
HAPPY READING GUYS
________________________
"Jadi... Kemungkinan aku akan hamil lagi, karena terlambat untuk meminum obatnya... Dan kesalahpahaman yang tadi dengan Jeab juga karena ini... A, Aku..." Ujar Aom ragu-ragu lalu memberanikan dirinya menatap mata Kim...
Saat Aom sudah benar-benar menatap mata suaminya ini, ia baru sadar bahwa ekspresi wajah yang ditunjukkan oleh Kim saat ini benar-benar berseri-seri... Begitu bahagia seakan-akan ia baru saja mendapatkan hadiah terbaik dalam hidupnya...
Hanya dengan melihat ekspresi ini, beban di hati Aom tiba-tiba terasa lebih ringan... Semuanya seakan sudah menguap dan menghilang entah kemana...
Apalagi ketika Kim tiba-tiba memeluk tubuhnya dengan sangat erat... Kemudian mencium kening dan bibir mungil Aom bergantian dengan begitu antusias...
"Sayang..." Ujar Aom sambil tersenyum manis dan mengelus pipi Kim, lalu setetes air mata mengalir di pipi Aom yang langsung membuat tangan Kim refleks mengusapnya...
"Ada apa? Apa ada yang salah sayang? Katakan padaku..." Ujar Kim lembut sambil mengusap air mata yang begitu berharga bagi Kim, karena dengan alasan apapun Kim tidak akan membiarkan air mata itu jatuh begitu saja semasih dirinya bernapas di dunia ini...
Aom memeluk tubuh Kim dan menyembunyikan kepalanya di dada bidang Kim dan berkata,
"Maafkan aku sayang... Aku sempat berpikiran sempit, aku sempat merasa malu jika nantinya aku benar-benar hamil lagi... Karena usia kita sudah tidak muda lagi, tapi setelah melihat senyuman penuh kebahagiaan di wajahmu, aku merasa lebih malu pada diriku sendiri... Kenapa aku bisa berpikir untuk malu jika memiliki anak lagi denganmu sekarang? Hanya karena beberapa alasan naif yang ada dalam otakku ini..." Ujar Aom pelan dengan deru napasnya yang mulai tak beraturan karena menahan tangisnya...
"Hmmm? Siapa yang berani untuk berkomentar negatif kepadamu sayang? Jika ada, mereka hanya menginginkan kematian mereka untuk datang lebih cepat daripada yang ditakdirkan untuk mereka sebelumnya..." Ujar Kim tegas,
"Tapi ada satu hal lagi yang membuatku cemas sayang..." Ujar Aom lagi dengan ragu-ragu menatap ke kejauhan, dimana anak-anaknya tampak begitu menikmati liburan mereka ini sambil memancing di tepi pantai...
Canda tawa mereka terdengar begitu bahagia, apalagi ketika Art menangkap seekor ikan yang lumayan besar dan Pim ingin berfoto dengan ikan itu agar nantinya bisa ia pamerkan di sosial medianya...
Akan tetapi keributan terus terjadi karena Pim berteriak sembari ikan itu terus menggelepar di dekapannya... Sementara itu kakak dan neneknya hanya tertawa melihat Pim kesusahan menangani ikan yang terus melawan itu...
"Apa yang membuat dirimu cemas sayang? Katakanlah padaku... Tidak ada yang tidak bisa aku selesaikan sayang..." Sahut Kim dengan bangganya,
"Aku takut... Aku takut jika seandainya anak-anak akan marah karena ini... Jarak umur mereka akan jadi sangat jauh... Apa mereka akan bisa menerima hal ini jika aku benar-benar hamil?" Ujar Aom lagi sambil menunduk dalam hatinya benar-benar ada rasa malu yang pekat... Apa yang akan anak-anak mereka pikirkan? Orang tua mereka tidak dapat menahan diri hingga mempunyai anak lagi di usia yang hampir memasuki setengah abad?
Bagaimana nantinya Aom bisa menatap wajah anak-anaknya jika nantinya mereka bertiga tidak bisa menerima kenyataan?
__ADS_1
"Hahaha... Bagaimana kamu bisa berpikiran seperti itu sayang? Anak-anak pasti akan senang... Bagaimana mungkin mereka akan marah ataupun tidak bisa menerima semua ini? Mereka anak-anak yang luar biasa... Jangan memandang rendah mereka dengan berpikiran sempit seperti itu sayang..." Ujar Kim sambil tertawa lalu mengecup kening Aom dengan gemasnya...
Dengan pengalaman menemani sikap moody yang Aom miliki selama ia mengandung Tan dan Pim, Kim menjadi sadar bahwa Aom bisa benar-benar berubah menjadi bodoh, manja, imut, naif dan suka seenaknya sendiri ketika ia sedang hamil...
Mungkin karena pengaruh dari hormon yang meningkat dalam tubuhnya membuat Aom jadi sedikit berbeda setiap waktu tergantung pada mood-nya...
