
HAPPY READING GUYS
________________________
Di tempat lain,
Charka terlihat masih sedikit kesulitan untuk berjalan akibat efek dari obat bius itu...
namun ia masih memaksakan diri untuk menyusuri lorong itu bersama beberapa bawahannya untuk menemui seseorang...
Siapa lagi kalau bukan sang perdana menteri negara ini... orang yang hampir sama berkuasanya dengan sang raja, namun khusus berkuasa hanya dalam struktural dinas pemerintahan, tidak memiliki hak penuh mencakup secara keseluruhan mengenai semua urusan negara ini seperti jabatan presiden di negara-negara lain yang merupakan pusat komando dari negara yang dipimpinnya...
Hal ini karena keputusan apapun yang menyangkut negaranya juga harus atas persetujuan dari pihak kerajaan bukan hanya dari pihak dinas pemerintahan, secara khusus adalah persetujuan dari sang raja...
"akhirnya kau datang juga Charka... duduklah... apa kau baik-baik saja?" tanya sang perdana menteri kepada Charka...
"tidak perlu basa-basi, kita langsung saja ke inti permasalahannya tuan..." sahut Charka yang sudah duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan si perdana menteri yang sedang menjabat ini...
"Kim Hans dan SDG nya sudah berani-beraninya menyentuhkan tangan mereka yang kotor pada badan intelijen negara ini... mereka menghapus seluruh bukti yang kita punya untuk menjatuhkan mereka... dan ini tidak bisa dibiarkan begitu saja!" ujar Charka lagi dengan penuh keseriusan...
"hahaha... lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? aku sudah benar-benar tidak sabar untuk melihat SDG dan Kim Hans yang dielu-elukan itu hancur... bukannya aku punya dendam pribadi padanya... hanya saja dia terlalu populer dan disegani oleh masyarakat kita membuatku jadi iri dan kesal... dia yang hanya orang biasa yang tidak memiliki jabatan apapun di pemerintahan ini bisa sangat dipatuhi dan disegani oleh masyarakat, sedangkan kita yang bergerak secara langsung dan memiliki kekuasaan di pemerintahan tidak begitu dihormati, dan bahkan terkadang terkesan lebih rendah tingkatannya dari pada orang biasa yang memimpin SDG dan juga Hans Group ini..." ujarnya sambil memainkan pulpen yang ada ditangannya itu...
__ADS_1
"satu cara yang pasti bisa menghancurkannya tuan perdana menteri... dan ini pasti bisa membuat anda semakin disegani dan juga ditakuti oleh siapapun di negara ini jika semuanya berhasil..." ujar Charka yang langsung membisikan begitu banyak hal kepada perdana menteri itu...
"kau yakin ini akan berhasil? jika iya maka besok semuanya akan langsung dijalankan sesuai dengan rencana'mu itu... semua rencana'mu itu selalu terdengar hebat ya hahaha..." sahut perdana menteri itu sambil tertawa puas...
***
Di sisi lainnya Mario, Zee, Nan, Jeab, Ji, Art dan yang lainnya sudah membicarakan tentang masalah pembebasan Kim ini dengan sangat mendetail...
"tidak paman, saat ini aku tidak akan mendengarkan ayah... aku akan melawannya kali ini karena dia terlalu idealis, dan sifatnya ini malah sangat merugikan saat ini..." sahut Art setelah mereka membicarakan banyak hal sedari tadi...
"dan aku ingin bertanya pada paman Zee, apa seorang perdana menteri memiliki kekuasaan penuh untuk mengambil keputusan besar untuk negara ini? apakah ia bisa mengambil keputusan sepihak untuk menjatuhkan hukuman pada seseorang?" tanya Art beruntun pada Zee yang hanya tersenyum mendengar putra pertama Kim yang benar-benar antusias dan juga tak terbantahkan oleh apapun untuk menyelamatkan ayahnya dari balik jeruji besi itu...
"dia bisa, tapi tidak mempunyai hak itu secara sepenuhnya... ada beberapa kriteria yang bisa menggagalkan keputusan yang dikeluarkan oleh perdana menteri kapanpun, dan satu-satunya yang bisa melakukan itu adalah otoritas raja dari kerajaan negara ini... tapi hal ini sangat langka terjadi karena sangat jarang ada kondisi dimana pihak kerajaan benar-benar harus turun tangan mengatasi segala permasalahan yang dihadapi oleh negara ini... tapi jika situasi genting terjadi ataupun negara mengalami krisis, pihak kerajaan pasti akan turun tangan secara langsung... karena prioritas utama adalah rakyat bukan kekuasaan..." sahut Zee menjelaskannya pada Art...
"ya... itu pasti Art, karena prioritas utama negara ini adalah rakyat..." sahut Zee dengan penuh keyakinan
"aku akan menemui ayah, paman bisa bantu aku mendapatkan izinnya kan? 1 menit pun cukup" pinta Art pada paman Zee nya ini...
"tentu saja bisa nak... tenang saja..." sahut Zee dan merekapun langsung pergi meninggalkan yang lainnya untuk menemui Kim...
"untuk apa kamu mai menemui ayahmu saat ini juga?" tanya Zee ketika mobil mereka sudah melaju menuju kantor polisi pusat Bangkok lagi walaupun tadi Art sudah datang kesana menemani ibunya...
__ADS_1
"aku akan mengatakan pada ayah kalau aku akan melawannya, ya... semacam menabuh genderang sebelum mulai berperang paman... aku akan menegaskan pada ayahku sendiri bahwa apa yang menjadi idealismenya itu tidaklah selalu menghasilkan kebaikan, malahan suatu saat mungkin akan dimanfaatkan seperti saat ini lagi oleh sebagian orang yang berniat buruk padanya, dan disaat sesuatu seperti itu terjadi maka aku yang akan turun tangan tanpa harus mendengarkan apapun yang ayah perintahkan berdasarkan dari idealismenya itu..." sahut Art dengan penuh ketegasan dan Zee mengangguk setuju...
Setelah mereka sampai di depan lobi kantor polisi pusat Bangkok, mereka turun dan supir itu langsung memarkirkan mobilnya sementara Art dan Zee langsung masuk ke dalam gedung bertingkat ini...
Setelah melewati negosiasi yang cukup panjang akhirnya Art diizinkan menemui ayahnya walaupun hanya 5 menit saja...
karena status Kim semakin meningkat karena adanya klaim baru bahwa bukti dan saksi mata untuk kasus yang lebih besar sudah ada dan langsung dituduhkan kepadanya...
"jaga emosimu nak, karena mereka sudah mulai intensif membidik ayahmu... mereka tidak mau memberikan hukuman ringan, tapi mereka pasti langsung membidikkan hukuman mati padanya..." bisik Zee pada Art yang terlihat sedang berusaha untuk menahan emosinya setelah mendengar apa yang para polisi itu katakan tadi...
"beraninya mereka melakukan ini paman... tunggu saja, mereka tidak akan bisa hidup dengan tenang karena sudah berusaha untuk mengusik ayahku..." ujar Art pelan karena ia berusaha untuk menahan emosinya...
"setelah ini, berbagai macam manipulasi, intrik dan politik akan bergabung menjadi satu dalam masalah ini, jadi kau harus benar-benar dapat mengendalikan dirimu sendiri nak... jangan pernah terpancing, dan lakukan apapun sesuai dengan rencana dan kepala dingin... kau harus ingat semua itu..." ujar Zee mengingatkan keponakannya ini...
______________________
Jangan lupa tinggalkan jejak ya...
vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