
HAPPY READING GUYS
________________________
Di luar markas, tepatnya di parkiran depan dermaga...
Para anak buah Kim yang mendapatkan giliran jaga mendapatkan kejutan dari beberapa pria muda yang baru saja datang ke markas ini... senyuman mereka mengembang ketika melihat para tuan muda mereka yang begitu berbakat dan memiliki masa depan yang sangat menjanjikan ini telah kembali lagi kemari... namun karena tanpa adanya pemberitahuan, maka mereka semua tidak mampu memberikan sambutan yang layak bagi tuan muda mereka ini...
"selamat datang tuan muda... senang bisa bertemu dengan anda lagi... maaf kami tidak sempat untuk membuat penyambutan apapun untuk kedatangan tuan muda..." ujar salah seorang dari mereka dengan begitu sopan dan membungkukkan tubuhnya sambil menyapa para generasi muda yang gemilang dari para bos mereka dengan ramah...
"jangan beritahu pada bos kalian... ayah-ayah kami tidak boleh tahu dulu..." ujar Art pada semua anak buah yang ada disana...
"ah, ya... baiklah tuan muda... tidak akan kami beritahu..." sahut mereka sambil tersenyum karena paham ini adalah sebuah kejutan kedatangan mereka...
"apa ini adalah insting dan intuisi yang sama tajamnya dengan milik bos Kim? mereka datang tepat disaat masa krisis mulai datang..." ujar salah satu anak buah itu kepada teman-temannya ini...
"tentu saja... karena mereka adalah anak dari bos... dan pastinya mereka akan mewarisi setiap kemampuan yang dimiliki oleh bos-bos kita itu... aku yakin bos besar Kim pasti akan sangat senang melihat anak dan keponakannya menjadi semakin berkembang dalam waktu yang begitu singkat di USA..." sahut salah seorang dari mereka...
"tapi ini baru setengah dari masa studi mereka kan? berarti mereka akan kembali lagi ke USA lagi?" tanya yang lainnya...
"yup... paling-paling saat ini para tuan muda sedang menikmati liburan musim panas mereka... setelah itu berakhir, mereka semua akan kembali ke USA untuk melanjutkan studinya lagi..." sahut salah seorang dari mereka...
"ya... kau benar... dan entah mengapa saat aku melihat tatapan tuan muda Art tadi, aku yakin dia pasti akan bisa menjadi seperti bos besar Kim nantinya... begitu hebat dan kuat..." ujarnya lagi lalu disetujui dengan anggukan oleh rekan-rekannya itu...
***
Di dalam markas,
Semua orang nampak begitu serius mengerjakan setiap tugas yang mereka dapatkan hingga tidak seorangpun yang menyadari kehadiran para pemuda tampan ini yang membuat mereka tersenyum puas...
"semuanya sedang sibuk, ini memang waktu yang tepat kak..." ujar Tan kepada kakaknya Art...
"tentu saja... di kisaran jam-jam ini adalah jam sibuk di markas ini... jadi tidak heran kalau tidak ada yang menyadari kehadiran kita ini..." sahut Art
__ADS_1
"kak? kita benar-benar akan melakukan ini? bagaimana kalau kita ditembak mati oleh ayah kita sendiri?" tanya Vat pada Art yang hanya tersenyum mendengar kegelisahan adiknya ini...
"tenang saja... ini akan sangat seru... sekarang pakailah topeng kalian, kita lakukan sekarang juga!" ujar Art memberikan perintahnya...
Mereka semua mengenakan topeng vendetta berwarna putih, lalu mengokang pistol kosong yang sedang mereka bawa itu dan dengan cepat bergerak kearah kantor bos besar Kim Hans Suppanad...
Braaakkkk!!!!
Mereka mendobrak pintu itu dan langsung mengepung orang-orang yang sedang berada di dalam sana...
Kim, Mario, Ji, dan Daw sedang ada di dalam sana membicara masalah keamanan yang akan mereka perketat mengingat perselisihan antara SDG dan badan intelijen masih belum berakhir sampai saat ini...
"siapa kalian! berani-beraninya menyerang markas SDG!" teriak Mario yang langsung menodongkan pistolnya dengan cepat kearah mereka...
