah baca tinggalkan jejak hehehe...
karena semua dukungan, kritikan dan saran kalian sangat berarti bagi kemajuan author dalam penulisan novel ini tentunya...
Author gak mau bahas Aku ya?
__ADS_1
~Kim Hans