
HAPPY READING GUYS
________________________
Aom Hamil?
Nngggiiiiinnggggg!!!!!!!!
Tiba-tiba kepala Kim berdengung lagi, tekanan emosional menyebabkan rasa sakit itu kembali...
rasa sakit yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata semata...
Akhir-akhir ini rasa sakit dari kepalanya yang berdengung sangat keras itu lebih sering muncul hingga menyebabkan Kim sering kehilangan kesadarannya...
Seperti saat ini...
Dengungan itu kembali memenuhi kepalanya, membawa rasa sakit yang teramat sangat...
ia meremas kuat kepalanya menahan rasa sakitnya itu...
namun tetap tak tertahankan...
Kim terjatuh begitu saja di lantai rumah sakit itu, sebelum ia benar-benar tidak sadarkan diri...
"Kim!!!" teriak Mario saat Kim terjatuh di lantai
"Dokter cepat rawat dia!!!" perintah Mario yang semakin kalut melihat sahabatnya tak sadarkan diri begitu saja...
Saat Kim masuk ke dalam ruang UGD itu juga, Mario yang dilarang masuk hanya bisa mondar-mandir di depan ruangan itu...
entah kenapa situasi ini berubah menjadi tak terkendali seperti ini...
ia berusaha untuk menghubungi kak Yang Mao, dan juga sahabat-sahabatnya yang lain...
"Hallo kak YY... bisa kakak cepat ke Bangkok Hospital kak? Kim tidak sadarkan diri!" ujar Mario lalu tanpa mendengarkan jawaban apapun sambungan telepon itu diputuskan oleh Yang Mao di seberang sana...
__ADS_1
"Zee.... angkat..." gumam Mario lalu tak berselang lama, akhirnya teleponnya diangkat oleh Zee
"Ada apa Mar? kami baru saja menyelesaikan semuanya..." ujar Zee dari seberang telepon
"kalian cepatlah kemari... Kim tidak sadarkan diri... aku tidak tahu kenapa, ia tidak hanya terlihat syok, tapi ada sesuatu yang ganjil terjadi padanya... cepatlah!" seru Mario lalu ia menutup teleponnya setelah dokter keluar dari ruang UGD itu...
"bagaimana keadaan teman saya dok?" tanya Mario panik sambil memegang erat kedua bahu dokter itu
"untuk saat ini belum dapat dipastikan tuan... dia syok, namun dilihat dari tingkahnya tadi, ia terlihat seperti merasakan sakit yang amat sangat di kepalanya... saya sarankan juga untuk melakukan pemeriksaan Elektroensefalogram (EEG)" sahut dokter itu
"pemeriksaan apa itu?" tanya kak Yang Mao dari ujung lorong ruang UGD itu
Dokter itu menoleh kearah Mario seakan bertanya siapa orang yang baru datang ini...
"tidak apa dok, dia adalah kakak dari teman saya yang di dalam..." sahut Mario lalu dokter itu mengangguk
"pemeriksaan Elektroensefalogram (EEG) juga disebut sebagai tes gelombang otak atau rekam otak tuan.... Uji EEG tidak invasif. Prosedurnya juga cukup sederhana... hanya dengan menempelkan elektroda di sepanjang kulit kepala pasien... EEG mengukur fluktuasi tegangan yang dihasilkan dari arus ionik di dalam otak... saya belum bisa memastikan, namun saya takut pemuda yang ada di dalam dapat menderita Alexithymia tuan..." ujar dokter itu menjelaskan dengan seefektif mungkin...
"apa itu Alexithymia?" tanya Yang Mao lagi dengan wajah yang tidak bersahabat...
***
Di dalam ruangan, dokter itu mengambil sebuah buku tebal dengan sampul bertuliskan Alexithymia dan berisi gambar simulasi otak manusia di latarnya...
"Silahkan dibaca tuan, dan saya akan menjelaskannya secara singkat..." ujar dokter itu sambil menyerahkan buku itu di hadapan mereka berdua, lalu ia duduk di kursinya sendiri...