"sial!" umpat Ji dan Daw bersamaan karena saat ini mereka tidak sedang membawa senjata...
Sementara Kim hanya diam dan memperhatikan postur tubuh orang-orang yang sedang menyerang markasnya ini...
Setelah itu, dengan santainya Kim berdiri lalu mengangkat tangannya dan berjalan mendekati mereka perlahan...
"diam disana dan berbalik!" teriak salah seorang dari mereka di balik topengnya itu...
"baiklah..." sahut Kim seakan-akan ia akan menuruti semua ancaman dan perintah dari para penyerang markasnya ini...
Namun hanya dalam hitungan detik saat Kim hendak berbalik, ia melancarkan serangannya dengan begitu cepat hingga para pemuda itu kelabakan untuk meresponnya dengan cepat...
"kalian pikir saat sandera kalian terlihat pasrah, putus asa dan lemah kalian sudah menang? ingat apa yang telah aku ajarkan pada kalian... tidak ada istilah kemenangan sebelum semuanya pertempurannya berakhir..." ujar Kim dengan santainya memungut sepucuk senjata yang ada di dekat kakinya...
"tunggu dulu... siapa mereka bos?" tanya Ji dan Daw lagi-lagi hampir berbarengan...
"apa kalian benar-benar tidak menyadarinya? postur tubuh mereka dan karakteristik cara mereka memegang senjata?" tanya Kim pada mereka berdua termasuk juga Mario yang nampak masih belum sadar jika para penyerang markas mereka ini adalah keponakan-keponakannya...
"jangan bilang bahwa mereka itu..." ujar Mario sambil berjalan mendekat dan membuka topeng-topeng mereka itu...
__ADS_1
"dasar anak-anak nakal!" ujar Mario lalu menyimpan senjatanya lagi...
"kalian gagal, jadi sebagai hadiahnya kalian akan mendapatkan latihan 2x lipat besok pagi..." ujar Kim kembali duduk di kursinya yang tadi...
"aaahhhh... kenapa malah dapat hadiah yang tidak menyenangkan itu!" gerutu Tan yang langsung membuat kak Art, Naw, Benz dan juga Vat tertawa karenanya...
"kapan kalian kembali? duduklah..." tanya Kim pada mereka semua...
"tadi pagi ayah... dan baru saja sampai saat ini karena ada sedikit masalah cuaca yang membuat pesawat harus delay beberapa menit sebelum keberangkatan..." sahut Art dengan santainya duduk di sofa yang ada di dekat paman Marionya itu...
"apa kabarnya Ace dan Lee paman? mereka baik-baik saja dan bahagia kan?" tanya Art basa-basi kepada pamannya ini...
"tentu saja... adik-adikmu itu selalu baik dan bahagia... lalu bagaimana dengan studimu disana Art?" sahut Mario sambil menepuk pundak keponakan tampannya ini...
"tentu saja baik dan lancar paman... profesor disana sangat menyukaiku karena aku sangat antusias dan juga cepat menangkap pelajarannya... bahkan salah satu profesor dari lintas jurusan memintaku untuk bergabung dan membantu dalam penelitiannya... walaupun itu bidang ekonomi makro tapi aku tetap mau karena itu hampir sama dengan cara ayah menjalankan bisnis Hans Group..." sahut Art dengan penuh semangat seperti sebelumnya...
"lalu apa kuliahmu berjalan dengan baik dan lancar Tan? tidak hanya bermain-main dan menggoda perempuan disana kan?" tanya Kim pada putra keduanya itu...
"ayah... aku tidak seburuk itu, aku belajar dengan giat dan serius... sedangkan masalah wanita-wanita yang selalu mendekatiku itu bukan salahku... lagi pula itu wajar kan karena aku juga mewarisi ketampanan dari ayahku ini... hehehe" sahut Tan dengan percaya diri sambil tertawa pelan...
"apa kalian juga sama seperti dirinya?" tanya Kim pada Naw, Vat dan Benz juga...
"tidak paman... ah, maksud kami sedikit... hehehe" sahut mereka bertiga cengengesan hingga membuat semuanya tertawa...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1