Kim hanya tersenyum, dengan tingkah laku Aom yang menjadi sedikit menjadi lebih bodoh dan tidak secerdas dirinya yang biasanya... Maka Kim memiliki harapan lebih untuk terus berharap akan ada calon anaknya yang berkembang di dalam perut istri cantiknya saat ini...
Kim memeluk tubuh Aom, merengkuh tubuh pujaan hatinya ini lebih dalam dan semakin dalam lagi sambil menatap jauh ke langit sore yang semakin berubah menjadi gelap...
Perlahan namun pasti sebuah senyuman terukir indah di wajah tampannya...
Dalam pikirannya saat ini hanya terlintas bayangan tentang rumah sakit dan tes kehamilan nantinya...
***
Saat hari sudah semakin gelap, mereka semua saat ini tengah menikmati makan malam hasil memancing dari Art dan Tan tadi... Menu ikan bakar, cumi dan lobster menghiasi tikar yang digelar di dekat api unggun mereka...
Memang Art dan Tan hanya menangkap ikan laut saja, lalu dari mana datangnya cumi dan lobster itu? Lalu dari mana datangnya berbagai macam rempah-rempah yang kini sudah tercampur sempurna dengan segala masakan laut yang tersaji di depan mereka itu? Karena di pulau ini tidak ada pasar apalagi ruko swalayan...
Tentu saja itu adalah hal remeh yang sangat kecil... Dengan keberadaan 2 asisten pribadi Kim yang begitu setiap yaitu Daw dan Petjah, maka apapun yang Kim minta, hanya perlu sekali menjentikkan jarinya semua permintaannya akan disediakan di hadapannya beberapa waktu setelahnya...
Maka tidak ada yang aneh jika di dalam kapal speed boat besar yang mereka gunakan untuk sampai ke pulau ini di ruang penyimpanannya terdapat berbagai macam alat dan bahan yang mungkin akan Kim dan keluarganya perlukan disini...
Bahkan jika ingin di bandingkan, maka ruang penyimpanan di kapal ini akan benar-benar setara dengan sebuah mini market yang ada di kota...
Namun entah mengapa dan bagaimana ceritanya, setelah selesai makan Aom tidak memperbolehkan Kim untuk tidur di tenda yang sama dengannya... Aom malah memilih untuk tidur bersama dengan mamanya dan juga putrinya Pim...
Kim hanya bisa pasrah dan menghela napasnya panjang dan sedikit berat...
Entah apa yang kini dengan tidak sengaja ia lakukan sehingga Aom tersinggung hingga tidak mau tidur bersama...
Bukankah ini terlalu dramatis untuk dirinya?
__ADS_1
Bahkan penolakan ini dilakukan di depan kedua putranya... Bukankah ini sedikit membuat Kim kehilangan muka di depan putranya karena mereka selalu memandang Kim sebagai sosok ayah yang charming dan selalu dapat meluluhkan hati wanita manapun dan bahkan yang hanya pernah bertemu sekali dengannya?...
"Eheeemmm... Sepertinya ayah terlalu banyak meminta jatah pada ibu, makanya ibu sampai tidak tahan bersama dengan ayah..." Ejek Art sambil menahan tawanya sembari berpura-pura memasang ekspresi wajah yang bijaksana...
"Ya ayah... Mungkin mulai sekarang, cobalah sedikit ditahan-tahan yah... Kasian kan kalau ibu sampai kelelahan begitu..." Ujar Tan menambahkan ucapan kakaknya itu sambil memasang ekspresi pura-pura bijaksana juga...
Mereka merangkul bahu ayahnya seakan merangkul seorang sahabat yang sedang ditimpa kemalangan...
"Dasar anak nakal... Hahaha" sahut Kim sambil tertawa,
______________________
Hehehe akhirnya author kembali lagi dengan cerita ini... Semoga masih ada yang mau baca meskipun kepending beberapa minggu ya!
Karena begitu banyak hal-hal yang harus author bereskan di dunia nyata jadi novelnya sedikit terlantar... Dan beberapa hal juga masih belum selesai author kerjakan di dunia nyata ini dengan deadline yang semakin mendesak...
Jadi mohon permakluman ya para reader setianya author, terima kasih sudah selalu mau support author....
Karena ini adalah hobi dan bukan profesi jadi author pasti selalu berusaha untuk memberikan karya yang terbaik namun untuk waktu terbitnya ya selalu mengikuti angin yang berhembus di sekitar author 😂
Alias klo gak sibuk gaskan, klo sibuk ya ke pending 🤣
Diharapkan untuk komentar yang positif ya biar author bisa semakin semangat untuk terus berkarya...
Dan mungkin novel-novel yang author buat hanya akan cocok bagi pembaca setia yang sabar dan pengertian, karena maaf author belum bisa terus membuat novel biar setiap hari terbit eps baru seperti serial sinetron di TV 😅😂🤣
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