
HAPPY READING GUYS
________________________
"tentu saja bisa... tapi tidak dengan cara minum-minum alkohol lagi... Kim tidak memaksanya meminum alkohol karena dia masih sangat polos... mungkin pertama kalinya dia jatuh cinta pada Kim adalah ketika Kim menyelamatkan dirinya dari para gangster yang ingin memperkosanya setelah membunuh kelima orang pengawalnya... Kim muda yang sangat tampan dan elegan itu membuat gadis itu tersihir akan pesona yang dimiliki olehnya... dengan pakaian yang sudah compang-camping di robek oleh gangster itu, Kim membukakan jaketnya dan memakaikannya pada Patricia..." ujar Maxim lalu ia melahap satu suapan puding lagi sebelum melanjutkan ceritanya...
"Kim dengan kerennya menghabisi 9 orang gangster itu, sedangkan aku cuma bisa menghabisi satu orang dari mereka... hahaha... tentu saja jangan samakan aku dengannya... perbandingannya terlalu jauh kan, seperti gunung dan semut..." ujar Maxim lagi diselingi dengan tawanya... sedangkan Aom masih fokus mendengarkannya bercerita...
"Kim bahkan ditawarkan untuk menjadi menantu mereka, namun ia tolak... ia ditawarkan rumah, mobil, pesawat dan berbagai hal mewah lainnya juga ia tolak... hingga akhirnya keluarga itu menyerah... lalu berkata pada Kim bahwa jika suatu saat nanti ia berada dalam kesulitan, atau perlu apapun... Kim bisa meminta 1 permintaan pada keluarga Patricia itu... apapun itu pasti akan mereka kabulkan... apapun... tanpa terkecuali..." ujar Maxim sambil melahap pudingnya lagi tanpa henti... ia nampak sangat santai berbincang-bincang dengan Aom saat ini...
"Apapun? memangnya mereka sekaya apa?" tanya Aom penasaran
"sekaya apa ya?... yang jelas jika mereka ingin membeli pulau Maldev yang terkenal akan keindahannya itu semudah membalikkan telapak tangan..." sahut Maxim lalu ia melahap satu sendok terakhir puding manisnya itu...
"Yang benar saja? itu kan pulau yang sangat mahal!" protes Aom karena ia tak terima dengan perumpamaan yang Maxim berikan itu...
Bagaimana membeli sebuah pulau yang amat sangat terkenal dan memiliki harga yang sangat tinggi itu bisa dibandingkan dengan mudahnya membalik telapak tangan...
sesuatu yang sangat tidak logis menurutnya..
__ADS_1
"Tentu bisa Aom... kenapa tidak... mereka kaya raya... Yah... pudingnya habis... pelayan, aku minta puding satu lagi..." sahut Maxim sambil berseru pada pelayan yang ada di stand coffe break itu...
"Baiklah... mereka kaya... orang kaya kan bebas melakukan apapun ya..." celetuk Aom lalu ia meminum minumannya...
"lalu apa yang kalian lakukan untuk memperdaya Patricia?" tanya Aom lagi karena Maxim belum menjelaskan sampai disana...
"Sabarlah... pudingku belum datang..." sahut Maxim dengan santainya sambil memutar-mutar sendok pudingnya
"sambil menunggu pudingnya datang kan sambil cerita lebih bagus... waktu menunggu jadi tidak berasa Max..." sahut Aom namun Maxim tidak bergeming...
"ini tuan puding cokelatnya..." ujar pelayan itu sambil menaruh puding itu di meja mereka berdua...
"oke thanks..." sahut Maxim langsung menyuap satu suapan puding lagi ke dalam mulutnya tanpa memperdulikan Aom yang sudah sangat gemas karena menunggunya yang berhenti bercerita hanya karena kehabisan puding di gelas cawannya itu...
"maksudnya?" tanya Aom lagi karena tidak paham bagaimana cara mereka melakukan itu... ruangan gelap?
