
HAPPY READING GUYS
__________________
"aku juga bisa melakukannya sendiri, tapi kamu yang selalu melakukannya untukku bukan? kenapa aku tidak boleh melakukan ini untukmu?" tanya Kim sambil mengerutkan keningnya...
"hmmm... baiklah... lakukan ini untukku kali ini saja ya... karena seorang pria tidak seharusnya melakukan ini untuk wanitanya..." sahut Aom menyerah karena ia tahu jika Kim benar-benar keras kepala saat menunjukkan ekspresi itu...
lebih baik tidak membantah apapun yang ia mau di saat seperti ini...
"kenapa? seorang pria sepertiku tidak akan terlihat lemah karena melakukan ini... seorang pria yang benar-benar mencintai wanitanya pasti akan memperlakukannya dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang... tidak ada kata tidak baik selama sesuatu hal yang dilakukan seorang pria itu tidak menyakiti wanitanya...." ujar Kim,
"sebenarnya seorang pria yang terlalu memegang teguh dan memandang tinggi egonya atas nama harga dirinya, maka ia tidak akan pernah bisa mencintai siapapun dengan sepenuh hatinya..." ujar Kim lagi, Aom tersenyum bahagia mendengar ucapan Kim yang begitu tulus itu... sebuah cinta yang tulus tidak akan melibatkan ego di dalamnya... Aom setuju dengan Kim akan hal itu, lalu Kim meneruskan kegiatannya mengeringkan rambut Aom dengan sangat telaten dan sangat teliti, hingga tak seujung rambut Aom pun yang masih basah...
"sudah sayang... sudah kering semua..." ujar Aom sambil terkekeh geli melihat tingkah laku Kim yang terlalu perfeksionis ini...
"tidak... ini masih belum kering sedikit lagi... jika tidak kering nanti kepalamu sakit sayang..." sahut Kim begitu perhatian,
__ADS_1
"nah sekarang sudah kering... mana vitamin rambutnya..." pinta Kim lalu menuangkannya di telapak tangannya, setelah itu ia mengusapkannya dengan sangat lembut di rambut dan kepala Aom itu...
Kim memijat kepala Aom pelan dan lembut... membuat Aom memejamkan matanya, menikmati pijatan lembut dari tangan Kimnya itu...
Setelah semuanya selesai mereka mengenakan pakaian santai... lalu Kim mendudukkan Aom di pangkuannya...
"sekarang waktunya kita bicara serius tentang anak-anak kita..." ujar Kim sambil merangkul pinggang Aom lembut...
"apa yang ingin kamu bicarakan sayang? kenapa serius sekali sepertinya?" tanya Aom sambil memainkan jarinya di dagu Kimnya
"Art baru saja lulus kuliah S1, Tan sudah lulus SMA... mereka harus melanjutkan langkahnya ketahap yang lebih tinggi setelah ini..." ujar Kim sambil menatap mata Aom sangat dalam...
"secepat itukah sayang?" tanya Aom sedikit murung...
"ya... memang secepat ini... anak-anak kita telah tumbuh dengan sangat cepat... masa depan mereka harus mereka tempa dari sekarang... aku sangat keras melatih Art agar ia bisa menjadi pimpinan SDG dan perusahaan yang bergerak di bidang senjata, teknologi dan transportasi.... serta semua urusan bisnis yang tak begitu terekspos ke publik tapi sangat menguntungkan, maka dari itu ia harus benar-benar menjadi seorang laki-laki yang kuat... bahkan jika bisa ia harus lebih kuat dariku..." ujar Kim panjang lebar, sementara Aom hanya mendengarkannya dengan seksama...
"Sementara itu Tan akan menjalankan perusahaan properti dan sisanya bersama dengan Pim... tapi bukan berarti mereka akan saling terpisah karena memiliki kewajiban yang berbeda... tapi ada sebuah benang merah penghubung yang tetap membawa bahaya bagi mereka semua... setiap kewajiban yang mereka warisi nanti memiliki masalah dan musuhnya masing-masing... jika nanti Art berada dalam masalah Tan dan Pim akan membantunya, begitu juga sebaliknya... disini memang Art yang dituntut untuk menjadi yang paling kuat, bahkan jika bisa ia harus sempurna dalam semua bidangnya... sementara Tan tidak diharuskan bisa menjadi begitu kuat karena tidak turun tangan langsung di dunia Mafia yang kejam... tapi ia harus kuat agar bisa menginvansi bisnis dunia kelak... aku telah mulai membuka jalan lebar untuk mereka berkembang, tapi satu hal yang masih mengganjal di pikiranku saat ini..." ujar Kim lagi dengan sangat serius....
__ADS_1
"apa sayang?" tanya Aom penasaran dan juga merasakan degup jantungnya mulai meningkat... ia mulai resah dengan semua ini...
"kamu harus rela terpisah jauh dengan anak-anak... aku akan mengirim mereka ke Los Angeles dan Manhattan New York... Art akan melanjutkan pendidikannya di California institute of technology untuk menyelesaikan program magisternya... sedangkan Tan akan menyelesaikan kuliah S1 dan magisternya di Columbia university... mereka akan pergi meninggalkan rumah untuk waktu yang lama... mencari pengalaman yang banyak tentang dunia luar, tentu aku pasti akan merindukan mereka juga... tapi aku tau pasti dirimu yang akan jauh lebih merindukan anak-anakmu itu... anak-anak yang begitu kamu manjakan, anak-anak yang kamu kandung selama 9 bulan lamanya... sekarang mereka sudah dewasa dan akan pergi jauh dari jangkauanmu..." ujar Kim pada Aom dengan serius dan sedikit melembut diakhirnya karena ia dapat melihat bahwa mata Aom sudah memerah... air matanya sudah menggenang di pelupuk matanya...
"kenapa harus ke USA? kenapa tidak melanjutkan pendidikan mereka disini saja?! kenapa Kim?! kenapa?!" seru Aom sambil memukul dada bidang suaminya itu, air matanya mengalir tanpa bisa ia tahan lagi...
Kim yang tahu jika ini pasti terjadi hanya bisa memeluk tubuh istrinya yang sedang menangis itu... ia tahu ini akan berat untuk seorang ibu yang harus jauh dari kedua putranya itu... bahkan ia pun sebenarnya sedikit berat untuk memutuskan hal ini...
Tapi ini harus... untuk masa depan mereka yang terjamin... Kim bisa merelakan apapun demi anak-anaknya...
meskipun mereka sangat dekat...
tapi kewajibannya harus tetap ia jalankan sebaik mungkin sebagai seorang ayah... ia harus memastikan bahwa kehidupan anak-anaknya kelak akan cerah...
"maafkan aku sayang... tapi ini harus... mereka sudah dewasa... pilihan sudah mereka tentukan sebelumnya... aku memberikan beberapa list universitas terbaik di dunia untuk mereka pilih... lalu mereka memutuskan hal ini setelah mendengar nasihat dan arahanku... aku tidak pernah memaksa mereka... ini murni keinginan mereka... dan aku mendukung mereka sepenuhnya... aku harap kamu juga akan mendukung pilihan anak-anak kita... mereka selalu perlu dukungan dan doa kita sebagai orang tua mereka..." ujar Kim lembut sambil mengelus lembut kepala Aom... menenangkan hati istrinya yang sedang bergejolak hebat saat ini....
_______________________
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya guys...
kasi rating juga karyanya Author ya...