His Love : The Mafia King

His Love : The Mafia King
Tidak Mau!


__ADS_3

HAPPY READING GUYS


________________________


Kim hanya bisa tertawa dalam hatinya saat ini, entah mengapa melihat Aom kesal selalu membawa kebahagiaan tersendiri untuk dirinya... Tapi bukan berarti bahwa ia senang melihat Aom nya menderita, akan tetapi hanya sebatas senang dan gemas melihat mimik wajah Aom yang lucu serta menggemaskan ketika ia sedang kesal...


Apalagi saat dirinya hamil sehingga tubuhnya terlihat semakin berisi dan semakin seksi di mata Kim, entah bagaimana pun caranya Kim pasti dapat menemukan kecantikan dan keimutan istrinya dalam kekesalan itu...


Seakan sebagai obat penenang baginya untuk menetralisir segala macam kekejaman, segala tindakan tak kenal ampun dari Kim untuk menghukum siapapun yang mencoba mengusik segala macam urusannya di luar sana...


Jika diluar sana Kim sudah menjadi pria menakutkan yang terkenal begitu kejam, tidak ada salahnya kan jika ia bersikap berbeda di dalam rumah saat tidak ada siapapun yang dapat melihatnya selain sahabat dan juga keluarganya...


Bahkan para pelayan rumahnya pun tidak ada satupun yang diganti selama puluhan tahun karena dalam dunia gelap ini hanya bisa mengandalkan loyalitas semata... Jika sampai menyepelekan loyalitas maka nyawa mereka pun dapat melayang kapanpun di dalam rumah ini, rumah yang ada di Bangkok maupun markas di dermaga dan yang lainnya...


"Bos paketnya sudah sampai..." Ujar salah seorang anak buah Kim sambil membawa sekotak kecil yang entah berisi apa di dalamnya,


"Baguslah... Bawa kemari" Perintah Kim sambil berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah dapur yang ada di rumah ini,


"Sudah kau pastikan ini kualitas terbaik? " Tanya Kim pada anak buahnya itu,


"Sudah bos, paman Daw sudah meminta dokter Jeab memeriksa kualitasnya juga serta memastikan bahwa tidak ada zat berbahaya yang terselip disana" Sahut pria itu,


"Bagus... Kalian bisa istirahat sejenak, aku tidak akan pergi kemana-mana sampai malam nanti" Ujar Kim sambil menggerakkan tangannya menyuruh bawahannya itu pergi,


"Baik bos" Sahutnya dan langsung keluar dari rumah ini,


Tek! Tek! Tak!


"Menyulitkan sekali! Kenapa kompornya masih kuno dan hampir rusak seperti ini?!" Geram Kim kesal karena kompor gas itu belum juga mau menyala,


"Bukannya rusak parah putraku sayang... Itu hanya karena karetnya menipis, sini biar ibu yang hidupkan..." Ujar ibu Wana sambil menggeser tubuh Kim agar minggir dari kompor itu,

__ADS_1


"Sungguh tidak efisien sekali bu... Pokoknya besok semua perabotan yang menyulitkan akan aku ganti, tidak ada bantahan" Ujar Kim tak terbantahkan,


"Astaga... Perabotan yang ada disini belum juga berumur 1 tahun nak, jangan buang-buang uang untuk sesuatu yang tidak penting" Sahut ibu Wana karena rata-rata perabotan itu masih sangat bagus dan sangat layak digunakan, bahkan kompor yang dikatakan sudah usang itupun sebenarnya sudah sangat bagus karena baru-baru ini kompor itu rusak... Padahal kompor pada umumnya akan mulai rewel lebih cepat dari pada kompor ini...


"Tidak peduli... Meskipun aku membelikanmu ribuan set perangkat dapur canggih pun aku tidak akan bangkrut bu... Jadi jangan banyak protes dan nikmatilah hidup ini" Ujar Kim tidak peduli sambil membuka bungkusan yang ada di dalam kotak itu,


"Sebenarnya kamu mau buat apa nak? " Tanya ibu Wana tidak lagi membantah apapun yang menantunya ini inginkan karena pasti itu hanya sia-sia saja,


"Aku mau membuatkan teh yang bagus untuk kehamilan Aom bu... Nanti selama aku tidak ada tolong buatkan untuknya..." Ujar Kim yang langsung membuat ibu Wana menoleh kearahnya,


"Kamu mau pergi kemana nak?" Tanya ibu Wana,


"Aku akan pergi ke Hongkong bu, aku tidak bisa tetap disini sementara kedua putraku pergi kesana untuk mengatasi masalah yang terjadi disana... " Sahut Kim tanpa menoleh kearah ibunya karena ia sedang fokus membuat teh untuk istri dan juga calon anaknya itu,


Melihat sikap itu, ibu Wana langsung tahu bahwa Kim tidak mau membahasnya lebih dalam lagi sehingga ia harus mengakhiri pertanyaannya saat ini...