"Kim berada di kamarnya ketika Patricia benar-benar memaksanya untuk menerima cintanya itu... tentu usaha Patricia sudah berlangsung berbulan-bulan lamanya sebelum semua ini terjadi... dan malam itu, Patricia benar-benar kehilangan akal sehatnya... ia mempersiapkan rencana yang sangat-sangat matang untuk menjebak Kim agar terlihat bahwa karena Kim lah, ia mati karena dipaksa minum racun... rencananya sangat rapi hingga Kim akhirnya menyerah... untuk pertama kalinya aku melihat Kim mencium seorang gadis malam itu... mereka berciuman dan saat Patricia menariknya ke ranjang, Kim berkata ia punya trauma yang berat jika ia melihat tubuh nakednya sendiri... maka mereka harus mematikan lampu saat semua ini akan berakhir dengan bercinta... dan Patricia menerimanya... Kim keluar sebentar dengan alasan untuk membeli alat kontrasepsi... ya you know lah what i mean Aom..." ujar Maxim lalu Aom mengangguk setuju...
"tapi itu hanya alasan... Kim keluar dan menemuiku... dan tahu apa yang ia katakan padaku?" tanya Maxim pada Aom
__ADS_1
" tentu tidak... apa yang dia katakan padamu?" tanya balik Aom
"dia berkata... Aku tahu kamu menyukai gadis bernama Patricia itu... karena cinta itu tergambar jelas di matamu... maka gunakan kesempatan ini agar dia perlahan bisa mencintaimu tanpa ia sadari..." ujar Maxim
"kau mengatakan padanya bahwa kau menyukai Patricia?" tanya Aom yang merasa sedikit aneh
"tidak... sama sekali tidak pernah... sudah aku bilang kan... Kim itu terlalu banyak kejutan, dan banyak pola pikirnya yang tidak akan pernah bisa kau mengerti... namun percayalah, ia bisa mengetahui apapun yang ingin ia tahu hanya dengan melihatmu dari dekat... hanya melalui penafsiran gerak gerik yang kita lakukan, ia bisa menebak apa yang sedang kita rasakan... sejauh ini ia tidak pernah meleset... kadang dimulai dengan beberapa pertanyaan pancingan untuk memvalidasi tebakkannya sendiri, dan itu sangat luar biasa menurutku..." sahut Maxim sambil tersenyum bangga melihat Kim yang sedang berbicara di depan...
"aku mohon jangan pernah kecewakan dia Aom... karena manusia seperti dia sangat amat sangat jarang ada di dunia ini... hahaha" ujar Maxim lagi sambil tertawa... dan tak lupa juga ia memakan pudingnya lagi...
"dan malam-malam minggu selanjutnya pun berjalan sama... kami bercinta dan kami berdua menikmatinya... perlahan aku juga menjalin hubungan dengan Patricia sampai ia benar-benar nyaman bersamaku... lalu sampai saat itu tiba... ia tahu dirinya hamil, karena aku sengaja tidak memakai pengaman terakhir kali kami bercinta... aku ingin menikahinya... kau tahu, ini hal terekstrem yang pernah aku lakukan selama hidup ini... bisa sajakan keluarganya yang kaya raya itu membunuhku dan membuangku ke laut karena hal ini... tapi aku mengambil resiko besar itu... dan itupun sudah aku bicarakan dengan Kim..." ujar Maxim melanjutkan ceritanya lagi, lalu menyuapi mulutnya sendiri satu sendok puding yang manis itu lagi...
"jadi Patricia mengira dia hamil anak Kim?" tanya Aom lagi
"Ya... dan Kim tidak langsung meluruskan kesalahpahaman itu... ia mengajak Patricia ke apartemen... mengajaknya berbicara dengan penuh pengertian dan sangat lembut... sampai akhirnya ia mengatakan apa yang sebenarnya terjadi... awalnya Patricia sangat tidak percaya dan mengira itu hanya karangan Kim saja... tapi perkataan Kim saat itu bisa dan dapat melunakkan hatinya, membuatnya tersadar dari obsesinya untuk memiliki Kim..." ujar Maxim lagi...
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
__ADS_1
kasi rating juga karyanya Author ya...
⭐⭐⭐⭐⭐