"Alexithymia adalah ketidakmampuan seseorang untuk mengenali dan menyampaikan emosinya sendiri, jika seandainya ia marah, wajahnya tetap akan memerah namun berbeda dengan apa yang ia katakan... ia sendiri tidak merasa itu adalah amarah, ataupun ia tidak tersenyum ketika bahagia dan tidak menangis ketika merasa sedih... dengan kata lain, jika memang ini benar, pemuda itu akan menjadi sangat dingin dan datar... seperti menjadi manusia tidak berperasaan... jika di tingkat awal dan sedang, semuanya masih bisa diperbaiki sedikit demi sedikit tuan... namun ketika ini sudah parah, maka akan sulit untuk mengembalikan kondisinya lagi agar bisa merasakan berbagai luapan emosi di dalam dirinya..." jelas dokter itu serinci mungkin kepada dua orang pria dihadapannya ini...
"apa penyebabnya dok?" tanya Mario setelah melirik sekilas kak Yang Mao yang masih sangat fokus membaca buku itu...
"berbagai macam hal tuan... trauma masa kecil, tekanan yang terlalu banyak dalam hidupnya, dan juga faktor genetik juga bisa... namun masih banyak faktor lainnya yang bisa memicunya... memang sedikit rumit, sehingga pemeriksaan EEG perlu dilakukan setelah dirinya sadar nanti tuan... itu setidaknya bisa memberikan hasil yang cukup bisa dijadikan titik awal pemeriksaan lanjutan..." sahut dokter itu
"lakukanlah dokter, tidak peduli biayanya, tapi minimalisir segala resiko yang dapat terjadi pada adikku itu... jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka jangan harap kau dan semua yang ada di rumah sakit ini bisa hidup tenang setelahnya..." ujar Yang Mao lalu keluar dari ruangan dokter itu...
"ada apa dengannya..." gumam dokter itu
__ADS_1
"pernah dengar nama Silver Dragon dokter? jika tidak mau berurusan dengan mereka maka lakukanlah sebaik mungkin, mohon bantuannya dokter...." sahut Mario sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat sebelum ia pergi dari ruangan dokter itu...
"astaga... kenapa aku harus berurusan dengan orang-orang seperti mereka ini... kalau tahu akan seperti ini, aku tidak akan ambil shift malam hari ini..." gumam dokter itu pada dirinya sendiri...
***
Satu jam pun berlalu dengan begitu cepat, akhirnya Kim sudah sadar...
"Dimana aku?" gumam Kim pelan
"kau sudah sadar Kim?" ujar mereka semua langsung mendekat kearah tempat tidur Kim di ruang rawat inap itu...
"kau tadi tidak sadarkan diri... setelah mendengar kondisi Aom..." sahut Mario
"adikku... jangan terlalu menekan dirimu... kau bisa sakit jika terus begini..." ujar kakaknya penuh perhatian sambil mengelus lembut rambut Kim adik kesayangannya ini...
"kak, aku mau menemuinya... apa papa dan mamanya sudah tahu kondisinya?" tanya Kim pada kakaknya
"ya... mereka sudah disana, Daw dan Aom sudah dipindahkan ke ruang perawatan masing-masing..." sahut kakaknya
"aku mau kesana, kawan... ayolah... aku tidak apa-apa... jangan menatapku begitu..." ujar Kim yang melihat sahabat-sahabatnya itu terlihat sedikit murung...
Lalu Kim mencopot alat infus yang menempel di pergelangan tangannya begitu saja...
Mengambil beberapa tissue untuk mengelap darah yang sedikit keluar dari sisa suntikan infus itu kemudian turun dari kasur dan berjalan keluar dari kamar rawatnya ini...
"baiklah, tapi setelah ini kembali kemari dan lakukan satu pemeriksaan... awas kalau kau sampai tidak kembali!" ujar kakaknya pada Kim
"baik kak..." sahut Kim tanpa menghentikan langkahnya sedikitpun
______________________
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