"Cepatlah kembali... Jangan biarkan Aom merasa kesepian karena menunggu kalian kembali..." Ujar ibu Wana selalu menenangkan seperti biasanya,


"......" Kim hanya diam tanpa menyahuti ibunya ini, entah karena ia terlalu serius membuat teh atau karena ada sesuatu hal yang tak ingin ia katakan...


"Kami masih sama-sama bodoh bu meskipun sudah berkepala 4... Jadi ibu harus tetap bersabar dan selalu menjadi tempat terakhir untuk kami pulang ya bu..." Ujar Kim sambil tersenyum,


"Kalian sudah menjadi orang tua yang baik, hanya saja kalian belum menjadi pasangan yang terbaik karena itupun tidaklah mungkin untuk dilakukan kenapa? Karena dalam setiap hubungan pasti ada pertengkaran itu wajar selama kalian tetap bisa berbaikan setelahnya..." Ujar Ibu Wana sambil memanaskan sepanci kecil air untuk merebus daun teh itu,


"Ini teh jenis apa Kim? Baunya menyegarkan..." Tanya ibu Wana setelah bau teh itu mulai tercium,


"Ini namanya teh chamomile bu, katanya sangat bagus untuk ibu hamil karena dapat meningkatkan kesehatan ibu dan juga janinnya..." Sahut Kim,


"Hooo... Suami dan ayah siaga ya..." Ujar ibu Wana sambil tersenyum pada Kim,


***

__ADS_1


Di meja makan,


Aom masih merasa kesal namun tangannya tidak berhenti sedetikpun untuk makan buah yang ada di meja makan itu mulai dari apel, anggur, jeruk dan lain-lain...


"Yang benar saja?! buat apa dia kemari kalau dia tidak mau meminta maaf? apa ia berniat untuk menciptakan masalah baru?!" gumam Aom pada dirinya sendiri,


"Nak... kenapa ayahmu menjadi semenyebalkan ini? kenapa dia selalu membuat ibu kesal akhir-akhir ini?" tanya Aom pada janin yang tengah berkembang di dalam perutnya, calon bayinya yang kini sering mempengaruhi moodnya setiap detiknya...


"Anakku sayang... apa kabar? apa hari ini menyenangkan?" tanya Kim yang tiba-tiba datang membawa sebuah cangkir berisi teh yang sudah selesai ia buat untuk Aom nya ini,


"Maaf karena ayah selalu nakal ya, ayah sudah tidak sabar bertemu dengan dirimu... " ujar Kim lagi sambil berjongkok hingga wajahnya setara dengan perut Aom,


Kim tersenyum lalu mendongakan kepalanya menatap Aom,


"Aku membuatkanmu teh chamomile, itu sangat baik untuk kesehatan ibu hamil, minumlah sayang..." ujar Kim sambil menunjukkan senyuman termanisnya,


"Aku tidak selera!" sahut Aom ketus,


"Kamu boleh marah padaku, itu sangat wajar karena memang aku salah... tapi jangan membuat anak kita ikut merasakannya ya..." pinta Kim,


"Tidak mau! " sahut Aom lagi,


"Tidak mau?" tanya Kim lagi,


"Tidak mau!" sahut Aom tetap keras kepala,


"kamu keras kepala aku juga sama keras kepalanya sayang..." ujar Kim sambil langsung berdiri dan meminum teh itu, kemudian dengan cepat tangannya menarik tengkuk Aom dan mencium bibirnya, mengulumnya hingga semua teh itu ikut mengalir masuk ke dalam mulut Aom saat itu juga...


______________________


Jangan lupa tinggalkan jejak ya...

__ADS_1


vote like dan komentarnya guys...


kasi rating juga karyanya Author ya...


__ADS_2